Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
SHARMA KEMBALI


__ADS_3

Ketika Briptu Erick melihat Sharma sudah mulai membuka kelopak matanya, iya langsung mengecup kening sharma.


"Sayang kamu sudah bangun?" ucap Briptu Erick sambil mengecup kening dan wajah pucat istrinya. Kemudian Briptu Erick langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Sharma.


"Dokter...... dokter ....." Panggil Briptu Erick sambil berteriak memanggil dokter yang bertugas di rumah sakit pada saat itu.


Dokter pun langsung berlari menghampiri Briptu Erick.


"Ada apa Pak?"


"Istri saya sudah bangun, tolong periksa dokter ucap Briptu Erick kepada dokter, berharap dokter segera langsung memeriksa Sharma.


Dokter pun langsung menghampiri Sharma dan memeriksa kondisi Sharma setelah memeriksa kondisi Sharma, dokter itu tersenyum pertanda ada berita baik.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?"tanya Briptu Erick kepada sang dokter yang bertugas di sana.


"Ini satu mujizat Pak!" jarang sekali ini terjadi kepada pasien yang, sudah berbulan tidak sadarkan diri, tapi bisa kembali lagi, mungkin karena kekuatan cinta Bapak kepada istri bapak sehingga mampu membuat istri bapak bangun dan kembali terbangun."ucap dokter sambil memberi salam kepada Erik karena kondisi Sharma sudah semakin membaik.


"Terima kasih Dokter!"


"Sama-sama Pak!" kita akan pindahkan Ibu Sharma ke ruang rawat inap!"


"Baik dokter!"Lakukan yang terbaik untuk istri saya."ucapan Briptu Erick kepada dokter Hasan.


Kemudian Sharma pun melirik ke kanan dan ke kiri ia tidak melihat bayinya yang ada di sana perlahan ia meraba perut nya.


"Dimana anakku?"pertanyaan itu yang langsung keluar dari mulut Sharma.


"Dia ada sayang dia baik-baik saja Putra kita baik-baik saja kamu tenang saja!"ucap Briptu Erick kepada Sharma sambil memberi kecupan hangat di kening Sharma.


"Aku tertidur berapa lama mas?"


"Kamu kenapa sepertinya tidak terurus badanmu kurus dan kusam." ucap Sharma kepada suaminya.


Briptu Erick Langsung menangis memeluk istrinya.


" Terima kasih sayang!" kamu sudah kembali kepadaku dan kepada Putra kita, Aku sudah menunggumu bangun selama satu setengah bulan." ucap Briptu Erick sambil terus terisak.


"Apa?" aku tertidur satu setengah bulan?"


"Iya sayang!" selama itu juga hidup mas terasa kacau tidak ada gairah hidup tetapi karena Putra kita membuat Mas jadi di bertahan."

__ADS_1


"Maafkan aku mas."


"Tidak sayang!" mas yang seharusnya minta maaf sama kamu karna mas tidak ada di sampingmu ketika kamu membutuhkan mas." ucap Briptu Erick


"Aku rindu sama Putra kita Mas," bawa dia padaku!"


"Iya sayang!" Putra kita akan datang, Tapi setelah kamu dipindahkan ke ruang rawat inap."ucap Briptu Erick sembari membelai wajah pucat istrinya.


"Mas tubuh mas kurus sekali!"


"lelah Ya mengurusku selama di rumah sakit ini?"


"Tidak sayang cuman Mas kurang selera makan,


"Mas harus kuat makan nanti kalau Mas sakit Sharma Gimana sama Putra kita?"


"Iya sayang!" mas akan makan yang banyak karena kamu sudah kembali kepada Mas dan juga Putra kita.


"Mas sudah buat nama untuk putra kita?"


"Sudah sayang?"


"Siapa namanya Mas?"


"Wah namanya yang bagus."


"Kamu suka sayang?"


"Suka mas namanya bagus kok!"


"Terima kasih sudah kembali kepada mas sayang!" jujur mas tidak tahu harus bagaimana cara mengucap syukur lagi kepada Allah Karena Allah sudah mengembalikan kamu kepada mas." ucap Briptu Erick karna dirinya sangat bersyukur karna Sharma sudah bangun dari tidurnya panjangnya.


