
Briptu Erick memohon kepada Sharma untuk dimaafkan, tetapi Sharma hanya diam saja. sehingga Briptu Erick langsung meraih tubuh mungil Sharma kepelukannya.
"Sayang jangan begini, mas tidak sanggup kalau kamu mendiamkan mas.
"Okey mas akui mas salah, tapi itu mas lakukan hanya semata-mata karna tugas sayang." ucap Briptu Erick.
Alangkah terkejutnya Briptu Erick ketika airmata Sharma kembali mengalir begitu saja.
"Sayang kenapa menangis?
"Please mas minta maaf Sayang."
"Tolong ngertiin mas dong."
Sharma pun duduk diatas tempat tidur matanya sudah semakin sembab. Membuat Briptu Erick tidak sanggup melihat orang yang ia cintai menangis.
"Sayang sudah dong, kalau kamu marah sama mas, bilang dong jangan seperti ini."
"Aku tidak sanggup kalau harus di cuekin begitu saja dengan suamiku dan seperti tidak mengenal ku." Paham." ucap Sharma dengan nada yang meninggi. Sambil kembali menangis
Briptu Erick terdiam. Ia sadar akan kesalahannya.
"Maafkan mas sayang."
"Sudah ngak ada guna."
"Jadi mas harus bagaimana?"
"Tidak tau!" lakukan saja tugas mu dan jangan pernah hiraukan aku.
" Dari dulu makanya saya tidak ingin membuka hati kepada laki laki yang berprofesi sebagai polisi. Tapi entah kenapa hati ini menjadi milih seorang polisi menjadi suamiku.
Tapi ternyata benar, sakit menjadi istri dari seorang polisi yang lebih mementingkan tugasnya daripada keluarga dan istrinya." Ucap Sharma semakin terisak .
"Bukan begitu sayang."
"Jadi bagaimana?"
"Ya namanya juga Tugas, kan tidak mungkin hanya kamu dan Andita tidak diperiksa sayang." ucap Briptu Erick
"Bukan masalah diperiksa atau tidak, setidaknya tegur sapa pun tidak, Sharma sudah tersenyum, tapi mas pura pura tidak melihatku disana. Bahkan untuk membalas senyuman Sharma pun tidak. Mas anggap apa Sharma mas?" tangis Sharma semakin sesunggukan
"Mas malu kan sama rekan kerja mas, kalau mas memiliki calon istri bocil dan jelek seperti Sharma?" ucap Sharma meluapkan apa yang dalam isi hatinya kepada Briptu Erick.
"Tidak sayang, mas tidak seperti itu."
"Terus seperti apa?" Hua ....Hua ..Hua." tangis Sharma semakin histeris.
"Percayalah sayang itu semua tidak seperti yang kamu pikirkan."
Briptu Erick kembali meraih tubuh Sharma kepelukannya.
"Please Maafin mas ya." ucap Briptu Erick sambil mengecup bibir manis Sharma, membuat Sharma tidak bisa berkutik.
"lepasin mas."
"Mas tidak akan lepasin sebelum istriku memaafkan aku."
"Terserah."
Briptu Erick langsung melap airmata Sharma yang berada di wajah cantik Sharma.
"Jangan menangis lagi sayang." Disini hanya ad kamu." ucap Briptu Erick sambil menunjuk dada bidangnya kepada Sharma .
"Mas sangat mencintai kamu sayang."
__ADS_1
ucap Briptu Erick sambil kembali mencium kening Sharma.
Akhir hati Sharma pun sedikit luluh.
"Ya sudah jangan peluk peluk dulu,Sharma belum mandi."
"Ngak apa apa, masih tetap cantik kok."
"Ngak perlu gombal."
"Emang siapa yang gombal?"
"Hantu balau."
"Dimana hantu sayang?"
"Ada disampingku, pakai baju dinas polisi." ucap Sharma datar.
"Hah jadi maksud kamu, mas yang hantu?"
"Kalau merasa."
"Awas kamunya. ucap Briptu Erick dan langsung menggelitik Sharma.
"Udah mas, Sharma mandi dulu, masih bau." ucap Sharma. dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
sementara Briptu Erick yang mengetahui kalau sharma belum sarapan, Briptu Erick langsung memesan makanan untuk sarapan mereka.
"Pasti istriku belum makan." gumam Briptu Erik sambil meraih ponselnya yang ada di saku celananya.
Kemudian Briptu Erick memesan makanan favorit Sharma melalui aplikasi yang ada di ponselnya.
