Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
BUCIN


__ADS_3

Sharma dan Briptu Erick langsung menuju ruangan rawat inap Merli yang begitu mengkhawatirkan kondisi kakaknya. Apalagi setelah ia mengetahui kalau merli dalam keadaan hamil muda. Hal itu membuat Sharma semakin mengkhawatirkan kakaknya. sementara Yudha semakin gelisah karena istrinya tak kunjung sadar.


Ia pun kembali bertanya kepada dokter Mengapa istrinya tidak sadarkan diri. Padahal sudah beberapa jam berada di rumah sakit. "Bagaimana ini dokter Mengapa istri saya belum sadar juga?" tanya Yudha kepada dokter yang menangani Merli. Kemudian dokter cantik itu pun mengembangkan senyumnya.


" Sabar Pak!" sebentar lagi Ibu Merli akan sadar, Bapak Tenang saja mungkin ini pengaruh obat yang sudah kami suntikan sehingga dia masih tertidur.


Inamorata merasa bersalah karena dirinya memaksakan kehendaknya, meminta Merli menemaninya bermain. Padahal kondisi Merli pada saat itu kurang sehat.Hal itu yang membuat inamorata terus menangis. Gadis kecil itu Terus merengek memanggil nama Merli.


Yudha merasa tidak tega melihat putrinya terus menangis. Ia pun memeluk inamorata sambil mengelus punggung putrinya. Sharma langsung menghampiri Yudha dan Merli ia melihat Merli sedang berbaring lemah di atas tempat tidur. Dengan terpasang di punggung tangannya jarum infus. Kemudian Sharma pun bertanya kepada Yudha.


"Apa yang terjadi sehingga Kak Merli sampai seperti ini?" tanya sharma kepada Yudha. "Kakak juga tidak tahu, tadi kakak berada di kantor. Tapi tiba-tiba Bi Surti menghubungi Kakak, kalau Merli jatuh pingsan di dekat kamar mandi. Sehingga mereka Langsung melarikan Merli ke rumah sakit. Kakak saja baru tiba belum beberapa menit yang lalu." ucap Yudha kepada Sharma dan juga Erick.


Sharma yang melihat inamorata terus menangis merasa kasihan.


"loh anak gadis Tante yang cantik kok menangis?" tanya Sharma kepada inamorata.


"Inamorata salah, tadi inamorata cengeng meminta Mami untuk menemani inamorata bermain. Sehingga Mami jatuh pingsan." ucap inamorata sembari menangis histeris.


Tidak sayang kamu tidak salah Kok sebentar lagi mami pasti akan bangun." ucap Sharma berusaha menenangkan inamorata.


Tiba-tiba Merli membuka matanya. Merli langsung mencari keberadaan Putri semata wayangnya.


"Mana putriku mas? tanya Merli kepada Yudha yang baru membuka matanya. Kamu sudah sadar sayang?


"Mas mana putriku?"inamorata yang melihat Merli yg sudah sadarkan diri langsung berlari menghampiri dan memeluk Merli.


"Maafkan Inamorata Mom!" lain kali Ina tidak cengeng lagi, Ina tidak akan memaksa Mami bermain dengan Ina."ucap Inamorata sembari memeluk Merli. Merli pun membalas pelukan putrinya. Ia pun mengelus rambut panjang inamorata sembari menghapus air mata putrinya.


"Putri mami Kenapa menangis?


"Mami tadi jatuh pingsan Ina kira Mami tidak bangun-bangun lagi."ucap Inamorata kepada Merli.


"Sudah sayang!" mami Tidak kenapa-kenapa kok."


"Beneran Mami tidak kenapa-kenapa?


"Iya sayang!" ucap Merli sembari kembali melihat putrinya.


Melihat interaksi antara Inamorata dan juga Merli Sharma dan Briptu Erick pun mengembangkan Senyumnya. Begitu juga dengan Yudha. Yudha begitu bahagia melihat gadis kecilnya, sudah berpikir dewasa Ia tidak menyangka kalau inamorata benar-benar menyayangi Merli.

