Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Sharma kecelakaan


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, mereka tiba dikediaman pak sugito. Sharma langsung berpamitan kepada Andita setelah mereka tiba di kediaman pak Sugito agar Sharma langsung pulang kekosnya setelah mengambil motor matic miliknya.


"Dit.....aku langsung pulang saja ya, soalnya ada janji sama Zahra dan Morina." Kata Sharma kepada Andita. " Oh ya kamu tidak masuk dulu sar?" tanya Andita.


"Ngak deh Dit nanti Zahra dan Sharma kelamaan menunggu." ucap Sharma sembari langsung menghidupkan motor matic miliknya.


Sharma berlalu, berniat menghampiri Zahra dan Morina di cafe milik Antonio tempat Mereka biasa nongkrong. Tetapi diperjalanan Sharma mengalami kecelakaan, ia diserempet mobil yang menyetir ugal ugalan. Sharma terjatuh ke trotoar. Sharma pun tidak sadarkan diri.


Orang orang yang berada di lokasi kejadian, langsung menghampiri Sharma yang sudah bergelumunan darah, "Ya ampun kasihan bangat." Gumam salah satu driver ojek online yang lagi melintas disana. Dan berniat menolong Sharma.


Kemudian orang orang yang ada di lokasi kejadian melarikan Sharma kerumah sakit terdekat. Mereka bingung karna tidak tahu menghubungi keluarga korban kemana.


"Maaf apa ada keluar ga korban ada?" suster yang bertugas menangani Sharma.


"Maaf suster kami tidak mengetahui keluarga korban gimana kami hanya berniat menolong korban. Karena korban mengalami kecelakaan." ucap salah satu yang menolong Sharma. Tetapi salah satu dari mereka yang menemukan ponsel Sharma. langsung berinisiatif untuk menghubungi nomor ponsel siapa yang yang menghubungi Sharma terakhir kali.


Tetapi karna ponsel Sharma terkunci hingga mereka tidak dapat membuka ponsel milik Sharma. "Mungkin sitik jari wanita itu yang bisa membuka ponselnya suster." kata salah satu yang menolong Sharma. Kemudian Suster itupun membuka ponsel milik Sharma, dengan menggunakan jari telunjuk Sharma.


Ponselnya Sharma akhirnya terbuka. Suster memberikan ponsel itu kepada yang menemukan ponsel Sharma, agar mereka dapat melihat nomor ponsel yang menghubungi Sharma terakhir kali. sementara suster dan dokter menjahit dan membersihkan luka Sharma, akibat kecelakaan yang menimpanya.

__ADS_1


mereka menghubungi nomor ponsel Briptu Erick, yang kebetulan nomor ponsel Briptu Erick lah yang terakhir kali menghubungi Sharma.


Tut.....Tut ...tut" suara itu yang terdengar diponsel Sharma yang dipegang oleh seorang laki laki paruh baya yang menolong Sharma.


Briptu Erick yang bertugas mendengar ponselnya terus berdering ia melihat layar ponselnya nomor ponsel Sharma yang menghubunginya. Sehingga Briptu Erick mengebangkan senyumnya. Briptu Erick begitu bahagia ketika nomor ponsel Sharma yang menghubunginya. Padahal ia tidak tau kalau Sharma sedang berjuang menahan rasa sakit yang dialaminya.


"Ya hello ada apa cewe bar bar tumben menghubungiku kamu kangen ya?" tanya Briptu Erick berniat untuk menjahili Sharma. Tetapi laki laki paruh baya itu langsung menjawab. "Maaf apa Anda mengenal pemilik ponsel ini" tanya laki laki paruh baya itu. Hal itu membuat jantung Briptu Erick berdegup kencang.


"Ia dia calon istriku." sahut Briptu Erick percaya diri yang mengatakan kalau sarana adalah kamu istrinya. "Maaf Pak wanita ini mengalami kecelakaan, Kalau boleh bapak segera datang ke rumah sakit." ucap laki-laki paruh baya itu kepada untuk Briptu Erick. Hal itu membuat Briptu Erick langsung terkejut mendengar kabar Kalau Sharma mengalami kecelakaan.


