Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
CURIGA


__ADS_3

Malam harinya Sharma terbangun karena perutnya sudah mulai keroncongan. Ia melihat sosok suaminya sudah tidak ada di sampingnya.


"Dimana mas Erick kok sudah tidak di sini?"tanya Sharma di dalam hati yang Sharma ingat kalau mereka sedang memadu kasih di atas ranjang dan Langsung tertidur.


Sharma beranjak dari tempat tidur berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, Ia pun berniat mencari suaminya. Tetapi ketika dirinya keluar dari kamar mandi, iya sudah melihat suaminya masuk ke dalam kamar dengan membawakan makan malam buat Sharma.


"Mas maaf Sharma jadi ketiduran perut Sharma sudah keroncongan nih." ucap Sharma kepada Briptu Erick.


"Iya Sayang lagian ini bukan salah kamu kok ini salah Mas sudah menggempur mu habis-habisan." ucap Briptu Erick sambil mengembangkan senyumnya.


"Oh iya kamu tidak perlu Turun ke bawah ini sayang, makanannya sudah Mas bawa."


"Bagaimana Putra kita Mas Apa dia sudah tidur?"


"Sudah sayang kamu tidak perlu khawatir Baby sister merawatnya dengan baik.


"Syukurlah kalau begitu aku sangat mengkawatirkan Putra kita mencariku." ucap Sharma kepada Erick sambil langsung menghampiri Briptu Erick yang duduk di sofa.


"Ya sudah sayang kamu sekarang makan gih kasihan cacing di perut kamu sudah pada demo." ucap Erick sambil terkekeh.


"Ini semua kan karena ulah Mas!"Gerutu Sharma kepada Briptu Erick.


Sharma pun langsung menghabiskan makanan yang sudah disediakan berikut Erick kepadanya.


" Enak."ucap Sharma kepada Erick. Ini siapa yang masak mas Bibi kan biasanya sudah tidur jam sekarang ?"


"Mas yang masak sayang syukurlah kamu menyukainya, padahal Mas tadi khawatir Kalau kamu tidak menyukainya karena mas tidak pintar memasak.


"Wah enak kok mas beruntung sekali Sharma memiliki suami yang pintar masak." ucap Sharma sambil langsung duduk di pangkuan Erick hingga Erick langsung melahap bibir manis Sharma.


****


Keesokan paginya ketika Briptu Erick terbangun dari tidurnya, Ia pun mendengar ponsel Sharma berdering beberapa kali. Tetapi ia tidak tega membangunkan istrinya. Briptu Erick melihat di layar ponsel Sharma yang menghubungi istrinya tidak ada nama yang menghubungi istrinya di kontak.


Itu berarti kalau nomor ponsel itu tidak diketahui oleh Sharma. Ketika Erick berniat untuk mengangkat ponsel Sharma, tiba-tiba deringan itu langsung mati. Ia pun melihat beberapa chat yang sudah masuk kedalam ponsel Sharma. Mata Erick menangkup salah satu chat yang ada di ponsel Sharma ada chat dari nomor yang menghubunginya Tadi. Ia pun langsung membacanya.


"Hai Sharma Bagaimana kabarmu apakah kamu baik-baik saja?


"Maaf ya aku terpaksa mencari tahu sendiri nomor ponsel kamu dari teman satu kelas mu karena kamu tidak pernah memberikan nomor kontak kamu kepadaku.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu Sharma!


"Aku ingin kita ketemu besok pagi di kampus.


"Kamu datang ya aku tunggu di kampus.


Pesan itulah yang masuk kedalam ponsel milik Sharma membuat Briptu Erick semakin penasaran siapa sosok yang merindukan istrinya dan juga yang ingin sekali bertemu dengan istrinya. Briptu Erick semakin curiga kalau yang mengirimkan pesan itu adalah seorang laki-laki yang mengagumi istrinya.


"Ini tidak bisa kubiarkan, tidak akan pernah siapapun yang ingin merebut istriku dariku walaupun umurku yang sudah jauh lebih tua darinya. Sekilas Erick sangat khawatir kalau Sharma akan berpaling darinya. jika Sharma menemukan sosok yang lebih muda kaya atau seumuran dengannya.


