
Setelah bertemu Rafi, Lisa menjadi sedikit lega dan tau harus melakukan apa untuk kedepannya.
Rafi juga telah menceritakan semuanya, termasuk siapa ayah kandungnya dan membuat Lisa sangat terkejut.
Lisa meminta Rafi, menghindari Kaisar untuk sementara waktu, dan Lisa juga menyarankan Rafi untuk menceritakan semuanya pada Kaisar, agar kesalahpahaman ini cepat berlalu.
Lisa menyimpulkan ini adalah sebuah salah paham antara Rafi pada Kaisar.
Rafi dan Kaisar, sama-sama korban dari keegoisan para orangtua mereka.
Bukan salah Rafi, karna dia memang berhak mendapatkan kasih sayang dari seorang Julia yang merupakan ibu kandungnya dan dari pria yang telah menghamili Julia.
Dan Kaisar pun tidak bisa di salahkan, dia tidak pernah merebut Julia dari Rafi karna sesungguhnya Kaisar tidak mengetahui semua kebenaran ini.
"Tidak! Jangan katakan apapun pada Kaisar, aku ingin ibu ku sendiri yang mengungkapkan dan mengatakan pada Kaisar, jika wanita yang sangat ia sayangi itu adalah ibu ku."
"Tapi ka, kau tidak boleh seperti ini, kau membenci dan menuntut balas pada orang yang salah, Kaisar tidak mengetahui apapun tentang kenyataan ini."
"Tidak! Menurut ku Kaisar tetep bersalah dan semua keluarga Airlangga tetep bersalah, dan maafkan aku Lisa, aku tidak akan merubah tujuan hidup ku untuk menghancurkan keluarga Airlangga terutama Kaisar, sekalipun kau mencegahnya aku akan tetep melakukan itu." Ucap Rafi, dengan tegas.
🍁🍁🍁🍁
Sanusi dengan tergesa-gesa, kembali kerumah mendiang Rano.
"Nona Lisa!"
Dengan panik ia segera masuk kedalam rumah itu.
Rasa lega, menyeruak di hatinya karna ia melihat Lisa masih ada di rumah itu.
Ya, Lisa sudah lebih dulu kembali sebelum Sanusi sampai.
" Maafkan saya nona, saya tersesat di jalanan yang membentuk sebuah labirin di gang sana, dan saya baru menemukan Apotek ketika saya, meminta bantuan pada warga yang tengah melintas, Ucap Sanusi, dengan nafas yang naik turun.
"Tidak apa-apa pak, aku juga sudah tidak merasakan sakit perut lagi, sekarang mari kita pulang." Ajak Lisa, dan langsung berlalu menuju mobil. Yang terparkir di halaman rumahnya.
Sementara Sanusi terdiam sejenak, sambil menatap kantong plastik di tangannya, kantong plastik yang berisi obat-obatan yang di minta Lisa.
Astaga, saya mendapat obat ini dengan susah payah nona, dan anda mengabaikannya begitu saja! yasudah! yang terpenting anda baik-baik saja dan masih tetep bersama Tuan Kaisar, padahal tadi saya takut jika obat ini, adalah alasan anda untuk kabur dari tuan Kaisar.
"Cepat pak! Mas Kaisar akan marah jika dia pulang aku tidak ada rumah." Teriak Lisa .
"Baik non!"
Mendengar nama Kaisar di sebut, dengan secepat kilat, Sanusi kembali ke mobil dan mulai melajukanya.
🍁🍁🍁🍁
Beberapa jam kemudian Lisa sampai di kediaman Marwan.
Lisa turun dari mobil sebelum Sanusi membukakan pintu mobil untuknya.
Dan ia segera memasuki rumah besar itu.
Tapi sepasang mata tajam dan sinis tengah memperhatikannya dari atas balkon rumah.
"Dasar! Wanita mu*ah*n, dia seharian pergi ketika suaminya tengah sibuk bekerja sampai ke luar kota."Gumam Julia, sepertinya wanita yang Kaisar sebut Nenek itu sudah dalam ke adaan sehat.
"Lisa, kau sudah kembali nak!" Sapa Larasati yang kini tengah berada di ruangan keluarga.
"Iya mah, maafkan aku yang pulang terlambat."
"Tidak apa-apa Nak, yang terpenting kau sudah kembali sebelum Kaisar pulang."Sahut Marwan.
"Jadi! Bagaimana, apa kau sudah menemukan benda berharga peninggalan mendiang Kakek mu?" Tanya Marwan.
Deg ....
__ADS_1
Sial, Lisa baru ingat dengan benda berharga yang menjadi alasannya.
Lisa, tertunduk dan menggelengkan kepalanya.
Maafkan aku yang sudah membohongi kalian.
"Sudah jangan bersedih, lain kali kamu bisa mencarinya, dan di bantu Kaisar, Kakek yakin benda itu tidak akan hilang."
"Iya ke, terimakasih."
Padahal Lisa, tidak mencari apapun di sana, tapi ia harus tetep berpura-pura.
"Mah di mana Arga?" Tanya Lisa, berniat mengalihkan pembicaraan.
"Di kamar sayang, Arga sedang tidur." Sahut Larasati.
"Kalau begitu aku permisi ingin melihat Arga, Mah, Pah, Kakek!"
"Iya, naiklah, dan kau juga harus istirahat." Sahut Yuda.
Dan Lisa pun segera menuju ke kamarnya.
