
Merli berusaha untuk tidak mengingat sifat dan tingkah laku Yudha terhadapnya, Tetapi semakin dia berusaha untuk melupakannya, bayang bayang perselingkuhan Yudha selalu terngiang dipikiran nya. Hingga Merli memutuskan untuk menggugat cerai suaminya.
Merli sudah tidak perduli lagi akan tanggapan orang orang terhadapnya. Merli sudah lelah selama ini bersabar menghadapi Yudha.
****
Merli sudah tidak tinggal dirumah utama keluarga Yudha dirgantara lagi. Ia tinggal dirumah hasil keringatnya sendiri. Ia pergi tanpa membawa barang pemberian Yudha.
"Sayang!" tempat kita sudah tidak disini lagi." ucap Merli kepada putri semata wayangnya.
Riyanti membawa inamoratha putri satu-satunya keluar dari rumah keluarga dirgantara.
"Ya selama ini Merli memiliki usaha di bidang property, ia selama ini tidak mengharapkan Harta kekayaan Yudha, tetapi Yudha yang tidak tahu kalau Merli adalah seorang pengusaha, Yudha selalu menganggap sepele Merli. Ia beranggapan kalau Merli menikah dengannya hanya karna mengejar hartanya kekayaannya.
****
Yudha kembali kerumah utama keluarga dirgantara. Berharap disambut dengan Merli sang istri yang selama ini setia menunggu kedatangannya. Walau terkadang pulang terkadang tidak.
"Sayang....!" panggil Yudha yang tidak melihat sosok istrinya menyambut Yudha.
"Sayang....!panggil Yudha kembali tapi tidak ada jawaban sama sekali membuat Yudha langsung mencari kekamar utama. Tapi hasilnya nihil
"Dimana dia?" tanyanya dalam hati.
Bi Surti datang menghampiri Yudha.
"Tuan cari nyonya Merli dan non Ina ya?
"Iya Bi kemana mereka?
"Nyonya sudah pergi dan non Ina Taun!"
"Kemana bi?"
"Tidak tau tuan hanya nyonya titipkan ini kepada tuan." ucap bi Surti sambil memberikan dua amplop, warna coklat dan putih
"Apa ini bi?"
"Bibi juga tidak tau tuan!"
Yudha membuka amplop putih berisikan surat ungkapan isi hati Merli yang sudah tidak sanggup hidup bersama Yudha sedangkan amplop coklat berisikan surat gugatan perceraian dari pengadilan agama. Hal itu mampu membuat Yudha menangis histeris.
"Aku tidak menginginkan ini sayang!"
"Aku tidak ingin bercerai!" teriak Yudha. Air matanya tidak bisa dibendung lagi.
"Bi katakan kemana mereka pergi?"
"Aku yakin bibi tau kemana mereka pergi."
"Maaf Tuan bibi sama sekali tidak tau!" ucap bi Surti
__ADS_1
"Aku harus mencari kemana mereka bi?" aku tidak ingin kehilangan mereka bi!"kata Yudha sambil terisak.
Berkali kali Yudha menghubungi nomor ponsel Merli tapi tak kunjung diangkat , membuat Yudha semakin putus asa.
Yudha menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan istri dan anaknya. Tetapi Merli tidak kalah pintar dari Yudha, Merli sudah meminta anak buahnya untuk menutupi identitas Merli sebenarnya yang seorang pengusaha properti dan pemilik hotel berbintang yang ada dikota Jakarta.
Merli sengaja menutupi identitasnya sebagai seorang pengusaha, karna Ia ingin mengetahui bagaimana sikap Yudha yang sebenarnya.
"Nyonya!" Tuan Yudha berusaha mencari keberadaan nyonya dan non Ina, bahkan tuan Yudha juga memerintahkan anak buahnya untuk mencari nyonya dan non Ina.Karna menurut informasi yang saya dapat Tuan Yudha tidak terima kalau nyonya menceraikan tuan Yudha. Kata salah satu anak buah Merli melapor kepadanya.
"Biarkan saja sampai di mana kemampuannya Saya ingin tahu!" ucap merli kepada anak buahnya.
"Tapi Nyonya Sepertinya saya tidak tega melihat keadaan Tuan Yudha sekarang.
"Memangnya kenapa Tuan Yudha.
"Setelah kepergian nyonya, sepertinya Tuan Yudha tidak memiliki gairah hidup."
"Tapi bukannya Dia memiliki banyak wanita-wanita di luar sana?"
