Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
SHARMA KWATIR


__ADS_3

Morina menghubungi Dekan, tetapi Bagas seolah tidak peduli akan hal itu.Entah apa yang merasuki Bagas sehingga dirinya seperti kesetanan membabibuta untuk menghajar Briptu Erick. Tetapi Erick tidak sebodoh yang dipikirkan oleh Bagas.


Sehingga Erick membalas pukulan dari Bagas hingga Bagas terlempar sejauh tiga meter. Dan Bagas pun tersungkur. Bagas dikalahkan oleh Briptu Erick. Bagas yang memandang hina Briptu Erick merasa semakin emosi.Ilmu bela diri yang dimiliki Erick tidak dapat dikalahkan oleh Bagas.


"Hentikan....." teriak Sharma yang melihat kedua laki-laki berbeda generasi itu saling baku hantam di kampus. Erick yang mendengar teriakan istrinya pun langsung menghentikan pukulannya terhadap Bagas. Tetapi itu dimanfaatkan oleh Bagas untuk menghajar Briptu Erick. Ketika Bagas ingin melayangkan pukulan kepada Briptu Erick Sharma pun langsung menghalangi dengan badannya hingga pukulan Bagas melayang kepada Sharma dan Sharma pun pingsan.


Melihat Sharma terkena pukulan dari Bagas Briptu Erick semakin emosi. Emosi nya sudah semakin tidak terkendali lagi Hingga Ia pun menghajar Bagas habis-habisan. Morina dan Zahra membiarkan Briptu Erick menghajar Bagas tanpa berniat sedikitpun untuk melerainya. Sementara Sharma mereka bawa ke klinik yang ada di kampus.


"Dekan pun datang menghampiri tempat perkelahian antara Briptu Erick dan juga Bagas. tetapi ketika Pak Wijaya sampai dan melihat sosok Morina di sana. Langsung tertunduk. Pak Wijaya ingin menghentikan perkelahian itu tetapi Morina mencegatnya. Dan meminta kepada dekan agar membiarkan keduanya saling baku hantam.


Untuk melihat siapa yang menang di antara keduanya karena sedari tadi Bagas terus menghina Briptu Erick. Hal itu yang tidak diterima oleh Morina. Sahabat dari suaminya dan suami dari sahabatnya dihina oleh mahasiswa yang berada di kampus milik Morina sendiri.


"Biarkan saja dulu pak Kita lihat siapa yang menang siapa yang kalah."ucap Morina kepada Pak Wijaya, para mahasiswa mahasiswa pun sudah berkerumunan melihat perkelahian antara Erick dengan Bagas. Sejujurnya Erick tidak ingin itu terjadi. Ketika Erick tersadar kalau istrinya sudah pingsan, Ia pun langsung berlalu klinik yang ada di kampus dan memeluk tubuh istrinya.


Erick membawa Sharma masuk dalam mobil dan membawa ke rumah sakit. Morina dan Zahra pun mengikutinya tetapi sebelumnya Morina meminta dekan untuk membereskan Bagas dan memberikan dia sanksi.


"Kak kita bawa langsung Sharma ke rumah sakit Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Sharma." ucap Morina dan Zahra kepada Erick.


"Okey kita ketemu di sana saja. kakak tidak akan terima ini semua." ucap Briptu Erick sembari langsung pergi ke rumah sakit membawa Sharma. Setelah mengantarkan Sharma kerumah sakit, Briptu Erick langsung melakukan laporan ke kantor polisi atas apa yang dilakukan oleh Bagas kepada istri dan dirinya.


"Sejujurnya sebagai pengayom masyarakat Erick tidak melakukan hal itu. Tetapi karena amarahnya karena Bagas setelah menghinanya dan juga membuat istrinya menjadi jatuh pingsan, hal itu yang tidak dapat diterima oleh Briptu Erick akan sikap dan perilaku Bagas terhadap Bagas


"Ya sudah tidak apa-apa, kalau Bagas Kakak laporkan ke kantor polisi. Morina juga tidak terima dia melakukan hal itu kepada kakak dan Sharma." ucap Morina dan juga Zahra kompak.

