
Satu Minggu kemudian, pak sugito dan ibu Rohana dan juga Andita . Setelah memastikan keadaan Sharma sudah semakin membaik, mereka memutuskan pulang kerumah terlebih dahulu dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Begitu juga dengan pak Fernando dan ibu meli,Agar mereka dapat istirahat.
Dokter Delon memeriksa kondisi Sharma sudah bisa memastikan kalau Sharma baik baik saja.
"Bagaimana kondisi istri saya dokter?"
"Semuanya sudah baik, besok sudah bisa pulang kerumah . Tetapi haru sering cek up ya." ucap dokter Delon kepada Briptu Erick
"Baik dokter!" Trimakasih sudah menolong istri saya!" ucap Briptu Erick kepada dokter Delon.
"Sama sama ka!" ucap dokter Delon sambil mengebangkan senyumnya.
"Sayang!" Tapi aku mau pulang sekarang." rengak Sharma yang sudah bosan berbaring di rumah sakit.
"Sayang!" kan dengar kata dokter Delon tadi, besok baru bisa pulang." ucap Briptu Erick kepada suaminya memberikan pengertian kepada Sharma. sambil memeluk Sharma dan mencium bibir manis Sharma.
Malam harinya Sharma tidak bisa tidur, ia ingin sekali pulang ke rumah, karna rindu dengan suana rumah.
"Sayang!" kok belum tidur?"
"Tidak bisa tidur sayang!"
"Kenapa?"
Sharma tidak menjawab, ia juga tidak tau mengapa dirinya tidak bisa tidur lelap malam itu.
Hingga Briptu Erick memutuskan untuk tidur bersama Sharma di atas tempat tidur sempit yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
"Sini mas peluk!" ucap Briptu Erick sambil meraih tubuh Sharma kepelukannya.
Entah karna dorongan apa, tiba tiba Sharma langsung ******* bibir ranum Briptu Erick.
Briptu Erick yang mendapat serangan tiba tiba dari istrinya langsung membalas dan langsung melahap dan mengecup bibir manis Sharma.
Hingga Sharma mengeluarkan de$@han.
"Sayang kau sudah membuat adik kecilku bangkit." bisik Briptu Erick telat ditelinga Sharma.
"Mas, Apa mereka sempat menodai ku?"
"Tidak sayang!" semua sudah dipastikan kalau mereka tidak sempat menodai kamu sama sekali." ucap Briptu Erick sambil kembali mengecup bibir manis Sharma. Perlahan kecupan itu sudah semakin mendalam, turun ke jenjang leher Briptu Erick.
"Apa kamu juga menginginkan nya sayang?" tanya Briptu Erick.
__ADS_1
Sharma menganggukkan kepalanya pertanda Sharma juga menginginkan sentuhan dari suaminya.
"Tapi ini dirumah sakit sayang!" takutnya suster atau dokter datang."ucap Sharma
"Tidak kok!" kan jarum infus ditangan kamu sudah dicabut." sahut Briptu Erick sambil kembali melahap leher jenjang Sharma.
"Mas!" pintunya masih terbuka loh." ucap Sharma. mengingatkan suaminya, kalau pintu ruang rawat inap Sharma masih terbuka.
sontak Briptu Erick langsung berdiri dan mengunci pintu kamar rawat Sharma.
Briptu Erick langsung menghampiri Sharma.
"Sayang boleh ya pelan-pelan saja!"pinta Briptu Erick kepada istrinya.
Sharma mengembangkan senyumnya, Iya tahu kalau suaminya sudah sangat menginginkannya. Sharma yang merasa tidak tega melihat suaminya menahan Ha$ratnya langsung memeluk suaminya.
"Lakukan sayang!" aku ini hanya milik mu bukan milik siapa siapa." bisik Sharma
"Merasa mendapatkan ijin dari istrinya, Briptu Erick membuka kancing baju yang digunakan Sharma, hingga gunung kembar milik Sahrma terlihat jelas Dimata Briptu Erick. Erick membuka kaitan tali penutup gunung kembar itu, dan langsung melah@pnya habis habisan dan membumbui tanda merah disana pertanda kepemilikannya.
