Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Tangais inamorata.


__ADS_3

Inamorata terus saja menangis sambil menggocang tubuh Yudha. Yang terbaring lemah diatas tempat tidur Beberapa alat medis terpasang ditubuh Yudha. Bi Surti tidak bisa menahan air matanya melihat tangis inamorata gadis cilik berparas cantik itu menangis melihat ayahnya yang tak kunjung bangun dan berbicara dengannya.


"Non yang sabar ya!" mungkin sebentar lagi tuan Yudha akan sadar." ucap Bi surti berniat menenangkan Merli dan juga inamorata. Karna semanjak Merli dan inamorata tiba dirumah sakit, mereka tak henti hentinya menangis.


"Dokter Delon kembali datang memasuki ruangan rawat inap Yudha. Berniat untuk memeriksa kondisi Yudha.


"Dok!" kenapa suamiku belum sadar juga?"


"Sabar ya Nyonya Merli, semuanya butuh proses. Karna tuan Yudha sudah terlalu lama menelan obat itu, sebelum dibawa kerumah sakit. Sehingga organ tubuhnya masih kaku." Ucap dokter Delon.


"Tapi sampai kapan dokter?"


"Kami tidak bisa memastikan nona Merli, lebih baik kita berdoa saja. Agar kondisi Tuan Yudha segera membaik."


"Trimakasih Dokter?"


"Sama sama Nona Merli!" sahut dokter Delon.


Merli terus menatap wajah suaminya yang sudah pucat. Ia merasa bersalah telah meninggalkan suaminya begitu saja.


"Mas Maafkan Aku!" ucap Merli sambil mengelus wajah pucat suaminya.


"Mas bangun dong jangan buat aku kuatir!"


Merli terus berusaha mengajak Yudha berbicara berharap Yudha dapat mendengar dan meresponnya. Tiba-tiba air mata Yudha mengalir begitu saja dari matanya padahal Ia belum sadarkan diri. Itu pertanda kalau Yudha mendengar apa yang dibicarakan istrinya.


Tetapi Yudha tidak mampu menggerakkan tubuh dan membuka matanya.


"Kamu menangis sayang?"


"Bangun Sayang!" Aku Ada disini untukmu!"


"Kamu tidak ingin melihat putri kita?"ucap Merli.Merli tidak bosan-bosan mengajak suaminya berbicara. Ia seolah kehilangan akal untuk menyadarkan suaminya.


Ketika innamorata berjalan, ia tersandung sehingga innamorata terjatuh dan jidatnya mengeluarkan darah segar. Inamorata pun Menangis histeris membuat seisi ruang rawat inap Yudha dipenuhi suara tangis dari innamorata.


"Daddy Hua....Hua ? sakit!" tangis inamorata membuat Merli langsung bangkit dari tempat duduknya meraih tubuh putrinya.


Suara tangis inamorata menggema di telinga Yudha sehingga. Ina tiba-tiba membuka mata dan memanggil putrinya.


"Pu... Putri daddy!"Panggil Yudha dengan suara parau. Hal itu membuat merli sangat terkejut. mendengar suara daddy-nya. inamorata pun terdiam seolah ia tidak merasakan sakit luka yang ada di keningnya.


Bi Surti pun langsung memanggil dokter Delon agar inamorata ditangani.


Dokter Delon pun masuk ke ruangan itu. melihat kondisi Yudha dan juga inamorata.


"Eh anak gadis Kok nangis sayang?"tanya Yudha sambil meraih tubuh 6

__ADS_1


inamorata agar luka yang di kening innamorata segera dibersihkan dan diobati.


Suster membersihkan luka innamorata dan mengoleskan Betadine ke kening innamorata karena kebetulan luka namrata hanyalah luka gores.


Sementara dokter Delon memeriksa kondisi Yudha yang baru sadar.


"Selamat sore Tuan Yudha!"


"apa yang Anda rasakan sekarang?"Tanya Dokter Delon kepada Yuda.


"Alhamdulillah sudah mendingan dokter."sahut Yuda sambil berusaha mengembangkan senyumnya walaupun ia masih merasakan sakit tetapi Yuda tidak ingin membuat istrinya Merli khawatir.


"Sayang kamu menjengukku?"tanya Yudha kepada Merli.


"Iya Mas!" Mas kok bisa sampai seperti ini?"


Yuda tidak menjawab iya hanya menatap mereka dengan tatapan sendu. Yudha takut kalau Marley masih tetap meminta bercerai dengannya.


"Sayang apa keputusanmu tidak bisa dirubah lagi?"


