
Keesokan harinya, Briptu Erick melaksanakan Tugasnya sebagai abdi negara. Untuk hari ini Briptu Erick tidak bisa mengantar Sharma ke kampus, berhubungan karna Briptu Erick mendadak mendapat Tugas dari kantor, sehingga Sharma berangkat ke kampus dengan menggunakan taksi online, kebetulan motor miliknya masih di bengkel akibat kecelakaan yang menimpanya.
"loh mana sang pangeran? ngak di jemput?"
"Tugas!"
"Hah ....
"Ia katanya ada tugas mendadak.!"
"Oh h h."
" Lo ada kelas ngak pagi ini?"
"Ya iya lah ada tidak mungkin aku datang sepagi ini kalau tidak ada kelas pagi." ucap Sharma dengan sedikit ketus karna Zahra selalu menjahilinya.
"Ya sudah aku duluan ya!" ucap Sharma
Tiba tiba Andita memanggil Sharma
"Kakak ipar tunggu." ucap Andita sambil menepuk bahu Sharma
"Eh kamu Dit?"
"Ia kakak ipar.!"
"Is jangan gitu dong!" ini di kampus loh dit!" kamu tau sendiri kan kalau gosip di kampus kita langsung cepat menyebar." ucap Sharma
" Ya sudah kalau di kampus aku panggil kamu seperti biasa aja deh."
"Hummmm
"Ya sudah yuk masuk yuk nanti kita telat.
"Oh iya tugasmu sudah kelar belum?"
"Sudah mas Erick bantuin tadi malam."
"Contek dong kakak ipar, soalnya aku belum kelar, tadi malam keenakan nonton drakor, jadi lupa tugas ada." ucap Andita
"Ya sudah nih langsung kamu salin, nanti keburu dosen datang."
Andita mendudukkan bokongnya di kursi paling pojok depan dan langsung menulis tugas dari Sharma.
Ditempat lain veronica yang mendapat kabar kalau Briptu Erick akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, kesal.
bagaimana tidak veronica sangat menyesal telah meninggalkan Briptu Erick demi seorang pengusaha kaya raya. Tetapi hidup veronica tidak pernah bahagia semenjak menikah dengan Yudha.
__ADS_1
Apalagi Yudha lebih memilih tinggal bersama istri pertamanya dibandingkan Veronica. Yang mana veronica hanya istri kedua Yudha.
didalam kamarnya terlihat Veronica menangis dan menyesal karna meninggalkan Briptu Erick hanya untuk laki laki yang sama sekali tidak mencintainya.
sebenarnya veronica sudah lama ingin bercerai dengan Yudha, tetapi sudah tidak mengabulkan permintaan perceraian veronica justru Yudha, memberikan pasilitas yang super mewah untuk orangtua Veronica, agar orangtuanya tidak bisa berbuat apa apa . Ya namanya uang bisa membungkam segalanya. Termasuk kedua orangtua Veronica.
"Mas Erick maafkan aku!" tangis veronica
hingga siang harinya Veronica memberanikan diri menghampiri Briptu Erick ke kantor tempat Briptu Erick bertugas. Hal Itu membuat Briptu Erick sangat terkejut. Padahal sebelumnya Briptu Erick sudah janji kepada Sharma, kalau mereka akan foto prewedding, di tempat yang sudah di janjikan oleh pihak fotografer.
"Mas.....panggil veronica dan langsung memeluk Briptu Erick, membuat Briptu Erick sangat terkejut akan sikap veronica terhadapnya.
"Maafkan aku mas....
"Aku menyesal." ucap Veronica
"Sudahlah kan sudah lama juga, aku sudah tidak mengingatnya kok." kat Briptu Erick kepada Veronica.
"Kamu tau darimana aku tugas Disini?"
"Tak perlu mas tau aku tau darimana mas bertugas disini, yang pasti aku masih mencintaimu mas!" ucap Veronica membuat Briptu Erick mengembangkan senyumnya.
"Maaf sudah terlambat, sudah ada wanita yang mengisi hati ini
"Siapa?" anak kecil itu?"
"Maksudmu?"
"Jangan mengatai dia seperti itu!' bela Briptu Erick karena Briptu Erick tidak senang kalau Sharma direndahkan orang lain.
