Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KEPERGOK


__ADS_3

Merli yang baru mengetahui kalau Briptu Erick mengalami baku tembak di kawasan puncak Bogor,ketika melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang polisi. langsung meminta Yudha Untuk mengantarkan dirinya ke rumah sakit.


Ia ingin sekali mengetahui keadaan dan kondisi Briptu Erick.


Tetapi mereka juga sangat kesal kepada Sharma yang tidak memberitahunya apa yang terjadi kepada Erick. Ia sangat emosi dan marah.


"Mengapa adikku tidak memberitahuku, masalah sebesar ini?" gumam Merli dalam hati.


Hari itu juga Merli langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui Sharma dan juga Briptu Erick. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit Sharma dan Yudha tiba di rumah sakit tempat Erick dirawat.


Mereka pun menuju ruang rawat inap Briptu Erick ketika mereka sudah tiba di sana, Merli menghampiri Briptu Erick untuk sekedar bertanya apa yang sebenarnya terjadi hingga Erick mengalami luka tembakan yang cukup parah.


Briptu Erik untuk menceritakan misi mereka kepada Merli. Merli yang mengetahui dalang dibalik itu semua adalah Romeo dan juga Hermanus sangat menjadi emosi.


"Tunggu saja hermanus dan kamu Romeo, Saya tidak akan tinggal diam kalian akan membayar apa yang kalian lakukan kepada adik iparku gumam Merli dalam hati.


Kemudian Merli langsung menghampiri Sharma kembali. Ia sedikit kesal kepada adiknya yang tidak langsung memberitahu kepada dirinya kondisi Briptu Erick dan apa yang dialami oleh Briptu Erick.


"Kamu kenapa tidak memberitahu kakak kalau kamu menghadapi masalah sebesar ini?"


"Maaf Kak Sharma tidak kepikiran. pikiran Sharma kacau yang ada di pikiran Sharma hanya ingin kesembuhan mas Erick." ucap Sharma meminta maaf kepada Merli


"Lain kali kalau kamu memiliki masalah sebesar apapun kamu cerita ke Kakak, jangan kamu hadapi sendiri ada kakak di sini." kata Merli kepada Sharma sembari langsung memeluk adiknya. Ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Sharma saat itu. pikirannya pasti kalut. Yang ia inginkan hanya kesembuhan dari Erick


Kemudian mereka pun berlalu dari ruangan itu berniat menghubungi anak buahnya. Merli ingin memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu jaringan hermanus dan juga Romeo.


"Bumi hanguskan semua Siapa saja yang menjalin hubungan kerjasama dengan Romeo dan hermanus semua anak buahnya kalian bereskan!"Saya tidak mau tahu bagaimana caranya kalian melakukannya." perintah Merli kepada anak buahnya.


Tiba-tiba Sharma teringat dengan kedua sahabatnya Zahra dan juga Morina Ia pun berniat untuk menghubungi Zahra dan Morina agar mereka memberitahu kepada pihak kampus kalau Sharma untuk beberapa hari kedepan tidak bisa hadir untuk mengikuti mata kuliah mengingat dirinya harus menemani Briptu e dan juga baby Prasetya.


Kring


Kring


Kring

__ADS_1


Suara ponsel milik Morina pun berdering. Ia melihat di layar ponselnya, sahabatnya Sharma yang menghubungi dirinya. Dengan cepat Morina langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Hello sahabatku yang manis apa kabar? Kenapa beberapa hari ini tidak masuk ke kampus? kami sangat merindukan kamu loh." sapa Morina dari seberang.


Sharma pun langsung menangis Ia pun menceritakan apa yang terjadi kepada Briptu Erick. Mendengar berita kalau Briptu Erick mengalami baku tembak di kawasan puncak Bogor karena menjalankan tugasnya Morina ikut menangis. Ia bisa merasakan apa yang dirasakan Sharma pada saat itu.


"Kamu yang kuat ya Sar!" aku yakin kok mas Erick bisa menghadapinya dan dia akan baik-baik saja." ucap Morina kepada Sharma.


"Iya terima kasih mori, tapi aku bisa minta tolong tidak kasih kabar kepada dosen kalau aku tidak bisa mengikuti mata kuliah untuk beberapa hari ke depan?"


