
Dua hari kemudian, Sharma dan Briptu Erick pergi ke makam mami yang letaknya tidak jauh dari perkebunan milik Briptu Erick.
ketika Sharma, baby Prasetya dan Briptu Erick tiba di makam mami meli, Sharma menangis histeris ia mengingat masa masa hidup bersama ibu meli yang merawatnya sejak bayi.
"Mami mengapa mami terlalu cepat meninggalkan Sharma mom!"
"Apa mami tidak kasihan melihat papi?
"Lihat mom papi sekarang sudah sakit sakitan, sharma takut mi kalau Sharma harus kehilangan papi lagi.
"Mom Semoga mami tenang di alam sana, Sharma merindukan mami. Mami selalu ada dihati Sharma, walaupun Sharma bukan putrinya kandung mami, Sharma menganggap mami adalah mami sharma.
"Sharma terus menangis diatas makam Bu meli, Erick berusaha menenangkan istrinya.
"Sayang jangan menangis, mami sudah tenang di alam sana. Lebih baik kita berdoa agar mami di tempatkan di sisi Allah." ucap Erick
"Mom...." lihat ini baby Prasetya cucu mami, dan ini mas Erick menantu mami." ucap Sharma mengenalkan baby Prasetya.
Sharma meluapkan isi hatinya diatas pusaran ibu meli.Setelah merasa puas meluapkan isi hatinya kepada ibu meli, Erick dan keluarga kecilnya pun kembali ke villa, mereka esok harinya akan kembali ke Jakarta. Mengingat Briptu Erick harus kembali bertugas.
"Sayang kapan kita kembali kejakarta?"
"Besok sayang!"
"Apa mas langsung tugas?"
"Memangnya kenapa sayang?"
"Tidak apa apa!" hanya pengen tahu saja." ucap Sharma.
"Kamu kenapa sih sayang tiba tiba nanya seperti itu?
Sharma terdiam, sejujurnya ingin rasanya dirinya meminta Briptu Erick agar mengundurkan diri dari kesatuannya. Karna Sharma sangat takut terjadi sesuatu kepada Suaminya.
"Ada apa sayang, apa ada yang mengganjal dihati mu?" katakan saja sayang, jangan ditutup-tutupi."Ucap Erick karna dirinya melihat mimik istrinya seperti mengkawatirkan sesuatu.
"Mas...." kalau Sharma meminta sesuatu hal kepada mas, apa mas bisa mengabulkan nya?"
"Apa itu sayang?"
"Mas harus janji dulu bisa atau tidak!"
"Kok kamu seperti aneh seperti ini sih sayang?
Sharma langsung menangis sesunggukan. membuat Erick menjadi semakin penasaran mengapa istrinya menangis.
"Kamu kenapa sayang?"
__ADS_1
"Apa mas ada salah sama kamu?"
"Kalau mas ada salah ngomong, tolong maafkan mas." ucap Erick kepada Sharma.
Sharma menggelengkan kepalanya.
"Ada apa sayang?"
"Mas janji akan mengabulkan apapun permintaan kamu, tapi tolong jangan seperti ini dong." ucap Erick kepada Sharma.
Sharma langsung minta maaf dan bersujud memohon kepada Erick agar Erick segera mengundurkan diri menjadi seorang polisi. Karna dirinya takut Erick terus terlibat masalah dalam menangani kasus kasus yang bisa membahayakan nyawa suaminya.
Apalagi ketika Sharma mendapat informasi kalau ayah kandungnya meninggal bukan karna kecelakaan Justru meninggal karna sengaja dibunuh oleh orang orang yang menaruh dendam kepada ayahnya yang selalu menolong orang yang membutuhkan pertolongan.
mendengar permintaan dari Sharma, Briptu Erick merasa sangat heran mengapa tiba tiba Sharma memintanya berhenti atau mengundurkan diri dari kesatuannya.
"Briptu Erick langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya.
"Ada apa sayang?"
"Kok kamu tiba tiba meminta mas mengundurkan diri sayang?"
"Pokoknya kalau mas sayang sama Sharma dan putra kita lakukan apa yang Sharma minta,Hua.....Hua.... Hua." tangis Sharma membuat Erick semakin penasaran dengan sikap istrinya.
