
...Di Bogor...
Ibu meli yang mendengar kalau putrinya mengalami kecelakaan, langsung menangis Histeris membuat pak Fernando suaminya yang merupakan ayah kandung Sharma terkejut ketika mendengar suara jeritan tangis istrinya. "Ada apa ma?" tanya pak Fernando sambil langsung meraih istrinya kepelukannya. Berniat untuk menenangkan ibu meli.
"Putri kita mas.....putri kita." ucap Bu meli terbata bata. " iya ma kenapa dengan putri kita?' tanya pak Fernando yang sudah semakin panik mendengar tangis istrinya. "Putri kita mengalami kecelakaan.....sekarang dia dirumah sakit." ucap Bu meli membuat jantung pak Fernando berdegup kencang ketika mendengar putrinya mengalami kecelakaan.
Pak Fernando dan juga Bu meli langsung berangkat saat itu juga kekota Jakarta. Diperjalanan ibu meli terus menangisi putrinya Sharma. "sayang Putri mama bertahanlah Sayang." gumam Ibu Meli di dalam hati. Tak henti hentinya Bu meli dan pak Fernando memanjatkan doa meminta kesembuhan Sharma.
Perjalanan Ibu meli dan juga Pak Fernando lumayan jauh dari Bogor ke kota Jakarta untuk menemui putrinya yang mengalami kecelakaan. setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih 3 jam, Bu meli dan juga Pak Fernando tiba di rumah sakit tempat Sharma dirawat karena sebelumnya Briptu Erick sudah memberitahu kepada Ibu memiliki Rumah sakit tempat Sharma dirawat.
Dengan melangkah tergopoh-gopoh ibu Leni dan Pak Fernando pun langsung masuk kedalam Rumah sakit. Ibu Meli bertanya kepada salah satu perawat yang sedang bertugas pada saat itu. " Maaf sus pasien atas nama Sharma korban kecelakaan dimana ya?" tanya ibu meli kepada Suster itu.
"Pasien kecelakaan atas nama Sharma berada di ruang melati 2 Bu." jawab Suster itu sambil kembali langsung mengerjakan pekerjaannya. sementara Ibu Meli dan juga Pak Fernando pun langsung bergegas menuju ruang melati 2 yang diberitahukan oleh Suster.
Ibu Meli yang melihat Putrinya terbujur lemah di atas tempat tidur langsung menangis sesungguh kan."Putri Mama kenapa bisa sampai begini sayang?" kata Ibu Melly sambil terisak. Begitu juga dengan Pak Fernando yang tidak kuasa menahan air matanya melihat keadaan Sharma yang sudah terbaring lemah di atas tempat tidur dibalut dengan perban dan alat-alat medis lainnya.
"Sebenarnya Bagaimana bisa ini terjadi kepada putri saya?" tanya bu meli kepada Briptu Erick."Maaf Bu sebenarnya saya juga kurang mengetahui kejadian Sebenarnya saya juga ditelepon seseorang yang yang melihat kejadian dan yang membawa Sharma ke rumah sakit ini karna pada saat itu saya sedang tugas di Magelang." kata Briptu Erick kepada Ibu Meli
"Mengapa bisa Kamu ditelepon orang yang menyelamatkan putri saya? apa kamu teman putri saya?" tanya ibu Meli kepada Briptu Erick.
__ADS_1
"Maaf Bu saya seorang polisi tetapi adik saya adalah teman dari Putri Anda Sharma, hingga nomor kontak saya yang menghubungi Sarma terakhir kali." ucap begitu Erick kepada Ibu Meli.
"Terima kasih kamu sudah menolong Putri saya" ucap bu meli kepada Briptu Erick karena Ibu Meli merasa bersyukur kalau yang menemani Sharma adalah seorang abdi negara.
Tiba-tiba ponsel Briptu Erick pun berdering Iya meminta izin kepada ibu meli dan juga Pak Fernando untuk terlebih dahulu mengangkat sambungan telepon selulernya."Maaf bu.....pak.... saya mengangkat telepon saya dulu siapa tahu penting ucap Briptu Erick kepada Ibu Melli dan juga Pak Fernando.
