Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Emosi pak Fernando


__ADS_3

Briptu Erick terus setia menemani istrinya yang belum sadarkan diri. Pak sugito berinisiatif untuk mengabari pak Fernando masalah yang menimpa anak dan menantunya.


kring...


kring..


kring...


suara deringan ponsel pak Fernando terdengar jelas oleh pak Fernando, pak Fernando yang mendengar suara ponselnya, langsung melihat ponselnya. disana tertera, kalau pak sugito yang menghubungi dirinya.


Pak sugito langsung meminta maaf sebelum ia mengabari kondisi Sharma sebenarnya, dan menceritakan apa yang terjadi kepada anak dan menantunya tanpa ada yang ditutup-tutupi. mendengar berita dari Pak Sugito tentang Sharma dan Briptu Erick, Fernando langsung menangis Hal itu membuat Ibu Meli bertanya kepada suaminya.


"Mas Ada apa Kenapa kamu menangis?"


"Putri kita ma!"


"Iya ada apa dengan Putri kita?"


"Putri kita diculik, dan sekarang Putri kita sudah ditemukan anak menantu kita. Tetapi kondisinya sekarang sangat kritis dan berada di rumah sakit X . ucap pak fernando kepada istrinya.


Mendengar berita putri kesayangannya sedang bertaruh nyawa di rumah sakit, ibu Meli Langsung menangis histeris. Ia minta kepada suaminya agar segera menghantarkan Ibu Meli ke rumah sakit tempat Sharma dirawat.


"Mas cepat ayo kita melihat putri kita!"


"Iya ma!" ucap pak Fernando sambil beberes untuk pergi ke rumah sakit melihat kondisi sharma.


"Ayo dong mas cepat!"


faktor Nando langsung masuk ke mobil diikuti oleh Ibu Meli berniat untuk melajukan mobilnya ke jalan raya menuju Rumah Sakit tempat Sharma dirawat.


Diperjalanan Ibu meli terus saja Menangis, ia tidak sanggup harus kehilangan putrinya satu satunya. "Sharma putriku!" siapa yang berbuat jahat kepadamu sayang?" pertanyaan itu keluar dari mulut Bu Meli karna selama ini yang Bu Meli tau, tidak ada musuh Sharma,


"Pa ayo dong lebih cepat!" pinta bu meli


"Iya ma ini juga sudah cepat." sahut pak Fernando sambil menekan pedal gas mobil milik pak Fernando.


Hingga 2 jam perjalanan mereka tiba dirumah sakit tempat Sharma dirawat. Ibu meli dan pak Fernando langsung menuju ruangan tempat Sharma dirawat.

__ADS_1


"Putri mama!" panggil Ibu meli sambil berlari masuk keruang rawat inap Sharma.


Ibu meli memeluk putrinya yang terpasang degan alat alat medis. Ibu meli yang melihat kondisi Sharma yang begitu tragis menangis histeris.


Pak Fernando yang tidak sanggup melihat kondisi putrinya begitu mengenaskan langsung terduduk lemas dan menangis


"Apa yang terjadi sama putriku ?"


"Mengapa putriku mengalami seperti ini?" pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan pak Fernando kepada Briptu Erick. Sehingga Briptu Erick tidak mampu menjawab, Ia hanya mengais sambil memegang tangan istrinya.


Mengapa putri saya sampai bisa seperti ini Briptu Erickson Sugito?" tanya pak Fernando dengan nada emosi kepada Briptu Erick karna menurut pak Fernando Briptu Erick tidak mampu menjaga putrinya Sharma.


"Maaf kan saya pa!" saya juga tidak tau, pagi itu Erick masih menghantarkan Sharma ke kampus dan aku kembali bertugas, tetapi siangnya Andita mengabari ku kalau Sahrma tidak balik dari kamar mandi kampus setelah berpamitan kepada Andita bahwa Sharma ingin ke kamar mandi.Teranh Briptu Erick


"Tapi mengapa baru sekarang kalian mengabari papa hah!" bentak pak Fernando karna emosi kepada Briptu Erick. Karna Briptu Erick tidak langsung memberitahu pak Fernando tentang hilangnya Sharma.


