Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
BABY NICHOLAS


__ADS_3

"Iya pi!" sebentar lagi kami akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keponakanku." ucap Sharma kegirangan. Sementara Prasetya yang baru terbangun dari tidurnya langsung menangis ketika mendengar Sharma dan Erick akan pergi ke suatu tempat.


"Mami..... Mami..... ikut!"tangis Prasetya sembari mengucek matanya.


Sharma dan Briptu Erick, yang melihat tingkah putranya pun langsung tertawa ngakak. Tetapi Prasetya kesal melihat kedua orang tuanya menertawakan dirinya.


"Mami sama Papi Kok tertawa sih!"celoteh Prasetya komplain mendengar tawa dari kedua orang tuanya.


"Tidak sayang!" mami hanya lucu aja melihat Putra Mami yang tampan ini bangun-bangun menangis meminta ikut. Memangnya mami mau ke mana Sayang?'tanya Sharma berpura-pura tidak mengetahui dirinya mau ke mana.


"Tadi Mami sama papi bilangnya mau pergi!" iya Prasetya mau ikut dong.


"Serius mau ikut?


Prasetya menganggukkan kepalanya sambil menatap pak Fernando dengan tatapan penuh tanya.


"Tapi Mami sama Papi mau ke rumah sakit loh!"emangnya Prasetya mau ikut ke rumah sakit?


"Siapa yang sakit mami?


"Mami sakit ya?


"Tidak sayang!" mami tidak sakit kok!'


"Terus Mami sama papi Ngapain ke rumah sakit?


"Mami sama Papi ke rumah sakit ingin melihat dedek bayi.


"Dedek bayi?


"Iya sayang!"


"Memangnya di rumah sakit Ada dedek bayi ya mi?


"Iya dong sayang!'


"Kalau begitu bawakan dedek bayi untuk Prasetya, agar ada teman Prasetya bermain." ucap Prasetya kepada Sharma membuat Sharma langsung menatap suaminya.


"Sayang Dedek bayinya, bukan dari rumah sakit tetapi Dedek bayinya dilahirkan di rumah sakit.

__ADS_1


"Memangnya Prasetya menginginkan dedek bayi? tanya untuk Erick kepada putranya.


"Iya dong Pi!" supaya ya ada teman Prasetya bermain. Bosan bermain sendiri dan hanya ditemani sama mbak.


"Bawakan dedek bayi untuk Prasetya ya!'ucap Prasetya dengan nada memohon. Mendengar hal itu Sharma langsung tertawa ngakak karena dirinya merasa lucu mendengar permintaan dari putranya.


"Iya sudah kalau Prasetya ingin memiliki dedek bayi, maka Prasetya tinggal di rumah dulu ya. Nanti suatu saat papi sama mami pasti bawa dedek bayi untuk Prasetya." ucap Briptu Erick kepada putranya.


"Tapi janji ya!" akan membawa dedek bayi untuk Prasetya."ucap Prasetya sambil mengembangkan senyumnya.


"Iya sayang tapi janji kok." sahut Briptu Erick


akhirnya Prasetya pun mau ditinggal di rumah bersama Pak Fernando dan juga Baby sister yang biasa menjaga dirinya.


Briptu Erick dan Sharma berlalu dan langsung menuju Rumah Sakit tempat Merli bersalin.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit Briptu Erick dan Sharma pun tiba di rumah sakit tempat Merlin bersalin. Dan langsung bertanya kepada salah satu suster yang kebetulan lewat dari hadapan mereka.


"Maaf sus pasien atas nama Merli yang baru melahirkan dirawat di mana ya?" Tanya sharma sopan


"pasien atas nama Merli yang baru melahirkan dirawat di ruang VIP di sebelah sana." ucap Suster itu sembari menunjuk arah ruang rawat inap yang ditempati oleh Merli.


"Selamat ya Kak kamu wanita hebat." ucap Sharma sembari memeluk Merli.


"Terima kasih adikku sayang." ucap Merli sembari mengembangkan senyumnya. Sementara Briptu Erick pun memberi salam kepada Merli dan juga Yudha atas kelahiran Putra mereka.


"Kak aku bahagia mendengar kabar gembira ini , apalagi ketika Kak Yudha juga mengatakan kalau adik inamorata laki-laki. Hati Sharma begitu bahagia karena kakak sudah memiliki putra dan putri yang tampan dan cantik.


