
Pagi itu matahari bersinar Menyinari seluruh permukaan bumi. Briptu Erick berincana untuk mengajak Sharma berkeliling perkebunan Teh miliknya yang ada dikawasan puncak Bogor.
"Sayang....." kamu mau ikut tidak lihat perkebunan kita?"
"Mau dong mas!"
"Tapi bagaimana dengan putra kita?"
"Kan ada suster yang jaga dan ada juga Bu Ida."ucap Briptu Erick.
"Ya sudah Sharma mau ikut deh, soalnya belum pernah melihat perkebunan suamiku tercinta." ucap Sharma.
"Bukan milik suamiku sayang!" tapi perkebunan milik kita " tegas Briptu Erick membuat Sharma langsung terkekeh.
"Eh iya maaf mas!"
"Lain kali jangan misah misahin milik mas dan milik kamu sayang!" semua harta kekayaan mas, kan milik kamu dan putra kita juga." ucap Briptu Erick sambil meraih tubuh Sharma kepelukannya.
"Maaf mas, Sharma tidak bermaksud seperti itu kok!" ucap Sharma
"Ya sudah kita berangkat!"
"Tunggu sebentar mas!" ucap Sharma sambil berlalu kekamar mengganti pakaiannya
Sharma memakai kaos oblong, dipadukan dengan celana jeans warna biru. Rambut di ikat ekor kuda dan memakai sepatu sport dan topi biru yang sudah ia bawa sebelumnya dari Jakarta untuk berjaga jaga.
Sharma keluar dari kamar dan langsung menggandeng tangan Briptu Erick.
"Sayang kamu Kren bangat memakai pakaian seperti ini." Benar benar nyonya Briptu Erick yang sempurna." puji Briptu Erick memuji kecantikan istrinya, karna terpesona melihat penampilan istrinya yang luar biasa menurutnya.
"Sudahlah mas tidak perlu memuji seperti itu, lebih baik kita sekarang pergi melihat perkebunan kita.
"Oh iya kita naik apa mas?"
"Naik mobil dong sayang!"
"Ngak seru kalau naik mobil, kita naik motor aja."
"Memangnya kamu tidak apa apa naik motor panas panasan?"
"Tidak apa apa mas!" justru seru, bisa meluk mas dari belakang." ucap Sharma sambil mengebangkan senyumnya.
__ADS_1
"Ya sudah sesuai dengan permintaan nyonya Briptu Erick yang paling cantik, kita akan pergi melihat perkebunan dengan menggunakan motor. " ucap Briptu Erick sambil mengeluarkan motor yang biasa ia gunakan ketika dirinya memantau perkembangan perkebunannya.
"Ayo sayang!" ucap Briptu Erick sambil langsung menghidupkan motor ninja miliknya yang sengaja di tinggal di villa.
"Ayo siapa takut boncengan sama suamiku yang paling tampan sejagat bumi ini." ucap Sharma sambil cengengesan dan duduk di boncengan Briptu Erick sambil memeluk suaminya dari Belakang.
Briptu Erick melajukan motor ninja miliknya menuju perkebunan, tampak Sharma sangat bahagia melihat pemandangan indah yang ada disana, perkebunan teh yang luas membuat Sharma begitu menikmati perjalanan mereka.
"Mas ternyata perkebunan teh milik kita luas juga ya mas?"
"Lumayan sayang!"
"Mas Sharma ngak nyangka loh kita memiliki perkebunan seluas ini." ucap Sharma
"Briptu Erick hanya tersenyum sesekali ia mengecup tangan Sharma sambil mengendarai motor ninja miliknya.
Ketika mereka melintasi beberapa karyawan yang bekerja di perkebunan milik Briptu Erick, mereka berhenti sejenak untuk sekedar menyapa para karyawan yang bekerja di perkebunan.
"Selamat pagi Bu...."
"Selamat pagi pak...." sapa Briptu Erick dan Sharma ramah kenapa para karyawan.
"Wah ada tuan Erick wah sama siapa tuan?"
"Perkenalkan Bu...pak..ini Sharma istri saya." ucap Briptu Erick memperkenalkan Sharma kepada karyawan yang bekerja di perkebunan milik Briptu Erick.
"Hello bapak.....ibu....sapa Sharma sambil memberi salam satu persatu .