__ADS_1


Ketika Sharma sudah sadar dari pingsannya, Ia pun langsung mencari keberadaan Briptu Erick yang tidak ada di sana. Sharma mengira kalau Briptu Erick celaka akibat perbuatan Bagas. Tetapi Morina dan juga Zahra memberikan penjelasan kepada Sharma agar Sharma lebih tenang


"Mori mana suami gue kok tidak ada disini? suami gue tidak apa-apa kan Mori?


"Suami lo tidak apa-apa, lo Tenang saja dia hanya pergi ke kantor Polisi untuk melakukan laporan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Bagas terhadapmu dan terhadap ka Erick. terang Morina dan juga Zahra.


"Tapi mengapa sampai ke kantor polisi? kan bisa panjang urusannya?" ucap Sharma.


"Biarkan saja agar diberikan pelajaran kepada Bagas. Dia telah semena-mena terhadapmu dan juga ka Erick. Bagas sudah menghina Kak Erick di hadapan kami dan di hadapan orang-orang. kata Morina kepada Sharma.


Sharma menghela napas panjang, Ia tidak habis pikir Mengapa Bagas sampai nekat melakukan hal itu terhadap Erick dan juga dirinya.


"Salah aku apa ya Mori? Kenapa Bagas sampai tega melakukan itu kepadaku dan berniat untuk merusak rumah tangga aku bersama Mas Erick?


"Kamu tidak salah dia yang terlalu terobsesi kepadamu. Makanya dari dulu kami sudah memperingatkanmu agar lebih hati-hati terhadapnya. Aku yakin sehabis ini ia akan melakukan yang lebih parah lagi. Hal itulah yang kamu khawatir. Sehingga aku meminta dekan untuk memberikan sanksi kepadanya.


"Tunggu dulu agar keadaan lebih baik, kita akan bicarakan ini baik-baik dengannya Siapa tahu dengan berbicara baik-baik kepadanya, Bagas dapat mengerti.


"Bukankah sebelumnya kita sudah berbicara baik-baik kepadanya dan memberitahu sebenarnya kalau aku sudah menikah dan memiliki anak?


"Tetapi Mengapa Bagas tetap berencana untuk merusak rumah tangga aku? ada apa ini semua Morina?"


"Saya juga tidak tahu pasti Sharma, yang pasti kamu tenang saja kami akan mencari tahu mengapa Bagas sampai tega melakukan seperti itu kepada Erick dan juga kamu. Percayalah sama kami cepat atau lambat kita akan mengetahuinya semua."ucap Morina kepada Sharma.

__ADS_1


Sharma menunggu kedatangan Briptu Erick menghampirinya tetapi ketika Sharma menunggu suaminya, Erick tak kunjung datang sehingga Sharma semakin khawatir akan kondisi suaminya.


"Mas kamu di mana Kok belum datang menjemput Sharma? gumam Sharma dalam hati sambil meneteskan air matanya.


Morina dan Zahra yang melihat Sharma meneteskan air matanya mereka sangat khawatir.


"Apa yang kamu pikirkan Mengapa kamu menangis?" tanya Zahra kepada Sharma.


"Mas Erick kok belum datang? padahal ini sudah jam berapa Mas Erick kok belum datang menjemputku?" ucap Sharma kepada Zahra dan Morina


"Kamu tenang saja, mungkin Kak Erick ada urusan penting sehingga dia belum menjemputmu.


"Aku takut terjadi sesuatu kepada Erick.


"Ya sudah kalau begitu sebentar aku hubungi Kak Erik ucap Zahra sambil langsung minta nomor ponsel Erick di ponsel miliknya.


Setelah mendapat nomor ponsel Erick yang ada di ponselnya. Ia pun langsung menekan tombol hijau untuk menghubungi Briptu Erick tetapi satu kali dua kali dihubungi Erick tak kunjung mengangkat.


"Bagaimana Ra Apa ada jawaban dari mas Erik?" tanya Sharma kepada Zahra. lalu Zahra ragu menjawab, Sepertinya itu Erick tidak mendengarkan ponselnya. Ia tidak menjawab. sahut Zahra.


Mendengar hal itu itu pikiran Sharma tidak karuan apalagi baby Prasetya, ia tinggal di rumah bersama Baby sister saja.Ia takut kalau Bagas mengintainya kembali.


"Mori coba kamu hubungin dekan apa Bagas berada di kampus atau di mana sekarang?" kata Sharma kepada Morina dan juga Zahra.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2