
Setelah sepeninggalan Briptu Erick dari ruang rawat inap Sharma, Sharma senyum-senyum sendiri mengingat sikap manis yang dilakukan Briptu Erick terhadapnya. Apalagi sikap dan tutur katanya kepada kedua orang tua Sharma begitu sopan dan juga lembut.
"Ternyata pak pol dibalik ketegasannya baik juga ya." puji Sharma di dalam hati.
Hal itu membuat Bu Mila dan Pak Fernando mengembangkan senyumnya melihat putrinya yang senyum-senyum sendiri semenjak Briptu Erick meninggalkan mereka di ruang rawat inap Sharma.
"Sayang tolong jawab Mama dengan jujur ya." ujar Ibu meli kepada Sharma agar Sharma terbuka kepada Ibu Meli mengenai hubungannya dengan Briptu Erick."Kamu pacarannya sama Briptu Erick ya?" tanya ibu meli kepada Sharma.
"Ah Mama..... ada-ada saja enggak mungkinlah Sharma pacaran sama Briptu Erick, secara mama tahu sendiri kan, kalau Sharma tidak suka yang namanya laki-laki yang berprofesi sebagai polisi." Ucap Sharma kepada Ibu Meli.
"Iya nak tapi Briptu Erick berbeda dari polisi polisi yang kamu kenal sebelumnya, ibu tahu kamu khawatir Sayang..... Tapi mama suka kok kalau menantu Mama berprofesi sebagai polisi apalagi seperti nak Erick. Orangnya dewasa sopan, orangnya juga baik." ucap ibu kepada Sharma.
Entah mengapa setelah sepeninggalan Briptu Erick di rumah sakit pikiran Sharma tetap terfokus kepada Erick seolah-olah, ia tidak rela ditinggalkan oleh Erick di sana sendirian bersama kedua orangtuanya.
Kemudian Sharma memberanikan diri untuk sekedar mengirim pesan whatsapp kepada Briptu Erick
"Habis tugas langsung mampir ke rumah sakit ya pak pol."begitulah isi pesan dari Sharma kepada Briptu Erick
Sementara Briptu Erick yang melihat pesan masuk dari Sharma, langsung mengembangkan senyumnya.
"Okey sayang!"siap tugas pak pol akan segera meluncur ke rumah sakit."balas Briptu Erick dilengkapi dengan emotion love.
"Ditunggu ya pak pol."Balas Sharma
hati Briptu Erick seperti berbunga-bunga ketika Sharma memintanya segera kembali ke rumah sakit setelah selesai bertugas. Padahal Briptu Erik sudah lama tidak merasakan hal seperti itu setelah sepeninggalan Veronica dan juga Cang Mei.
Di kantor Briptu Erick tampak sangat bersemangat mengerjakan segala tugas dan tanggung jawabnya yang diberikan komandannya terhadapnya. Bahkan ia sengaja mempercepat pekerjaannya agar Erick, cepat pulang dan menemui Sharma di rumah sakit.
Hati Briptu Erick benar-benar sudah dicuri oleh Sharma. Bahkan Briptu Erick sudah melupakan segala traumanya atas penghianatan kekasihnya di masa lampau.
Tiba-tiba suara ponsel milik Briptu Erickpun berdering. Iya melihat nomor yang menghubungi dirinya nomor ponsel milik ayahnya Pak Sugito.
"Halo yah."sapa Briptu Erick dalam sambungan telepon selulernya
"Kamu di mana nak Masih tugas?"
"Iya Ayah Erick Masih tugas ada apa?"
__ADS_1
"Oh iya kalau kamu sudah pulang langsung balik ke rumah ya, soalnya ayah mau menjenguk Sharma di rumah sakit. Kan kita bisa barengan ke sana."kata Pak Sugito kepada Briptu Erick meminta Erick agar segera pulang ketika tugas dan tanggung jawabnya selesai di kantor.
"Iya Ayah.... rencana Erick juga setelah pulang dari kantor Erick akan jenguk Sharma di rumah sakit." Ucap Briptu Erick kepada ayahnya
"Ya sudah kalau begitu kebetulan Ayah juga mau menjenguk calon mantu ayah."kata Pak Sugito. membuat Briptu Erick sangat terkejut Mengapa tiba-tiba ayahnya mengatakan seperti itu. Karena i Briptu Erick sama sekali tidak mengetahui kalau diam-diam Pak Sugito berniat untuk menjodohkan Sharma dengan Briptu Erick. Karena menurut Pak sugito Sharma wanita berbeda dibandingkan wanita-wanita yang sudah dijodohkan sebelumnya kepada Erick.
