Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
ADIK UNTUK INA


__ADS_3

Pagi yang indah Sharma sudah terbangun dari tidurnya. Ia melihat Briptu Erick masih tertidur pulas. Padahal jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Sharma masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya. Sharma langsung menuju kamar baby Prasetya untuk melihat Prasetya. Ia melihat baby Prasetya masih tertidur lelap.


"Wah ternyata putraku masih tertidur lelap, sama seperti papinya. Anak Sama papinya sama sama tampan, membuat hidupku lebih berwarna." gumam Sharma dalam hati sambil mengembangkan senyumnya melihat putranya masih tertidur lelap dan tampak imut dan menggemaskan.


Sharma kembali kekamar menghampiri Briptu Erick.


"Sayang bangun ini sudah pagi." ucap Sharma sambil langsung mencium wajah tampan suaminya.


Briptu Erick langsung menarik tangan Sharma kepelukannya.Membuat Sharma sangat terkejut.


"Mas ini sudah pagi!" mas tidak Tugas? apa tidak ada Apel pagi hari ini?"


"Tidak!" hari ini mas tidak tugas.


"Kenapa?"


"Tidak apa apa!"


"Jadi kenapa tidak kekantor hari ini?"


"Besok mas tugasnya. Sekarang tugas mas buat dedek untuk putra kita Prasetya ucap Briptu Erick sambil tersenyum jahil yang mempu membuat Sharma bergidik ngeri.


Oh ya mas!" seandainya Sharma lanjutin kuliah Sharma bisa tidak?


"Maksud kamu sayang?"


"Iya mas!" Sharma ingin menyelesaikan kuliah Sharma."


"Kalau menurut mas gimana?"


"Kalau masalah itu, mas setuju setuju aja."


Tapi kamu bisa tidak bagi waktu untuk mas dan putra kita?" ucap Briptu Erick kepada sharma.


"Mas tenang saja Sharma akan atur jadwal Sharma kok agar Sharma ada waktu buat mas dan putra kita."

__ADS_1


"Jadi maksud kamu kapan sayang mulai k kampus?"


"Besok rencananya Sharma ingin pergi ke kampus untuk menyelesaikan segala administrasi agar ****** dapat kembali melanjutkan studi Sharma di universitas Brawijaya.


"Ya sudah tidak apa-apa Yang penting kamu bisa mengatur waktu buat Mas dan Putra kita. ucap berdua Erik kepada Sharma.


di tempat lain tepatnya di kediaman Yudha inamorata tampak merengek meminta kepada Marley agar di buatkan adik.


"Mami Mami Ina mau Dedek."


"Papi Papi Ina mau Dedek seperti adik Prasetya."oceh inamorata kepada Merli dan juga Yudha. Hal itu membuat Yudha mengembangkan senyumnya.


"iya sayang tapi akan buatkan adek untuk Inna tapi Ina harus janji Jangan ganggu Mami sama papi buat Dedek ya Ina harus tidur di kamar sendiri agar Mami dan Papi buat dede untuk innamorata. ucap Yudha kepada innamorata membuat inamorata bersorak kegirangan lain halnya dengan Merli ia menatap suaminya dengan tatapan tajam.


Ya sudah kalau begitu Ina masuk kamar dong terus tidur berdoa agar Allah mengabulkan doa Inna untuk memiliki dedek bayi seperti Dedek Prasetya ucap Yudha kepada inamorata.


"oke by Ina masuk kamar dulu tapi tapi sama Mami harus janji ya buatin Dede untuk inamorata ucap inamorata sambil mengembangkan senyumnya membuat Yudha semakin gemas kepada putrinya. padahal Yudha juga menginginkan hal yang sama seperti putrinya.


"Mas kalau ngomong sama anak kecil itu ya dijaga nanti besok-besok dia akan menuntut sama Mas dan juga Merli ucap Melly kepada Yudha


"Memangnya asal buat begitu saja mas?"


"Ya kita usahakan dong sayang!" masa kita tidak bisa buat dedek untuk inamorata Memangnya kamu mau inamorata kecewa sama kita."


"Tidak kan?"


Ketika inamorata sudah masuk ke kamarnya, Merli pun langsung berlalu meninggalkan suaminya begitu saja di ruang tengah. Ia langsung masuk ke dalam kamar. Sebelum dirinya istirahat,Merli terlebih dahulu membersihkan diri.