__ADS_1


Setelah memastikan kalau Merli sudah baik baik saja, Sharma dan Briptu Erick berpamitan untuk pulang. Mereka tidak ingin terlalu lama meninggalkan baby Prasetya dan pak Fernando.


****


Sementara di tempat lain, Charles di tugas kan oleh tuan Jose Miller untuk menangani proyek yang terbengkalai di Surabaya. kemudian, Charles berincana untuk menyelesaikan misinya untuk menyelesaikan masalah proyek yang berjalan di Surabaya.


"Sayang.....pagi ini juga, mas harus berangkat ke Surabaya. Untuk menangani kasus pembangunan yang terbengkalai disana, jadi mas minta lebih baik kamu mas antar kerumah mami Selena, Karana mas tidak ingin meninggalkan mu sendirian disini sayang " kata Charles kepada istrinya.


Sejujurnya Charles berat meninggalkan Zahra. Tetapi karna tugas dan tanggung jawabnya sebagai asisten dan kepercayaan tuan Jose Miller, mau tidak mau Charles harus menjalankan tanggung jawabnya.


"Kalau itu menurut mas lebih baik, Zahra ikut saja mas." Sahut Zahra sambil mengebangkan senyumnya kepada suaminya.


Akhirnya Charles dan Zahra pergi kekediaman tuan Jose miller. Setelah tiba disana, Zahra dan Charles tidak melihat sosok nyonya Selena dan tuan Jose miller disana. Charles menghubungi tuan Jose miller dengan menggunakan telepon selulernya.


setelah sambungan teleponnya tersambung, Charles bertanya keberadaan nyonya selena dan juga tuan Jose miller.


"Maaf Pi.....papi sama mami dimana?" tanya Charles kepada tuan Jose Miller.


"Oh papi sama mami lagi dirumah Antonio, memangnya ada apa nak?" tanya tuan Jose miller kepada Charles.


"Begini Pi..... Charles sekarang juga akan berangkat ke Surabaya untuk menangani proyek kita yang terbengkalai disana, Tetapi Charles tidak ingin meninggalkan Zahra sendirian dirumah, apalagi Zahra sekarang tinggal hanya sama baby Riyanti, Charles takut terjadi sesuatu sama Zahra dan Riyanti Pi.... apalagi setelah banyak masalah yang sudah kita lalui, Charles kwatir meninggalkan mereka Pi....." kata Charles kepada tuan Jose Miller.


"Oh kalau masalah Zahra dan baby Riyanti kamu bisa hantarkan saja langsung kemari, kan enak rame rame disini." Kata tuan Jose miller meminta agar Charles Menghantarkan Zahra kekediaman Antonio.


Ketika Charles, Baby Riyanti dan Zahra tiba dikediaman Antonio. Kayla langsung berlari menghampiri Zahra."Tante......." panggil Kayla sambil langsung memeluk Zahra yang sudah berjongkok menanti pelukan dari sang ponakan .


"Tante.....Kayla kangen banget sama tente dan Dede bayi." Kata Kayla sembari kembali memeluk Zahra.


"Tante juga kangen sama kamu sayang." sahut Zahra.


Kemudian, Charles berpamitan berangkat ke Surabaya.


"Sayang....mas berangkat ya, jaga diri dan anak kita. Jangan sampai terlambat makan." kata Charles sambil mengecup kening zahra.


"Ia mas....." mas juga hati dijalan ya." ucap Zahra sembari memberi salam kepada Suaminya. Charles berlalu meninggalkan kediaman Antonio menuju bandara, untuk melanjutkan perjalanannya ke Surabaya.


****


Di lain tempat, Charles baru tiba di Surabaya langsung menuju kantor cabang Miller group yang ada di kota Surabaya guna mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di kantor itu. Ia tidak ingin masalah pembangunan proyek yang lagi berjalan di Surabaya terbengkalai.

