
Ketika dokter Delon memperhatikan ponsel miliknya yang terletak di meja kerjanya, Ia pun melihat di layar ponselnya beberapa panggilan tak terjawab dari istrinya Andita. Begitu juga dengan pesan whatsapp yang dikirimkan Andita kepada dokter Delon agar segera kembali ke rumah. Hal itu membuat dokter Delon semakin khawatir akan kondisi Andita apalagi ia meninggalkan Andita dalam situasi kurang baik.
"Ya ampun istriku tenyata sedari tadi menghubungi ku, ada apa ya?" tanya udah ter Delon dalam hati karena dirinya sangat khawatir kepada istrinya Andita.Ia pun berencana langsung pulang ke rumahnya. Di perjalanan pikiran dokter Delon tidak karuan.
Dokter Delon menekan pedal gasnya agar segera tiba di rumah. Setelah melakukan perjalanan sekitar 10 menit, Dokter Delon tiba di rumah. Ia pun langsung berlari masuk kedalam rumah karena ia takut terjadi sesuatu kepada Andita. Ketika dokter Delon sudah berada di rumah, Ia langsung mencari keberadaan istrinya. Dokter Delon sudah melihat Andita duduk disudut kamar menangis sambil menundukkan kepalanya kelututnya.
Dokter Delon langsung menghampiri istrinya.
"Ada apa Sayang kenapa kamu menangis apa apa kamu sakit?"Tanya Dokter Delon kepada Andita sambil langsung meraih tubuh Andita ke dalam pelukannya.
"Mas Dari mana saja?sedari tadi Andita menunggu Mas!" ini sudah jam berapa Mas?"ucapkan Dita sambil terisak.
"Mas minta maaf Sayang!" mas tidak mendengar telepon kamu tadi. Soalnya ada pasien darurat yang harus Mas operasi sore itu juga. Makanya Mas agak malam pulang."
"Benaran mas karena ada pasien?bukan karena ke tempat lain kan?"ucap Andita kembali terisak
"Iya sayang mas tidak mengangkat teleponmu karena ponsel mas, mas tinggal di ruang kerja mas."
"Coba cerita sama mas Mengapa kamu menangis apa kamu sakit?"
Andita menggelengkan kepalanya pertanda dirinya sebenarnya tidak sakit.
"Jadi Kenapa kamu menangis sayang?"
"Andita sedari tadi menunggu Mas, Andita mau makan ini ucap Andita sambil menyodorkan gambar yang ada di ponselnya.
Hal itu membuat Dokter Delon langsung tertawa ngakak.
"Mas Kok ketawa sih?" ucap Andita sambil memukul-mukul dada bidang suaminya.
"Tidak .....lucu aja lihat wajah kamu yang terlihat imut ketika menangis hanya gara-gara makanan seperti ini." ucap Dokter Delon kepada Andita.
"Cepat Mas beliin Andita makanan ini, emangnya mas mau anak kita nanti ileran gara-gara tidak terpenuhi permintaannya di dalam." ucapan Andita kepada dokter Delon.
"Tapi ini sudah larut malam, sayang sepertinya warung penjual makanan ini sudah pada tutup."
"Pokoknya Andita mau sekarang!"ucap Andita sambil merengek. Dokter Delon menghela nafas panjang ia tidak dapat berkata apa-apa lagi. Ketika istrinya sudah meminta sesuatu.
"Ya sudah kamu tunggu di rumah Mas akan mencari makanan ini siapa tahu masih ada yang buka ujar dokter Delon kepada Andita.
__ADS_1
"tidak mau!" Andita mau ikut.
"tapi ini sudah malam Sayang enggak baik bagi wanita hamil keluyuran malam-malam.
"pokoknya Andita mau ikut Kan ada Mas?"
"Ya sudah kalau begitu ganti gih bajunya yang agak tebal nanti kamu masuk angin sekalian juga pakai sweater agar badan kamu hangat.
"Iya sebentar Mas Andita ganti pakaian dulu, Beberapa menit kemudian setelah Andita memakai pakaian seperti yang dikatakan oleh Delon kepadanya, Ia pun langsung menghampiri Dokter Delon.
