
Setelah perbincangan dengan Sharma dan juga Briptu Erick selesai. Merli dan Yudha pamit pulang. Ia ingin sekali langsung melakukan apa yang di anjurkan oleh Sharma. Ia tidak ingin membuat putrinya kecewa dan ingin mengabulkan permintaan putrinya.
Sementara ditempat lain pak Sugito yang baru selesai mengerjakan pekerjaannya di kantor, ia berniat mengunjungi cucu kesayangannya baby Prasetya. pak Sugito sudah sangat merindukan sosok cucunya yang sudah merebut perhatiannya belakangan ini. pak Sugito menghubungi istrinya. Ibu Rohana agar segera bersiap siap untuk pergi kekediaman Briptu Erick.
"Tut.....
"Tut....
"Tut"
Pak sugito menghubungi istrinya dengan menggunakan sambungan telepon selulernya. kemudian ibu Rohana yang melihat dilayar ponselnya suaminya memanggil, langsung menekan tombol hijau yang ada diponselnya. "Hello pi......" jawab ibu Rohana dengan nada selembut mungkin
" Iya mi......mami siap siap ya! sebentar lagi papi jemput." ucap pak sugito kepada istrinya. "Loh memangnya kita mau kemana papi sayang...." ucap ibu Rohana, membuat tuan pak sugito gemas mendengar suara istrinya. Ia ingin sekali cepat cepat tiba dirumah melihat istrinya yang sudah menggodanya di sambungan telepon selulernya.
"Awas ya mi.....mami berani godain papi karna lagi berjauhan begini, lihat saja nanti kalau papi sudah tiba dirumah, Pasti papi akan melahap mami habis habisan."Goda pak sugito didalam sambungan telepon selulernya. Hal itu membuat Bu Rohana bergidik ngeri.
" Aduh gimana ini bisa bisa aku dilahap habis habisan nih sama mas sugito, apalagi mas sugito kan lagi puber ketiga." gumam Bu Rohana sambil langsung masuk kekamar mandi guna membersihkan diri.
Bu Sugito, sengaja cepat cepat melakukan ritual mandinya agar suaminya pak sugito tidak jahil terhadapnya. Tetapi sebelum Bu Rohana Siap melakukan ritual mandinya, pak sugito sudah tiba dirumah dan langsung masuk kedalam kamar. Tetapi pak Sugito tidak menemukan sosok istrinya disana. pak sugito mendengar suara percikan air dari kamar mandi. pertanda Bu Rohana sedang membersihkan diri.
Sehingga pak sugito berniat untuk menjahili istrinya. pak Sugito langsung membuka seluruh pakaian yang ada di tubuhnya dan menutupnya memakai selimut yang ada ditempat tidur. pak sugito berpura pura tidur. Sedangkan Bu Rohana yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil yang dililitkan ditubuhnya, langsung menuju lemari guna untuk memakai pakaiannya.
Tetapi sebelum bu Rohana mengambil pakaiannya yang ada di lemari, tangan pak sugito langsung menarik Bu Rohana hingga Bu Rohana terjatuh dan menimpa pak sugito . membuat adik kecil pak sugito langsung lancang depan.
"loh mas kapan sampainya? tanya ibu Rohana sambil berusaha menghindar dari suaminya.
__ADS_1
Tetapi tenaga bu Rohana kalah kuat dengan tenaga pak sugito. Hingga ibu Rohana pasrah apa yang akan dilakukan suaminya terhadapnya.
"Sayang .....kamu begitu menggemaskan." ucap pak Sugito berbisik ditelinga Bu Rohana sambil langsung mengecup bibir manis istrinya.
Bu Rohana tidak munafik ia juga merindukan hal hal seperti yang dilakukan suaminya terhadapnya. Bu Rohana merespon kecupan dari pak sugito membuat pak sugito semakin gemas melihat istrinya. Perlahan kecupan itu semakin dalam, merasa mendapat respon dari istrinya. Pak sugito semakin melancarkan aksinya. Tangannya sudah mulai menjalar kebagian gunung kembar milik istrinya.
