
"Adik manis......" Mami Tidak kenapa-kenapa kok, Mami hanya tertidur. Tapi jangan diganggu ya Sayang." ucap dokter cantik itu kepada Inamorata dibalas anggukan dari Inamorata
"Kemudian dokter itu pun berlalu dari hadapan Surti untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.
Sementara Bi Surti berusaha terus menghubungi Yudha. tapi tak kunjung mengangkatnya membuat Surti semakin khawatir.
"Aduh Tuan di saat genting kayak gini kenapa Tuan tidak mengangkat telepon dari bibi." Bi Surti bermonolog.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan, semoga non Merli tidak kenapa-kenapa."gumam Bi Surti di dalam hati sembari meraih tubuh Inamorata yang sedari tadi menangis sesunggukan. Bi
Surti tidak mau menyerah, Ia pun kembali menghubungi Yudha hingga sambungan telepon selulernya pun tersambung kepada Yudha yang sudah menyelesaikan meetingnya bersama client pentingnya.
"Maaf Bi saya tidak mengangkat telepon Bibi soalnya tadi saya lagi ada meeting bersama client." ucap Yudha dari seberang
"Begini tuan Nyonya sekarang berada di rumah sakit,
"Kenapa dengan istri saya? tanya Yudha begitu terkejut ketika Bi Surti memberitahu kalau Merli berada di rumah sakit.
"Nyonya tadi jatuh pingsan di rumah, sehingga kami langsung membawa Nyonya ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan istri? tanya Yudha yang begitu penasaran dengan kondisi Merli.
"lebih baik Tuan langsung saja datang ke rumah sakit, kata dokter Nyonya harus di rawat inap beberapa hari.
Mendengar penuturan dari Bi Surti hati Yudha sangat kwatir semakin tidak karuan. Ia pun langsung bergegas berlari ke parkiran mobil miliknya. Kemudian Yudha langsung menekan pedal gas nya menuju Rumah Sakit tempat Merli dirawat.
"Sayang bertahanlah aku akan sampai"ucap Yudha di dalam hatinya sambil mengendarai mobilnya.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Yudha tiba di rumah sakit tempat Merli dirawat. Ia langsung bertanya kepada suster yang bertugas di sana yang kebetulan lewat berpaspasan dengan Yudha.
"Maaf sus....pasien atas nama Merli dirawat di mana ya?
"Pasien masih berada di UGD Pak!"karena pasien akan dirawat inap di sini. Tetapi kami masih ih ingin mempersiapkan ruang rawatnya.
"Apa yang terjadi kepada istri saya sus?
"lebih baik Bapak langsung menanyakan ke dokter yang menangani Bu Merli.
__ADS_1
Yudha langsung berlari menuju ruang UGD disana Yudha sudah melihat istrinya sedang berbaring lemah di atas tempat tidur disampingnya Inamorata terus menangis sesunggukan membuat hati Yudha semakin sedih. Yudha langsung berlari menghampiri istri dan anaknya.
"Ya Allah!" maafkan mas sayang aku mengabaikan telepon dari BI Surti apa yang terjadi sayang? pertanyaan demi pertanyaan pun dilayangkan oleh Yudha kepada istrinya padahal istrinya tidak dapat mendengarnya karena belum sadarkan diri.
"Inamorata langsung memeluk Yudha Ia pun menangis dan berkata mami Kenapa Pi? mami Kenapa Pi? pertanyaan-pertanyaan itu yang dilontarkan oleh Inamorata kepada Yudha membuat hati Yudha semakin gak karuan. Ia pun berusaha menenangkan inamorata agar tidak menangis lagi.
"Sebenarnya apa yang terjadi dan apa kata dokter Bi?" ucap Yudha kepada Bi Surti kemudian Bi Surti menceritakan apa adanya dan bagaimana caranya agar kandungan Merli dapat bertahan.
Kemudian suster pun datang menghampiri Yudha.
"Maaf Pak Ibu Merli harus segera dipindahkan ke ruang rawat inap."ucap Suster itu kepada Yudha.
"Tolong tempatkan istri saya di ruang VVIP sus. Saya tidak ingin istri saya merasa tidak nyaman walaupun berada di rumah sakit.
