
Yudha menghubungi dokter Delon untuk memeriksa kondisi kesehatan Merli. Ketika dokter Delon mendapat telpon dari Yudha, Dokter Delon begitu terkejut. Karna tiba tiba Yudha meminta dokter Delon datang kerumah Yudha.
"Ada apa ini? siapa yang sakit?" gumam Delon dalam hati sambil langsung pergi menuju kediaman Yudha.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit kemudian, Dokter Delon tiba dikediaman Yudha. Ia sudah disambut oleh Yudha.
"Ada apa ka?" kok tiba tiba meminta saya datang kemari memangnya siapa yang sakit?
"Istri kakak yang sakit."
"Oh Delon kira Ina yang sakit."
"Tidak Merli tiba tiba mual dan muntah muntah."
"Oh ya sudah dimana Kak Merli?
"Ada di kamar, mari masuk!" ucap Yudha agar Delon mengikutinya masuk kekamar untuk memeriksa kondisi kesehatan Merli.
Setelah tiba di kamar, dokter Delon langsung memeriksa kondisi kesehatan Merli,
ketika dokter Delon memeriksa kondisi kesehatan Merli, dokter Delon menganjurkan kepada Yudha agar segera memeriksakan Merli kedokter kandungan.
"Lebih baik ka Merli langsung diperiksa ke dokter kandungan. Karna menurut pemeriksaan saya, Ka Merli sepertinya lagi hamil. Tapi untuk memastikannya lebih baik ka Merli langsung di periksa ke bagain dokter kandungan karna mereka yang lebih ahli di bidang ini." ucap Dokter Delon kepada Yudha.
Mendengar apa yang di katakan dokter Delon bahwa Merli kemungkinan hamil, Yudha begitu bahagia. Ia mengebangkan senyumnya dan langsung mengecup kening istrinya Merli.
"Sayang kamu hamil." ucap Yudha begitu riang.
Merli mengingat ingat masa datang bukan yang ternyata dia sudah telat tiga Minggu, hal itu membuat Merli kalau dirinya memiliki keyakinan kalau dirinya benar benar hamil.
"Mungkin juga sih mas, soalnya Merli sudah telat tiga Minggu." ucap Merli kepada suaminya Yudha.
"Serius sayang?
__ADS_1
"Iya mas!" sahut Merli
"Ya sudah daripada menebak nebak lebih baik langsung diperiksa kedokter kandungan." ujar dokter Delon kepada Yudha dan juga Merli.
"Iya lebih baik kita langsung kerumah sakit untuk memeriksa nya sayang."ujar Yudha kepada Merli.
"Apa tidak lebih baik besok aja mas?"
"Lebih cepat lebih baik sayang." ucap Yudha.
Merli setuju kalau mereka segera memeriksa dan memastikan kalau Merli benar benar hamil.
"Kalau begitu saya permisi dulu kak!" takutnya Andita nyariin Delon dirumah sakit." ucap Delon kepada Merli dan juga Yudha.
"Trimakasih Dokter Delon, kami sudah merepotkan Dokter Delon." ucap Yudha
"No problem ka, Kitakan saudara."
kemudian Dokter delon berpamitan untuk kembali lagi kerumah sakit untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang dokter.
Dua hari kemudian BabynPrasetya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit oleh Dokter. Karena kondisinya sudah semakin membaik. Sharma yang mendengar kabar dari dokter kalau baby Prasetya sudah bisa pulang ke rumah begitu bersyukur karena putranya sudah sembuh.
"Hari ini Putra kita sudah bisa pulang ke rumah mas!" Jadi sepertinya nanti siang Sharma sudah mulai bisa masuk ke kampus. Soalnya sudah dua hari juga Sharma tidak mengikuti mata kuliah. Takutnya terlalu banyak nanti ketinggalan." ucapan Sharma. kepada Erick
"Ya sudah tidak apa apa setelah sampai di rumah, nanti langsung mas antar kamu ke kampus.
"Tidak apa-apa kan Mas, titip Putra kita dulu.
"No problem sayang!" kamu tenang saja Mas akan jaga Putra kita Lagian ada Baby sister juga membantu Mas menjaga Putra kita.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit Mereka pun tiba di rumah dan Sharma pun tampak merasa lega karena Putra mereka sudah sembuh bahkan sekarang baby Prasetya semakin aktif.
