
Yudha sangat bahagia dengan kelahiran putranya. Apalagi dengan Merli yang merasa dirinya Amat bahagia ketika Putra mereka sudah lahir.
"Mas Merli sangat bahagia ternyata Merli mampu melahirkan Putra kita dengan normal. Merli merasa sangat sudah lengkap karena kita sudah memiliki putra putri yang cantik dan juga tampan ucap Merli kepada Yudha.
"Iya sayang!" Mas juga sangat bahagia kamu wanita yang luar biasa kamu permata Hati Mas." ucap Yudha sambil langsung mengecup kening Merli. Setelah semuanya sudah dibersihkan oleh tim medis Merli pun dipindahkan ke ruang rawat inap. Sedangkan Bayi Mereka dipindahkan ke ruangan bayi agar tempatnya lebih steril. Mengingat tubuh bayi sangat sensitif.
Inamorata dan Bi Surti sudah gelisah menunggu di luar. Karena Yudha belum juga keluar dari ruang bersalin.
"Papi sama mami mana sih Bi?"tadi kan kita sudah dengar suara tangis dedek bayi? tanya Inamorata kepada Bi Surti.
"Non tenang saja!" Mungkin sebentar lagi nyonya dan Tuan akan keluar ruangan dan di pindahkan ke ruang yang rawat inap." ucap Bi surti menenangkan Inamorata.
Inamorata menganggukkan kepalanya. Tetapi ia pun sudah tidak sabar ingin melihat adik bayi yang sudah lahir dari rahim Merli. Tim Dokter sudah memindahkan kembali dari ruang bersalin menuju ruang rawat inap. Ketika Inamorata sudah melihat Merli Didorong di atas tempat tidur yang disediakan oleh pihak rumah sakit langsung menghampiri Merli.
"Mami.......!"Panggil Inamorata sambil langsung memeluk Merli. Hal itu membuat suster yang mendorong tempat tidur Merli berhenti.
lalu Suster itu pun kembali mendorong agar Merli segera dipindahkan ke ruang rawat inap yang sudah dipesan Yudha sebelumnya.
Setelah berada di ruang rawat inap Inamorata Langsung kembali memeluk Merli.
"Mami....." apa Mami baik-baik saja?" ucap Inamorata dengan khas suara bocah kecil.
"Mami baik-baik saja sayang!" kamu tidak perlu khawatir."ucap Merli
"Bagaimana dengan adik bayinya mami?
"Adik bayinya juga baik-baik sayang!" sekarang suster sedang memberikan Adik bayi minum susu dan berada di ruangan bayi." ucap Merli dan Yudha kepada putrinya.
"Tetapi Mengapa dedek bayi tidak langsung dibawa kemari Mami? Inamorata kan Mau gendong dedek bayi."
"Untuk sekarang belum bisa sayang?
"Kok belum bisa?
"Dedek bayinya belum bisa inamorata gendong. Karena Dedek bayinya masih butuh ASI mami.
"ASI? Apa itu mami?
"ASI itu makanan dan minuman buat dedek bayi yang masih baru lahir sampai berumur kurang lebih 2 tahun." sahut Yudha yang mulai pusing dengan pertanyaan pertanyaan putrinya.
"Apa inamorata juga minumnya saat inamorata kecil?
__ADS_1
"Iya dong Sayang!" kalau tidak inamorata tidak akan besar seperti sekarang." ucap Yuda sambil mengelus rambut putrinya.
"Apa yang dikatakan Papi benar ya mami?
"Iya sayang!" setiap manusia yang lahir ke dunia ini seharusnya harus meminum ASI dari ibu kandungnya sendiri.
Tetapi kalau ibu kandungnya tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya, maka di bantulah dengan susu formula seperti yang inamorata minum setiap hari." ucap Yudha sambil mengembangkan senyumnya kepada putrinya. Ia sangat gemas melihat putrinya yang sedari tadi bertanya banyak mengenai ASI dan juga asupan gizi buat bayi yang baru lahir.