"Sayang Jangan pernah kamu meninggalkan ku aku sangat mencintaimu." ucap Erick sambil mengelus wajah cantik istrinya membuat tidur seorang ibu muda itu pun terusik.


"Mas.... Mas sudah bangun ya?" maaf ya aku telat bangun." ucap Sharma kepada Briptu Erick sambil langsung memeluk suaminya.


"Tidak apa-apa Sayang!"


"Mas sudah lama bangun?


"Tidak baru saja!" mas saja belum membersihkan diri, makanya Mas masih bau.


"Ah tidak, masih wangi kok!" ucap Sharma sembari terus memeluk suaminya. Sharma benar-benar manja kepada Erick. Tetapi Briptu Erick sangat menyukai sikap manja Sharma terhadapnya.


"Iya Mas aku ke kampus masuk jam 9.


"Ya sudah sebentar lagi kamu siap-siap gih biar mas yang ngantar!"


"Memangnya Mas sudah bisa?


"Sudah dong menggempur kamu saja satu malam sudah bisa apalagi hanya menyetir mobil." ucap Briptu Erick sambil nyengir.


Kalau begitu gendong!"


ucap Sharma minta suaminya menggendong dirinya masuk ke dalam kamar mandi. Tanpa pikir panjang Erick pun langsung melakukan permintaan istrinya. Briptu Erick menggendong istrinya Sharma masuk ke dalam kamar mandi.


"Kita mandi bareng ya sayang!"


"Iya mas!" tidak apa-apa bantuin Sharma juga ya bang gosok badan Ya mas!"


"Iya tidak apa-apa jangankan menggosok, semua setiap inci dari tubuh kamu candu bagi mas, makanya mas tidak akan rela jika seseorang ingin berusaha merebut kamu dari Mas.

__ADS_1


"Mas apa-apaan sih kok ngomong seperti itu? memangnya siapa yang ingin merebut Sharma dari mas?"


"Siapa tahu ada yang ingin merebut kamu dari Mas kan kita tidak tau!"


"Tak akan ada pria lain dihati Sharma selain Mas, Jangan pernah mas berkata begitu Sharma tidak suka cinta dan kasih sayang Sharma sudah mentok kepada mas."


"Jadi jika ada seseorang yang lebih muda dan lebih tampan dari Mas Kamu mau tidak meninggalkan Mas?


"Pertanyaan macam Apa itu?kan sudah Sharma bilang tadi, Kalau dihati Sharma tidak akan pernah siapapun yang masuk ke hati Sharma selain Mas Dan Putra kita."ucap Sharma kepada Briptu.


"Terima kasih sayang kamu sudah mencintai Mas aku percaya sama kamu!"


kata Briptu Erick sambil langsung mengguyur tubuhnya dengan air shower yang ada di kamar mandi.


"Sini biar mas digosok tubuh kamu sayang, ucap briptu Erick kepada Sharma sembari langsung meraih tubuh Sharma agar dirinya memandikan Sharma. Sesekali Erick menyenggol gunung kembar Sharma.


Hal itu membuat Sharma sedikit geli.


"Mas ini sudah pagi loh sebentar lagi mau masuk kampus Nanti terlambat Kalau Mas masih bertingkah seperti ini. Mas tidak bosan apa tadi malam sudah berapa kali menggempur Sharma.


"Mas tidak akan pernah bosan menggempur mu sayang .Karena setiap melihat kamu ingin sekali langsung melahap mu apalagi dalam situasi seperti ini ucap Erick sambil langsung meremas gunung kembar milik Sharma. dan permainan panas itu pun terjadi di kamar mandi.


"Terima kasih sayang." ucap Briptu Erick setelah selesai menggempur Sharma di kamar mandi.


"Awas kamu ya Mas, kalau Sharma sampai telat masuk kampus!"


"Kamu tenang saja masih ada 30 menit kok.


"Kalau Sharma sampai terlambat Mas yang Sharma salahin.


Briptu Erick hanya terkekeh dan langsung menggendong tubuh polos istrinya keluar dari kamar mandi dan memberikan handuk kepada Sharma untuk mengeringkan tubuh mulus istrinya.


bersambung........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


yuk mampir kekarya ku yang baru dijamin seru deh.


__ADS_1


__ADS_2