Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
SHARMA KOMA


__ADS_3

Usia kandungan Sharma sudah menginjak sembilan bulan. tinggal menunggu hari Sharma akan melakukan persalinan. Pagi itu Sharma tampak gelisah ia mulai merasakan sakit di bagian perutnya. Tetapi Briptu Erick yang masih bertugas di luar kota membuat dirinya menahan rasa sakit itu sendiri.


Sementara Pak Fernando yang melihat putrinya merasa kesakitan langsung menghampiri Sharma.


"Kamu kenapa sayang?"tanya Pak Fernando kepada Sharma yang melihat Sharma meringis kesakitan.


"Tidak tahu Pi!" tiba-tiba dari tadi perut Sharma mules?"ucap Sharma kepada Pak Fernando.


"Kalau begitu kita ke dokter ya nak?"


"Tidak perlu Pi!" Mungkin sebentar lagi akan sembuh. Karna Sharma sudah biasa seperti ini.


Rasa sakit yang dirasakan sharma semakin menjadi. Hal itu membuat Sharma semakin meringis kesakitan.


"Sudah nak lebih baik kita ke rumah sakit." ucap Pak Fernando kepada Sharma


lalu Pak Fernando menghubungi taxi.


Bukan tidak ada mobil terparkir di garasi rumah milik Briptu Erick. Tetapi karena fisik pak Fernando tidak memungkinkan untuk menyetir mobil sehingga mereka memilih untuk memesan taksi.


"Bi tolong bantu putriku Sharma berjalan keluar." ucap pak Fernando kepada asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Briptu Erick.


"Baik Tuan!"ucap Bibi sambil membopong tubuh Sharma keluar dari rumah, masuk ke taksi yang dipesan oleh Pak Fernando sebelumnya.


di perjalanan sama terus meringis kesakitan tidak tahan dengan rasa sakit yang kurasakan.


"sepertinya kamu sudah mulai mau melahirkan ucapan pernando kepada Sharma.


Sharma tidak mampu menjawab apa yang dikatakan oleh papinya keringatnya sudah bercucuran bajunya sudah basah menahan rasa sakit yang ia rasakan.


setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih 15 menit mereka tiba di rumah sakit.


faktor Nando langsung turun dari taksi dan langsung memanggil dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu agar segera membantu Sharma.

__ADS_1


Dokter dan suster yang bertugas di sana langsung berhamburan menghampiri Sharma yang sudah semakin melemah karena sedari tadi sudah menahan rasa sakit yang Sharma rasakan.


"Sepertinya Ibu Ini sudah mau melahirkan Ayo kita bawa ke ruang bersalin." ucap dokter kepada suster yang bertugas di rumah sakit itu.


Tiba-tiba Sharma tidak sadarkan diri membuat dokter dan suster yang bertugas merasa khawatir dengan keadaan Sharma.


Pak Fernando langsung menghubungi nomor ponsel Briptu Erick Tetapi nomor ponsel itu tidak tersambung. Berkali-kali Pak Fernando berusaha untuk menghubungi Erick tapi hasilnya tetap nihil.


Kemudian Pak Fernando menghubungi nomor ponsel Merli agar segera datang ke rumah sakit untuk sekedar memberikan semangat untuk Sharma.Pak Fernando sudah sangat khawatir melihat kondisi Sharma yang semakin melemah apalagi Sharma saat ini tidak sadarkan diri.


Pak Fernando terus berdoa sambil menangis "Ya Allah selamatkanlah putriku, Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada putri dan cucuku ya Allah." tangis Pak Fernando.


Dokter memeriksa kondisi Sharma, mereka memutuskan harus segera mengoperasi Sharma untuk menyelamatkan bayinya yang ada di dalam kandungan Sharma.


"Maaf suami dari nona Sharma di mana ya?"tanya suster kepada Pak Fernando


"Suaminya lagi tugas di luar kota sus!" Ucap Pak Fernando kepada Suster itu.


"Lakukan yang terbaik untuk Putri dan cucu saya, Tolong selamatkan mereka." tangis Pak Fernando.


Tiba-tiba dengan tergopoh-gopoh Merli sudah tiba di depan ruang bersalin. Merli langsung bertanya kepada Pak Fernando mengenai kondisi adik kandungnya.


Pak Fernando memberitahu segalanya tanpa ada yang ditutupi.


Merli langsung meminta kepada pihak rumah sakit dan juga tim dokter agar segera melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan adik dan keponakannya, tanpa harus menunggu kehadiran Briptu Erick disana.


