
Briptu Erick terus setia menunggu istrinya, Ia tidak henti hentinya berdoa meminta kesembuhan istrinya. Ia sampai lupa mengurus dirinya sendiri.
"Nak!" lebih baik kamu istrihat dulu." ucap ibu meli yang tidak tega melihat menantunya yang sudah acak acakan dan kurang istirahat.
Apalagi semenjak Briptu Erick kembali kejakarta menyelamatkan Sharma dari tangan penjajah di pulau Bintan, Briptu Erick sama sekali tidak istrihat.
"Bagaimana mungkin aku bisa istirahat dengan tenang sementara istriku berjuang melawan rasa sakit yang ia rasakan Bu." ucap Briptu Erick.
" Sudah kamu tidur disamping istri kamu kak, sebentar akan aku geser tempat tidur ini ke dekat tempat tidur Kak Sharma." ucap Andita sambil langsung menggeser tempat tidur yang kosong yang ada diruang rawat inap Sharma.
Briptu Erick membaringkan tubuhnya disamping Sharma, Briptu Erick memeluk dan mengecup kening Sharma,
"Mas akan setia menunggu kamu sayang!" ucap Briptu Erick sambil memeluk Sharma dari samping.
Entah karna faktor kecapean, Briptu Erick pun langsung terlelap mengarungi alam mimpinya.
Sampai ia tidak sadar kalau dirinya terus memeluk istrinya didalam tidurnya.
Tiba tiba jari tangan Sharma bergerak, pertanda Sharma sudah mulai menunjukkan kesadarannya.
Sharma sudah mulai membuka matanya, dan melihat langit langit kamar yang ia tempati dan melihat sekeliling nya. Bu meli yang melihat putrinya sudah terbangun, langsung berlari memeluk putrinya membuat tidur Briptu Erick menjadi terusik.
"Briptu Erick terbangun dan sudah melihat istrinya terbangun diperlukannya.
"Sayang!" kamu sudah bangun?'
"Sayang aku menghawatirkan mu." ucap Briptu Erick sambil Langsung mencium istrinya.begitu juga dengan orang orang yang setia menunggu Sahrma dirumah sakit.
Termasuk Andita, ibu Rohana, pak Sugito dan juga pak fernando. Semua orang orang disana mengucap syukur atas kembalinya Sharma.
"Mas!" apa aku masih hidup?"
"Aku dimana mas?"
"Kamu dirumah sakit sayang!"
"Kamu masih bersama mas, trimakasih sudah bertahan dan berjuang untuk mas." ucap Briptu Erick sambil mengecup punggung tangan Sharma.
"Aku mencintai dan menyayangi mu sayang." maafkan mas, sudah terlambat menyelamatkan kamu."
"Tidak apa apa mas!" Sharma yakin kalau mas mampu menyelamatkan Sharma, walau sejauh apa penjahat itu membawa Sharma, ucap Sharma dengan suara parau
"Maafkan Sharma juga sudah buat kalian kwatir." ucap Sharma.
__ADS_1
"Tidak sayang!" mas yang seharusnya meminta maaf sama kamu." ucap Briptu Erick
Pak Fernando, pak sugito dan anggota keluarga lainnya sangat bersyukur kalau Sharma sudah sadar. Andita langsung memanggil kekasihnya dokter Delon, untuk memberitahu kalau Sharma sudah sadar.
kring....
kring....
kring....
Suara ponsel dokter dalam terdengar jelas di telinganya yang berada di meja kerjanya. dokter Delon yang melihat ponselnya berdering langsung melihat layar ponselnya Siapa yang menghubungi dirinya.
Dokter Delon melihat yang menghubungi dirinya adalah kekasihnya Andita ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.
"Iya hallo sayang!" sapa dokter dalam dari ruang kerjanya.
"Sayang kakak ipar sudah sadar!" coba kamu periksa dulu lebih lanjut." pinta Andita
"Okey sayang sebentar lagi Mas kesana ." sahut Dokter Delon sambil langsung bergegas menuju ruang rawat inap Sharma.
Dokter Delon yang sudah tiba di ruang rawat inap sharma langsung memeriksa kondisi Sharma.