"Maaf pak!" tapi Erick bingung harus bagaimana, Erick takut kalau papa sama Mama kwatir dan kecewa pada Erick, Maafkan Erick pa." ucap Briptu Erick sambil Menangis dan bersujud di kaki pak Fernando dan juga ibu meli.


Pak Fernando dan ibu meli Yang melihat menantunya bersujud menyadari kesalahannya pun merasa tidak tega melihat menantunya seperti itu. Karena mereka juga tahu kalau Briptu Erick juga tidak ingin menginginkan hal seperti itu.


"Sudahlah kalau sudah begini siapa yang Dapat kita salahkan, toh kamu juga tidak menginginkan seperti ini kan?" sekarang kamu bangkit dan berdoa.saja sama Allah semoga Sharma bisa sembuh dan kembali seperti semula." ucap pak Fernando.


"Iya pa!" Trimakasih papa, mama!" ucap Briptu Erick sambil memeluk papa dan mama mertuanya.


"Sayang!" lihat mama sama papa sudah sangat kwatir sama kamu, ayo bangun dong sayang!" kamu tidak sayang lagi sama mas ya?" Briptu Erick terus berbicara kepada Sharma yang tidak sadarkan diri.


Briptu Erick terus berusaha untuk menyadarkan Sharma, Tiba tiba dokter Delon datang


"Selamat siang!"


"Maaf saya mau periksa pasien dulu, soalnya mulai sekarang saya yang menangani Sharma ." ucap Dokter.


"Sayang kenapa kakak ipar belum sadar?" Tanya Andita kepada kekasihnya dokter Delon


"Sabar sayang!" kan semuanya butuh proses, kita tunggu lima belas menit lagi, kalau tidak ada tanda tanda kesadaran maka kita harus adakan tindakan." ucap Dokter Delon


"Tapi sayang!" bukannya kamu sering menangani kasus kasus seperti ini?"

__ADS_1


"Iya sayang!" berdoa saja, mas akan berusaha semaksimal mungkin." ucap dokter Delon


"Tolong istri saya, aku mohon!" ucap Briptu Erick kepada dokter Delon memohon kepada dokter Delon.


"Kakak!" tanpa kakak minta Delon juga akan melakukannya kakak, ucap dokter Delon sambil menyuntikkan obat di jarum infus Sharma,


"Kakak tenang aja Istri kakak pasti bisa sembuh tapi kan kak semuanya butuh proses." ucap dokter Delon meyakinkan Briptu Erick bahwa Sharma bisa sembuh dan kembali ke pelukan Briptu Erick.


"Trimakasih banyak dokter Delon!"


"Sama sama kak!"


"Kalau begitu aku tinggal dulu ya, soalnya masih banyak pasien yang harus saya periksa." ucap dokter Delon.


"Tapi mas, habis periksa pasien langsung kemari ya."


"Iya sayang!" ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyumnya.


Padahal kalau tidak karna kejadian yang menimpa Sharma, Dokter Delon sudah ingin melamar Andita secara resmi. Tetapi karna kejadian yang menimpa Sharma sehingga lamaran itu ditunda oleh dokter Delon.


sepeninggalan dokter Delon ruang rawat inap sharma.


faktor Nando dan Ibu Meli bertanya kepada Briptu Erick siapa sosok Delon


"Kalian sepertinya mengenal dekat dokter itu, Siapa dia?"


"Ma!" dia dokter Delon yang ahli yang menangani kasus seperti yang dialami Sharma. dia juga calon suami Andita ucap begitu iri kepada Ibu mertuanya.


"Pantas saja kalian dekat kepada dokter itu. mama jadi yakin kalau Sharma bisa pulih seperti semula ucap ibu meli."


"Iya ma!" juga yakin kalau dokter Delon mampu membuat Sharma sembuh seperti semula. kemudian hari pun kembali menghampiri istrinya dan berbicara kepadanya.


"Kamu lihat sayang semuanya mengkhawatirkanmu bangun dong!" pinta Briptu Erick sambil mengelus wajah cantik istrinya yang sudah ku pucat.


"Aku yakin kamu sangat mencintai Mas kembalilah sayang!" ucap Briptu Erick sambil menangis


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2