Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
BRIPTU ERICK KRITIS


__ADS_3

satu Minggu sudah berlalu, Briptu Erick bertugas di luar kota. Sharma sudah sangat merindukan suaminya. Apalagi Briptu Erick jarang menghubungi dirinya.Karna Tugasnya Dangan urgent dan berbahaya. Briptu Erick dan rekannya sedang melakukan pengejaran kawanan mafia dan juga pengedar narkoba terbesar di Indonesia.


Tugas dan tanggungjawab itu di berikan kepada Briptu Erick oleh sang komandan, karna sang komandan sangat percaya akan kemampuan berpikir Erick dan juga rekan rekannya. Briptu Erick menjalankan tugasnya sesuai yang diperintahkan oleh atasan.


"Ya Allah aku sangat merindukan mas Erick mengapa nomor ponselnya selalu tidak. Isa dihubungi." gumam Sharma karna dirinya benar benar merindukan suaminya.


"Beginilah nasip seorang istri polisi di tinggal tugas?


"Ya Allah sampai beberapa lama begini?"


ucap Sharma. Rasa rindu dan kwatir sharma terhadap suaminya semakin dalam ketika nomor ponselnya Briptu Erick tidak dapat dihubunginya.


Disaat yang bersamaan malam itu Erick dan rekan rekannya sedang menjalankan misi mereka untuk memberantas pengedaran narkoba di kawasan puncak Bogor. Yang mana terakhir mereka ketahui bis besar atau mafia Narkoba, bersembunyi di kawasan puncak Bogor.


"Lapor komandan sepertinya kita sudah mengetahui lokasi mereka komandan!" ucap salah satu bawahan Erick yang melakukan penyelidikan disekitar lokasi persembunyian dan tempat melakukan transaksi narkoba yang dilakukan anak buah Romeo dan Hermanus. Padahal yang mereka ketahui Romeo sudah berada didalam penjara.


Briptu Erick dan teman temanya melakukan penyergapan di lokasi, Tetapi sepertinya anak buah Romeo dan hermanus sudah mengetahui kalau pihak kepolisian sudah mengetahui tempat mereka. Sehingga anak buah Romeo dan juga hermanus, memindahkan lokasi transaksi mereka dan tempat itu sudah benar-benar dibersihkan oleh anak buah Romeo.


Ketika Briptu Erick dan juga rekannya sudah berada di lokasi mereka sangat terkejut lokasi sudah bersih tidak ada apa-apa lagi. Briptu Erick sangat Kesal."Pasti mereka sudah mengetahui kalau kita mencari keberadaan mereka di sini."ucap Erick kepada rekan. Padahal mereka selama ini menyelidikinya tidak pernah menggunakan baju dinas, bahkan mereka berpura pura untuk membeli narkoba jenis sabu untuk mengetahui bagaiman cara mereka mengedar obat-obat terlarang itu dan kepada siapa juga sasaran mereka.


Briptu Erik melakukan pencarian di sekitar lokasi tersebut. Briptu pun menemukan bukti-bukti yang akurat di sana yang ternyata mereka melarikan diri masuk ke dalam hutan.


"Mereka sepertinya masuk ke hutan, kita akan melakukan penyergapan di sana kamu dari Utara, Saya dari selatan dan kamu dari timur. perintah Erick kepada rekan.


Dengan penuh hati-hati Briptu Erick dan rekannya pun memasuki areal hutan.

__ADS_1


Briptu Erick menyelusuri hutan sambil melihat jejak jejak langkah yang ada di sana. Ia pun terus berkomunikasi kepada rekan-rekannya.


Ketika Briptu Erick melihat ke arah utara, Briptu Erick melihat sekelompok orang bersenjata di sana telah bersiap, ketika mereka melakukan mendapatkan penyergapan. Dari pihak kepolisian.


Mereka memiliki senjata api kalian harus lebih hati-hati ucap itu iri kepada rekannya di dalam sambungan radio yang mereka gunakan.


"Maaf komandan tapi jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan kita. Sepertinya kita dapat melakukan penyergapan sekarang juga ucap anak buah Erick.


