
Acara resepsi pernikahan Sharma dan Briptu Erick pun berjalan sesuai yang direncanakan tetapi mereka tidak mengetahui kalau Veronica memiliki rencana lain. Sharma dan Briptu Erick tampak bahagia duduk di pelaminan. Tak luput kedua sahabatnya datang menghampiri Sharma dan juga Briptu Erick untuk sekedar memberikan sepatah dua kata mengucapkan selamat berbahagia kepada Sharma dan juga Briptu Erick
Dari kejauhan Veronica terus memantau berjalannya acara resepsi pernikahan Sharma dan Briptu Erick. Veronica mengambil ponsel yang ada di tas sandang yang dimilikinya, berniat untuk menghubungi seseorang yang sebelumnya ia sudah sepakat dengan seseorang untuk menjalankan rencana yang disusun Veronica. Veronica sengaja membayar seseorang untuk menyabotase mobil yang akan ditumpanginya oleh Briptu Erick dan juga Sharma.
Personel kepolisian mengadakan penjagaan ketat di lokasi resepsi pernikahan Erick. CCTV pun ditambah untuk meningkatkan keamanan di lokasi resepsi. Karena sebelumnya Antonio dan juga Charles sudah memberikan instruksi kepada manajemen hotel dan EO untuk menambah CCTV di setiap sudut ruangan.
Merasa mendapat penjagaan ketat di resepsi pernikahan Sharma dan Briptu Erick, Veronica tidak langsung turun tangan. Veronica sengaja membayar seorang wanita yang menjadi pelayan di acara resepsi pernikahan Briptu Erick dan Sharma.
Veronica mengiming-imingi kan pelayan tersebut dengan bayaran yang cukup besar membuat pelayan itu tergiur akan tawaran dari Veronica.
"Kamu mau uang kan?"
"Kamu siapa?"
"Kamu tidak perlu mengetahui saya siapa!" yang aku inginkan kamu mengerjakan tugas yang aku berikan. Dan yang pasti upahnya sangat besar bahkan kamu bekerja setahun saja di sini, belum tentu kamu dapatkan upah sebesar itu." ucap Veronica kepada pelayan tersebut.
Hal itu membuat pelayan itu menjadi sangat tergiur. Apalagi pelayan itu memiliki hutang yang banyak akibat orang tuanya yang dirawat di rumah sakit dan tak mampu membiayai pengobatan orang tuanya. Sehingga pelayanan itu harus menggadaikan surat rumah milik orangtuanya untuk membiayai pengobatan orang tuanya.
hal itu yang membuat pelayan itu tergiur akan tawaran Veronica.
"Saya harus lakukan apa?"
"Kamu hantar minuman ini kepada kedua mempelai, tapi usahakan minuman yang ini berikan kepada mempelai laki-laki. ucap Veronica sambil memberikan dua botol minuman.
"Maaf Mbak tapi saya tidak mau membunuh orang?"
"Siapa yang nyuruh kamu membunuh?"
"Jadi Mbak ngasih minuman apa ini kepada mempelai laki-laki?"
"Sudah kamu tenang saja itu bukan racun kok!"
__ADS_1
"Tapi aku takut Mbak ini bukan berbahayakan dan mematikan orang lain?" karna sayantidak mau dipenjara mbak."
"Bukan!"Saya juga tidak bodoh ingin membunuh orang yang aku cintai!" jadi kamu tenang saja ucap Veronica kepada pelayan tersebut untuk meyakinkan pelayan itu mengerjakan apa yang diperintahkan Veronica kepada-nya.
Pelayan itu tampak terdiam dia ragu-ragu antara melakukannya atau tidak. Di satu sisi Ia membutuhkan biaya pengobatan orang tuanya. di sisi lain ia merasa tidak tega untuk merusak kebahagiaan mempelai laki-laki yang seharusnya berbahagia bersama istrinya.
Veronica langsung memberikan uang tunai sebesar 30 juta rupiah kepada pelayan tersebut membuat mata pelayan itu pun langsung berbinar.
Pelayan itu pun langsung menerima tawaran dan perintah dari Veronica.
Perlahan pelayan itu berlalu dari hadapan Veronica menuju pelaminan berniat untuk mengantarkan minuman yang diberikan oleh Veronica kepada kedua mempelai.