Sementara Sharma yang sudah selesai melakukan ritual mandinya. langsung memakai pakaiannya di dalam kamar mandi karena Briptu Erik berada di dalam kamarnya.
"Sini mas bantu mengeringkan rambutnya."
"Sudah mas tidak usah, Sharma sendiri aja."
"Ngak apa apa sayang." ucap Briptu Erick sambil melap rambut Sharma dengan menggunakan handuk kecil milik Sharma.
Briptu Erik pun langsung mengambil hair dryer yang ada di dalam laci. Guna mengeringkan rambut Sharma. Sambil mengeringkan Briptu Erick pun menyisir rambut Sharma.
"Sayang wangi banget rambutnya pakai sampo apa?"
"Nggak pakai shampo apa-apa!" biasa aja cuman pakai shampo murahan aja kok." ucap Sharma kepada Briptu Erick.
"Tapi rambutnya bagus banget sayang." ucap Briptu Erick untuk memuji kecantikan rambut Sharma.
"Nggak perlu gombal mas!" Sharma nggak ada uang receh untuk kasih ke mas"
"Mas Tidak gombal sayang !" emang kenyataan kalau rambut Kamu itu cantik dan berkilau lagi ucap Briptu Erick.
Tiba-tiba sang driver online datang mengantarkan makanan pesanan Briptu Erick.
"Mas pesan makanan ya?"
"Iya soalnya mas belum sarapan!" kamu juga belum sarapan kan?"
"Iya namanya juga baru bangun!" Memangnya Mas belum sarapan juga?" katanya ada apel pagi."
"Iya Mas sengaja nggak sarapan di rumah biar bisa sarapan bareng kamu sayang."
"Oh asal lah betul."
"Iya sayang." ucap Briptu Erick
__ADS_1
Makanan pun dihidangkan oleh Sharma, agar mereka bisa langsung makan bareng mengingat perut mereka sudah mulai keroncongan. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Tetapi mereka sama sekali belum makan atau sarapan apa-apa.
"Kok Mas tahu makanan kesukaan Sharma?"
"Ya tahu dong!" namanya juga istrinya, suaminya pasti tau dong makanan favorit istrinya.
"Humm"
Kemudian mereka pun melahap makanannya dengan lahapnya. Entah karena doyan atau kelaparan, sehingga makanan itu cepat ludes mereka santap.
apalagi Briptu Erick memakannya persis seperti makan sewaktu pelatihan polisi.
"Mas lapar banget ya?"
"Iya dari tadi Mas sudah tahan tahan laparnya!"
"Kok nggak makan duluan?"
"Mas maunya makan sama kamu sayang."
"Lain kali nggak perlu nunggu, nanti kalau sakit kek mana?"
"Paling yang rawat kamu?"
"Mas Sharma serius loh."
"Iya iya, Terima kasih sudah perhatian sama mas.
Setelah selesai sarapan, Briptu Erick pun merasa kenyang dan ngantuk pun menghampirinya.
"Sudah kenyang, kok ngantuk ya sayang?"
"Itu sudah biasa apalagi begadang malam."
"Iya tadi malam Mas nggak bisa tidur mikirin Kamu."
"Tidak perlu nyalahin orang Mas."
"Mas tidak nyalahin kamu sayang, sebenarnya Mas ingin kemari tadi malam tapi mama melarang. Karena sudah terlalu larut. ucap Briptu Erick.
"Memangnya Mas kemana saja?Kok sampai malam pulangnya?"
"Menyelesaikan tugas."
"Oh."
Briptu Erick tak bisa menahan rasa kantuknya. Ia pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur milik Sharma. Sampai ia mengarungi alam mimpinya. Sharma yang melihat sang kekasih Sudah terlelap tidur pun mengembangkan senyumnya.
"Tidur pakai seragam juga tampan." gumamnya dalam hati sambil mengembangkan senyumnya.
Sharma berniat untuk mengganti baju milik Briptu Erick, tetapi ia merasa tidak tega kalau tidur Briptu Erick Jadi terganggu.
"Kasihan juga suamiku, pasti dia tadi malam nggak bisa tidur gara-gara nomor whatsapp-nya aku blokir." Gumam Sharma dalam hati.
Sharma memberanikan diri mengecup kening Briptu Erick."I love you my husband."gumamnya dalam hati.
bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya beri like coment dan votenya ya.
trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
yuk mampir kekarya karya Morata yang lain, ceritanya seru loh.
__ADS_1