"Kamu tenang saja pasti akan aku katakan kok. tapi apa kamu sudah memberitahu Zahra?


"Tidak Mori, Aku aja tidak kepikiran. ini saja kak Merli baru tahu, Kak Meli tahunya dari anak buahnya bukan dari aku. Karena pikiran aku sangat kacau yang aku inginkan adalah kesembuhan untuk Briptu Erick aja." ucap Sharma kepada Morina.


"Ya sudah kamu tenang saja kalau masalah kampus biar saya yang menangani dan mata kuliah dan salinannya pun nanti akan aku minta dari rekan satu kelasmu." ucap Morina kepada Sharma.


"Terima kasih Mori aku sudah banyak merepotkanmu."


"Tidak perlu berterima kasih kita kan sahabat jadi santai aja kali sar."


Setelah sarma memberi tahu apa yang sedang dialaminya kepada Morina Ia pun menutup sambungan telepon selulernya dan kembali menghampiri ribu Erick.


"Tidak kok!"


"Itu matanya merah!"Jangan berbohong sayang


"Tidak Mas!" Sharma tidak bohong kok."ucap Sharma kepada Briptu Erick


"Jangan berbohong kepada suami tidak bagus."


"Maaf Mas tidak berniat untuk membohongi Mas.


"Kenapa kamu menangis?"


"Mas tidak apa-apa sayang, ini belum seberapa. lebih berat dari sini pun sudah mas rasakan sewaktu bertugas di Kalimantan." ucap Erick . Mendengar penuturan dari Briptu Erick h Sharma menjadi langsung terisak. ia tidak sanggup membayangkan jika suaminya mengalami hal yang sama seperti yang dialami suaminya sekarang.

__ADS_1


"Jangan menangis Mas baik-baik saja kamu tidak percaya sama suami kamu ini?"


"Sharma percaya Mas tapi tetap juga Sharma sangat menghawatirkan kondisi Mas.


Erick pun menarik tangan Sharma agar Sharma memeluk dirinya.


"Sini sayang, peluk Mas!" pasti kamu akan lebih tenang."


"Kamu ya Mas benar-benar membuat Sharma semakin jatuh cinta kepada mas.


"Bagus dong kalo istri aku yang cantik ini semakin jatuh cinta kepada suaminya. yang tampan ucap Briptu Erick kepada Sharma sambil mengelus wajah cantik istrinya.


Sharma pun tersenyum ia menatap suaminya dengan tatapan mendalam.


"Cepat sembuh dong Mas. sharma kangen dengan sentuhan mas yang lembut." ucap Sharma sambil mengembangkan senyum jahilnya.


"Kamu bisa saja ya menggoda Mas. Mas Jadi semangat ingin cepat sembuh nih dan bisa melahap mu kembali.


"Makanya Mas cepat sembuh dong!" Memangnya mas tidak kangen dengan situasi rumah dan kamar kita?"


"Pasti kangen dong sayang apalagi dengan sentuhanmu yang luar biasa membuat Mas ketagihan."


"Beneran Mas ketagihan dengan sentuhan ku? kalau memang benar Mas ketagihan dengan sentuhan Sharma, cepat sembuh dong." ucap Sharma sambil langsung mengecup bibir manis Briptu Erick. Briptu Erick pun langsung menahan Sharma dan ******* bibir manis Sharma dan memainkan lidahnya di rongga mulut Sharma.


Tiba-tiba Pak Sugito dan bu Rohana pun masuk membuat pasangan suami istri itu yang saling berpagutan langsung terkejut.


"Kalian ini tidak bisa menahan diri apa?" ini rumah sakit loh." gerutu bu Rohana sambil mengembangkan senyumnya.


"Mami ngejutkan aja ganggu orang aja, Lagian Mami seperti tidak pernah muda." gerutu Erik.


"Iya mami pernah Muda seperti kalian, Mami juga tidak langsung tua seperti sekarang. Tapi Mami selalu melihat tempat dan kondisinya masa sih kalian tidak bisa menahan diri?"


"Siapa juga yang bisa menahan diri melihat istri Secantik istri aku. Puji Briptu Erick.


"Makanya kalau begitu kamu cepat sembuh Terserah kamu mau ngapain menantuku di rumah kamu. Tapi jangan di rumah sakit ucap bu Rohana sambil langsung mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓💓🙏💓🙏


__ADS_2