
Sore harinya, Sharma sudah kembali kekos berniat untuk istirahat. Sharma sama sekali tidak mengingat apa yang dikatakan Briptu Erick kepadanya saat di kampus. Setelah menyelesaikan ritual mandinya Sharma langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya.
Entah karena faktor kecapekan Sharma Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Sementara Briptu Erick yang sudah menunggu kehadiran Sharma di cafe milik Antonio sudah tampak gelisah. "Di mana wanita itu Mengapa dia tidak datang menemuiku? apa dia benar-benar membenciku?" gumam Briptu Erick di dalam hati.
Sementara Sharma yang sudah lelap tertidur tidak mengetahui sama sekali Kalau Briptu Erik sudah menunggunya di cafe milik Antonio.
ponsel milik Sharma pun berdering berulang kali tetapi karena dirinya tertidur pulas Sehingga Sharma tidak mendengar sama sekali deringan ponselnya yang berasal dari Zahra.
Zahra yang kesal karena sahabatnya tidak mengangkat sambungan telepon selulernya pun mengumpat Sharma dalam hati.
"kemana sih ini anak sedari tadi dihubungi tak diangkat-angkat" gumam Zahra dalam hati karena dirinya sudah sangat kesal Karna Sharma tidak mengangkat sambungan telepon selulernya.
Padahal Zahra ingin sekali curhat kepada Sharma karna Zahra merasa sudah tidak tahan tinggal bersama ibu Leni dan Jenita yang merupakan ibu tiri dan adik tirinya. Yang selama ini selalu berbuat seenaknya terhadap Zahra. Bahkan Zahra sering diperlakukan seperti pembantu semenjak ayah Zahra meninggal dunia.
Bahkan Harta warisan peninggalan ayah kandung Zahrapun diambil alih oleh ibu Leni. Padahal didalam surat wasiat kalau harta warisan itu jatuh ke tangan Zahra. Zahra tampak tidak bisa tenang tinggal dirumah peninggalan orang tuanya. Jenita adik tirinya sering sekali memfitnah Zahra, agar Zahra mendapat hukuman dari ibu Leni.
untuk bayar uang sekolah Zahra sewaktu duduk di bangku SMP dan SMA Zahra sering sekali dibantu orangtua Sharma dan juga Morina, Karna ibu Leni tidak pernah membiayai uang sekolah Sharma semenjak ayahnya meninggal.
Ditempat lain Briptu Erick begitu kesal karna Sharma tak kunjung Datang menemuinya. "Sebegitu bencinya dia samaku." Gumam Briptu Erick dalam hati. Briptu Erick bangkit dari tempat duduknya. Berniat untuk pulang kerumah milik pak Sugito. Briptu Erick pulang dengan membawa kekecewaannya. Ia melajukan motor miliknya menuju kediaman pak Sugito.
Sekitar 15 menit kemudian Briptu Erick tiba, ia langsung masuk kekamar berniat untuk istirahat. Briptu Erick sangat kecewa karna sharma tidak datang menemuinya di cafe milik Antonio. Sementara Sharma yang baru terbangun dari tidurnya, melihat jam yang ada di ponsel."Waduh ternyata sudah jam 10 malam, gawat aku ngak ingat pesan pak pol." Gumamnya sembari langsung bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
Sharma kwatir kalau Briptu Erick menunggunya, di cafe milik Antonio sehingga Sharma berniat menghubungi Antonio, agar Antonio memberikan nomor ponsel milik Antonio.
ketika sambungan telepon selulernya tersambung ke ponsel milik Antonio, Sharma langsung meminta nomor ponsel Briptu Erick kepada Antonio.
Hal itu membuat Briptu Erick bertanya tanya mengapa tiba tiba Sharma meminta nomor ponsel Briptu Erick, padahal sore itu Briptu Erick cerita kepada Antonio kalau Sharma tak kunjung datang menemuinya." om bisa ngak kasih nomor ponsel pak pol? kok malah diam sih" tanya Sharma dalam sambungan telepon selulernya.
"Oh iya" jawab Antonio sambil menyebutkan nomor ponsel milik Briptu Erick."
