Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
SYUKURAN


__ADS_3

Dua hari kemudian Dokter Delon dan pak Fernando kembali ketanah air. Tampak pak Fernando sudah mulai pulih. Tetapi pak Fernando masih butuh konsultasi kepada dokter ahli di bidangnya.


Di bandara Andita tampak antusias menjemput suaminya yang paling ia cintai. Apalagi, dokter Delon berada di Singapura selama satu bulan. Hal itu membuat Andita begitu merindukan sosok suaminya.


Ketika Andita melihat suaminya dokter Delon dan pak Fernando keluar dari ruang arrival, Riyanti langsung berlari menghampiri suaminya.


"Mas!" panggil Andita sambil lansung memeluk suaminya tanpa perduli keberadaan pak Fernando disana. karna rasa kangen buang dirasakannya terhadap suaminya yang baru baru dua bulan menjadi suaminya.


"Mas!" juga sangat merindukanmu sayang." ucap dokter Delon sambil langsung memberi kecupan di kening istrinya Andita.


kemudian Andita melepaskan pelukannya setelah melihat pak Fernando yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Eh om!" maafkan Andita." ucap Andita sambil memberi salam kepada pak Fernando.


"Tidak apa apa nak!" namanya juga merindukan orang yang kita cintai, itu wajar nak." sahut pak Fernando sambil mengebangkan senyumnya.


lagian saya yang harus minta maaf sama kalian, karna sudah banyak merepotkan kalian." ucap pak Fernando merasa tidak enak hati karena dirinya, Andita terpisah dengan suaminya selama satu bulan.


"Ah om bisa aja!" namanya juga suami Andita berprofesi sebagai Dokter, otomatis pasti ditinggal Dong." ucap Andita sambil menggandeng tangan suaminya dan berjalan menuju parkiran mobil miliknya.


"Kamu Bareng sama siapa sayang?"


"Sendiri mas!" soalnya Sharma dan Briptu Erick sedang sibuk mempersiapkan penyambutan pulangnya om Fernando." bisik Andita agar pak Fernando tidak mendengarnya.


"Oh kirain tadi tidak mau jemput om fernando." ucap dokter Delon.


"Mas aja yang nyetir ya sayang!" ucap dokter Delon.


"Tidak mas!" mas masih cape. Biar Andita saja sayang nyetir." ucap Andita sambil langsung duduk di kursi kemudi. Kemudian setelah barang bawaan sudah masuk semua,.dan pak Fernando sudah duduk tenang." Andita langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju kediaman Briptu Erick.

__ADS_1


Yang Mana disana sudah kumpul keluarga dekat Briptu Erick dan Sharma


untuk sekedar mengadakan syukuran atas kembalinya pak Fernando dengan sehat.


"Sayang!" apa semuanya sudah clear?" tanya Sharma kepada suaminya Briptu Erick


"Soalnya papi Sama adik ipar sudah dijalan dan sudah mau sampai." ucap Sharma.


"Sudah kok sayang!" kamu tenang saja." ucap Briptu Erick sambil merangkul istrinya yang sedang mengandung darah daging Briptu Erick.


"Apa anak kita rewel tadi sayang?"


"Tidak kok sayang!" anak kita baik hari ini.um perut Sharma.


"Sayang!" baik baik di dalam ya." ucap Briptu Erick berkomunikasi dengan calon bayinya yang ada di rahim Sharma.


"Opah!" kami merindukanmu!" ucap innamorata sambil berusaha memeluk pak Fernando.


Pak Fernando ingin sekali berjongkok tapi karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan sehingga Pak pernando hanya mengembangkan senyumnya kearah dua bocah yang sangat menantikan kedatangannya.


Sharma langsung berjalan menghampiri papinya


"Papi!" Panggil Sharma dan langsung memeluk pak Fernando sambil terisak.


"Kenapa menangis nak?" Papi baik-baik saja lihat papi sedang berdiri di hadapanmu!" ucap Pak Fernando sambil mengelap air mata Sharma yang menetes di wajah cantiknya.


"Papi kuat untuk Putri papi dan juga calon cucu Papi!" Ucap pak Fernando sambil mengembangkan senyumnya.