Briptu Erick menghubungi Ibu Rohana dan pak Sugito. Agar segera membawa Prasetya ke rumah sakit. Dan memberitahu kalau Sharma sudah sadarkan diri. Begitu juga kepada Merli, Briptu Erick langsung memberi kabar kepada Merli bahwasanya Sharma sudah sadarkan diri. Mendengar berita kalau sang adik yang paling Merli sayangi sudah sadar dari komanya, Merli langsung pergi ke rumah sakit untuk memastikan betul tidaknya sudah terbangun dari komanya.


"Mas sekarang kita ke rumah sakit?"pinta Merli kepada Yudha


"Memangnya ada apa sayang?"


"Adikku Sharma sudah bangun dari komanya Aku ingin memastikan kabar itu."ucapnya sambil tersenyum kepada suaminya


"Kalau begitu kita kesana sekarang ajak Inamorata juga.

__ADS_1


"Iya Mas!" ucap Merli sambil bergegas mempersiapkan segala sesuatu untuk dibawa ke rumah sakit.


Setelah Merli dan Yudha sudah tiba di rumah sakit, Merli melihat sudah tidak lagi Sharma di ruang ICU lagi. Itu pertanda Sharma sudah dipindahkan.


"Mas Sharma sudah tidak ada di ruang ICU lagi, berarti Sharma sudah berada di ruang rawat inap." ucap Merli kepada Yudha. Kemudian mereka langsung bertanya kepada perawat yang bertugas di sana. Setelah suster memberitahu ruang rawat inap sharma, Merli langsung berlari kecil menghampiri ruang rawat inap Sharma. Merli sudah tidak sabar ingin melihat adik satu-satunya.


"Sayang hati-hati." ucap Yudha yang melihat istrinya berlari kecil. Sementara inamorata digendong oleh Yudha agar tidak terjatuh waktu jalan.


"Cepatin dong Mas, lama banget sih jalannya?" gerutu Merli melihat sang suami yang masih jauh di belakangnya.


Yudha berusaha mengimbangi langkah Merli. Yudha tidak ingin istrinya mengomel kepadanya. Setelah tiba di depan ruang rawat inap Sharma, Merli langsung berlari masuk kedalam ruangan Sharma. Merli melihat Sharma sedang makan disuapi oleh Briptu Erick.


"Sharma....." Panggil Merli sambil memeluk Sharma sembari terisak.


"Kakak!"Panggil Sharma sambil menyambut pelukan dari sang kakak.


"Kakak sangat mengkhawatirkanmu sayang!"


"Maafin Sharma kak, sudah membuat kalian semua khawatir."


"Tidak adikku sayang!" kamu tidak salah kok semua ini hanya takdir."ucap Merli kembali terisak sambil mengeratkan pelukannya.


Merli sangat bersyukur Sharma sudah kembali kepada mereka. Padahal satu setengah bulan lamanya Sharma tertidur di rumah sakit.


"Ya Tuhan terima kasih engkau sudah mengembalikan adikku satu-satunya kepada kami."doa Merli.


Kira-kira 30 menit kemudian ibu Rohana Pak Sugito, Andita, dan juga Dokter Delon sudah berada di rumah sakit dengan membawa Prasetya Erickson Sugito Putra pasangan Briptu Erick dan Sharma.


melihat putranya sudah datang Sharma Langsung menangis dan berusaha meraih Prasetya dari gendongan Ibu Rohana.


"Putraku!"ucap Sharma sambil terisak.


Sharma pun menggendong tubuh mungil putranya.


"Maafkan bunda nak!" bunda tidak ada di sampingmu ketika kamu membutuhkan bunda."ucap Sharma sambil mencium wajah tampan putranya. Suasana ruang rawat inap Sharma tampak terharu karena Tangis bahagia keluarga besar menggema di ruang rawat inap Sharma.


"Ini satu mujizat benar-benar kekuatan cinta kalian yang membuat ini terjadi karna jarang sekali kasus seperti ini." ucap dokter Delon kepada Erick dan Sharma. Tiba-tiba Morina Zahra, Antonio, dan juga Charles pun tiba di ruang rawat inap Sharma ketika mereka mengetahui kabar Kalau Sharma sudah sadarkan diri.


"Sharma....." panggil Morina sambil langsung memeluk Sharma begitu juga dengan Zahra ketiga sahabat itu saling berpelukan. Karna Sharma telah bangun dari tidur panjangnya.


"Trimakasih ya Allah, engkau telah mengembalikan sahabat kami." Doa Morina dan Zahra sambil mereka berpelukan Bak teletabis.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2