
Ketika Briptu Erick dan Sharma tiba di kantin, Briptu Erick sengaja mencari tempat duduk yang paling pojok agar begitu Erick dapat berbicara dengan leluasa kepada Sharma."Ada apa sih Pak pol kok ngajak Sharma kemari? hari ini Sharma ada kelas loh" ucap Sharma sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.
"Ayah saya meminta kamu datang ke rumah, jadi saya minta kamu tidak ingkar janji lagi, seperti semalam." kata Briptu Erick kepada Sharma."Memangnya ada apa kok ayah Pak pol meminta saya datang ke rumahnya?" tanya Sharma semakin penasaran mengapa pak Sugito memintanya bertemu dengannya.
"Maaf tapi saya tidak tahu apa maksud dan tujuan ayah saya manggil kamu, tapi mungkin Ayah dan ibu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu karena kamu telah menolongnya ayah saya pada saat, Ayah saya pingsan di pusat perbelanjaan." Kata Briptu Erick kepada Sharma agar Sharma tidak penasaran Mengapa pak Sugito memintanya untuk menemui ayah Briptu Erick.
"Saya akan usahakan pulang dari kampus, langsung ke sana, tinggal share lokasi saja." ucap Sharma kepada Briptu Erick agar Briptu Erick memberikan alamat orang tuanya kepada Sharma. "Tidak perlu nanti saya akan menjemput kamu di sini jam berapa kamu kelar kuliah?" tanya Briptu Erick kepada Sharma.
"Sekitar 3 jam lagi saya akan kelar kuliah karena hari ini cuman satu mata pelajaran doang." kata Sharma kepada Briptu Erick memberitahu Kalau hari itu Sharma hanya mengikuti jam kuliah 1 mata pelajaran.
"Okey nanti akan saya jemput kamu di sini tolong tepatin janji anda jangan seperti semalam." Pinta Briptu Erick meminta kepada Sharma agar Sharma tidak mengingkari janjinya.
"Okey Pak pol....."kata Sharma sambil langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya. Berniat untuk pergi menuju ruang kelasnya mengingat jam pelajaran sudah akan dimulai."Maaf Pak pol Sepertinya saya harus segera masuk ke kelas karena jam mata pelajaran akan dimulai sebentar lagi." ucap Sharma kepada Briptu Erick. kemudian Briptu Erick pun mempersilahkan sharma meninggalkan dirinya dalam kantin.
Briptu Erick sengaja izin kepada komandannya agar hari itu dia tidak masuk ke kantor.
sementara Sharma yang berada di ruang kelas sedikit kurang konsentrasi mengikuti jam pelajaran, mengingat permintaan dari pak Sugito yang meminta dirinya menemuinya di rumah pak Sugito. "waduh Ada apa ini Pak Sugito memanggilku? apa aku ada salah ya?" gumam Sharma dalam Hati. Tetapi Sharma berusaha menetralisir jantungnya yang sudah berdegup kencang.
Mata kuliah Sharma pun telah usai, hari itu ia kembali ke parkiran berniat mengambil motor maticnya yang terparkir disana. Sementara Zahra yang sudah menunggu dirinya di parkiran langsung menghampiri Sharma."Sar gue nebeng ya! antarin gue pulang ke rumah nanti kalau gue telat bisa-bisa Bu Leni ngamuk-ngamuk samaku." Pinta Zahra kepada Sharma agar Sharma mengantarkan dirinya pulang terlebih dahulu.
"Okey..... kamu langsung naik gih soalnya aku ada janji sama seseorang." ucap sharma.
Zahra pun langsung naik keatas motor matic milik Sharma. "sudah belum? tanya Sharma
__ADS_1
"Sudah tarik sis...... semongko" mereka saling bersahutan sambil tertawa cekikikan membuat orang orang yang mereka lintasi mengumpat mereka" Dasar orang edan." kata salah satu teman satu kampus mereka.
Tetapi Sharma dan Zahra tak perduli sama sekali. Mereka terus saja melajukan motornya dengan kecepatan sedang melintasi beberapa mahasiswa di kampus universitas Brawijaya.