"Baik Pak tolong segera konfirmasi ke bagian administrasi." ucap Suster itu menganjurkan kepada Yudha agar langsung menuju ke ruang administrasi.
Yudha merasa tidak tega melihat istrinya yang terbaring lemah di rumah sakit karena sedang mengandung darah dagingnya.
"Ya Allah!" betapa besar nya ternyata pengorbanan istri ku. untukku." ucap Yudha merutuki dirinya yang selama Yudha telah menghianati Merli.
"Ternyata aku sudah sangat salah selama ini Maafkan aku sayang kamu sangat mengorbankan jiwa dan ragamu untukku."gumam Yudha di dalam hati.
"Ada apa Sharma menghubungi istriku?"tanya Yudha di dalam hati karena dirinya penasaran Mengapa tiba-tiba Sharma menghubungi Merli.
"Halo assalamualaikum Sapa Yuda dia sengaja mengangkat telepon seluler Sharma agar Sharma tidak bertanya-tanya mengapa Merli tidak menyahut telepon selulernya.
"loh ponsel Kak Merli kok ada sama kakak? tanya Sharma penasaran.
" Ka Merli sekarang berada di rumah sakit iya sedang dirawat." ucap Yudha membuat jantung Sharma berdegup kencang.
"Memangnya apa yang terjadi Kak? Mengapa Kak Merli sampai dirawat di rumah sakit?"
"Ka Merli jatuh pingsan di rumah, kemudian dokter menganjurkan agar di rawat inap karena kondisi kandungannya yang masih rawan.
"Tapi bagaimana kondisi Kakak Merli ka?
"Dia belum sadar.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu Kak Meli dirawat di rumah sakit mana Kak? lalu Yudha pun memberitahu Rumah Sakit tempat Merli dirawat.
mendengar penuturan dari Yudha, Sharma langsung menghampiri Erick dan menceritakan apa yang terjadi kepada kakaknya Merli. Hingga mereka memutuskan untuk menjenguk Merli di rumah sakit.
Sharma langsung memutuskan sambungan telepon selulernya, kemudian ia langsung menghampiri suaminya Briptu Erick untuk meminta izin kalau dirinya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Merli.
"Mas kita ke rumah sakit melihat ka Merli ya?"
"Memangnya Kak Merli kenapa sayang?
"Entahlah Yang pasti sekarang ka Merli berada di rumah sakit.
"Ya sudah sebentar lagi kita kesana." ucap Briptu Erick kepada Sharma.
Pak Fernando yang melihat Sharma tergesa-gesa, Turun ke bawah bersama Briptu Erick. Pak Fernando merasa penasaran Mengapa putrinya satu-satunya sepertinya tergesa-gesa.
"loh ada apa nak kok Kamu sepertinya tergesa-gesa seperti itu Kalian mau kemana?"tanya Pak Fernando kepada Sharma.
"Kak Merli sedang berada di rumah sakit Kami ingin menjenguknya." sahut Sharma
"Memangnya Merli sakit apa sayang?"
"Sharma juga tidak tahu Pi!" tapi kata Kak Yudha, Bi Surti menemukan Kak Merli jatuh pingsan di dekat kamar mandi rumahnya.
"Bagaimana kondisinya?"
"Sharma belum tahu pasti Pi?" ini kami mau ke sana untuk melihat kondisi Kak Merli. ucap Sharma kepada Pak Fernando agar Pak pernah tidak terlalu mengkhawatirkan Mereka. Kemudian Briptu Erick dan Sharma pun berpamitan kepada Pak Fernando agar mereka segera berangkat ke rumah sakit.
"Kalau begitu kami pamit dulu Pi!" kami takut terjadi sesuatu kepada Kak Merli.
"Iya hati-hati di jalan Nak!" Semoga Merli cepat sembuh." ucap pak Fernando. Kemudian Sharma dan Briptu Erick berlalu dari hadapan Pak Fernando. Setelah mereka berada dalam mobil, Erick langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Rumah Sakit tempat Merli dirawat berharap Merli baik-baik saja.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit Mereka pun tiba di rumah sakit mereka langsung mencari keberadaan Merli di sana.
"Ya Allah mudah-mudahan Kak Merli tidak kenapa-kenapa." gumam Sharma dalam hati karena dirinya sangat menghawatirkan kakaknya.
Bersambung..........
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