
Merli terus saja memantau gerak-gerik suaminya, Ia sebenarnya kasihan melihat Yudha yang tidak terurus. Bahkan untuk urusan perusahaan memiliki Yudha, Ia limpahkan kepada anak buahnya.
****
Pagi itu salah satu asisten rumah tangganya berniat untuk membangunkan Yudha. Tetapi ketika asisten rumah tangga itu mengetuk pintu kamar Yudha, Yudha tidak menyahut. Berkali-kali Bi Surti mengetuk pintu. Tetapi takkan kunjung ada jawaban membuat Bi Surti sangat khawatir terhadap Tuannya.
Bi Surti pun meminta asisten dari tuan Yudha untuk mendobrak pintu kamar majikanya.
satu kali dua kali didobrak oleh asisten Yudha pintu Belum terbuka. Tetapi tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar Yudha. Hal itu membuat Bi Surti dengan asisten Yudha semakin kuatir terhadap majikannya. Ketiga kali asisten Yudha mendobrak, pintu pun terbuka.
Betapa terkejutnya Bi Surti dan Mario yang melihat Yudha tergeletak di lantai dengan mulut berbuih.Yudha menekan obat terlalu banyak akibat Yudha stres karena tak kunjung menemukan istri dan anaknya. sehingga dia overdosis.
"Tuan.... Tuan... mengapa anda melakukan ini?"tangis Bu Surti sambil mengguncang-guncang tubuh Yudha. Begitu juga dengan Mario. Ia kembali membangunkan kan Yudha dan merasakan denyut nadinya.
"Tuan masih hidup!" Ayo kita bawa ke rumah sakit." kata Mario kepada Surti sambil langsung membopong tubuh Yudha. Setelah Yudha masuk ke dalam mobil, Mario melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah sakit terdekat, berharap Yudha dapat selamat.
"Tuan bertahanlah! ucap Bi Surti di dalam mobil.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 10 menit. mereka tiba di rumah sakit terdekat. Mario langsung membopong tubuh Yudha masuk ke dalam rumah sakit sembari memanggil dokter dan suster agar segera memberikan pertolongan kepada Yudha.
Dokter dan suster itu pun kaget melihat Yudha sang pengusaha kaya raya, mengalami hal yang tragis seperti itu.
"Apa yang terjadi Mengapa Tuan Yudha bisa sampai seperti ini?"tanya salah satu dokter yang bertugas di rumah sakit itu yang tak lain adalah dokter Delon.
"Kami kurang tahu dokter, tetapi kami menemukannya di kamar dengan mulut berbuih. Tetapi Kami menemukan ini."kata Bi Surti sambil memberikan botol obat dan butiran salah satu obat yang mereka temukan di kamar Yudha.
Kemudian dokter Delon langsung memeriksa kondisi Si Yudha. Ketika dokter Delon memeriksa ia menggelengkan kepalanya. pertanda Yudha keadaannya sangat kritis. Dokter Delon dan tim medis lainnya berusaha untuk mengeluarkan racun yang ada di tubuh Yudha. Agar Yudha bisa bertahan hidup.
Setelah racun itu berhasil dikeluarkan dari tubuh Yudha, dokter Delon pun memberikan suntikan obat menetralisir sisa-sisa racun yang ada di tubuh yg Yudha. Selama tiga jam mereka berupaya untuk menyelamatkan nyawanya Tuan Yudha.
"Mengapa ini bisa terjadi apakah Tuan muda mengalami depresi?"
"Kami tidak tahu dokter!" tetapi akhir-akhir ini Tuan Yudha sering saja menangis setelah kepergian istri dan anaknya dari rumah.
"Maksudnya?
"Iya dokter sepertinya Tuan Yudha terpukul ketika mengetahui Nyonya meninggalkan rumah dengan membawa putrinya satu-satunya.
"Selain itu, surat gugatan cerai pun datang ke rumah sekitar satu bulan yang lalu. Tuan Yudha sudah mencari keberadaan Nyonya Merli tetapi tuan Yudha sama sekali tidak menemukannya. Hal itu membuat tuan muda, begitu terpukul." ucap Bi Surti memberitahu apa yang ia ketahui.
Sementara dokter Delon, kenal dekat dengan Merli. Dokter Delon adalah salah satu dokter andalan Merli saat Merli membutuhkan penanganan dokter. Setelah dokter Delon memastikan racun-racun yang ada di tubuh Yudha sudah keluar, dokter Delon pun menitipkan Yudha kepada Bu Surti dan juga Mario.
"Sekarang keadaannya sudah mulai stabil tapi Tolong perhatikan Tuan Yudha dulu." ucap dokter Delon kepada Bi Surti dan Mario.
Dokter Delon meninggalkan Yudha di ruang rawatnya dan kembali ke ruangannya. Di dalam ruangan, Dokter Delon menghubungi Merli untuk sekedar memberi tahu keadaan suaminya.
Tut....
Tut.....
