
Ketika Antonio sudah melihat kedatangan Sharma dan juga Zahra, Antonio langsung keluar membuka pintu untuk sahabat kekasihnya.
"Kalian sudah datang?" ucap Antonio sembari langsung mempersilahkan Zahra dan Sarma masuk ke dalam rumah. Morina yang sudah mendengar kedua sahabatnya datang mengunjungi dirinya. Morina menghampiri Zahra dan Sarma yang sudah duduk di ruang tamu.
"Kalian sudah datang! Terima kasih sudah mau datang menjengukku." ucap Morina kepada kedua sahabatnya. "Ah kamu bisa saja kita kan sahabat tidak perlu kali kamu seperti itu." ujar Sharma kepada Morina agar Morina tidak merasa enak hati karena sudah merepotkan kedua sahabatnya.
Kemudian setelah bercerita panjang lebar bersama kedua sahabatnya, Morina mengajak Zahra dan Sharma ke taman belakang untuk sekedar menikmati pemandangan yang indah dan sejuk di taman belakang dirumah Antonio. Yang mana di taman belakang dipenuhi dengan tanaman bunga , buah dan juga sayuran yang bisa mereka nikmati disana.
Tiba tiba ponsel Antonio berdering, ia melihat nomor yang menghubungi dirinya nomor ponsel milik Briptu Erick. "Ya selamat siang bro ...gimana perkembangan kasusnya? apa sudah ada perkembangan? tanya Antonio
" Santai dong bro.... sudah pasti ada dong sekarang kami sudah mengetahui dalang dibalik penculikan kekasih anda adalah Hermanus pesaing bisnis dari Jose Miller ayah kandung dari kekasihmu bro? sahut Briptu Erick kepada Antonio
"Ya sudah yang penting kasus ini aku percayakan sama kamu, karna aku percaya penuh akan kemampuan sahabatku." hardik Antonio kepada Briptu Erick. "Tapi maaf sebelumnya bro....kami perlu meminta keterangan dari kekasih anda Morina. Apa saya bisa bertemu dengan kekasihmu bro? tanya Briptu Erick kepada Antonio.
"Tentu saja bro! tetapi sepertinya dia masih trauma keluar dari rumah, lebih baik kamu yang datang Kerumah saya."ujar Antonio agar Briptu Erick yang datang menghampiri Morina kekediaman Antonio." Baik lah aku akan segera kesana agar proses penyelidikan kasusnya cepat selesai. ucap Briptu Erick. Briptu Erick langsung mematikan sambungan telepon selulernya.
__ADS_1
Kemudian Briptu Erick langsung pergi menuju kediaman Antonio dengan menggunakan motor miliknya. Sekitar 15 menit kemudian Briptu Erick tiba di kediaman Antonio. Sharma yang mendengar suara motor berisik baru datang ke kediaman Antonio menggerutu. "Suara motor siapa sih itu Mori kok berisik banget?" tanya Sharma kepada Morina. "Aku juga tidak tahu mungkin itu suara motor teman Mas Antonio ucap Morina kepada Sharma.
Tetapi ketika motor itu sudah berhenti dan tidak bersuara, Sharma Zahra dan Morina tetap menikmati keindahan taman belakang tak lupa Sharma selalu memuji memuji keindahan taman yang ada di kediaman Antonio. "Bu.....Ibu rajin banget merawat tanaman ini." ucap Zahra dan Sharma kepada Ibu Dewi yang lagi asik membersihkan daun kering bunga bunga tanaman Ibu Dewi.
Ya yang menanam dan merawat tanaman yang ada di di taman rumah milik Antonio adalah Ibu Dewi ibu kandung Antonio sendiri."Wah sungguh luar biasa ide ibu yang membuat rumah ini menjadi asri dan sejuk." puji Sharma kepada Ibu Dewi. "Terima kasih nak" Tapi saya melakukan ini semua untuk menghabiskan kan waktu saya di hari tua saya ini" ucap Ibu Dewi kepada Sharma dan Zahra.
