Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
VERONICA DIBUNUH


__ADS_3

Sharma dan Erick menikmati masa liburan mereka sembari memantau perkebunan dan juga peternakan milik Erick yang ada di puncak Bogor. Sharma dan Briptu Erick kembali ke Villa. Ia sudah merindukan sosok putranya yang sudah satu harian mereka tinggalkan untuk memantau perkembangan peternakan mereka.


"Putra Mami!" Mami kangen sayang!"ucap Sharma sambil langsung meraih tubuh putranya dari pangkuan baby sister.


"Bagaimana apa baby Prasetya rewel?"


"Tidak non!" baby Prasetya tidak rewel, justru dia baik budi tidurnya nyenyak dan nyusunya pun lahap.


"Bagus kalau begitu?" ucap Sharma sembari langsung mengecup pipi tembem Putra nya.


Briptu Erick datang menghampiri Sharma dan juga baby Prasetya. Briptu Erick bahagia melihat wajah Putra dan istrinya yang berseri-seri.


Sharma sengaja mengajak baby Prasetya berbicara dan juga bermain agar baby Prasetya lebih aktif dan dekat terhadapnya.


"Putra Papi!" Maaf ya, Mami sama papi ninggalin kamu satu harian!"ucap Briptu Erick kepada putranya karena dirinya merasa bersalah meninggalkan baby Prasetya seharian karena memantau perkembangan peternakannya.


Baby Prasetya tampak mengerti keadaan orang tuanya Ia pun berceloteh. Hal itu membuat Erick dan Sharma begitu gemas melihat putranya karena sudah mulai pandai merespon orang tuanya.


"Sayang lihat deh Putra kita sepertinya dia sudah mengerti apa yang kita bicarakan." ucap Erick kepada sharma sambil tersenyum melihat Beby Prasetya yang ada di gendong Sharma.


"Aduh Papi jadi gemas lihat Putra Papi ini." ucap Erick sambil kembali mengecup pipi tembem putranya


"Sudah dong Mas nanti Putra kita nangis loh."


"Habis Mas gemes banget sayang!"


"Oh iya Mas apa sudah ada kabar Siapa yang membunuh Veronica?"


"Sudah sayang!" Rekan mas sudah memberitahu kepada Mas kalau yang membunuh Veronica adalah anak buah Romeo.


"Loh kenapa anak buah Romeo membunuh Veronica Mas?"bukannya selama ini Veronica menjalani hubungan baik dengan Romeo?'


"Romeo yang memerintahkan anak buahnya membunuh Veronica karena Veronica tidak memenuhi keinginan dari Romeo. Kita tahu sendiri siapa itu Romeo pembunuh berdarah dingin yang terkenal kejam dan sadis"ucap Erick kepada Sharma istrinya.


"Kasihan ya Mas Veronica harus meninggal dengan secara sadis seperti itu."


"Iya sayang!" tapi kita harus bagaimana lagi mungkin sudah itu takdirnya. Makanya kita kalau bergaul lebih hati-hati jangan sampai merugikan diri kita sendiri dan juga orang lain.


"Oh ya Mas ngomong-ngomong berapa hari lagi masa cuti Mas?"

__ADS_1


"Masih ada 3 hari lagi kok, kamu tenang saja."


"Oh ya Mas Nanti sebelum kita pulang ke Jakarta kita singgah ya ke makam Mami Meli ya.


"Iya sayang kamu tenang saja."


Sharma dan Erick pun bermain bersama Putra mereka. Setelah baby Prasetya merasa bosan dan mengantuk. Sharma langsung membuatkan susu formula untuk Baby Prasetya agar baby Prasetya lebih tenang dan bisa istirahat.


"Mas sepertinya Putra kita sudah lapar Sharma buatin dulu ya susu untuk putra kita.


" Ia sayang dan Sepertinya dia juga sudah ngantuk sahut Erick. Kemudian Sharma langsung berlalu ke dapur. Sharma membuat susu untuk putranya. Sebenarnya ada suster di sana, Tetapi ia ingin membuat susu sendiri untuk putranya.


"Biar saya aja Non!" ucap Baby sister yang bertugas menjaga baby Prasetya.


"Tidak apa-apa biar saya aja!" suster bisa kerjakan yang lain saja!"


