
Ketika Briptu Erick menarik semua Fasilitas yang diberikan kepada Mario, Mario memicingkan matanya kearah Riska. Seolah olah dirinya menyalahkan Riska karna melaporkan dirinya kepada Briptu Erick. padahal Riska sama sekali tidak tahu menahu tentang bonus yang sudah diberikannya kepada Mario atas persetujuan dari Briptu Erick.
"Awas kamu umpat Mario sambil menghentakkan kakinya berlalu dari ruang meeting.
"Saya harap jangan pernah terjadi hal seperti ini lagi di perkebunan saya. Karna saya akan terus pantau perkembangan Perkebunan ini." ucap Briptu Erick kepada seluruh karyawan karyawati yang ada di ruang meeting.
"Siapapun yang ingin berniat jahat kepada saya!" saya tidak akan tinggal diam." ucap Briptu Erick dengan nada yang meninggi membuat seluruh karyawan karyawati yang ada disana bergidik ngeri. Karna mereka belum pernah melihat amarah Briptu Erick memuncak seperti yang mereka lihat hari ini.
"Sharma menatap suaminya dengan dalam. Ia tau persis apa yang dirasakan suaminya. Orang yang ia percaya tega mengkhianatinya dengan korupsi bonus karyawannya padahal selama ini Briptu Erick sudah memberikan yang terbaik kepada Mario laksmana. Bahkan Briptu Erick sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri.
"Benar benar keterlaluan!" umpat Briptu Erick.
"Sudah mas jangan emosi." ucap Sharma sembari mengelus punggung suaminya agar lebih tenang.
"Maaf semuanya atas insiden ini, karna kesalahan satu orang kalian jadi terganggu bekerja." ucap Sharma meminta maaf kepada karyawan karyawati yang hadir disana.
"Saya harap kerja sama yang baik dari kalian." ucap Sharma dengan nada yang lembut. membuat para karyawan langsung mengangguk kepala pertanda mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sharma.
"Jujur aku tidak menyangkan pak Mario tega berbuat seperti itu." bisik salah satu staf kantor perkebunan milik Briptu Erick kepada salah satu rekannya.
"Ia aku juga tidak menyangka!" padahal selama ini big bos sudah sangat baik terhadapnya. Bahkan fasilitas semuanya diberikan kepadanya."
Bisik bisik antar staf kantor pun terdengar oleh Sharma. Sharma menyayangkan kelakuan Mario yang tega merebut hak karyawan untuk kepentingan dirinya sendiri. Briptu Erick tidak tinggal diam Ia pun ingin menyelidiki Mengapa Mario sampai melakukan hal seperti itu terhadapnya. Ia meminta kepada salah satu asisten lainnya untuk menyelidiki Apa yang dilakukan Mario selama ini.
****
Sharma dan Briptu Erick pun kembali menghampiri para karyawan karyawati Yang bertugas dilapangan. Ketika para karyawan yang bertugas dilapangan melihat kedatangan Briptu Erick dan Sharma, mereka mengembangkan senyumnya seolah-olah mengetahui apa yang akan dilakukan terhadap mereka.
"Selamat sore semuanya."ucap Briptu Erick kepada seluruh karyawan karyawati Yang bertugas dilapangan yang sudah berkumpul di salah satu lapangan tempat biasa para karyawan lapangan berkumpul.
"Selamat sore Tuan Erick."ucap Seluruh karyawan karyawati."
__ADS_1
"Maksud dan tujuan saya datang dan meminta kalian untuk berkumpul di sini, bahwasannya Saya sudah mengetahui apa yang terjadi sehingga bonus kalian tidak kalian Terima.
"Itu diakibatkan karena salah satu orang kepercayaan saya sudah menusuk saya. Saya datang dan mengambil yang seharusnya kalian diambil alih olehnya untuk kepentingan dirinya sendiri. Untuk itu saya bertanggung jawab penuh atas hak karyawan karyawati saya.
"Sekarang bonus kalian akan segera turun Silahkan diambil ke kantor setelah ini."ucap gerak-gerik kepada seluruh karyawan karyawati. Membuat seluruh karyawan bersorak gembira.