Tiba tiba Sharma dan Andita datang kekantor Erick,karna Sharma menepati janjinya untuk menemui Briptu Erick dikantornya, agar mereka berangkat bareng ke lokasi tempat Foto prewedding yang dijanjikan oleh fotografer. Hingga Sharma menyaksikan kedekatan Veronica dengan Briptu Erick.
"Pak pol...." ucap Sharma terkejut melihat Briptu Erick dekat dengan wanita lain, dan langsung meninggalkan Andita, Briptu Erick dan juga Veronica disana. Ia berlalu begitu saja dan langsung menaiki ojek yang lagi mangkal disana
"Mas ojek!"
"Iya neng!"
Sharma langsung naik dan meminta tukang ojeknya melajukan dengan kecepatan tinggi.
"Mas cepatin Ya, antar saya ke jalan mawar 60 " ucap Sharma.
Sharma memilih tidak pulang kekosnya. dan pergi salah satu saudaranya yang tinggal di Jakarta. melihat kedekatan Briptu Erick dengan veronica hati Sharma sangat sakit.
"Ya Tuhan ...sakit bangat rasanya." tangis Sharma. Ia sudah tidak perduli lagi dengan janji foto prewedding.
Sementara ditempat lain Briptu Erick langsung mengejar Sharma dengan menggunakan motor milik kepolisian,
__ADS_1
"Mas mau kemana?"panggil veronica tapi Briptu Erick tidak menjawab dan langsung mengejar Sharma. Andita yang melihat kehadiran Veronica disana sangat emosi, mengingat penghianatan yang dilakukan Veronica terhadap kakaknya.
"Jangan pernah kamu mengganggu kakakku lagi wanita murahan!" Bentak Andita , karna kehadiran Veronica disana membuat rencana pernikahan Sharma dengan Briptu Erick terancam gagal.
"Aku tau kakak kamu pasti masih sangat mencintai aku, jadi aku pastikan kakak kamu akan lebih memilih saya dibandingkan bocah kecil itu." ucap Veronica Kepada Andita dengan percaya diri.
"Hah....kita lihat saja nanti, wanita matre seperti kamu tidak layak buat kakakku." ucap Andita yang semakin emosi dengan sikap Andita yang begitu percaya diri, kalau Briptu Erick masih mencintainya.
"Akan aku pastikan kalau kakak kamu akan kembali jatuh ke pelukanku."
"Apa? aku ngak salah dengar?"
"Iya akan aku pastikan kakak kamu akan kembali kepada ku Andita Sugito.
"Yakin bangat Lo!"
"Emang karna kakak kamu sangat mencintai aku."
"Ingat perempuan murahan ....tak akan aku biarkan kakakku jatuh ke wanita seperti kamu," kata Andita sambil langsung berlalu meniggalkan Veronica berniat pulang kerumah untuk memberitahu kepada kedua orangtuanya, apa yang dilakukan Veronica terhadap Briptu Erick dan Sharma.
Briptu Erick mencari keberadaan Sharma di kost, tetapi Briptu Erick tidak menemukan Sharma Sharma. Membuat Briptu Erick semakin panik, apalagi acara pernikahan mereka tinggal menghitung hari.
"Sayang kamu dimana?"
"Sayang aku mencintaimu!" jerit Briptu Erick,karna tidak menemukan sosok Sharma di kost nya.
Briptu Erick menghubungi nomor ponsel milik Morina, berharap Sharma bersama Morina, Tetapi ketiak Briptu Erick menghubungi Morina, Morina juga tidak mengetahui keberadaan Sharma. Membuat Briptu Erick semakin panik
"Keman kamu sayang...."
"Maafkan mas, mas tidak ada niat menyakiti kamu sayang." tangis Briptu Erick.
Karna Briptu Erick trauma dengan masa lalunya yang begitu sulit ia hadapi. Briptu Erick takut kalau Sharma tidak akan percaya terhadapnya dan membatalkan pernikahan Mereka.
berkali kali Briptu Erick menghubungi nomor ponsel milik Sharma, tetapi ponselnya tidak aktif, sehingga Briptu Erick tidak dapat melacak keberadaan Sharma dengan Singal GPS.
Sharm yang sudah tiba di jalan mawar no 60 langsung menghampiri tantenya.
"Tante...." tangis Sharma dan langsung memeluk Tante Alena
"Ya ada apa sayang? kok kamu nangis?"
Sharma tidak menjawab, tetapi Sharma terus menangis di pelukan tantenya.
Bersambung.........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir juga kekarya baru outhor dijamin ngakak deh.