Briptu Erick pun meminta kepada rekan kerja dan juga bawahannya, agar bawahannya yang melanjutkan pekerjaan mereka. Mengingat penjahat atau pembunuh satu keluarga di magelang yang mereka kejar, sudah tertangkap. Sehingga Briptu Erick meminta kepada bawahannya, agar bawahannya dan juga rekannya yang membawa penjahat atau pembunuh satu keluarga, ke kantor polisi


Sedangkan Briptu Erick langsung menuju Rumah sakit tempat Sharma dirawat.


Setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih 3 jam, Briptu Erick tiba di rumah sakit tempat Sharma dirawat. Briptu Erick langsung berlari menuju ruang rawat Sharma, ia melihat Sharma sudah dibalut dengan perban di tangan dan kaki Sharma, selang infus yang terpasang ditangan Sharma, membuat Briptu Erick merasa tidak tega.


"Maaf pak sebenarnya apa yang terjadi kepada calon istri saya?" tanya Briptu Erick kepada laki laki yang menghubungi dirinya."Maaf pak sepertinya nona ini korban tabrak lari, karna setelah korban tertabrak mobil yang menabraknya langsung melaju kencang meninggalkan nona ini." Terang laki laki paruh baya itu kepada Briptu Erick.


Mendengar penuturan dari saksi mata dan yang menolong Sharma, Briptu Erick sangat geram, ia langsung menghubungi kekantor Polsek terdekat ke lokasi kejadian, Agar pihak kepolisian yang bertugas di daerah itu langsung melakukan olah TKP. Briptu Erick ingin kalau yang menabrak Sharma harus bertanggung jawab dengan perbuatannya.

__ADS_1


setelah Briptu Erick mengabari ke Polsek terdekat lokasi kejadian, Polisi yang bertugas disanapun langsung gerak cepat Melikan olah TKP. termasuk melihat CCTV yang ada di daerah itu.


Diruang rawat inap Sharma, Briptu Erick memperhatikan Sharma dengan seksama. "Sayang ....kamu cepat sembuh ya mas tidak ingin kamu kenapa Napa, Entah mengapa hati ini yang sudah membeku selama ini sudah lunak semanjak aku bertemu kamu sayang." gumam Briptu Erick sambil mengecup punggung tangan Sharma.


Ingin sekali Briptu Erick yang menggantikan posisi Sharma saat itu . Tetapi itu tidak mungkin membuat Briptu Erick begitu sedih melihat Sharma terbujur lemah dirumah sakit. Tiba tiba ponsel milik Sharma berdering, membuat Briptu Erick langsung meraih ponsel milik Sharma yang diletakkan di atas nakas, setelah pria yang menolong Sharma menyerahkan ponsel Sharma kepada Briptu Erick sebelum mereka kembali kediaman masing masing.


Briptu Erick yang melihat dilayar ponsel Sharma bahwa yang menghubungi Sharma adalan ibunya, Briptu Erick memberanikan diri mengangkat posel Sharma.


"Hello selamat malam " sapa Briptu Erick membuat ibu meli terkejut dan bertanya dalam hati mengapa yang mengangkat Ponselnya seorang pria.


" Maaf ini nomor ponsel Sharma putri saya kan?" tanya Bu meli memastikan kalau nomor yang dihubungi nya adalah nomor ponsel putrinya. " Ia Bu ini ponsel Sharma putri ibu, tapi maaf Bu saya harus kasih kabar yang kurang enak ibu dengar. Karna Sharma sekarang berada dirumah sakit karna ia mengalami kecelakaan." terang Briptu Erick kepada ibu meli yang merupakan ibu kandung Sharma.


"Apa......putri saya kecelakaan? terus keadaanya bagaiman dan Dimana dia sekarang?" pertanyaaan demi pertanyaan di lontarkan ibu meli kepada Briptu Erick."keadaannya belum sadar Bu....tapi sudah mulai stabil kok mungkin karna obat bius yang diberikan dokter sehingga Sharma belum sadar." kata Briptu Erick.


"Mengapa kamu tidak langsung mengabari saya? kamu siapa? pertanyaan terus dilontarkan ibu meli. Briptu Erick memberitahu apa yang dia ketahui Tanpa ada yang ditutup tutupi.


Bersambung.........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa mampir juga kekarya teman outhor ceritanya seruloh.



__ADS_2