Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Kenyataan yang menyakitkan


__ADS_3

Briptu Erick melirik jam yang melingkar ditangannya. Ia mengebangkan senyumnya


"Aduh istriku pasti sudah menungguku." gumamnya. Cepat cepat Briptu Erick menyelesaikan berkas perkara yang akan di sidangkan esok harinya. Ia pun memberikan segala laporan penting kepada sang komandan.


Dengan semangat Briptu Erick langsung bergegas pulang dengan mengendarai mobil miliknya. tiga puluh menit dalam perjalanan, Briptu Erick sudah tiba dirumah. Sharma yang mendengar mobil suaminya sudah masuk kehalaman rumah, langsung beranjak dari tempat duduknya tanpa memperdulikan Andita juga disana.


"Suami yang aku tunggu tunggu sudah pulang." ucap Sharma sambil langsung berlari keluar untuk menyambut Suaminya.


"Andita yang melihat kakak iparnya berlari hanya untuk menyambut kakak ya hanya geleng geleng kepala.


"Ya ampun ka!" bersyukur kali kak Erick memiliki istri yang sangat cinta dan sayang sama kakak!" gumam Andita sambil terus melanjutkan menonton drakor kesayangan nya.


"Mas!" panggil Sharma sembari langsung menghampiri Briptu Erick yang baru turun dari mobil dan mengalungkan tangannya dileher Briptu Erick dan langsung mengecup bibir ranum suaminya. Mendapat sambutan romantis dari Istrinya, Briptu Erick begitu bahagia dan langsung menggendong tubuh mungil istrinya masuk kedalam rumah.


"Hehhh!" disini ada orang ya!" kira kira dong kalau mau mesra mesra an!" ucap Andita komplain melihat kemesraan kakak nya.


"Ih syirik aja kamu!" gerutu Briptu Erick sambil menurunkan Sharma dan duduk di sofa. Briptu Erick kembali meraih tubuh istrinya agar duduk dipangkuan nya.


"Ah kalau begini lebih baik gue pulang saja , daripada haru jaga jaga nyamuk disini!" gerutu Andita membuat Briptu Erick langsung tertawa.


"Makanya minta tuh Delon langsung ngehalalin kamu!"


"Eh semua ini gara gara kakak ngak kawin kawin makanya mas Delon menunda melamarku."


"Nah sekarang kan kakak sudah nikah sama kakak ipar kamu yang cantik terus kamu kapan?"


"Tunggu saja entar, pasti mas Delon akan membuat pesta pernikahan kami yang lebih mewah dari pernikahan kakak?" ucap Andita karna kesal diledekin kakaknya.


Andita beranjak dari tempat duduknya berniat untuk pulang ke rumah.


"Udah deh Lebih baik aku pulang malas berdebat sama kakak."


"Aku pamit Kak!" tata Andita sambil memberi salam kepada Briptu Erick dan juga Sharma.


"Hati-hati di jalan!" terima kasih Sudah menemani istri Kakak di rumah."


"Iya sama-sama Kak!" ucap Andita sambil berlalu dari hadapan Briptu Erick dan juga Sharma.


Sepeninggalan Andita, Briptu Erick langsung menggendong tubuh mungil Sharma masuk ke dalam kamar.


"Sayang Aku merindukanmu!" ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya

__ADS_1


"Apalagi Mas sayang mas sudah sangat merindukanmu!" ucap Briptu Erick sambil langsung melahap bibir istrinya, perlahan dari bibir turun menjadi leher Sharma.


Hal itu membuat Sharma semakin menikmati sikap manis suaminya. Sharma tidak mau kalah ia langsung membalas ciuman yang diberikan suaminya. apalagi lukisan lukisan yang diciptakan suaminya dileher jenjang Sharma, membuat Sharma semakin mengeratkan pelukannya kepada Briptu Erick.


Briptu Erick membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang Nyang berukuran king size dan perlahan langsung membuka pakaian yang dikenakan Sharma membuat lekuk tubuh Sharma terlihat jelas Dimata Briptu Erick.


"Sayang!" mas menginginkan mu


"Lakukan sayang!" aku milikmu." ucap Sharma membuat Briptu Erick semakin bersemangat.


Sharma betul betul seperti sangat menginginkan sentuhan dari suaminya, entah karna efek nonton drakor atau memang benar benar dirinya menginginkan sentuhan suaminya.


"Sharma sudah mulai memimpin dan emainkan adik kecil Briptu Erick dan langsung melahapnya dengan mulutnya seolah dirinya memakan eskrim.