Sementara di ruang tamu Briptu Erick dan Antonio sedang asyik berbicara mengenai kasus yang menimpa Morina yang diculik beberapa waktu lalu. Antonio memanggil Morina ke taman belakang agar Briptu Erick bisa memintai keterangan kepada Morina untuk melanjutkan penyelidikan kasus penculikan yang dialami Morina.
"Sayang pihak kepolisian sudah datang untuk memintai keterangan dari kamu, yuk kita kita kesana karna Briptu Erick sudah ada di ruang tamu." ucap Antonio kepada Morina agar Morina segera mengikuti dirinya menemui Briptu Erick."Baik Sayang aku akan segera kesana kata Morina sambil langsung menyuci tangannya.
Sedangkan Zahra dan Sharma mengikuti Morina ke ruang tamu untuk sekedar mengetahui perkembangan kasus penculikan yang menimpa sahabat mereka. Tiba di ruang tamu begitu terkejutnya Sharma melihat sosok Briptu Erick disana."loh Kamu ngapain disini ucap Briptu Erick begitu terkejut."Seharusnya saya yang bertanya kepada anda ngapain anda disini?" ucap Sharma tidak kalah terkejutnya dengan bribtu Erick.
Morina yang mendengar perdebatan sahabatnya dengan perwira polisi yang menangani kasus penculikan nya langsung menggelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa sih sar seperti itu sama Briptu Erik kan Briptu Erick kemari untuk menolong saya mengusut kasus penculikan saya di beberapa waktu lalu." ucap Morina kepada Sharma agar Sharma tidak berdebat dengan Briptu Erick.
__ADS_1
Mendengar penuturan dari sahabatnya Sharma pun langsung terdiam. Ia tidak ingin memperpanjang masalah kepada Briptu Erick karena Sharma tidak ingin Erick berhenti menangani kasus yang menimpa sahabatnya oleh karena dirinya sendiri. "kalau tidak karena Morina Sudah gue tabok lu." gumam Sharma dengan nada yang sangat kecil tetapi masih bisa didengar oleh Briptu Erick..
"Dasar manusia jadi-jadian, ada ya wanita bar bar seperti ini." Gumam Briptu Erick dengan nada yang masih kecil tetapi tetap masih bisa terdengar oleh Sharma membuat Sharma semakin kesal kepada Erick yang mengatainya wanita barbar dan wanita jadi-jadian. Tetapi karena permintaan dari sahabatnya sehingga dirinya mengurungkan niatnya melawan Briptu Erick."Seandainya ini bukan di rumah Mas Antonio Sudah gue tabok loh dan kusumpahin menjadi panglatu. gumam Sharma dalam hati.
Tetapi Briptu Erick yang mengetahui kalau Sharma mengumpat dirinya di dalam hati Sharma, langsung membesikkan sesuatu kepada Sharma. " Saya tau kamu mengumpat saya! lihat akan aku buat kamu bertekuk lutut di kaki Ku." ucap Briptu Erick kepada Sharma. "Ogah kalau bisa saya memilih, saya tidak bertemu dengan seorang polisi seperti anda." ucap Sharma kepada Briptu Erick dan langsung meninggalkan begitu saja Briptu Erik dan temannya di ruang tamu. Sharma kembali taman belakang rumah milik Antonio.
Sharma memilih lebih baik ia tidak mengetahui perkembangan kasus penculikan sahabatnya daripada dia harus berdebat kepada Briptu Erick."Ah Lebih baik saya pergi dari sini! nanti kan bisa saya tanya langsung sama Morina Bagaimana perkembangan kasus ngapain Saya harus mendengar polisi songong itu." gumam Sharma dalam hati sambil berjalan menuju taman belakang rumah milik Antonio.
Sementara Briptu Erick pun langsung mewawancarai atau meminta keterangan kepada Morina pasca penculikan itu terjadi. setelah Morina selesai dimintai keterangan oleh Briptu Erick, Briptu Erick pun berpamitan untuk segera kembali ke kantor."Kalau begitu saya pamit pulang dulu ya." ucap Erick kepada Antonio, Morina dan juga Zahra yang masih setia mendengar pertanyaan yang dilontarkan Briptu Erick.
bersambung......
hai hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
dan jangan lupa mampir kekaryaku yang lain ceritanya seru loh di jamin tidak nyesal deh
__ADS_1