"Ok om Trimakasih ya" ucap Sharma sambil langsung memutuskan sambungan telepon selulernya.
Sharma menghubungi nomor ponsel milik Briptu Erick,berniat untuk meminta maaf karna Sharma tidak datang menemuinya. Satu kali dua kali Sharma menghubungi nomor ponsel milik Briptu Erick, tapi tak kunjung ada jawaban. Membuat Sharma semakin gelisah. Entah faktor apa yang membuat Sharma tidak ingin mengecewakan Briptu Erick.
Sharma kembali menghubungi Briptu Erick. Briptu Erick yang mendengar ponselnya berdering ia langsung buru-buru menyelesaikan ritual mandinya. Briptu Erick langsung mengangkat ponselnya. Ia takut panggilan itu panggilan tugas dari kantor. "Hello selamat malam dengan Briptu Erickson disini ada yang bisa saya bantu?" sahut Erick dalam sambungan telepon selulernya.
Briptu Erick yang mendengar penuturan dari Sharma alasan mengapa Sharma tidak menemui Briptu Erick di cafe, Briptu Erick sedikit lega." syukurlah berarti dia tidak menemui aku bukan karna benci." gumam Briptu Erick dalam hati.
"Oh iya tidak apa apa kok, kan bisa lain waktu. Yang pasti ini nomor ponsel kamu kan nanti biar aku save diponsel ku" ucap Briptu Erick
"Iya pak pol ini nomor ponsel Sharma." sahut Sharma. Setelah memberitahu alasan mengapa dirinya tidak datang menemuinya Briptu Erick, Sharma memutuskan sambungan telepon selulernya.
Sharma merasa perutnya keroncong mengingat Sharma sama sekali belum makan malam. "Waduh lapar banget" Gumam Sharma dalam hati. Ia melihat stok makanan yang ada di lemari es mini miliknya sudah tidak ada bahan makanan yang bisa untuk dimakan.
__ADS_1
"Waduh sudah tidak ada lagi yang bisa untuk dimakan, mau makan apa nih perut sudah mulai keroncongan." gumanya dalam hati sambil mengelus perutnya yang sudah keroncongan. Biasa jurus anak kos kalau sudah lapar tengah malam pasti akhirnya akan makan mie instan. "Huh untuk masih ada ini" gumam Sharma sambil Langsung merebus mie instan yang tersisa.
Keesokan harinya Sharma terbangun dari tidurnya. Setelah selesai membersihkan diri, Sharma langsung bergegas pergi ke kampus. sebelumnya Zahra sudah menghubungi Sharma agar Sharma menjemput Zahra terlebih dahulu baru mereka berangkat bareng ke kampus.
"Yuk naik nanti kita telat." kata Sharma kepada zahra yang sudah menunggunya di perempatan jalan. "Sudah ready belum?" tanya Sharma
"Ready ....tarik sis.....semongko." mereka saling bersahutan. lalu sharma langsung melajukan motornya menuju universitas Brawijaya.
Sekitar 15 menit kemudian, Zahra dan Sharma tiba di universitas Brawijaya. Sharma dikejutkan dengan kehadiran Briptu Erick disana. "Sar gue duluan ya soalnya gue sudah telat nih." ucap Zahra sambil langsung berlari menuju ruang kelasnya tanpa memperhatikan kehadiran Briptu Erick disana.
Briptu Erick langsung menghampiri Sharma. "Eh ada pak pol disini" ucap Sharma.
"Ia saya nungguin kamu." sahut Briptu Erick membuat Sharma menjadi bingung dan bertanya " Memangnya ada apa pak pol nungguin wanita bar bar ini?" tanya Sharma membuat Briptu Erick langsung tertawa
"Maaf deh kalau saya ngatain kami wanita bar bar." ujar Briptu Erik dan langsung menarik tangan Sharma menuju kantin yang ada didekat kampus."Mau kemana pak pol......kok narik narik tangan Sharma?"
"Sudah kamu ikut saja ini hukuman buat kamu, karna kamu sudah membuat saya menunggu kamu sampai larut malam di cafe." sahut Briptu Erick.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa mampir kekarya outhor yang lain ceritanya seru loh.