
Sharma yang sudah meyakinkan suaminya bahwasanya dirinya benar-benar sangat mencintai Briptu Erick. Briptu Erick pun merasa lega. Ketika dirinya mendapatkan jawaban yang pasti dari istrinya. Briptu Erick sangat bersyukur memiliki istri yang sangat sayang dan setia terhadapnya.
"Mas Sharma ke kampus, Mas yang ngantar ya!" kan nggak apa apa Pak Karyo lebih baik mengerjakan kebun kalau tidak ada pekerjaannya. Aku ingin Bagas mengetahui betapa sayangnya Mas terhadap Sharma Begitu juga dengan Sharma sangat sayang kepada mas supaya tidak ada niat Bagas untuk menghancurkan rumah tangga kita." ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya kepada suaminya.
Mendengar apa yang dikatakan Sharma kepada Erick, Erick mengembangkan senyumnya. Ia benar-benar sangat bangga telah dicintai oleh Sharma.
"Ya sudah nanti mas yang antar kamu deh Memangnya kamu tidak malu apa jalan sama mas?"
"Ngapain harus malu?" malah Sharma bangga kali,Sharma jalan sama Mas Siapa sih yang tidak mengenal prestasi suamiku yang tampan ini di dinas Kepolisian." ucap Sharma membanggakan suaminya.
"Kamu memang benar-benar sangat pintar menggoda mas ya sayang." ucap Erick sambil langsung meraih tubuh Sharma ke dalam pelukannya.
Tiba-tiba ketukan pintu pun terdengar jelas di telinga Sharma dan juga Briptu Erick. Hingga Erick pun melepaskan pelukannya dari tubuh Sharma dan beralih membukakan pintu melihat Siapa yang datang mengganggu mereka pagi-pagi.
Briptu Erick membukakan pintu dan melihat sosok Baby sister yang datang menghampiri mereka.
"Ada apa sus kok sepertinya Kwatir seperti itu?" tanya Erick kepada baby sister
"Maaf tuan baby Prasetya demam lebih baik kita bawa ke rumah sakit karena sejak tadi malam jam 1 pagi suhu badan baby Prasetya tiba-tiba naik membuat saya kwatir kepada baby Prasetya.
Mendengar kabar dari Baby sister kalau baby Prasetya sedang sakit, Sharma langsung meloncat dan berlari keluar menghampiri putranya ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada baby Prasetya Putra satu-satunya pasangan Briptu Erick dengan Sharma.
"Mas ayo kita bawa Putra kita ke rumah sakit Sharma tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putra kita Mas." ucap Sharma kepada Erick sambil tetap berlari masuk kedalam kamar baby Prasetya. Dengan tergopoh-gopoh Sharma pun menggendong tubuh mungil putranya masuk ke dalam mobil agar mereka segera pergi ke rumah sakit.
Briptu Erick pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Rumah Sakit tepatnya di rumah sakit milik Tuan Jose miller.
"Apa yang terjadi Mengapa Putra kita sampai demam kayak gini sayang?" tanya bentuk Erick kepada Sharma
"Sharma juga tidak tahu Mas, tadi malam sewaktu Sharma memberikan susu kepada Putra kita dia masih baik-baik saja Bahkan tidak ada gejala demam sedikitpun." ucap Sharma kepada Erick.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit Mereka pun tiba di rumah sakit milik tuan Jose miller orang tua dari Morina.
__ADS_1
Melihat kedatangan Briptu Erick dan Sharma di rumah sakit, dokter Delon pun langsung menghampiri mereka.
" Ada apa ka? Siapa yang sakit?" dokter Delon kepada ada kakak iparnya.
baby Prasetya demam jawab Erick singkat sambil berlari ke ruang UGD agar baby Prasetya langsung diperiksa oleh dokter.
Dokter Delon pun meminta kepada dokter anak agar segera memeriksa keberadaan baby Prasetya. Tidak butuh waktu lama dokter anak datang menghampiri baby Prasetya dan langsung memeriksanya.
"Bagaimana keadaan Putra saya?" tanya Sharma yang begitu gelisah dan kwatir ingin mengetahui keadaan kesehatan putranya
" Baby Prasetya tidak apa apa, itu biasa karna baby Prasetya sudah mulai tumbuh gigi. kalian tidak perlu kwatir.