"Apa sudah tidak ada rasa cintamu kepadaku?"tanya Yudha Dengan suara parau berharap Merli merubah keputusannya.


Merli'l tidak langsung menjawab wap ia menatap suaminya dengan tatapan mendalam.


"Sayang Maafkan aku atas kesalahanku selama ini aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi."ucap Yudha sambil meneteskan air matanya.


"sudah Mas lebih baik Mas pikirkan kesehatan dulu tidak usah dipikirkan yang lain itu nanti kita bahas."ucap Merli agar Yudha tidak terlalu memikirkan perihal perceraian mereka.


"Sudah tidak perlu dipikirkan, yang penting Mas sembuh."ucap Merli sambil bangkit dari tempat duduknya dan mengecup kening suaminya.


****


sementara di tempat lain Sharma terlihat lemas karena ia sudah memuntahkan isi perutnya.


"sayang kamu kenapa?"tanya Briptu Erik sambil meraih tubuh Sarma ke pelukannya.


"tidak tahu Mas tiba-tiba Sharma merasa mual dan pusing.


"kita ke dokter ya sayang?"


"tidak usah Mas Mungkin sebentar lagi sembuh kok!"


"sudah ayo kita ke dokter mas tidak mau kamu kenapa-kenapa!"


"Akhirnya Sharma pun setuju pergi ke dokter untuk memeriksa kondisi kesehatannya apalagi ia sedang hamil.


Sekitar 15 menit kemudian mereka tiba di rumah sakit. Dokter yang bertugas di sana pun langsung memeriksa Sharma. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti mereka. tiba-tiba anak buah Merli datang menghampiri Briptu Erick dan juga Sharma yang berada di ruang pemeriksaan.

__ADS_1


Iya berpura-pura sebagai suster yang bekerja di Rumah Sakit itu.


"Selamat sore nyonya? sapa anak buah Merli yang berpakaian sebagai suster.


"Selamat siang suster!"


kemudian Sharma dan Briptu Erick pun memberitahu apa yang menjadi keluhan Sharma. Suster gadungan itu berpura-pura memberikan tubuh Sharma di atas tempat tidur yang berada di ruang pemeriksaan.


"Silahkan berbaring dulu Ibu Sharma!"sebentar lagi dokter akan datang karena dokter masih memeriksa pasien lain."ucap Suster itu kepada Sharma. Iya pun pura-pura membelai rambut Sharma. Tanpa Sharma sadari sehelai rambut Sharma sudah diambil suster gadungan itu.


setelah Suster itu berhasil mengambil sampel rambut milik Sharma Suster itu berpamitan kepada Briptu Erik dan juga Sharma. ketika suster Itu sudah berlalu dokter pemasuk.


"langsung memeriksa keadaan Sharma. Sharma pun tidak mempertanyakan perihal suster gadungan itu karena ia sama sekali tidak menaruh curiga.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter tanya Briptu Erick kepada ada dokter kandungan itu


"Istri anda baik-baik saja itu biasa dialami ibu yang lagi hamil muda."ucap dokter kepada Briptu Erik.


"Tapi tolong jaga mood istri anda jangan sampai stress karena itu bisa mengakibatkan fatal terhadap ibu hamil.


"Terima kasih Dokter, apakah tidak ada obat untuk mengurangi rasa mual istri saya?"


"ada Pak Tapi tolong rutin diminum dan jangan lupa minum susu dan vitamin ucap dokter itu kepada Erik dan juga sama.


Setelah selesai diperiksa dan memberikan resep kepada Sharma dan Erick dokter. l itu pun berlalu dan kembali memeriksa pasien . sementara Erick dan juga sama sudah pulang terlebih dahulu. mereka belum menyadari sama sekali kalau mereka ada yang mengikuti.


****


Ponsel milik Merli berdering ia langsung melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah anak buahnya.


"Siapa sayang?"


"Asisten rumah tangga sebentar ya Mas aku." angkat dulu!"


"Oh ya sudah angkat saja ucap Yudha sambil mengembangkan senyumnya.


"Iya ada berita apa?"


"Nona kami berhasil mendapat sampel rambut milik Nona Sharma,


"Bagus kalau begitu segera antar ke rumah sakit, Saya lagi ada di rumah sakit X."ucap Merli kepada anak buahnya berharap dugaannya selama ini ini benar.


Bersambung....


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


mampir kekarya outhor yang lain juga ya

__ADS_1


ceritanya seruloh


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, My Bos Cool Husband, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1624264&\_language\=id&\_app\_id\=2


__ADS_2