__ADS_1


Setelah mencari tahu dalang dibalik semua membuat proyek tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan, Charles menemukan siapa dalang dibalik semua masalah yang terjadi. dengan bantuan Deni dan juga rekan Deni yang sebelumnya ditugaskan oleh Charles mencari tahu pokok permasalahannya.


Charles dan Deni langsung melaporkan tersangka kekantor polisi. Charles juga meminta kepada pihak kepada agar kepolisian bertindak menyita aset anak buah Hermanus yang sengaja dikirim Hermanus untuk menghancurkan perusahaan tuan Jose miller. ya yang melakukan itu semua adalah anak buah Hermanus yang selama ini sudah bekerja di perusahaan tuan Jose Miller.


Charles tidak mengetahui kalau Hisar salah satu anak buah Hermanus. Karna selama ini Hisar selalu menunjukkan sikap yang baik dan ramah kepada setiap orang. Sehingga Charles tidak menduga kalau yang melakukan itu semua adalah Hisar salah satu anak buah Hermanus. Hal itu membuat Charles tidak memberi ampun kepada Hisar dan langsung meminta pihak kepolisian untuk menghukum Hisar seberat-beratnya.


Charles berada di Surabaya selama dua hari membuat dirinya merindukan sosok istrinya yang sangat ia cintai.


"Maafkan mas sayang harus ninggalin kamu padahal kamu pasti membutuhkan mas." gumam Charles sambil memandang photo istrinya yang berada dilayar ponselnya. Charles pulang ke Jakarta dengan mengunakan pesawat penerbangan terakhir.


Karna Charles sudah sangat merindukan Zahra dan putrinya baby Riyanti yang sudah mencuri perhatiannya selama ini


"Sayang.....mas pulang kamu pasti merindukanku juga kan" Charles bergumam seolah dirinya berbicara dengan Zahra.


Sementara dikediaman Antonio, Zahra tampak gelisah menunggu kepulangan suaminya. "Aduh Mas Charles kemana sih kok sudah jam segini belum pulang." gumam Zahra dalam hati sambil melihat jam yang melingkar ditangannya.


Zahra mondar mandir di ruang tengah membuat Morina tertawa cekikikan.


"Cie cie cie yang menunggu kepulangan sang pujaan hati." kata Morina berniat menjahili sahabatnya.


"Ih kamu ini!" kamu tidak tau apa kalau menunggu itu pekerjaan yang membosankan." gerutu Zahra.


" Cie.. il leh bilang saja kamu kangen sama ka Charles kan? pura pura bilang menunggu pekerjaan yang membosankan." kata Morina sambil nyengir membuat Zahra semakin kesal karna Morina sedang menjahili dirinya.


"Morina jangan mulai deh.....aku sudah kangen bangat tau sama suamiku." ucap Zahra berterus terang.


"Nah gitu dong....jujur." kata Morina sambil tertawa dan langsung memeluk Antonio yang beru keluar dari kamar.


Tiba tiba Charles masuk, mereka tidak menyadari kehadiran Charles disana. Morina tetap menjahili Zahra membuat Zahra semakin kesal melihat kemesraan yang ditunjukkan Morina didepan Zahra.


"Lihat ya, nanti kalau mas Charles ku sudah datang, akan ku tunjukkan kemesraan kami sama kalian be.....e " kata Zahra sambil menjulurkan lidahnya.


"Benaran sayang....."kata Charles membuat Zahra langsung terkejut dengan kehadiran suaminya disana. Zahra langsung memeluk suaminya didepan Morina dan Antonio tanpa rasa malu.


"Mas aku merindukanmu." kata Zahra berterus terang.


" Mas juga merindukanmu sayang....." sahut Charles sambil mengecup kening Zahra.


"Gimana ya kalau Sharma dan Erick juga disini? siapa yang paling Bucin?" ucap Morina kepada Zahra yang sedari tadi ngelendot di pangkuan Charles. Beruntung baby Riyanti sudah tidur." membuat Zahra dapat bermanja manja, kepada Charles.

__ADS_1


Bersambung...........


yuk dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓 yuk jangan lupa kepoin juga cerita baru outhor Yach


__ADS_2