Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
DEDEK BAYI


__ADS_3

Setelah pulang dari kediaman Andita dan dokter Delon Briptu Erick, langsung menghampiri istrinya. Sayang kamu masih ingat kan apa kata Putra kita dan juga Mami?" ucap Briptu Erick kepada Sharma.


"Yang mana Mas? tanya Sharma pura-pura tidak ingat apa yang dikatakan Prasetya dan juga Ibu Rohana.


"Putra kita menginginkan seorang adik, Bagaimana Sayang kita dapat perintah dari pangeran Prasetya."ucap Erick sembari langsung mengembangkan Senyumnya.


"Itu tidak keinginan Putra kita, Tetapi keinginan mas sendiri." Tuduh Sharma sembari langsung memukul punggung suaminya.


"Kok keinginan mas sih?


"Kan kamu dengar sendiri apa yang dikatakan Putra kita bersama mami dan Papi!"


Sharma menatap suaminya dengan tatapan penuh arti, Sharma benar benar sedikit kesal kepda suaminya yang memanfaatkan putranya untuk meminta haknya sebagaimana suami.


"Katakan saja mas apa mau Mas, tidak perlu berbasa-basi atau berteka-teki." kata Sharma kepada suaminya.


Briptu Erick langsung meraih tubuh Sharma kepelukannya,


"Kamu jangan pura-pura tidak tahu dong Sayang, Semalam sudah janjikan 3 ronde malam ini."


"Hah...... 3 ronde?


"Yang benar aja dong Mas!"

__ADS_1


"Nah semalam sudah setuju sekarang malah ingkar janji."


"Bisa-bisa nanti Sharma tidak bisa bangkit dari tempat tidur kalau Mas memaksakan Sharma 3 ronde."ucap Sharma sembari terkekeh.


Tetapi Erick tidak peduli ia langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar.


"Mas turunin Sharma malu tuh dilihat sama Bibi."


"Tidak apa-apa mereka juga pasti ngerti kok."


Prasetya yang melihat papinya Menggendong Sharma langsung bertepuk tangan.


"Horeeeee..... Papi kuat, bisa gendong mami."ucap Prasetya tiba-tiba membuat Briptu Erick sontak menurunkan Sharma. Briptu Erick tidak mengetahui keberadaan Prasetya disana.


"Kok Mami nya diturunin?


"Habis kamu buat Papi terkejut, Papi kira kamu berada di kamar eh ternyata Putra Papi yang tampan ini masih disini."ucap Erick sembari langsung menggendong tubuh mungil putranya dan membubuhi kecupan demi kecupan di pipi tambah Prasetya.


"Papi bau Jangan cium Prasetya.


"Memangnya papi bau?


"Iya sepertinya Papi belum mandi."

__ADS_1


"Ah Mana mungkin papi bau, buktinya Mami kamu masih mau dipeluk sama papi."


"Papi.....Kata Oma, dedek bayi harus dibuatin sama mami dan Papi!"


" buatin dong Pi..... untuk Prasetya, Sepi tidak ada teman bermain. Kan kalau ada dedek bayi ada yang bakalan teman Prasetya bermain." ucap Prasetya dengan nada memohon kepada Briptu Erick dan juga Sharma.


"Dengan senang hati pangeran......" papi akan berusaha membuat dedek bayi untuk putra Papi yang tampan ini." ucap Erick sembari menatap ke arah istrinya.


Tetapi Sharma hanya menatap suaminya dengan tatapan tajam. Seolah-olah fikiran putranya dirasuki dengan pikiran negatif.


"Kamu dengar sendiri kan sayang, keinginan Putra kita yang ingin memiliki adik bayi. Kamu tidak kasihan melihat Putra Kita sendirian bermain?"


Shama hanya terdiam, Ia pun langsung meraih putranya ke pelukannya.


"Saya kan sudah ada kak inamorata dan Kayla teman Prasetya bermain!"


"Tidak mom....." Prasetya ingin memiliki dedek bayi seperti kakak innamorata dan kakak Kayla mereka sama-sama memiliki adik. Sedangkan Prasetya tidak." ucap Prasetya dengan suara bocah kecil.


Mendengar apa yang dikatakan putranya Sharma pun menggelengkan kepalanya. Sekilas Ia pun merasa kasihan melihat putranya yang selalu bermain sendiri hanya ditemani dengan baby sister dan juga diri sendiri. apalagi Prasetya sering memperhatikan Kayla dan baby Carlos bermain bersama pasti Prasetya merasa kesepian. gumam Sharma dalam hati.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2