"Terima kasih Papi sudah bertahan untuk Sharma dan juga calon cucu papi!"

__ADS_1


"Iya sayang semua ini berkat doa-doa kalian yang menyayangi papi. Ucap pak Fernando sembari berjalan masuk ke dalam rumah. Betapa terkejutnya apa Fernando ketika melihat semua anggota keluarga sudah berkumpul di rumah Briptu Erick dengan berbagai macam masakan yang sudah dihidangkan.


Ada beberapa anggota keluarga yang hadir disana termasuk keluarga Merli dan Yudha. Begitu juga dengan keluarga tuan Jose Miller dan nyonya Selena. Tidak lupa dengan sahabat sharma Zahra dan Morina bersama suami-suami mereka. Apalagi Morina dan Zahra sudah memiliki putra putri yang cantik dan mungil.


"Wah!" rumah tampak ramai Ada apa ini?' tanya Pak Fernando merasa heran yang tidak tahu kalau Sharma dan Briptu Erick sudah merencanakan mengadakan syukuran atas kembalinya Pak Fernando dengan sehat walafiat dari Singapura.


"Papi lebih baik duduk dulu ini semua kami lakukan untuk menyambut kedatangan papi karena sudah bertahan untuk Sharma dan juga calon cucu Papi." ucap Sharma sambil kembali memeluk Pak Fernando.


"Terima kasih nak!' sudah membuat Papi bahagia. jujur Tapi awalnya papi sudah pasrah tetapi karena adanya kamu dan calon cucu Papi sehingga Papi berusaha untuk sembuh." Ucap pak pernando sambil meneteskan air matanya. Apalagi dirinya mengingat sosok almarhum istrinya yang sangat ia cintai. Ibu Melly sangat menyayangi Sharma.


Iya sudah menganggap saya sebagai anak kandungnya sendiri. sejujurnya Ibu Meli ngin sekali bersama dengan Sharma dan cucu cucunya kelak tapi Tuhan berkehendak lain ia terlebih dahulu dipanggil sang pencipta sehingga dirinya tidak sempat untuk menimang cucu dari Sharma ,Putri yang sudah diasuhnya sejak bayi.


"Selamat datang kembali pak Fernando!" Ucap pak Sugito dan juga tuan Jose Miller sembari memberi salam kepada Pak Fernando.


"Terima kasih banyak Kalian benar-benar membuatku merasa memiliki keluarga yang sangat cinta dan sayang kepadaku"ucapan Fernando.


Padahal selama ini semenjak kepergian Ibu Meli Pak Fernando terkadang terdiam. ia memikirkan Bagaimana nasibnya kelak di ujung hayatnya. Tetapi ketika melihat cinta kasih dari Sharma terhadap Pak Fernando membuat pak Fernando kembali bersemangat.Yang ternyata Sharma tetap menyayangi pak Fernando walaupun ia mengetahui kalau dirinya tidak anak kandung mereka.


"Ya Allah aku sangat bersyukur memiliki keluarga besar seperti mereka." doa Pak Fernando dalam hati Ia juga tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada dokter Delon. Karena dokter Delon sudah banyak membantunya dalam pengobatannya selama di Indonesia dan juga di Singapura. Apalagi dokter Delon sampai rela meninggalkan istrinya yang baru dinikahinya demi mendampingi pak Fernando melakukan operasi pencangkokan ginjal di negara Singapura.


Setelah berbicara panjang lebar dan mengucap terima kasih dan selamat kepada Pak Fernando dan satu sama lain in Sharma, Morina, Zahra mengajak semua anggota keluarga untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia.


"Sepertinya Papi sama adik ipar sudah lapar lebih baik kita terlebih dahulu makan, baru kita ngobrol kembali!" ujar Sharma kepada keluarga besar dan sahabat-sahabatnya.


Merli dan Yuda tampak bahagia melihat adiknya begitu bahagia Ketika pak Fernando sudah kembali ke Indonesia. Merli bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Sharma. karena dirinya sudah merasakan kehilangan ayah dan ibu kandungnya sendiri yaitu ibu kandung dan ayah kandung Sharma juga.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2