"Sar memangnya kamu janji sama siapa sih? kok tumben main rahasia rahasiaan samaku?" ucap Zahra kepada Sharma karna dirinya penasaran Sharma janjian sama siapa.
"Tidak siapa siapa kok cuman ada urusan penting sedikit." ucap sharma. Tanpa terasa mereka tiba dikediaman keluarga Zahra.
"Ra sudah sampai nih....gue langsung pamit ya! soalnya gue malas berdebat sama ibu tiri kamu yang nyinyir itu." kata Sharma sambil mengebangkan senyumya.
"Ya sudah kamu hati hati ya " ujar Zahra agar Sharma lebih hati hati dalam berkendaraan. Zahra melajukan motor matic miliknya menuju kampus universitas Brawijaya. Disana Sharma sudah melihat sosok Erick. " Loh pak pol sudah disini toh?" ucap Sharma sambil nyengir
"Ia kamu darimana? kan saya sudah bilang saya akan jemput kamu disini!" kata Briptu Erick kepada Sharma. " Oh tadi habis antarin Zahra, takut singa betina yang dirumahnya ngamuk sama Zahra kalau Zahra telat pulang sedikit saja, Jadi daripada singa betina ngamuk lebih baik Sharma antarin dulu deh." kata Sharma.
"Kalau masalah itu gampang deh." kata Briptu Erick kepada Briptu Erick langsung menghubungi seseorang untuk menjemput motor matic milik Sharma .
Salah satu anggota Briptu Erick datang untuk menjemput motor Sharma. " nah mereka yang akan membawa motor kamu ke rumah ayah, jadi kita berangkat yuk" ajak Briptu Erick sambil langsung mengabil kunci motor milik Sharma dan memberikan kepada anggota Briptu Erick.
Briptu Erick langsung membuka mobil sport miliknya, agar Sharma dapat masuk dengan leluasa kedalam mobil milik Briptu Erick.
"Silahkan tuan putri" ucap Erick Sharma langsung tertawa." ngak usah lebay deh pak pol" kata Sharma sembari langsung duduk di kursi samping kemudi
"Yuk capcus kita cabut, tapi Sharma tidak bisa lama lama ya pak pol.....Soalnya tugas kuliah Sharma banyak."kata Sharma.
__ADS_1
"ya sudah tidak apa apa yang penting kamu ketemu sama ayah aku." ucap Briptu Erick sambil langsung melajukan mobil sport miliknya ke jalan raya menuju kediaman pak Sugito.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit kemudian, mereka tiba di kediaman keluarga pak Sugito. "Assalamualaikum" sapa Sharma yang baru turun dari mobil milik Briptu Erick.
"Alaikum salam." sahut ibu Rohana sambil membuka pintu untuk Sharma.
Ibu Rohana yang melihat putranya membawa seorang wanita kerumahnya, langsung mengebangkan senyumnya."silahkan masuk " ujar ibu Rohana mempersilakan Sharma masuk kedalam rumah. Tetapi sebelum sharma masuk kedalam rumah, Sharma lebih dulu memberi salam kepada Bu Rohana.
"Ayah...." panggil Briptu Erick
"Iya nak ...ayah disini." kata pak Sugito yang berada diruang tengah. "oh iya yah ....kenalin ini Sharma, yang menolong ayah sewaktu ayah jatuh pingsan di parkiran pusat perbelanjaan." ucap Briptu Erick kepada pak Sugito.
Pak Sugito yang melihat sosok Sharma, langsung mengebangkan senyumnya.
"Nak trimakasih sudah menolong saya waktu itu. Karna kalau tidak ada kamu, entah apa yang akan terjadi sama saya." ucap pak Sugito kepada Sharma untuk mengucapkan terimakasih kepada Sharma.
"Sama sama pak ....lagian itu hanya kebetulan saja." Ucap Sharma kepada pak Sugito.
Bersambung.........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
dukung juga dan mampir kekarya author
__ADS_1