Setelah selesai membuat susu, Sharma Langsung kembali ke kamar menghampiri Putra dan suaminya. Dengan telaten Sharma memberikan susu formula itu,kepada baby Prasetya. Baby Prasetya yang sudah siap meminum susu buatan,Langsung tertidur pulas wajahnya yang imut dan tampan membuat Sharma dan Erick menjadi gemas.


"Lihat Mas Putra kita tidur saja sudah tampan.


"Iya dong Sayang, namanya juga Papinya tampan." ucap Erick yg memuji dirinya sendiri membuat Sharma langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kok kamu ngomongnya gitu sih sayang?"


"Kan memang iya Mas!" kalau memang Mas tampan Kenapa tidak dari dulu menikah tidak seperti sekarang menikah sudah berumur 38 tahun. Coba berapa beda usia kita suamiku sayang." Goda Sharma kepada Erick


"Jadi kamu ngatain Mas tua gitu?"


"Memangnya mas tidak merasa?"


"Tidak tuh buktinya Mas masih topcer dan masih mampu mengimbangi permainan kamu di ranjang." ucap Erick yang mampu membuat Sharma membulatkan matanya.


"Sudah umur 39 tahun tapi masih tampan juga kan sayang?" buktinya kamu sangat cinta sama mas!"


"Iya suamiku sayang Sharma sangat mencintaimu."walaupun sudah tua." ucap Sharma sembari berlalu dari hadapan suaminya dan langsung berbaring di atas tempat tidur.


"Kamu sudah mulai nakal ya sayang?" ucap Erick sembari langsung menindih tubuh istrinya dari atas.


"Mas awas !"berat loh

__ADS_1


"Jadi kamu ngatain Mas gemuk?"


"Emang siapa yang ngatain Mas gemuk?


"Tadi bilangnya apa?"


"Sharma bilang berat kok!"


"Nah itu berarti kamu bilangin Mas gemuk!"


"Ah terserah maaf deh payah berdebat dengan mas." ucap Sharma sembari langsung mengalungkan tangannya ke leher suaminya yang sudah menindihnya...


"Makanya kamu jangan macam-macam sayang kalau kamu macam-macam sebentar lagi akan mas lahap kamu dan membuat adik buat baby Prasetya. Tiba-tiba suara dering ponsel Sharma terdengar jelas di telinga Sharma dan juga Erick. Karena melihat ponselnya yang berdering, Sharma langsung meminta Erick untuk mengambilkan ponselnya yang berada di atas nakas.


"Mas tolong ambilkan ponselnya dong siapa tahu ada penting." ucap Sharma kepada Erick kemudian langsung mengambil ponsel Sharma yang ada di atas nakas. Ia melihat dilayar ponsel Sharma, kalau yang menghubungi istrinya adalah Merli


"Sayang ini ponselnya ka Merli nelpon, diangkat gitu Siapa tahu penting." ucap Erick


Sharma langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Merli.


"Ya halko Kak ada apa?"


"Kalian masih liburan dek?"


"Iya Kak kami masih di puncak Bogor!"Memangnya ada apa Kak?"


"Tidak apa-apa, kakak hanya merindukan kalian."


" Apakah ada sesuatu yang ingin Kakak bicara kan kepada Sharma?"


"Tidak, kakak hanya ingin menanyakan kabar kalian saja Apa kalian baik-baik saja?


"Kami baik-baik saja kak!" Bagaimana dengan kakak apa di sana baik-baik juga?"


Merli pun tidak menjawab ia tidak tahu apa yang akan dibicarakan kepada Sharma dan juga itu Erick karena fakta yang mengatakan kalau ayah kandung mereka tuan Tiong chin dan nyonya Chin Lin yi meninggal bukan karena murni kecelakaan. Tetapi tuan Tiong Chin dan nyonya Chin Lin yi meninggal karena kecelakaan itu unsur kesengajaan.


Merli baru mengetahui kenyataan itu ketika anak buah dari Romeo yang membunuh Veronica tertangkap. Karena Romeo sama sekali tidak membantu nya untuk mengeluarkannya dari penjara sehingga anak buah Romeo bersedia membeberkan semua kejahatan kejahatan yang dilakukan oleh Romeo dan juga Veronica.


Bersambung.......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏🙏


__ADS_2