"Alhamdulillah obatnya beraksi dengan baik, jadi sudah tidak apa apa, tinggal pemulihan saja." ucap Dokter Delon membuat Briptu Erick merasa lega
"Hello!" manusia banyak disini!" nanti sayang sayangannya." gerutu Sharma karna kesal melihat tingkah kakaknya yang main nyosor aja dihadapan orangtua dan mertua kakaknya. termasuk didepan dokter Delon kekasih Andita.
"Sudah sudah!" tidak apa apa namanya juga istri nya dan sudah halal." ucap ibu Rohana, yang belum bisa itu ya kamu sama dokter Delon belum halal." ucap ibu Rohana sambil mengebangkan senyumya.
"Ih mama!" kalau tidak gara gara kak Erick juga sudah dari dulu kami halal ma!" gerutu Andita karna .emang benar, karna menunggu Briptu Erick yang tak kunjung menikah sehingga pernikahan Andita dan dokter Delon tertunda.
"Makanya nak Delon, langsung halalin dong." timpal ibu meli
"Iya Bu itu pasti." ucap dokter Delon penuh keyakinan.
"Mas serius?" bisik Andita
"Iya sayang!" setelah kak sharma pulang dari rumah sakit!" jawab dokter Delon kepada Andita sambil mengebangkan senyumya.
"Kakak ipar cepat sembuh dong." ucap Andita kepada Sharma.
"Kakak juga pengennya seperti itu." sahut Sharma sambil berusaha tersenyum di hadapan keluarganya. Padahal Sharma masih menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya.
"Kalau begitu saya pamit dulu, karena masih ada pasien yang akan saya periksa." ucap dokter Delon berpamitan kepada keluarga Andita.
__ADS_1
"Mas masih tugas juga?"
"Iya Sayang, baru dapat informasi pasien ada yang harus segera Mas operasi." ucap dokter Delon kepada Andita.
"Ya sudah trimakasih ya sayang."
"Iya sayang!" ucap Dokter Delon sambil mengecup kening Andita ketika sudah diluar ruangan Sharma.
Ditempat lain Zahra, Charles, Antonio dan Morina yang sudah mendapat informasi dari Chat grup persahabatan mereka. Bahwasanya Sharma sudah sadar, Mereka langsung menuju ke rumah sakit tempat Sharma dirawat.
setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit mereka tiba di rumah sakit. Dan langsung menuju ruang rawat inap Sharma.
"Morina langsung memeluk sahabatnya Sharma Begitu juga dengan Zahra yang tidak mau ketinggalan mereka bertiga pun berpelukan sambil menangis.
"Alhamdulillah Kamu sudah sadar kami sangat mengkhawatirkanmu." ucap Zahra kepada Sharma.
"Iya kami sangat mengkhawatirkanmu ucap Morina sambil kembali memeluk Sharma.
"Terimakasih kalian sudah datang menjengukku. Ini semua berkat doa doa kalian." ucap Sharma sambil mengembangkan senyum semanis mungkin mengingat persahabatan mereka sangat dekat.
"Jujur ketika aku mengetahui kamu diculik, aku sangat kwatir karna aku pernah merasakannya, jadi mulai sekarang kita akan lebih hati hati.ucap Morina
"Tapi yang aku heran, siapa yang ingin berniat jahat sama kamu ya Sar?" padahal selama ini sepetinya tidak ada musuhmu!" tapi kok bisa kamu di culik?" tanya Zahra
"Aku juga tidak tau siapa yang ingin menghabisi ku, dan menginginkan aku hancur " ucap Sharma.
"Aku yakin sepertinya ini ada hubungannya dengan Briptu Erick." tebak Zahra asal, membuat Briptu Erick langsung mendongakkan kepalanya.
"Kok kamu bisa nebak seperti itu Zahra?"
"Iya!" soalnya kan selama ini Briptu Erick yang terus menolong papa Jose miller jika papa Jose mengalami masalah!" jadi aku takut mereka menaruh dendam kepada mas Erick ." ucap Zahra menebak.
"Iya!" sepertinya iya juga ya!" sahut Morina yang ikut curiga kalau yang menculik Sharma ada hubungannya dengan Hermanus, Yona dan juga Yuni.
"Tapi kita tidak bisa main tuduh saja, kalau kita tidak ada bukti. Kita lihat aja penyelidikan polisi nanti." timpal Charles yang mendengar tiga sahabat itu berasumsi.
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like coment dan votenya ya
mampir juga ke karya Morata yang lain ceritanya seru loh
__ADS_1