"Kita harus lebih berhati-hati kita belum mengetahui senjata apa yang mereka miliki."


"Tapi komandan kita harus melakukannya sekarang sebelum mereka mengetahui keberadaan kita di sini."


"Tahan dulu kita harus melakukan pemeriksaan sekeliling, siapa tau mereka masih memiliki banyak anak buah." ucap Erick kepada anak buahnya.


Tetapi sepertinya anak buahnya sudah geram melihat Hermanus dan anak buahnya. Sehingga tanpa perintah dari Erick anak buahnya melakukan penyergapan dan terjadi baku tembak antara anak buah Erick dan kawanan mafia yang sedang melakukan transaksi narkoba disana.


Hingga salah satu rekan Briptu Erick terkena peluru dari kawanan mafia, hal itu membuat Briptu Erick geram. Dan Briptu Erick mengeluarkan tembakan yang begitu dahsyat sampai menghabisi para penjahat dan pengedar narkoba yang mereka serang. Sedangkan Hermanus tertembak dibagian kakinya.


Erick sengaja melakukannya agar mereka mendapatkan keterangan dan informasi dari Hermanus darimana mereka mendapatkan obat obatan itu. Tanpa Erick sadari, ketika dirinya menolong rekannya yang terkena tembakan dari anak buah Hermanus. Hermanus meraih sebuah pistol yang ada disekitarnya dan menembak Erick, membuat Erick langsung terjatuh dan bergelumunan darah.


Melihat sang komandan mendapatkan serangan dari Hermanus, anak buah Erick pun langsung menebak Hermanus dibagian lengan agar tidak dapat melakukan serangan lagi. salah dua orang dari mereka membawa Erick dan salah satu rekanya yang terkena tembakan, Keluar dari Hutan agar segera dibawa kerumah sakit. Sementara yang lainnya membereskan Hermanus dan anak buahnya yang ternyata Romeo dan hermanus menjalin hubungan kerjasama.


Setelah tiba di rumah sakit Briptu Erick sudah tidak sadarkan diri lagi. Anak buahnya membawanya ke rumah sakit agar segera dilakukan pertolongan kepada Briptu Erick.


dokter yang bertugas di sana pun langsung melakukan tindakan operasi mengeluarkan peluru yang ada di tubuh Erick. mereka mengetahui kalau Briptu Erick mengalami itu karena menjalankan tugasnya.

__ADS_1


Dokter pun langsung melakukan tindakan operasi mengeluarkan peluru itu agar dapat tertolong tanpa menunggu keluarga terlebih dahulu. kondisi Briptu e sangat kritis Ia membutuhkan donor darah karena darah Briptu Erick keluar begitu banyak ketika melakukan perjalanan dari hutan ke rumah sakit.


"Apa keluarga Briptu Erick ada disini?"


"Tidak dokter kami hanya bertugas di sini jadi semua keluarga Erick ada di Jakarta. emangnya ada apa suster?


"Begini Pak!" kondisi Briptu Erick sekarang kritis karena terlalu banyak mengeluarkan darah. sehingga berbentuk Erick membutuhkan donor darah sekarang juga.


"Apa tidak ada persediaan darah disini suster?


"Maaf Pak golongan darah Briptu Erick sangat langka sehingga kami tidak memiliki persediaan darah untuk golongan darah itu.


"Terus apa yang harus kita lakukan suster?"


"Kami tidak mau tahu kalian harus menyelamatkannya. Kami tidak mau terjadi sesuatu kepada komandan kami, karena kesalahan kami sendiri.


Jadi saya mohon kepada suster dan dokter selamatkan Briptu Erick karena kalau terjadi sesuatu kepada Briptu Erick, kami tidak bisa memaafkan diri kami sendiri. Dan kami tidak mampu menjawab apa yang dipertanyakan oleh istri Briptu Erick nantinya kepada kami.


"Baik Pak!" kami akan segera menghubungi pihak PMI siapa tahu ada persediaan darah yang sama seperti darah Briptu Erick di sana.


"Terima kasih suster Tolong bantu kami. Kami tidak ingin terjadi sesuatu kepada komandan kami.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir juga ke karya Morata yang baru ya



__ADS_2