"Mas .....de$@h Sharma membuat Briptu Erick semakin melancarkan aksinya. Briptu Erick juga menuntun tangan Sharma agar memainkan adik kecilnya yang sudah lancang depan
" Sayang please!" De$@h Briptu Erick meminta agar Sharma terus memainkan adik kecil Briptu Erick. Sharma pun melakukan apa yang menjadi permintaan suaminya. Sharma berusaha agar suaminya tidak kecewa dalam permainan yang mereka lakukan
Hingga tiga puluh lima menit berlalu, Briptu Erick pun mencapai puncaknya. dan langsung
"Ah....." suara Briptu Erick pertanda Briptu Erick sudah mencapai puncak surga dunia. Briptu Erick langsung mengecup kening Sharma
"Thanks sayang." ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyumnya
"Sama sama sayang." ucap Sharma kepada suaminya.
Briptu Erick memasangkan baju Sharma.
"Trimakasih sayang, sudah setia menjagaku dirumah sakit ini." ucap Sharma
"Kok kamu ngomong gitu sayang?" aku ini ka. suami kamu!" jadi sudah sewajarnya aku ada disamping kamu dalam suka maupun duka." ucap Briptu Erick.
sementara di tempat lain Andita yang mendapat telepon dari kekasihnya Delon,
"Iya Mas ada apa!" Sapa Andita dari kediaman Bapak Sugito.
"Sayang kita bisa ketemu tidak?"
__ADS_1
"Boleh!" di mana sayang?"
"Ya sudah!" Mas share lokasi saja nanti Andita yang ke sana."ucap Andika yang belum tahu rencana dokter Delon. Setelah dokter Delon memberitahu alamat tempat mereka ketemuan,
Andita langsung bersiap pergi ke lokasi itu tanpa mengetahui Apa rencana dokter Delon terhadapnya.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit Kemudian, Andita tiba di salah satu tapi yang ditentukan oleh dokter Delon. Iya mencari-cari sosok dokter Delon di sana. Tiba-tiba matanya menangkap sosok yang ia cari yang duduk di pojok paling belakang.
"Sayang sudah lama belum?" tanya Andita
"Belum sayang!" baru sekitar sepuluh menit." ucap dokter Delon.
"Ada apa ya sayang, kok tiba tiba mas minta
meminta kita ketemuan?"
"Duduk dulu dong sayang!" datang datang kok langsung ngerocos aja." ucap dokter Delon sambil mengebangkan senyumnya.
Kemudian Andita duduk dengan tenang.
"Ada apa sih Sayang?" langsung dikasih tahu saja Andita jadi penasaran!"
"Begini sayang kan Kak Erik sudah menikah, sekarang Mas ingin berencana untuk melamar kamu di depan orang tua kamu."Bagaimana menurutmu sayang?"
"Oh itu terserah Mas saja, Lagian ibu sama ayah sudah setuju kok.
"Serius kamu sayang?" kalau ayah sama ibu sudah merestui hubungan kita ta?"
"Iya sayang, hari itu kan Kak Erik belum menikah sehingga kita tidak diperbolehkan menikah terlebih dahulu dari kakak laki-laki
akhirnya Andita dan Delon pun sepakat untuk segera langsung melakukan pernikahan.
mendengar niat baik dari sang kekasihnya hati Andita begitu bahagia ia langsung memeluk dokter Delon.
"Terima kasih sayang !"ucap Delon karena Andita menerima lamaran Delon.
"Iya sayang sama-sama aku juga sangat mencintaimu. ucap Andita sambil langsung memeluk dokter Delon tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di cafe. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat interaksi antara dokter Delon dengan Andita.
"Ternyata itu kekasih Kak Delon?" ucap salah satu pengunjung yang ada di kafe tersebut. yang ternyata melihat interaksi antara Delon dan Sarma adalah adik kandung dari dokter dalam."aku yakin itu calon istri kakakku."gumam Anjani dalam hati. Tetapi ia tidak menghampiri dokter Delon yang ada di sana.
Bersambung......
hai hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓
__ADS_1