"Ayo Mas Andita sudah siap!"dokter Delon memandang istrinya yang sangat cantik. Ia pun langsung merangkul tubuh istrinya sembari berjalan menuju mobil miliknya.
Setelah berada di dalam mobil, dokter Delon mengajukan mobilnya menelusuri jalan raya sambil melihat-lihat warung penjual lemper yang masih buka. Tetapi mereka sudah menjalani beberapa tempat yang biasa menjual lemper permintaan Andita, tetapi tak satupun yang buka. Semuanya sudah pada tutup.
Andita pun merengek, membuat dokter Delon sedikit pusing, Ia pun menghubungi Merli.
Kring....
Kring....
kring....
"Halo Kak assalamualaikum Sapa dokter Delon ketika sambungan telepon selulernya tersambung kepada Merli.
"Ini ka..... Delon mau tanya biasanya penjual lemper malam-malam ada dimana ya Kak?
"Waduh Sepertinya kalau malam-malam sih susah mencarinya, bahkan tidak ada.
"Memangnya kenapa dokter Delon?"
"Andita minta makan lemper, Sampai dia meraung Raung karna lempernya tidak ada." ucap dokter Delon sambil terkekeh.
"Sepertinya kalau penjual lemper malam-malam seperti ini tidak ada. Tetapi sepertinya Bi Surti asisten rumah tangga kakak pintar buatnya, itupun kalau kamu mau." ucap Merli kepada dokter Delon.
"Memangnya bi Surti bisa buatnya Kak?
"Iya!" Bi Surti sering membuat lemper untuk cemilan kami.
Bisa minta tolong dibuatin sekarang tidak Kak?
__ADS_1
"Malam-malam begini?
"Iya Kak istri aku lagi ngidam, sedari tadi kami sudah mutar-mutar mencari lemper. Tapi tak ada satupun yang buka." ucap dokter Delon mengadu kepada Merli.
"Ya sudah sebentar Kakak panggil dulu bi Surti Siapa tahu bahan-bahannya masih ada. ucap merni di dalam sambungan telepon selulernya kepada ada dokter Delon.
"Terimakasih ka!"
Dokter Delon pun menyudahi pembicaraan Nya kepada Merli.
"Mudah-mudahan bahan bahan pembuat lempar nya masih ada." gumam dokter Delon di dalam hati.
Marli pun langsung menghampiri Surti yang sedang berada di dalam dapur untuk membersihkan piring bekas makan malam keluarga Yudha.
"Bi..... Panggil Merli membuat blbi Surti langsung menoleh kearah suara yang memanggilnya.
"Iya ada apa Non ?ada yang bisa bibi bantu tanya bi surti kepada Merli.
"Iya Bi?" Merli minta tolong sekarang, bisa tidak bi?
"Memangnya mau minta tolong apa non?"
"Saya mau minta tolong kepada Bibi membuatkan lemper malam ini juga apa bahan-bahannya masih ada Bi?"
sepertinya Dewi bertuna berpihak kepada Andita malam itu. Karena bahan-bahan membuat lemper masih ada tersisa di dalam kulkas tepatnya di kediaman Merli.
"Boleh non Lagian bahan bahannya pun masih ada.
"Memangnya ada apa Non Kok tumben malam-malam begini meminta dibuatkan lemper?"
"Adik ipar saya lagi mengidam, ia ingin sekali memakan lemper malam ini. Sedari tadi mereka sudah memutar-mutar mencari penjual lemper. Tapi tak satupun yang buka." ucap Merli kepada dek bi Surti membuat Bi Surti langsung mengembangkan senyumnya.
"Ya sudah tenang saja biar bibi bikinkan ucap Bu Surti kepada Merli
Kemudian Bu Surti pun langsung membuat lempar permintaan dari Merli. Dengan telaten bi Surti menyiapkan bahan-bahan Nya. Serta langsung meracik dan memasak lemper permintaan Merli. Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga satpam yang bertugas di kediaman Yudha. Security yang mengenal mobil itu pun langsung membuka gerbang lebar-lebar. Agar mobil milik dokter Delon dapat masuk dengan leluasa.
"loh kita ngapain ke rumah Kak Merli Mas?" tanya Andita kepada dokter Delon.
"Tapi kamu mau makan lemper, Ya di sini tempatnya. ucap dokter Delon sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