Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
MELEPAS RINDU


__ADS_3

Sharma membujuk Prasetya agar Prasetya tidak menangis dan menuduh Briptu Erick tidak sayang padanya. Padahal Erick tidak tinggal bersama mereka, karna melakukan tugas dan tanggungjawabnya sebagai polisi. Tetapi namanya anak kecil seperti baby Prasetya tidak belum mengerti akan hal tugas dan tanggungjawab yang dilakuan oleh orangtuanya.


"Mas....!" Sharma pengen pulang, Sharma tidak ingin disini!" ucap Sharma karna dirinya merasa tidak betah berada dirumah sakit.


"Tapi kamu masih sakit Sayang!"


"Tidak Sharma sudah baikan kok!" Sharma sudah tidak sakit." ucap Sharma sambil langsung meletakkan telapak tangan Erick di dahinya.


"Ya sudah nanti kalau dokter sudah datang, mas akan coba bicara sama dokter!" siapa tau kamu bisa pulang dan dirawat dirumah saja." ucap Briptu Erick sambil langsung mengecup kening Sharma.


Sedangkan Prasetya sudah mulai tenang melihat Sharma dan Briptu Erick begitu dekat


"Papi.. papi...." papi tidak ninggalin kita lagi kan?"tanya Prasetya dengan suara khas anak kecil.


"Tidak sayang!" papi tidak akan meninggalkan Prasetya dan mami lagi." ucap Briptu Erick sambil meraih tubuh mungil putranya dan memberikan kecupan hangat kepda putranya.


"Papi....." tau tidak setiap malam ketika papi tidak pulang pulang, mami sering menangis di kamar." ucap Prasetya mengadu sama Briptu Erick bahwa Sharma sering menangis ketika Briptu Erick bertugas di luar kota.

__ADS_1


"Benarkah sayang?"


"Iya Pi!" Prasetiya tidak bohong, kan kalau berbohong itu dosa!" ucap Prasetya.


lalu Briptu Erick mendekati Sharma


"Apa benar kamu selalu menangis ketika mas tugas diluar kota?" tanya Briptu Erick kepada Sharma.


"Mas minta maaf sayang karna sudah membuat kamu menangis.Mulai sekarang, mas tidak akan membiarkan hal itu akan terjadi.


Tiba tiba dokter datang menghampiri Sharma, karna kebetulan jadwal Sharma saatnya di periksa oleh dokter.


"Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan sharma,Dokter tersenyum manis kepada Sharma.


"Sepertinya rasa rindu yang dialami ibu Sharma sudah terobati. Dan ini terlihat dari kondisi kesehatan Bu Sharma berubah drastis. Karna kondisi kesehatan Bu Sharma tiba tiba membaik dan semangat sudah turun. Ini suatu keajaiban. Karna pengobat rindu lebih ampuh dibandingkan dengan obat resep dari dokter." ucap dokter itu yang kebetulan kenal dekat dengan Briptu Erick.


"Maksud dokter,istri saya sudah sembuh?"

__ADS_1


"Yupsss tepat sekali." ucap dokter sambil mengebangkan senyumya.


"Berarti kmu sakit Karna rindu sama mas ya sayang? tanya Briptu Erick membuat Sharma sedikit kikuk dan tidak mampu menatap suaminya.


"Sudah tidak perlu malu sayang!" justru mas senang kamu sangat merindukan mas itu berarti kamu sangat cinta dan sayang sama mas." trimakasih sayang kamu ternyata benar benar sangat mencintai mas.


"Jadi mas puas membuat Maya sakit karna hampir mati menahan rasa rindu ini sama mas?"


"Bukan begitu maksudnya sayang!" tapi mas senang karna kamu benar benar mencintai mas." ucap Briptu Erick sambil langsung mencium bibir manis istrinya. Perlahan ciuman itu semakin dalam hingga Sharma dan Briptu Erick larut dalam rasa rindu yang mereka rasakan. Tanpa peduli kalau mereka sedang berada dirumah sakit.


Ditempat lain Ibu Rohana dan juga pak sugito mendapat kabar dari pak Fernando, kalau Sharma berada dirumah sakit. Mereka berniat untuk membesuk sharma dirumah sakit.


ketika pak sugito menghubungi Briptu Erick melalui sambungan telepon selulernya, mengatakan kalau mereka sudah mau kembali kerumah, karna dokter sudah mengijinkan Sharma pulang dari rumah sakit.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2