"Iya Nyonya!" tetapi cinta tuan muda hanyalah untuk nyonya.
"Kamu jangan asal ngomong kalau tuan muda mencintai saya dia tidak akan sanggup menghianati cinta saya." ucap Meli kepada anak buahnya.
lalu anak buah merni memberikan sebuah video yang sudah direkam sebelumnya Ketika Yuda kesana-kemari mencari keberadaan Merli.
tetapi Merli tidak bergeming ia ingin sekali membuat Yudha jera akan perbuatannya.
Di tempat lain Yudha tidak pernah putus asa untuk mencari keberadaan istri dan anaknya.
"Iya pun merasa heran tidak dapat melacak keberadaan istrinya Padahal selama ini bukan sulit untuknya untuk mencari jati diri seseorang apalagi Yuda memiliki harta yang banyak.
"Kenapa sulit sekali menemukan mu sayang?"
"Apa tidak ada lagi rasa cintamu kepadaku?"pertanyaan dengan pertanyaan timbul di benak Yudha.
Tiba-tiba salah satu anak buahnya indah tak menghampirinya.
"Aku yakin Tuan!" ada seseorang yang melindungi Nyonya sehingga kita tidak dapat melacaknya.
"Maksud kamu?"
"Maksud saya hanya orang-orang yang berada yang mampu menutupi identitasnya dari siapapun termasuk dari pihak pemerintahan.
"Jadi saya rasa ada seseorang dibalik Nyonya Merli.
Yudha diam sejenak Iya kembali berpikir selama ini yang ia tahu istrinya tidak memiliki keluarga orang berada. Selama ini Yudha mengetahui kalau Merli hanyalah rakyat biasa.
"Ya sudah tolong terus pantau dan cari tahu di mana istri saya!" pinta Yudha kepada anak buahnya.
*****
__ADS_1
"Mas!" Panggil Sharma kepada suaminya Briptu Erik.
"Iya sayang!"
"Mas Sharma sudah boleh masuk kampus tidak?"
"Jangan dulu dong Sayang!" sebelum kasus ini selesai, Lagian Mas sudah minta cuti kok satu semester ke pihak kampus."
"Tapi mas Sharma bosan di rumah."rengek Sharma
"Kalau bosan di rumah kan bisa main-main ke tempat Morena ada Kayla juga kan di sana.?'
"Serius Mas?"Mas ngasih izin sama sharma pergi ke rumah Morena?"
"Iya sayang!" Lagian kalau di sana kamu aman kok. ucap Briptu Erik kepada Sharma.
"Memangnya pelakunya belum tertangkap semua Mas?"
"Pelakunya sudah tertangkap sayang tapi otak dibalik itu semua pihak kepolisian belum mengetahui karena pelaku meninggal dunia yang satu lagi masih kritis jadi tidak dapat dimintai keterangan. kata Briptu Erick kepada istrinya.
"Mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap ya Mas!"
"Iya sayang!"
Di kediaman Bapak Sugito tampak Andita sedang sibuk mempersiapkan dirinya berangkat ke kampus, tetapi sebelum berangkat ke kampus dokter Delon sudah datang bersama keluarganya. Tanpa memberitahu kepada Andita terlebih dahulu.
"Assalamualaikum!" siapa keluarga dokter Delon memecahkan keheningan rumah di kediaman Pak Sugito. yang mana pak Sugito masih ada di ruang kerjanya. sementara Ibu Rohana sedang asyik menyiram tanamannya di taman belakang.
"Waalaikumsalam!" sahut asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Bapak Sugito sambil membukakan pintu untuk tamu yang datang.
"Eh Dokter Delon toh!"
"iya Bi!" apa Tuan dan Nyonya ada di rumah tanya kedua orang tua dokter Delon kepada asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Bapak Sugito.
"Ada Tuan!" sebentar ya saya panggil dulu Silakan masuk." ucap asisten rumah tangga.
lalu asisten rumah tangga itu berlalu dari hadapan keluarga dokter Delon berniat untuk memanggil taksi gitu dan juga Ibu Rohana Begitu juga dengan Andita.
"Maaf Nyonya ada tamu di depan?"
"Siapa Bi?"
"Sepertinya kedua orang tua dokter Delon!"
"Oh iya sudah sebentar ya Bi saya cuci tangan dulu ucap Ibu Rohana."
"Tapi tolong kamu panggilkan juga suami saya." ucap Ibu Rohana kepada asisten rumah tangga agar asisten rumah tangga itu juga memanggil Pak Sugito.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1