__ADS_1
Tut....
suara ponsel dokter Delon, Iya berharap Merli menjawab teleponnya.
"Hallo ada apa dokter tumben menghubungi saya?"
"Bagaimana kabar Nona Merli apa Nona Merli baik-baik saja?"
"Alhamdulillah dokter keadaan saya baik!"tapi ada gerangan apa dokter menghubungi saya siang-siang begini.?"
"Ada sesuatu hal yang harus kamu ketahui!"
"Apa itu dokter?"
"Apakah kita bisa bertemu?"
"Kapan dokter?"
"sekarang kalau bisa!
"Dimana?"
"Cafe dekat rumah sakit!"
"Iya sudah?"saya otw ke sana!"
setelah mereka sepakat untuk bertemu di salah satu cafe terdekat dari rumah sakit tempat Yudha dirawat, dokter Delon bernapas lega ia berharap Merli mau menemui suaminya di rumah sakit.
"Hai dokter!"
"Eh nona Merli sudah datang!" silakan duduk nona!"
Merli pun langsung duduk di hadapan dokter Delon sembari mendudukan putrinya di kursi di dekatnya.
"Hai manis cantik sekali?"sapa dokter Delon kepada Inamorata putri satu-satunya Merli.
"Hai Om sahut inamorata dengan suara Khas anak kecil.
"Katakan ada apa kamu memintaku menemuimu?"
"Apa kamu ada masalah?"
"Tidak!"
"Aku serius Nona Merli'
"Memangnya ada apa Dokter?" kok tiba-tiba dokter bertanya demikian?'
"Tuan Yudha sekarang berada di rumah sakit dan keadaannya sekarang kritis.
__ADS_1
Dug
Jantung Merli langsung berdetak kencang.
"Dokter Jangan berbohong."
"Saya tidak berbohong Sepertinya dia depresi dan menelan banyak obat sehingga Iya overdosis."
"Ada masalah apa Di Antara Kalian Nona Merli?"
"Saya sudah tidak tahan melihat sifatnya yang selama ini sesuka hati dan beberapa kali mengkhianati cintaku, sehingga aku memutuskan untuk meninggalkan rumah dan bercerai dengannya. Tetapi sepertinya ia tidak terima. Ia berusaha mencariku kemana-mana tetapi aku juga berusaha menutupi identitas aku sesungguhnya.
"Kembalilah Nona merli!" Tuan Yudha sangat mencintai anda dan Putri anda. Aku bisa tahu itu."Pinta dokter Delon kepada Merli agar Merli menemui suaminya yang terbaring lemah di rumah sakit.
"Memangnya dokter Serius kalau Yudha sekarang kritis?"
"Masalah seperti ini tidak bisa berbohong Nona Merli, sehingga saya memanggil anda dan berbicara dengan anda untuk memberitahu keadaan Tuan Yudha yang sebenarnya. kalau saja Bi Surti dan Mario terlambat membawanya makanya kerumah sakit. Mungkin nyawa Tuan Yudha tidak bisa tertolong.
Mendengar pernyataan dari dokter Delon, Merli merasa bersalah Ia pun terisak dan tidak bisa menahan air matanya. Sejujurnya Merli masih sangat mencintai Yudha. Tetapi karena penghianatan yang berulang kali dilakukan Yudha sehingga dia nekat untuk bercerai dengan Yudha.
"Bisakah kamu mengantarkan saya langsung ke sana?"
"Tentu saja Nona Merli.
lalu dokter Delon dan Merli bersama putrinya pun langsung menuju Rumah Sakit berniat untuk melihat keadaan Yudha.
Ketika sudah tiba di rumah sakit Merli melihat suaminya sudah terbaring lemah terpasang alat-alat medis di tubuhnya. Merli menangis histeris ia tidak sanggup melihat kondisi suaminya yang begitu lemah.
"Sayang maafkan aku?"tangis Merli sambil mengecup kening suaminya.
"Maafkan aku sayang?"ucap Merli kembali menangis melihat kondisi suaminya.
Entah mengapa Apa Inamorata pun ikut menangis histeris sepertinya ia mengetahui kondisi Ayahnya. inamorata menggoyang-goyang tubuh Yudha. Tetapi tetap tidak terbangun membuat inamorata semakin menangis
"Daddy.... daddy .... Panggil inamorata dengan suara tangis khas anak kecil. Mendengar suara tangis putrinya, Merli pun semakin menangis histeris membuat Bi Surti dan Mario pun ikut menangis.
Inamorata mencium pipi daddy-nya yang sudah pucat.
"Daddy bangun dong!"
"Daddy gak sayang sama Ina?"
"Kalau Daddy sayang sama Ina bangun dong?"ucap inamorata yang hanya berumur empat tahun itu berbicara kepada Ayahnya Yudha.
bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.🙏🙏🙏🙏🙏
yuk mampir kekarya outhor
__ADS_1
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Jatuh Cinta Karna Kentut, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1747379&\_language\=id&\_app\_id\=2