Erick menakup wajah cantik istrinya dengan kedua tangannya.
"Ada apa sayang?"
Briptu Erick kembali memeluk Sharma.
"Apapun akan mas lakukan untuk melindungi kalian sayang, mas akan melakukan apa yang kamu mau, jika kamu menginginkan mas mengundurkan diri, maka itu akan mas lakukan yang penting kamu dan putra kita tetap bersama mas. kita hidup bahagia." ucap Erick sembari mengecup kening Sharma dan melap air matanya yang sudah bercucuran.
"Sudah jangan menangis lagi, mas akan mengundurkan diri jika itu mau kamu sayang." ucap Erick. Sekarang senyum dong jangan nangis melulu, nanti cantiknya berkurang." ucap Erick sambil mengebangkan senyumnya. Ia berjanji akan mengundurkan diri dan memenuhi permintaan Sharma.
"Trimakasih mas kamu sudah sangat sayang sama Sharma dan putra kita " ucap Sharma
Sharma terus memeluk suaminya, seolah dirinya tidak mau lepas dari suaminya.
"Sayang kita makan yuk!" nanti keburu dingin loh, soalnya bu Ida sudah menghidangkan makanan di meja."
"Iya mas." ucap Sharma sambil merenggangkan pelukannya dari Erick.
****
Ditempat lain, Andita tampak antusias menanti suaminya pulang dari Singapura menemani pak Fernando untuk kontrol kesehatannya.
ketika dokter Delon sudah tiba dirumah, setelah menghantarkan pak Fernando ke kediaman pak sugito, Dokter Delon langsung pulang kerumah pribadi miliknya. Karna dokter Delon juga sudah sangat merindukan istrinya.
__ADS_1
Mobil dokter Delon sudah memasuki halaman rumah, Andita yang melihat mobil suaminya langsung berlari menyambut kedatangan suaminya.
"Mas ...." panggil Andita sembari langsung memeluk suaminya .
"Aku merindukanmu mas."
"Mas juga sangat merindukanmu sayang." ucap dokter Delon sambil langsung menggendong tubuh mungil istrinya Andita.
"Mas turunin dong "
"Tidak mas sudah merindukanmu."
"Tapi mas!"
"Tidak ada tapi tapi." ucap dokter Delon sembari tetap menggendong tubuh suaminya masuk kekamar.
"Apa mas tidak capek?"
"Tidak ada obatnya kok!"
"Apa obatnya Sayang?"
"Ini!" ucap dokter Delon sembari langsung mengecup bibir manis Andita. perlahan ciuman itu semakin mendalam. Gerakan demi gerakan dokter Delon yang membuat Andita tidak berkutik.
"Andita benar benar menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh suaminya.
tangan dokter Delon sudah mulai menjalar kebagian gunung kembar milik Andita, membuat Andita tidak bisa menahan de$@hanya. Hal itu membuat adik kecil dokter Delon menjadi lancang depan.
Dokter Delon langsung membuka baju milik Andita sehingga lekuk tubuh Andita terlihat jelas Dimata dokter Delon. adik kecil milik dokter Delon sudah lancang depan, seolah ingin memuntahkan lahar putih yang sudah tertahan didalamnya.
"Mas ...." tolong ucap Andita agar dokter Delon memainkan adik kecilnya dibagian sensitifnya.
Andita mengimbangi permainan yang dilakukan oleh dokter Delon, seminggu tidak bertemu membuat gairah pasangan suami istri itu benar benar menikmati indahnya surga dunia.
Satu jam, mereka bertempur di dalam kamar, Andita dan dokter Delon akhirnya mereka mencapai puncak Surya dunia. Mereka benar benar menikmati permainan yang mereka lakukan.
"Kamu sudah semakin pintar sayang " ucap dokter Delon
"Kan mas yang ajari."
"Aku mencintaimu Sayang!" ucap dokter Delon kepada Andita sambil mengecup kening istrinya.
"Aku juga sangat mencintai mu suamiku sayang." ucap Andita sembari mengecup bibir manis suaminya.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1