"Lebih baik aku tidur duluan deh"gumam Merli dalam hati. Tetapi ketika dirinya keluar dari kamar mandi, ia dikejutkan dengan sosok suaminya yang tiba-tiba menggendong tubuhnya naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size.


"Mas apa-apaan sih buat Merli terkejut saja." gerutu Merli karena dirinya benar-benar terkejut ketika suaminya tiba-tiba menggendong dirinya.


"Ayo bikin Dedek sayang!"


"Kamu tidak ingin mengabulkan permintaan putri kita?"

__ADS_1


"Ini bukan permintaan Putri kita mas!" tapi permintaan mas sendiri." ucap Merli sambil mengembangkan senyumnya.


"Iya ini juga permintaan Mas!" tapi dengan izin inamorata putri kita." ucap Yudha sembari mengecup bibir manis Merli. Perlahan ciuman itu semakin mendalam. Sehingga Merli membuka rongga mulutnya agar yudha dapat memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Merli lebih leluasa.


Merasa mereka kekurangan oksigen, Yudha melepaskan pagutannya. Agar Merli dapat menghirup oksigen dengan leluasa. Setelah merasa sudah cukup Yudha kembali mengecup bibir manis Merli. Hal itu membuat merli tidak dapat menahan De$@hanya.


"Mas.... ouhseru Merli sambil meraba dada bidang Yudha yang mampu membuat adik kecil Yudha semakin lancang depan. Adik kecil Yudha semakin lancang depan. Perlahan kecupan itu turun ke jenjang leher Merli dan tangan Yudha sudah mulai menjalar ke bagian gunung kembar milik Merli.


Yudha memainkan gunung kembar Merli . dengan gerak cepat Yudha membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh Merli. Hal itu membuat lekuk tubuh Merli terlihat jelas di mataku Yudha. Kamu sangat menggoda sekali sayang." ucap Yudha sembari mengecup dan membuat tanda merah di bagian gunung kembar milik Merli pertanda kepemilikannya.


Kamu memang benar-benar wanita yang begitu menggemaskan, Yudha menuntun tangan Merli untuk memainkan adik kecilnya yang sudah lancang depan. Merli tidak ingin mengecewakan suaminya sehingga dirinya melakukan apa yang diminta oleh suaminya.


"Sayang aku menginginkannya." Bisik Yudha ke telinga Merli. Merli yang tidak mau kalah dengan suaminya pun langsung melahap adik kecil memilih Yudha dengan mulutnya. Ia bagai singa kelaparan melahap adik kecil milik Yudha yang sudah lancang depan.


Hal itu membuat Yuda mengeluarkan desahannya dan ingin sekali dirinya memasukkan adik kecilnya ke lembah sungai milik Merli.


"Auh .... Auh. lagi dong sayang, kamu sudah mulai pintar ya."ucap Yudha


" Sedangkan Yudha terus meremas bagian gunung kembar milik Merli membuat Merli semakin bergelinjang. Seolah-olah dirinya meminta lebih dan lebih lagi. Ia pun membalikkan tubuh Yudha agar dirinya yang memimpin permainan.


"Kamu benar-benar menggoda sayang!" ucap Yudha sembari memainkan gunung kembar milik Merli. Itu seolah sudah candu bagi Yudha hingga malam itupun mereka menghabiskan waktu itu, dan mereka menikmati Indahnya surga dunia.


"Ketika Yudha sudah mencapai puncaknya Yudha pun langsung mengecup kening Merli dan mengucapkan terima kasih kepada Merli karena sudah setia menemani Yudha selama ini. Walaupun Merli mengetahui sikap buruk dari suaminya Tetapi dia masih mau memaafkan Yudha


Yudha langsung mengecup kening dan bibir Merli Terima kasih sayang kamu sudah melakukan yang terbaik buat keluarga kita." "Maafkan mas!" belum bisa membahagiakanmu.


"Tidak Mas!" ?Merli bahagia kok hidup bersama Mas!" yang penting cinta dan kasih sayang mas yang Merli dan Ina butuhkan dari mas." ucap Merli sambil membalas kecupan dari Yudha.


"Oh iya sayang Bagaimana perkembangan Hotel Dan resto yang ada di Semarang apa baik baik saja?" tanya Yudha kepada istrinya.


"Semuanya lancar kok Sayang tidak ada kendala .


bersambung.


hai hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2