"Iya dek Terima kasih!" semoga kalian juga menyusul segera dan langsung memiliki Putri." ucap Merli kepada Erick dan juga Sharma dibalas senyuman dari Sharma dan juga Briptu Erick.


"Oh iya Kak!" ini ada susu khusus buat ibu menyusui dan ini Buah, aku berharap kakak memakannya karena asupan gizi dari Kakak lah yang mengalir kepada keponakan Ku." Ucap Sharma sembari memberikan susu dan Buah yang mereka bawa ke rumah sakit.


Karena sebelum mereka pergi ke rumah sakit Sharma dan Erick terlebih dahulu singgah ke sebuah supermarket untuk sekedar membeli susu untuk ibu menyusui dan beberapa macam buah. Berharap asupan gizi dari Merli kepada keponakannya tidak kekurangan.


"Kamu ya selalu saja membuat Kakak kewalahan makan!" karena kamu selalu membawa makanan yang banyak untuk kakak." ucap Merli kepada adiknya.


"Iya kan, memang benar Kak!" karena asupan gizi kakak yang mengalir ke tubuh keponakanku." ucap Sharma sembari terkekeh.


"Tante-tante semalam Mami terus-terusan menangis kesakitan, tetapi sekarang sudah tidak lagi, karena adiknya Inamorata sudah lahir dan keluar dari perut Mami." ucap inamorata kepada Sharma membuat Sharma langsung tertawa ngakak mendengar celotehan dari keponakannya.

__ADS_1


"Iya dong sayang!" karena melahirkan bayi itu rasanya sakit banget, jadi inamorata tidak boleh bandel dan melawan sama orang tua ya. ujar Sharma kepada Inamorata.


"Iya Tante!" inamorata janji akan nurut sama mami dan Papi.


"Anak yang pintar!"ini baru yang namanya keponakan tante. ucap Sharma sambil langsung mengecup pipi tembem Inamorata Tiba-tiba suster datang menghampiri Merli sembari membawa Putra mereka masuk ke ruang rawat inap Merli. Agar putranya dapat diberikan ASI oleh Merli.


"Bu ini putranya disusui dulu ya." ujar perawat itu sembari memberikan Putra Merli kepada Merli.


"Oh iya Bu sudah diberi nama belum putranya? agar kami mengetahui siapa namanya.


"Mas apa Mas sudah membuat nama untuk putra kita?


"Sudah sayang!" Nicholas Saputra Yudha dan kita Panggil dengan nama Nicholas.


" Bagaimana Apa kamu setuju sayang?


"Nama yang bagus!" Merli setuju mas." ucap Merli kepada suaminya.


"Hai Baby Nicholas......" sapa Suster itu sembari memperbaiki popok milik baby Nicholas dan langsung memberikannya kepada Merli agar Merli dapat memberikan ASI kepada baby Nicholas.


"Saya tinggal dulu ya Bu, nanti kalau baby Nicholas sudah tidur tidak apa-apa dibaringkan di box ini dulu." ujar Suster itu kepada Merli dan juga Yudha. Sharma yang melihat keponakannya yang terlihat tampan pun langsung mengembangkan senyumnya.


Sharma sudah sangat gemas melihat bayi mungil yang ada di gendongan kakaknya. Ia ingin sekali langsung menggendongnya. Tetapi karena baby Prasetya masih menyusui membuat Sharma mengurungkan niatnya.


"Kak nanti kalau sudah baby Nicolas selesai menyusui, Tolong berikan ke aku dulu ya Kak!" Aku ingin menggendong keponakan baru ku." ucap Sharma sembari tersenyum.


"Inamorata juga ingin digendong tante! ucap Inamorata sambil mengedip-ngedipkan matanya pertanda dirinya ingin digendong oleh Sharma. Sharma yang sudah mengetahui maksud dan tujuan dari keponakannya pun langsung menggendong tubuh mungil keponakannya.


'Kamu ini ya!" sudah gede dan sudah Kakak Kakak, masa minta digendong sama tante lagi ."ucap Sharma kepada inamorata sembari menggelitik tubuh Inamorata membuat Inamorata langsung tertawa cekikikan.


"Sudah dong sayang jangan dibeli Titi lagi inamorata nya nanti kecapean pudar Briptu RI kepada ada istrinya.


bersambung ....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


yuk kepoin juga karya baru inamorata


ceritanya tidak kalah seruloh

__ADS_1



__ADS_2