Hal itu membuat Bu Rohana semakin mengharapakan yang lebih dari suaminya. hingga pak sugito dan bu Rohana pun menghabiskan waktu berdua sore itu. Mereka sama sama mencapai puncak masing masing. " Sayang......punya kamu masih sempit juga walau anak kita sudah besar dan sudah punya cucu." kata pak sugito membuat Bu Rohana mengebangkan senyumnya.
" Papi ada ada saja, memangnya papi mau kalau punya mami sudah longgar dan tidak berasa? ucap Bu Rohana kepada suaminya sambil langsung menggigit Bibir suaminya. karna bu Rohana gemas mendengar pertanyaan suaminya.
"Ya tidak dong sayang.....justru papi semakin cinta sama mami karna mami begitu menggemaskan buat papi." kata pak sugito sambil mengecup kening istrinya.
"Trimakasih istriku sayang.....kamu sudah selalu setia dan sabar menghadapi papi." kata pak sugito sambil kembali mengecup bibir manis Bu Rohana.
Sedangkan dikediaman Briptu Erick, Sharma tampak kerepotan mengurus baby Prasetya karna baby Prasetya begitu rewel.
" Mas....kok putra kita dari sore tadi rewel bangat ya mas? tidak biasa biasanya putra kita rewel." kata Sharma kepada suaminya.
" Ia sayang....mas juga tidak tahu. Apa putra kita sakit?" tanya Briptu Erick sambil memegang dahi baby Prasetya.
Sepertinya baby kita tidak sakit, tapi kenapa putra kita rewel ya sayang?" tanya Briptu Erick yang sudah mulai gelisah melihat putranya yang begitu rewel malam itu. Hingga pak Fernando datang menghampiri mereka kekamar.
"Cucu Opa ko belum tidur?" Tanya pak Fernando sambil meraih baby Prasetya dari gendongan Sharma.
Pak Fernando memeriksa kondisi baby Prasetya." kenapa Rewel padahal dia tidak sakit kok." kata pak Fernando. Kemudian Sharma meraih ponselnya. Berniat untuk menghubungi pak sugito.
__ADS_1
Satu kali dua kali Sharma menghubungi pak sugito Tetapi belum diangkat juga. Membuat Sharma semakin gelisah karna mendengar suara tangis baby Prasetya.
Ketiga kalinya Sharma Menghubungi pak sugito, pak sugito pun terusik dengan suara deringan ponselnya. Ia melihat dilayar ponselnya menantunya memanggil, Sontak pak sugito langsung duduk dari tidurnya dan menjawab teleponku dari Sharma
"Ya ada apa nak!" kok malam malam begini kamu menghubungi papi? tanya pak Sugito
Tetapi Pak sugito yang sudah mendengar suara tangis cucunya langsung beranggapan kalau cucunya sedang sakit.
"Begini Pi.....Baby Prasetya dari sore tadi rewel dan tidak mau tidur, aku kira dia sakit, tapi setelah kami periksa, baby Prasetya tidak sakit. Tapi dia tetap rewel." kata Sharma mengadu kepada pak Sugito. Mendengar penjelasan dari Sharma, pak sugito langsung membangunkan istrinya, agar malam itu juga mereka pergi kekediaman Briptu Erick.
Ketika pak sugito membangunkan Bu Rohana, dan menjelaskan apa yang terjadi kepada cucu mereka, Bu Rohana menyalahkan suaminya.
"Papi sih!" tadi sudah janji mau jenguk cucu kita, tapi malah menggempur mami habis habisan!" jadi begini kan jadinya.
" Mungkin cucu kita merindukan opa sama Omanya mas." ucap Bu Rohana kepada suaminya menebak kalau baby Prasetya merindukan mereka sehingga baby Prasetya rewel. Karna sore itu pak sugito sudah berniat untuk mengunjungi baby Prasetya di kediaman Briptu Erick.
"Ya sudah kita langsung kesana, kasihan cucu kita." ujar pak Sugito kepada istrinya sembari langsung bersiap pergi kekediaman Briptu Erick malam itu juga
Bersambung..........
trimakasih buat para readears yang sudah bersedia mampir ke karya Morata, jangan bosan bosan mengikuti ceritanya ya .
Mampir juga ke karya baru aku ceritanya seruloh.
__ADS_1