"Wah geulis pisan ya istri tuan Erick ." bisik salah satu karyawan Erick.
"Iya Bu ini istri saya!" cantik kan?" ucap Briptu Erick sambil meraih tubuh Sharma rangkulannya.
"Bagaimana bapak bapak, Ibu ibu apa sudah capek kerjanya?"
"Kalau sudah capek istrihat dulu ya." ucap Briptu Erick. Dan tolong jika ada keluhan tolong diberitahu langsung sama saya." ucap Briptu Erick.
"Begini pak hasil panen kita tahun ini, meningkat pesat, apa kami para karyawan tidak mendapat bonus?" tanya salah satu karyawan yang bertugas disana.
"Kan saya selalu memberi bonus sama kalian tiap bulannya?"
"Bonus?" kami tidak pernah merasa mendapatkan bonus selama ini pak!" ucap para karyawan itu dengan kompak.
__ADS_1
"Tapi saya selalu memberikan bonus kepada setiap karyawan yang rajin, dan tidak absen selama 3 kali dalam sebulan itu wajib saya kasih bonus selain dari gaji pokok. ucap Briptu Erick dengan tegas.
"Maaf Tuan selama ini saya dan karyawan lainnya tidak pernah mendapatkan bonus selain dari hari raya idul Fitri. ucap salah satu karyawan yang bekerja di perkebunan Briptu Erick.
"Saya bisa memberikan buktinya kepada kalian bahwasannya saya memberikan bonus kepada setiap karyawan yang rajin.
"Tapi yang intinya kamu tidak pernah menerima bonus apapun Tuan, selain di hari raya idulfitri.
"justru terkadang gaji kami dipotong dengan alasan terlambat masuk kerja padahal kami menjalankan tugas kami sesuai dengan peraturan yang ada di perkebunan..
Mendengar penuturan dari para karyawannya Briptu Erick sangat terkejut. Ia pun tidak menyangka itu terjadi kepada karyawan karyawati yang bekerja di perkebunan nya.
"Baik saya akan periksa Mengapa ini terjadi karena saya merasa sudah memberikan bonus kepada kalian, Tetapi kalian tenang saja saya akan mengusut tuntas Mengapa bonus kalian tidak dikeluarkan oleh pimpinan Kalian disini. Tetapi saya selaku pemilik perkebunan ini sudah memberikan bonus sesuai dengan peraturan yang ada.
"Terima kasih banyak Tuan, kami berharap bonus kami keluar tuan."
"Kalian Tenang saja!" saya dan istri saya kan mengurus kekeliruan ini, saya yakin ada yang tidak beres disini." ucap Briptu Erick.
"Mas bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Sharma kwatir akan perkebunan Suaminya.
"Aku yakin Mario sudah Berani bermain main dengan ku." geram Briptu Erick.
"Maksud mas?"
"Dia pasti yang sudah memakan bonus para karyawan kita. Padahal selama ini mas sudah memberikan gaji yang cukup bahkan pasilitas yang mewah." ucap Briptu Erick dengan kesal.
"Mario itu siapa sayang?"
"Orang kepercayaan mas yang menangani perkebunan kita."terang Briptu Erick kepada Sharma.
"Ya sudah kita akan periksa laporan keuangan perkebunan semua. Dan minta Mario dan jajarannya mengadakan rapat nanti siang " ucap Sharma yang ikut geram.
"Iya sayang." lalu Briptu Erick menghubungi Mario agar Mario dan jajarannya mengadakan meeting di kantor perkebunan yang berada tidak jauh dari lokasi perkebunan milik Briptu Erick.
Mario yang tidak mengetahui kalau Briptu Erick sudah mengetahui kalau bonus karyawan tidak diturunkannya bahkan dimakan oleh mereka olehnya sendiri senyum sumringah. Karna ia tau kalau Briptu Erick datang, pasti memberinya bonus yang besar.
"Perhatian perhatian semuanya, Bos besar akan datang, dan sekarang kita diminta kumpul diruang meeting." ucap Mario dengan semangat.
Semua karyawan yang bekerja di bagian kantor perkebunan, langsung menuju ruang meeting karna mereka juga tidak sabar ingin bertemu langsung dengan pemilik perkebunan.
"Wah jadi tidak sabar nih pasti kita akan mendapatkan bonus." gumam salah satu karyawan yang berkerja di bagian kantor.
__ADS_1
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