"Ya sudah tidak apa-apa kalian kasih banyak minum saja baby Prasetya dan ini resepnya agar demam cepat turun." ucap dokter anak itu kepada Erick dan juga Sharma sambil mengembangkan senyumnya.
Dokter Delon pun kembali menghampiri mereka dan bertanya kepada Erick dan juga Sharma.
"Bagaimana Kak Apa kata dokter Marisa mengenai kesehatan keponakanku?" Tanya Dokter Delon kepada Sharma.
Dokter Delon pun menganggukkan kepalanya pertanda dirinya tidak perlu mengkhawatirkan kondisi baby Prasetya.
hari itu terpaksa Sharma tidak dapat mengikuti mata kuliah. Ia lebih memilih untuk merawat bayinya di rumah sakit daripada harus mengikuti mata kuliah nya tetapi meninggalkan bayinya yang sedang sakit.
"Kamu tidak jadi ke kampus Sayang?
"Tidak Mas!" Sharma ingin memastikan kesehatan Putra kita dan ingin menemani Putra kita." ucap Sharma kepada Briptu Erick. Briptu Erik sangat bangga kepada istrinya karena lebih mementingkan putranya dibandingkan pendidikannya.
"Beneran kamu tidak apa-apa tidak masuk kampus hari ini Sayang?'
"Iya mas!" tidak apa-apa kalau masalah mata kuliah kan bisa kita ulangi. Tetapi kalau masalah kesehatan Putra kita itu nomor satu buat Sharma mas. Sharma tidak ingin Putra kita kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya hanya karena kita sibuk dengan urusan kita masing-masing.
Bahkan jika dibutuhkan Sharma harus menghentikan perkuliahan Sharma lagi, untuk merawat baby Prasetya maka Sharma lebih memilih untuk merawat baby Prasetya dibandingkan Sharma harus meninggalkan putra kita sendirian di rumah bersama Baby sister. Sedangkan kondisi kesehatannya tidak baik."ucap Sharma mengutarakan isi hatinya bahwa betapa sayangnya Sharma kepada putranya baby Prasetya.
__ADS_1
Briptu Erick pun begitu bahagia mendengar jawaban dari istrinya. Jawaban itulah yang diharapkan Briptu Erick keluar dari mulut Sharma.
Tiba-tiba suara ponsel milik Briptu Erick pun berdering. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Pak Sugito. Briptu Erick langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar telepon selulernya tersambung dengan Pak Sugito.
"Hallo assalamualaikum nak?
"Waalaikumsalam Pi!" Bagaimana kabar kalian apakah kalian baik-baik saja?
"Alhamdulillah kami baik-baik saja apa bagaimana dengan kabar papa Apakah baik-baik saja?
"Alhamdulillah kami baik-baik saja di sini Dimana cucuku Aku ingin video call-an dengannya coba sambungkan telepon video kepada cucu Ku." Ucap pak sugito kepada Briptu Erick.
Briptu Erik pun langsung berterus terang kepada Pak Sugito kalau mereka sedang berada di rumah sakit dan memberitahu kalau baby Prasetya sedang dirawat. Mendengar kabar Kalau baby Prasetya sedang dirawat di rumah sakit, Pak Sugito dan bu Rohana pun langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan cucu kesayangan mereka.
"Ada apa pi kok sepertinya sedikit panik seperti itu?" tanya ibu Rohana kepada suaminya
"Cucu kita sekarang dirawat di rumah sakit?
"Apa? cucu kita dirawat di rumah sakit? tanya ibu Rohana terkejut
"Memangnya cucu kita sakit apa pi?
"Papi juga belum tahu makanya papi ingin langsung ke sana untuk memastikan melihat kondisi cucu kita." ucap Pak Sugito sambil bersiap berangkat ke rumah sakit menjenguk baby Prasetya Begitu juga dengan ibu Rohana langsung mempersiapkan diri pergi ke rumah sakit.
bersambung.
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir yuk kekarya baru Morata ceritanya seruloh
__ADS_1