"Sayang kamu langsung siap-siap deh, agar kamu langsung mas antar ke kampus. Takutnya nanti telat." ujar Erick kepada Sharma.
__ADS_1
"Iya Mas sepertinya masih ada waktu Sharma masuk kampus hari ini.
Sementara di tempat lain Bagas sudah tampak gelisah karena Sharma sudah 2 hari tidak masuk ke kampus. Ia pun bertanya-tanya kepada satu kelas Sharma. Tetapi tak seorangpun yang mengetahui penyebab mengapa Sharma tidak masuk kampus. Hal itu membuat Bagas semakin ingin mencari tahu tempat tinggal Sharma. Tetapi tak satu pun teman-teman Sharma yang memberi tahu kepada Bagas.
Karena sebelumnya Morina dan Zahra sudah memperingatkan kepada teman-teman satu kelas Sharma agar mereka tidak memberitahu tempat tinggal sharma kepada Bagas. Morina dan Zahra takut jika Bagas berbuat nekat dan datang menghampiri Sharma ke kediaman Erick. Itu bisa menjadi bumerang buat rumah tangga antara Erick dan juga Sharma.
"Bagas bolak-balik bertanya kepada Morina Di mana tempat tinggal Sharma. Tetapi Morina tidak pernah memberitahu kepada Bagas sehingga Bagas bertekad untuk mengikuti Zahra dan juga Morina ke mana saja agar dirinya mengetahui Di mana tempat tinggal Sharma sebenarnya.
Ketika Sharma sudah tiba di kampus Brawijaya Briptu Erick langsung memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Sharma keluar dan berniat untuk langsung masuk ke ruang kelas. Tetapi ketika Bagas melihat kedatangan Sharma Bagas langsung menghampiri Sharma. Erick yang melihatnya merasa kesal. Ia pun langsung mendatangi Bagas dan juga Sharma yang saling berpaspasan.
"Sayang tunggu sebentar ada yang ketinggalan nih." ucap Erick sambil mengecup kening dan bibir manis Sharma dihadapan Bagas. Hal itu membuat Bagas sangat emosi. Ia mengepalkan tangannya Ingin menonjok Briptu Erick. Karena telah mencium Sharma di hadapannya.
"Apa ada masalah saya mencium istri saya sendiri kepada anda Bagas?" tanya itu Erick kepada Bagas karena melihat Bagas mengepal tangannya.
Tiba-tiba Bagas langsung menonjok wajah tampan Briptu Erick hingga Briptu Erik mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya.
Sharma berteriak, ia takut perkelahian itu akan berkepanjangan. Tetapi Briptu Erick yang sangat dewasa langsung menghampiri Bagas.
"Apa salah saya kepada kamu sehingga kamu menonjok ku? tanya Bagas berusaha menahan emosinya.
"Ingat saya akan merebut Sharma darimu tua bangka." kata bagas dengan emosi kepada Erick. Erick pun tidak bisa menahan diri lagi karena Bagas sudah keterlaluan ingin merusak rumah tangganya dengan Sharma.
Dengan sekejap Erick langsung memberikan pukulan yang dahsyat kepada Bagas hingga Bagas terpental sejauh 3 meter membuat Sharma langsung berteriak minta tolong agar orang-orang yang ada di kampus mengetahui Tetapi sebelum orang datang untuk melerai Erick sudah menghajar habis-habisan Bagas.
MorIna dan Zahra yang mendengar pertengkaran itu terjadi. langsung menghampiri Sharma dan Briptu Erick dan berusaha untuk menghentikan perkelahian antara Briptu Erick dan Bagas. lalu satpam yang bertugas di kampus Brawijaya pun datang menghampiri mereka.
"Ada apa ini? tanya Pak satpam yang lagi bertugas di kampus Brawijaya.
Morina langsung menatap satpam itu dengan tatapan tajam. Sehingga Pak satpam itu pun langsung terdiam. Ia tidak mampu berkata apa-apa. Morina sudah menatapnya dengan tatapan tajam.
"lalu Morina pun langsung menghubungi dekan agar segera memproses Bagas dan Ia tidak ingin Bagas berada di kampus Brawijaya lagi.
Bersambung.....
__ADS_1
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