
pak sugito berniat untuk membangunkan Bu Rohana. Tetapi sebelum tuan pak sugito membangunkan ibu Rohana, Ibu Rohana sudah terlebih dahulu terbangun dari tidurnya. Karna mendengar suara pak sugito berbicara dengan seseorang di dalam telepon selulernya.
"Mami sudah bangun?" tanya pak Sugito kepada Bu Rohana.
" Ia Pi.....siapa yang nelepon papi malam malam begini?" tanya pak sugito kepada tuan Jose milier.
"Ini mi....menantu kita Sharma yang menghubungi papi, katanya cucu kita dari sore rewel dan tak bisa tidur. Terang pak Sugito kepada istrinya.
"Mungkin cucu kita kangen sama opa dan omanya Pi.....kan tadi papi ngajak mami ingin pergi kesana?eh malah ngak jadi karna ulah papi." ucap Bu Rohana menyalahkan suaminya. Mendengar ocehan bu Rohana pak sugito hanya nyengir. Ia menghampiri Bu Rohana "Habis mami begitu menggemaskan." kata pak sugito sembari langsung mengecup kening Bu Rohana.
"Yuk siap siap sayang ....sekarang juga kita lihat cucu kita, siapa tau cucu kita rewel karna rindu sama Oma dan opa ya." Kata pak Sugito .
"Loh tapi ini sudah malam Pi....." sahut bu Rohana
"Tidak apa apa mi..... demi cucu kita Sayang." kata pak sugito sambil mengebangkan senyumnya.
Pak Sugito langsung segera mempersiapkan mobil, agar mereka pergi ke rumah Briptu Erick Beberapa menit kemudian, pak Sugito dan bu Rohana berlalu. pak sugito, melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju kediaman Briptu Erick.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit. Mereka tiba dikediaman Briptu Erick mendengarkan suara seruan mobil milik pak Sugito , scurity yang bertugas dikediaman Briptu Erick . langsung membuka gerbang lebar lebar agar mobil milik pak sugito dapat masuk dengan leluasa.
" Selamat malam pak." Sapa pak lele
" Selamat malam juga."sahut pak Sugito sembari berjalan menuju teras rumah milik Briptu Erick. Briptu yang hapal dengan suara mobil papanya, langsung keluar dari kamar berniat untuk membuka pintu untuk pak sugito dan bu Rohana.
"Papi.....mami...." sapa Briptu Erick sambil memberi salam kepada Bu rohana dan juga pak sugito. Briptu Erick mempersilahkan pak sugito dan bu Rohana masuk, Bu Rohana yang mendengar suara tangis cucunya dari dalam kamar, langsung berlari menghampiri baby Prasetya. Ia melihat Sharma dan baby sister sudah kewalahan mendiamkan baby Prasetya. tetapi baby Prasetya tetap rewel. Membuat Sharma dan baby sister semakin kwatir melihat baby Prasetya
__ADS_1
Bu Rohana dan pak Sugito yang baru tiba di kamar baby Prasetya, langsung meraih cucunya dari gendongan Sharma.
"Siapa sayang.....cup cup cup" kata Bu Rohana sambil berdendang agar baby Prasetya tidak menangis lagi. Setelah Bu Rohana memeluk dan menggendong cucunya, baby Prasetya akhirnya tertidur pulas di gendongan Bu Rohana.
Hal itu membuat seisi rumah heran. Padahal dari sore mereka sudah membuat seperti yang dilakukan Bu Rohana. Tetapi baby Prasetya tetap rewel. "Wah ....wah.... berarti putra kita kangen nih sama Oma dan opa ya sayang." kata Briptu Erick sambil tersenyum melihat kearah Bu Rohana dan juga pak sugito.
"Iya sebenarnya tadi sore papi sama mami ingin kemari, tapi karna ulah papi kamu nih.....mami sama papi ketiduran." Gerutu Bu Rohana. Membuat pak sugito langsung nyengir mendengar ocehan istrinya.
"Briptu Erick dan Bu Rohana yang mengerti apa maksud dari perkataan Bu Rohana sontak tertawa.