Itu bagai candu buat Sharma


Briptu Erick menikmati gerakan. yang dilakuan istrinya, untuk mengimbangi permainan yang dilakukan Sharma kepadanya Briptu Erick memberikan lukisan-lukisan yang indah dibagian gunung kembar Sharma. Hingga Sharma mengeluarkan de$@han yang begitu dahsyat, seruan napas Sharma membangkitkan jiwa kelaki-lakian Briptu Erick


Hal itu membuat Briptu Erick membalikkan tubuhnya dan kembali memimpin permainan ia langsung memasukkan adik kecilnya ke lembah sungai yang siap menerima adik kecil milik Briptu Erick.


"Auh....sayang lagi!" pinta Sharma kepada suaminya membuat suaminya semakin mempercepat kungkungannya, Briptu Erick begitu bersemangat hingga permainan sore hari berakhir malam."


Setelah Briptu Erick mencapai puncak surga dunia, Ia langsung mengecup kening Sharma


"Trimakasih banyak istriku!"


"Sama sama mas!" sahut Sharma sambil kembali memeluk suaminya.


entah karna faktor kecapean Sharma tertidur tanpa memakai pakaiannya dan dibaluti selimut tebal. Sementara Briptu Erick langsung Masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Briptu Erick menghampiri istrinya.


"Cantik bangat kamu sayang!" gumam Briptu Erick, karna takjub dengan kecantikan istrinya. ia tersenyum memperhatikan wajah polos istrinya yang lagi terlelap tidur mengarungi alam mimpinya.


"Pasti dia bum makan!" gumam Briptu Erick sambil berlalu ruang tengah meninggalkan Sharma yang lagi tertidur pulas. Ia menghubungi seseorang yang bertugas menyelidiki dalang dibalik penculikan Sharma.


"Hello apa ada perkembangan?"


"Iya pak!" kuat dugaan kalau yang membayar penculik itu adalah Veronica mantan kekasih bapak!" sahut seseorang Dari sebrang


Jantung Briptu Erick terasa copot.

__ADS_1


"Apa yang kamu inginkan dari ku?" mengapa kamu tega menghancurkan kehidupanku?


"apa salahku?"pertanyaan demi pertanyaan timbul dibenak Briptu Erick.


" Bukanya Veronica di Hongkong?"


pasti ada penyokong dana untuk Veronica, secara Veronica tidak bekerja hanya mengharapkan dari suaminya Yudha.


"Tolong selidiki semuanya, darimana sumber Veronica mendapat sokongan dana."


"Maaf pak semuanya sudah kami selidiki, Veronica mendapatkan dana dari suaminya, karna dia berkata uang itu untuk biaya hidupnya selama di Hongkong, Yudha tidak tahu menahu soal penculikan itu. Selain dari Yudha, veronica juga mendapatkan dana dengan menjajakan tubuh cantiknya kepada para pria hidung belang yang ada di Hongkong."


"Mendengar penjelasan dari suruhan Briptu Erick, Briptu Erick sangat terkejut karna tidak menyangka seorang Veronica mampu berbuat nekad seperti itu, bahkan Briptu Erick bersyukur Veronica meninggalkannya.


"Ya Allah mengapa dia mampu berbuat jahat seperti itu ya Allah?"


"Apa dia tidak cukup hanya menyakiti hatiku dimasa lalu?" gumam Briptu Erick dalam hati.


Tiba tiba Sharma datang menghampiri Briptu Erick dan membuyarkan lamunannya.


"Lagi mikirin apa sih sayang?"


"Tidak ada!" hanya mikirin kamu sayang!" ucap Briptu Erick sambil meraih tubuh istrinya duduk didekatnya


"Kamu kok sudah bagun?"


"Aku lapar mas!"


"Ya sudah sebentar mas pesan dulu ya sayang?" ucap Briptu Erick sambil meraih Ponselnya berniat memesan makanan di aplikasi yang ada diponselnya.


"Mas !" Sharma minta maaf ya, soalnya Sharma tidak masak!"


"Tidak apa apa sayang." kamu itu istriku kmu ratuku bukan pembantuku, jadi mulai besok kamu tidak perlu kwatir. Karna besok akan ada dua asisten rumah tangga untuk mengerjakan itu semua.


"Tapi mas!"


"Tidak ada tapi tapi!" tugas istri aku hanya melayani ku." ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyumnya.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2