"Terima kasih Tuan Erick Semoga Tuhan memberkati anda dan keluarga." ucap salah satu karyawan yang bekerja di lapangan.
"Sama-sama Pak."sahut itu Briptu Erick dan juga Sharma.
Setelah Briptu Erick dan Sharma menyelesaikan permasalahan yang menimpa karyawan karyawati lapangan yang bekerja di perkebunan miliknya. Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk mengelilingi seluruh perkebunan milik ya.Sharma sangat bahagia ketika dirinya dibawa oleh Briptu Erick untuk berjalan-jalan. Dengan menggunakan motor ninja milik suaminya yang biasa digunakan untuk memantau perkembangan perkebunan miliknya.
"Mas ternyata ada juga ya gunanya kita hiburan kemari!" kalau kita tidak memantau perkembangan perkebunan kita maka Mario akan semakin merajalela." ucap Sharma kepada Briptu Erick
"Iya sayang!" Mas juga bersyukur kita sudah mengetahui siapa dalang dibalik itu semua.
"Iya Mas!" Allah tidak tidur, Ia maha melihat Dia tahu mana yang jujur dan mana yang tidak. Ucap Sharma.
****
"Sayang kita Istirahat dulu ya sayang." ucap Briptu Erick sambil memarkirkan motornya di depan warung kopi dan jagung bakar yang ada di kawasan perkebunan.
"Mas udaranya sejuk bangat."
"Iya sayang, udaranya sejuk bangat cocok buat adik untuk baby Prasetya." bisik Briptu Erick kepada Sharma. Hal itu mampu membuat Sharma bergidik ngeri.
"Mas ada ada saja!"
"Iya dong sayang, kan seru sejuk sejuk begini bergulat di ranjang." ucap Briptu Erick sambil mengedipkan matanya sebelah kepada Sharma.
"Sudah ah nanti kita bahas itu, lebih baik kita ngopi dulu dan makan jagung bakar." ucap Sharma sambil langsung menarik tangan Briptu Erick masuk kedalam warung kopi.
__ADS_1
"Mang kopi dua ya Mang!" jagung bakarnya dua." ucap Sharma sembari duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pemilik warung.
*****
"Silahkan neng...." ucap pemilik warung sembari menghidangkan dua cangkir kopi dan jagung bakar pesanan Sharma dan Briptu Erick.
"Trimakasih mang." sahut Sharma sembari mendekatkan kopi pesanannya kepadapnya dan Suaminya.
"Mas nih diminum dulu supaya pikirannya fresh dan jangan mesum melulu." ucap Sharma sambil cengengesan.
Briptu Erick hanya mengebangkan senyumnya. Sembari menarik secangkir kopi dan menyeruput kopi yang sudah dihidangkan oleh pemilik warung.
"Wah jagung bakarnya enak bangat ya mas."
"Iya sayang tapi lebih enak juga melahap kamu." ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyum Jahilnya.
"Mas jangan mulai deh!" ngeras melulu." minum tuh kopi agar tidak ngeras terus."
"Habis kamu menggairahkan sayang."
"Mas!" pekik Sharma. Membuat Briptu Erick tertawa terbahak-bahak.
Setelah mereka merasa puas menikmati kopi panas dan hanging bakar, mereka kembali ke villa mengingat mereka sudah satu harian meninggalkan baby Prasetya bersama baby sister dan Bu Ida. Ketika mereka sudah tiba di villa yang Sharma cari hanya baby Prasetya yang lagi bermain baby sister karna baby Prasetya baru selesai dimandikan oleh ibu Ida.
"Wah putra mami sudah wangi ya!" ucap Sharma sembari meraih baby Prasetya dari gendongan baby sister.
Sharma mengecup pipi tembem putranya. Briptu Erick tidak mau ketinggalan, Briptu Erick langsung mengecup pipi tembem baby Prasetiya dan juga Sharma.
"Mas mandi dulu gih." ucap Sharma agar Briptu Erick segera membersihkan diri, menginat perjalanan Mereka satu harian lumayan melelahkan.
"Iya deh sayang!" mas mandi ." ucap Briptu Erick sambil berlalu dari hadapan istri dan putranya.
__ADS_1
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