"Selamat sore!" kalian pasti sudah haus kan nih minumnya." ucap pelayan itu dengan ramah kepada Briptu Erick dan juga Sharma.
"Wah Mbak tahu saja Kalau kami sudah haus ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya kepada pelayan itu.
"Iya karena saya tahu kalian sudah dari tadi tidak minum dan sibuk menyalami para tamu undangan." ucap pelayan itu ramah.
Zahra tidak mau ketinggalan dari Morina, Ia pun kembali menghampiri Sharma dan juga Briptu Erick yang berada di pelaminan karena Zahra melihat kehadiran Morina dan juga Antonio disana. Sehingga Zahra tidak sengaja menumpahkan minuman Briptu Erick yang di berikan oleh pelayan itu kepada Erick dan juga Sharma.
Dari kejauhan, Veronica yang melihat minuman yang diberikan-nya kepada pelayan itu tumpah begitu saja sia-sia.
"Dasar manusia bodoh!" umpatnya dari kejauhan padahal Ia merasa sudah mengeluarkan kocek yang sudah begitu besar kepada pelayan itu. Tetapi pelayan itu tidak berhasil membuat minuman itu minuman oleh Briptu Erick dan Veronica.
"Semua ini gara-gara wanita keparat itu." umpat Veronica mengumpat Zahra karena Zahra yang membuat minuman itu tumpah begitu saja.
"Maaf ya!" gara-gara aku minuman kalian. jadi tumpah deh."ucap Zahra meminta maaf kepada Sharma dan juga Briptu Erick.
"Tidak apa-apa!" santai saja kan bisa diganti Yang penting kamu tidak apa-apa kan?"
"Iya aku tidak apa-apa."
__ADS_1
"Ya sudah aku ganti minumnya ya." ucap Zahra kepada Briptu Erick dan juga Sharma
"Tidak perlu!" kan ada pelayan."
"Sudah biar saya aja yang ngambil!" kan aku yang numpahin minuman kalian."
"Ya sudah deh terserah kamu kalau kamu memaksa." ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya kepada sahabatnya.
Mereka tampak riang merayakan pesta resepsi pernikahan Briptu Erick dan juga Sharma sehingga ketika protokol atau MC yang membawakan acara resepsi pernikahan itu memanggilkan Morina untuk mendendangkan sebuah lagu khusus untuk kedua mempelai. karena sebelumnya Sharma sudah memberitahu kepada MC yang membawakan acara pernikahan Sharma, untuk memanggil Morina mendendangkan lagu di pesta pernikahan mereka.
"Ketika MC itu memanggil nama morina, morena langsung terkejut ia tidak yakin kalau namanya yang dipanggil.
"Sayang itu MC memanggil nama kamu loh!" kamu diminta bernyanyi oleh kedua mempelai di sana." Ucap Antonio sambil mengembangkan senyumnya.
"Ini pasti kerjaan kamu kan Sharma?" aku sudah yakin kalau ini kamu yang meminta bukan Briptu Erick." ucap Morina kepada sahabatnya Sharma sambil melototkan matanya kearah Sharma. tetapi Sarma dan Zahra cuek saja karena memang ini rencana mereka berdua bukan hanya Sharma saja Justru ide itu keluar dari mulut Zahra.
"Sudah!" masa sih Kamu tidak mau bernyanyi untuk sahabat kamu ini." ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya kepada Morina agar Morina tidak kesal terhadapnya.
mau tidak mau akhirnya Morin mendendangkan lagu yang biasa mereka nyanyikan di setiap saat bersama sahabat-sahabatnya.
Yang kebetulan suara Morina pas membawakan lagu tersebut. Membuat orang-orang yang hadir di sana menjadi terhibur bahkan tidak sedikit dari orang-orang yang hadir di sana untuk meminta Morina kembali mendendangkan lagu lain untuk menghibur mereka yang disana.
Karena terlalu asyik merayakan resepsi pernikahan, mereka tidak menyadari kalau Veronica sudah mensabotase mobil pengantin,
"Habis kalian!" lebih baik kamu mati daripada kamu harus hidup bersama bocah tengil itu." gumam Veronica dalam hati, ketika anak buahnya melaporkan kalau mereka berhasil memutus rem mobil yang akan di gunakan Briptu Erick dan juga Sharma.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓
mampir juga kekarya outhor yang lain ceritanya seruloh
__ADS_1