"Iya selamat siang bagaimana penyelidikannya Apa kalian sudah menemukan pelakunya?" tanya Briptu Erick kepada bawahannya yang menghubungi. "Siap Dan......sepertinya kecelakaan itu unsur kesengajaan karena menurut rekaman CCTV yang ada di lokasi, mobil yang menabrak Nona Sharma seperti sengaja untuk menabrak motor milik Nona Sharma. tetapi ketika kamu selidiki plat mobil itu adalah plat palsu, tetapi kami masih berusaha mencari pelaku tabrak lari itu ucap salah satu bawahan dari Briptu Erick.
"Saya mau kasus ini dilanjutkan dan tetap selidiki ucap Briptu Erick kepada rekannya. Briptu Erick langsung mematikan sambungan telepon selulernya dan kembali menemui Ibu Meli dan juga tak pernah. 'Maaf Pak saya tidak sopan mengangkat telepon dari rekan saya ucap Briptu Erick kepada Pak Fernando karena Briptu Erik merasa tidak enak hati meninggalkan Pak Fernando dan juga Ibu meli begitu saja karena mengangkat telepon selulernya.
Sementara di tempat lain Zahra yang tidak mengetahui kejadian yang menimpa sahabatnya pun bertanya-tanya dalam hati "Mengapa Zahra tidak datang menemui mereka di cafe milik Antonio. Sehingga Zahra berinisiatif untuk menghubungi nomor ponsel Sharma.
"Nak..... Sharma mengalami kecelakaan sehingga sekarang dia berada di rumah sakit kata Ibu Meli kepada Zahra membuat Zahra Langsung menangis histeris. "Loh kok bisa Tante ..... Hua.....Hua....Hua" tangis Zahra dan sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Berniat ingin langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sharma.
Zahra pun menghubungi Morina agar mereka bisa berangkat bareng ke rumah sakit melihat kondisi Sharma sahabat dekat mereka. Morina yang mendapat kabar Kalau Sharma mengalami kecelakaan pun langsung menangis. Ia pun meminta Antonio Untuk segera mengantarkan Morina ke rumah sakit. tempat Sharma dirawat.
Tetapi sebelum mereka berangkat ke rumah sakit, mereka terlebih dahulu menjemput Zahra di kediaman ibu Leni.
"Mas...... Hua......hua" Mas cepat antarin Morina ke rumah sakit, karena Sharma mengalami kecelakaan. Tangis Morina sambil meminta Antonio untuk menghantarkan dirinya ke rumah sakit melihat kondisi Sharma.
__ADS_1
"Iya sayang mas akan mengantar kamu tetapi sebenarnya apa yang terjadi" tanya Antonio "Mas...... sharma kecelakaan ayo antar aku kesana pinta Morina merengek kepada Antonio.
"Iya sudah ayo kita ke sana tapi mas titip dulu Kayla sama mama dulu ya." kata Antonio kepadamu Morina agar Antonio terlebih dahulu menitip Kayla kepada Ibu Dewi.
"Iya mas..... Tapi tolong agak cepat aku tidak mau terjadi sesuatu kepada Sharma dia sahabat baikku Mas ......" kata Morina sambil menangis.
Morina dan Antonio pun berlalu, Antonio langsung melajukan mobil sport miliknya ke jalan raya menuju Rumah sakit tempat Sharma dirawat. Tetapi sebelumnya Morina dan Antonio menjemput Zahra agar mereka dapat berangkat bareng ke rumah sakit.
Zahra yang sudah menunggu di depan rumah langsung naik ke mobil milik Antonio. Setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih 15 menit mereka tiba di rumah sakit. Zahra dan Morina yang melihat kondisi Sharma yang begitu tragis langsung menjerit histeris
" Sharma ......Mengapa ini bisa terjadi Sharma tangis Zahra.
Hubungan persahabatan mereka sudah cukup dekat. Kadang orang orang iri melihat kedekatan mereka tetapi mereka tidak peduli. dalam bentuk apapun mereka saling membantu. "Sharma cepat sembuh dong aku yakin kamu kuat kok tangis Zahra.
Begitu juga dengan Morina. Sharma kamu tidak ingin bermain dengan kita lagi?" nongkrong bareng." cepat sembuh dong Kami tidak sanggup Kalau kami harus kehilangan kamu Sharma please ..... sharma tolong bangun saat bangun, pinta Morina membuat Ibu Meli dan juga yang hadir di sana pun tidak tahan menahan air matanya. Ibu Meli merasa bersyukur putrinya memiliki sahabat yang begitu perhatian kepada Sharma.
Bersambung....
.hai redears dukung terus karya outhor agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1