Sementara di tempat lain Zahra dan Morina penasaran akan hubungan Briptu Erick dengan Sharma
"Mori jujur ya aku nggak yakin kalau Sharma sama Pak pol hanya temanan."ucap zahra kepada Morina
"Aku juga sepertinya nggak yakin kalau mereka hanya temanan. Masa temanan seperti itu."sahut Morina
"Memangnya kalian tidak senang kalau sahabat kalian tidak jomblo lagi?"timpal Antonio yang tiba-tiba datang menghampiri Morina dan Zahra."Mas..... Panggil Morina manja
"Iya kan sayang .....
"Kan tidak mungkin teman kalian terus jomblo?"
"Iya sih Mas..... ucap Morina sambil mengalungkan tangannya ke leher Antonio.
"Hello...... ada manusia di sini loh,"Nanti aja bermesraan nya jangan di hadapan gua dong."protes Zahra kepada Morina dan Antonio karena mereka mengumbar kemesraan di hadapan Zahra.
"Kamu juga bisa gini,"kan ada Kak Charles."ucap Morina sambil menjulurkan lidahnya kepada Zahra berniat untuk mengejak Zahra agar Zahra lebih agresif terhadap kakak angkat Morina yang bernama Charles.
"Bagaimana mau bermesraan orangnya ajak kaku."gerutu Zahra mampu membuat Antonio dan Morina ngakak habis.
Tanpa mereka sadari sosok Charles sudah memperhatikan mereka. Karena Charles mengadakan meeting di cafe milik Antonio bersama kliennya yang dari negara Filipina.
"lihat saja nanti lebih dari situ akan aku buat sama kamu."gumam Charles dalam hati sambil memperhatikan Sharma dari kejauhan.
Sore harinya Briptu Erick sudah menyelesaikan pekerjaannya. Ia langsung bergegas menuju parkiran mobil, Briptu Erick langsung melajukan mobilnya ke jalan raya menuju kediaman Pak Sugito yang merupakan keluarganya sendiri.
"Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit Briptu Erick tiba kediaman keluarga Sugito."
Ia melihat sosok ayahnya yang sudah siap berangkat ke rumah sakit. Sementara Ibu Rohana tidak bisa ikut menjenguk Sharma di rumah sakit, berhubung karena Ibu Rohana dan teman-teman arisannya Sedang ada acara perwiritan.
"Ayah sudah siap?"
__ADS_1
"Sudah! "tinggal kamunya aja." kata pak Sugito agar Briptu Erick segera bersiap pergi ke rumah sakit.
"Ya sudah Ayah tunggu sebentar ya Erick mandi dulu, nggak enak ke rumah sakit belum mandi bisa-bisa dokternya mengusir Erick lagi.,"
"Iya sudah cepat gih ayah tunggu 15 menit."ujar Pak Sugito.
Setelah selesai melakukan ritual mandi dan memakai pakaian santai untuk pergi ke rumah sakit Erick langsung menghampiri ayahnya yang sudah menunggu di teras rumah.
"Ayo yah kita berangkat."Ajak Briptu Erick
kemudian Erick dan Pak Sugito pun langsung menuju Rumah Sakit dengan menggunakan mobil sport milik Briptu Erick.
"Kamu suka sama dia?"kata Pak Sugito memulai pembicaraan dengan putranya
"Sama siapa yah
"Sama wanita itu?"
"Wanita mana?"
"Tidak perlu pura-pura tidak tahu.."
"Iya maksud Ayah siapa?"
"Maksud ayah nak Sharma, kamu suka kan sama dia?"kalau kamu suka langsung lamar saja, ayah senang sama Sharma."kata Pak sugito kepada Erick agar Briptu Erick segera melamar Sharma untuk menjadi menantu Pak Sugito.
Apalagi Pak Sugito sangat senang jika Sharma menjadi menantunya.Selain karena Sharma sudah menolong Pak Sugito, pak sugito juga senang melihat sikap Sharma yang apa adanya.
"Iya Kalau dianya mau Ayah, kalau tidak Gimana pula?"
"Makanya pepet terus dong supaya jangan di sambar orang duluan."ujar Pak Sugito sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung..........
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏 jangan lupa mampir ke karya baru Morata dijamin kalian pasti ngakak deh bacanya soalnya kocak habis . yuk simak ceritanya di "jatuh cinta karna kentut"
__ADS_1