Inamorata sangat bijak dan pintar membuat Merli dan Yudha sangat gemas terhadapnya inamorata. Putri yang sangat pintar, dan juga baik dan menurut kepada kedua orang tuanya. walaupun inamorata lebih sering diasuh oleh asisten rumah tangga dan juga Baby sister
Tetapi inamorata juga tidak luput dari pengawasan Merli membuat kehidupan inamorata terlihat tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. walaupun dulu saat Inamorata masih bayi Yudha memiliki masa lalu yang sangat kelam. Tetapi Merli tetap bertahan demi putrinya.
Seiring berjalannya waktu, Yudha pun berubah dan kehidupan rumah tangga Merli dan Yudha menjadi harmonis. Setelah kepergian Veronica dari kehidupan Yudha dan juga Merli. Apalagi ketika mereka sudah menemukan adik kandungnya yaitu Sharma yang selama ini sudah lama Merli cari.
Tiba-tiba Yudha teringat kepada Sharma dan berniat untuk mengabari Sharma kalau Putra mereka sudah lahir.
Yudha meraih ponselnya yang ada di saku celananya ia langsung melihat nomor ponsel milik Sharma yang terdaftar di sana.
Setelah Yudha menemukan nomor ponsel milik Sharma Ia pun langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya elang tour tersambung kepada Sharma.
kring
kring
kring
Sharma melihat di layar ponselnya yang memanggil dirinya adalah Yudha. Sharma begitu terkejut.
"Ada apa Kak Yudha menghubungi aku? tanya Sharma
"Sudah Sayang!" lebih baik langsung diangkat saja Siapa tahu penting." ucap Bu surti kepada Sharma. Kemudian Sharma pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Yudha.
"Halo assalamualaikum Kak!"
"waalaikumsalam? sahut Yudha di dalam sambungan telepon selulernya
"iya Kak Ada apa?
"Kalian apa kabar?"Apa kalian baik-baik saja??
"Alhamdulillah kami baik kak!"Bagaimana dengan kabar kakak dan juga dengan keponakan ku?
__ADS_1
"Alhamdulillah kabar kami baik semua. Dan sekarang adiknya Inamorata sudah lahir dan sekarang yang berada di rumah sakit. Setelah paskah melahirkan sekitar 2 jam yang lalu." ucap Yudha kepada Sharma.
"Serius Kak?
"Berarti keponakanku sudah bertambah dong!"
"Iya dan yang ini keponakanmu laki-laki l." ucap Yudha kegirangan."
"Alhamdulillah syukur kalau begitu!"
"Selamat ya Kak!"ucap Sharma kepada Yudha.
"Iya terima kasih!" doakan saja semuanya sehat-sehat dan begitu juga dengan kamu semoga adiknya Prasetya langsung menyusul ." ucap Yudha sambil terkekeh.
Setelah selesai memberitahu kelahiran putranya, kepada Sharma Yudha pun memutuskan sambungan telepon selulernya dan kembali menghampiri istrinya.
Sementara Sharm yang mendengar kabar kelahiran dari keponakannya. Begitu bahagia. Ia pun langsung memberitahukan berkelahiran keponakannya kepada Briptu Erick dan juga faktor Nando.
"Ada apa Sayang Kok kamu sepertinya bahagia sekali?
"Iya Mas!" Kak Merli sudah lahiran dan anaknya laki-laki."
"Serius kamu sayang?"
"Iya mas karena yang menghubungi Merli barusan adalah Kak Yudha dan memberitahu kalau Kak Merli sudah melahirkan 2 jam yang lalu.
"Syukurlah kalau begitu!" Mas juga bahagia mendengarnya."ucap Briptu Erick kepada Sharma.
"Ya sudah kalau begitu kalian Langsung berangkat gih ke rumah sakit, untuk melihat keponakan kalian." ujar Pak Fernando kepada Sharma dan Briptu Erick.
"Iya pi......" sebentar lagi kami akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keponakanku." ucap Sharma kegirangan sementara Prasetya yang baru terbangun dari tidurnya langsung menangis. Ketika mendengar Sharma dan Erick akan pergi ke suatu tempat.
"Mami...... Mami ikut!"tangis Prasetya sembari mengucek matanya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir yuk ke karya Morata yang baru
__ADS_1