"Ha ha ha ...."ingat umur sudah tua aja pun....masih saja seperti anak muda." gerutu Sharma
"Tidak boleh begitu sayang.... "itu kan salah satu ibadah melayani suami." kata Briptu Erick kepada Sharma, membuat Sharma langsung terdiam dan melototkan matanya kearah Briptu Erick.
" Ini Pi....." kata Briptu Erick sambil memberikan secangkir kopi panas kepada pak Sugito. "Trimakasih nak."ucap pak sugito sambil meraih kopi buatan Briptu Erick.
"Oh iya nak tadi semenjak jam berapa cucuku rewel?" tanya pak Sugito kepada menantunya. "Kurang tau sih Pi....tadi sehabis pulang dari kantor Erick sudah melihat baby sister dan Sharma kerepotan. Karna baby Prasetya terus menangis dan gelisah. terang Briptu Erick kepada bapak pak Sugito
pak sugito merasa bersalah karna menunda kedatangannya melihat cucunya.
"Maafkan opa sayang .....karna opa kamu jadi rewel." gumam pak Sugito dalam hati.
Sementara ditempat lain Andita dan dokter Delon, setelah pulang dari rumah sakit, Mereka pergi ke salah satu supermarket terdekat dari kediaman mereka. Berniat untuk belanja bahan makanan, mengingat isi lemari es mereka sudah mulai menipis.
"Mas.....tolong berhenti di supermarket depan ya... Andita mau beli bahan makanan." kata Andita kepada suaminya.
__ADS_1
"Ia sayang.....sahut Dokter Delon dan langsung memarkirkan mobilnya dihalaman supermarket. Andita dan Dokter Delon langsung masuk kedalam supermarket dan membeli beberapa macam bahan makan.
Setelah merasa sudah cukup, Andita pergi ke kasir berniat untuk membayar barang belanjaannya.
"Selamat sore Bu " sapa kasir yang bertugas di supermarket itu. selamat sore mbak" sahut Andita sopan setelah kasir selesai menghitung barang belanjaan Andita, Dokter Delon langsung memberikan black card nya kepada kasir. Melihat kartu yang diberikan Dokter Delon kepada kasir, kasir itupun langsung mendongakkan kepalanya.
" Eh tuan Dokter Delon sapa kasir ramah kepada Delon dan juga Andita Melihat kasir itu mengenal dekat dengan suaminya, Andita sedikit heran. "Mas mengenal gadis itu?" kata Andita sambil berjalan menuju parkiran. sementara Dokter Delon mengikutinya dari belakang dengan membawa barang belanjaan mereka.
Dokter Delon langsung tersenyum melihat istrinya yang sudah cemburu melihat kasir yang bertugas di supermarket itu yang begitu ramah dan dekat Terhadapnya.
"Memangnya kenapa sayang?" tanya Dokter Delon berniat menjahili istrinya. "Tidak apa apa cuman kalian seperti sudah lama kenal dan juga dekat." Sahut Andita sambil memalingkan wajahnya dari suaminya.
Mata Andita sudah mulai berkunang kunang karna dirinya terbakar api cemburu terhadap kasir yang ada di supermarket tempat mereka belanja.
" Sayang.....kamu tidak perlu kwatir, dia itu salah satu karyawan kita, itu supermarket milik kita sayang." ya otomatis mereka mengenal suami kamu yang Tampan ini dong"
"Kan segala urusan supermarket, mereka selalu memberikan laporan keuangan kepada mas " kata Dokter Delon sambil meraih tubuh mungil istrinya dan mengecup kening Andita.
"Sudah.....sayang tidak perlu berpikir negatif begitu sama mas." ucap dokter Delon sambil kembali mengecup kening Andita . Agar istrinya merasa tenang dan tidak cemburu terhadap wanita yang ada supermarket.
Bersambung............
jangan lupa dukung terus karya author ya Agar author Lebih semangat untuk berkarya trimakasih.💓💓💓🙏🙏🙏🙏 mampir juga ke karya baru aku ya... ceritanya tidak kalah seru k
__ADS_1