"lakukan sekarang juga saya tidak mau tahu dan saya tidak ingin terjadi sesuatu bkepada adik dan keponakan saya!" ucap Merli


Dokter yang sudah mengenal siapa Merli di rumah sakit itu langsung menganggukan kepalanya karena pemilik Rumah Sakit itu adalah milik Merli sendiri. Yang tidak diketahui oleh siapapun selain dari jajaran rumah sakit.


Dokter merasa sangat khawatir Karena Mereka takut mereka gagal menyelamatkan adik kandung sang pemilik Rumah Sakit.


Merli mendatangkan dokter khusus yang paling ahli di bidangnya untuk menangani Sharma agar Sharma dapat diselamatkan.

__ADS_1


Dokter itu pun langsung melakukan tindakan operasi sesuai yang diperintahkan oleh Merli.


Operasi pun diadakan, kondisi Sharma sudah semakin melemah mereka berusaha untuk menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan Sharma. Ketika operasi itu dilakukan pendarahan terjadi membuat kondisi Sharma Semakin kritis. Mereka harus melakukan transfusi darah. Suster keluar dari ruang operasi untuk memberitahu kondisi Sharma yang sebenarnya yang membutuhkan donor darah.


"Ambil darah saya, dia adik kandung saya." ucap Merli kepada suster agar suster langsung memeriksa golongan darah Merli dan ternyata benar kalau golongan darah mereka sama dan dapat mendonorkan darahnya kepada Sharma.


"Ya Tuhan selamatkan adikku!"doa Merli di dalam hati.


setelah bayinya berhasil dikeluarkan dan bayi laki-laki itu pun selamat, Dokter dan suster yang bertugas menangani Sharma sedikit lega setidaknya permasalahan berkurang sedikit. tinggal menangani kondisi Sharma.


"Bagaimana ini dokter detak jantung pasien sudah semakin melemah?" ucap suster kepada dokter yang menangani Sharma. Tiba-tiba dokter Delon datang menghampiri Merli yang ada di depan ruang operasi karena sebelumnya pak Fernando sudah menghubungi dokter Delon dan juga Andita. Begitu juga dengan Pak Sugito.


Tetapi Pak Fernando yang tidak mengetahui nomor ponsel Zahra dan juga Morina tidak memberitahu Zahra dan Morina kondisi Sharma sekarang ini. Setelah operasi Sharma berhasil dilakukan Dokter keluar dari ruang operasi. Semua anggota keluarga yang ada di depan ruang operasi langsung bertanya kepada Dokter mengenai Sharma.


"Bagaimana kondisi putri saya dokter?"


"Apa dia baik-baik saja?"tanya Pak Fernando kepada dokter yang bertugas mengoperasi Sharma.


"Operasinya berhasil kita lakukan dan bayinya selamat cucu bapak laki-laki?"Tetapi ada satu hal yang harus keluarga ketahui kalau nona Sharma sekarang mengalami "Koma" kita hanya bisa berdoa kepada yang kuasa kami sudah melakukan yang terbaik." ucap dokter kepada keluarga besar Pak Fernando.


Merli Langsung menangis ketika dirinya mendengar adiknya masih dalam keadaan Koma, dan berjuang untuk hidup.


"Adikku sayang bertahanlah!"Kakak akan melakukan apa saja untuk mu, kamu harus kuat tidak ada keturunan Tiong Chin yang tidak kuat"tangis Merli. Ketika dirinya mendengar adiknya berjuang antara hidup dan mati.


Sementara Briptu Erik yang lagi bertugas di luar kota, jantungnya berdebar kencang ia merasa ada sesuatu yang membuat jantungnya berdegup kencang. Ia pun menghidupkan ponselnya yang sedari tadi mati karena tugasnya sangat penting.


Betapa terkejutnya Briptu Erick melihat pemberitahuan di ponselnya beberapa kali Sharma dan Pak Fernando menghubungi dirinya. Ia pun membaca chat dari Pak Fernando membuat Erick langsung bergegas pulang ke Jakarta.


"Ya Allah selamatkan istri dan anakku doa Briptu Erick di dalam hati, sambil langsung berpamitan kepada komandannya untuk kembali ke kota Jakarta Hari itu juga. Sang komandan pun mengizinkan Briptu Erick untuk kembali ke Jakarta melihat kondisi istrinya.


Bersambung


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2