"Hay! Wanita jal*ng!" Teriak Julia.
Yang seketika menghentikan langkah kaki Lisa, yang hendak memasuki kamarnya.
Apa! dia menyebutkan ku wanita j*la*g.
Tap ...
Tap....
Julia mendekati Lisa, dan menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kakinya.
"Apa selalu seperti ini kelakuan mu! Seharian pergi dari rumah ketika suamimu tengah berada di luar kota, untuk bekerja." Sinis Julia.
Lisa mengangkat wajahnya, dan menatap balik Julia dengan tatapan yang tak kalah tajamnya.
Julia tersentak!
"Apa maksud mu?"
"Tidak ada maksud apapun, aku hanya sedang membandingkan diriku, dengan seorang wanita yang bergelar sebagai ibu, yang tega mengabaikan dan menelantarkan anaknya."
Nampaknya Lisa sudah sangat kesal dengan Julia.
Julia, menelesik menatap Lisa, ia tengah mencari sesuatu dari raut wajah Lisa, apakah dia mengetahui sesuatu?
"Jaga ucapan mu Lisa." Bentak Julia dengan raut wajah yang gugup.
Lisa tersenyum puas, akhirnya Julia terpancing.
"Kenapa Nyonya Julia? Apa anda merasa tersindir, tentu tidak kan! Karena anda adalah wanita sempurna berhati malaikat, di mata mas Kaisar, jadi tidak mungkin anda Setega itu pada anak anda sendiri." Ucap Lisa, di akhiri senyum tipis di ujung bibirnya. "Tapiiii...! Apa mas Kaisar, mengetahui jika anda memiliki seorang anak?"
Sial! apa maksud dari ucapan wanita ini? apa dia mengetahui sesuatu! tidak, tidak mungkin Lisa mengetahuinya, aku sudah sangat rapih menyembunyikan ini semua, bahkan dari Kaisar, sekalipun.
"Anda kenapa Nyonya? Apa anda baik-baik saja?" Tanya Lisa, berpura-pura.
"Dengar Lisa, saya akan mengadukan perbuatan mu pada Kaisar, yang keluar rumah tanpa seijin suamimu, mana tau di luar sana kau bertemu dengan kekasih lama mu." Ancam Julia.
Aahh pandai sekali anda, mengalihkan sebuah cerita , nyonya.
"Dan saya juga akan mengatakan pada mas Kaisar, jika Firman .... Ah... bukan Firman, tapi Rafi, adalah anak kandung anda Nyonya Julia." Balas Lisa, dengan menekankan nama Rafi.
JLEGEEER...
Penuturan Lisa, bagai petir yang dengan tiba-tiba menyambar dan membelah tubuh Julia.
__ADS_1
Apa? jadi Lisa, mengetahui semuanya! tidak! ini tidak bisa di biarkan, jika Lisa tau dia pasti akan menceritakan semuanya pada Kaisar, dan Kaisar akan ....! Tidak! aku tidak sanggup jika itu harus terjadi.
Kaki Julia seketika melemas, ketika bayang-bayang, Kaisar marah dan kecewa padanya mulai menari-nari di benaknya, lalu Kaisar akan menjauh dan tidak memperdulikannya lagi.
Ini semua karna, anak b*d*h itu, jika saja Rafi , dulu menghabisi Lisa, semua tidak akan menjadi seperti ini, dan kini anak itu malah menghilang.
"Bagaimana Nyonya Julia, apa sekarang anda sudah mengingat kembali putra anda, atau justru anda, saat ini sedang merasa takut jika Mas Kaisar, mengetahui semua ini dan sudah bisa di pastikan mas Kaisar akan marah, kecewa, lalu meninggalkan anda, karna sudah membohonginya selama bertahun-tahun, dan anda ju....!"
"CUKUP!"
Teriak Julia.
Lisa kembali menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.
"Dari ekspresi di wajah anda, sepertinya anda sangat ketakutan sekali nyonya Julia, bagaimana jika mas Kaisar, juga tau jika anda bersekutu dengan Rafi untuk menghancurkan keluarga Airlangga!"
"LISAAA!"
Dengan geram, Julia mengangkat tangannya dan melayangkan di wajah Lisa.
Hap ...
Dengan cepat Lisa menangkap tangan itu.
"Aku tidak akan membiarkan tangan kotormu ini menyentuh ku Nyonya Julia."
Lisa menghempaskan tangan Julia dengan kasar.
"Lisa! kau berani memperlakukan saya seperti ini!" Geram Julia.
"Kenapa tidak! saya bisa melakukan apapun pada anda nyonya Julia."
"Dengar Lisa, jika kau berani macam-macam, saya tidak akan segan-segan melakukan sesuatu pada mu, bahkan pada anakmu!"
"Apa anda, sedang mengancam saya? Lakukan saja Nyonya Julia, itu pun jika anda bisa, Karan sebelum anda melakukan itu semua, saya sudah bisa memastikan jika mas Kaisar, akan lebih dulu melakukan sesuatu pada anda."
Julia, semakin gugup, sangat jelas terlihat di wajahnya jika ia sedang ketakutan.
Segala kemungkinan bisa terjadi jika Kaisar sudah murka.
Tapi ini Julia, apa bisa Kaisar murka pada wanita yang sudah ia anggap lebih dari orangtuanya.
"Anda jangan Khawatir nyonya Julia, saya tidak akan mengatakan apapun pada mas Kaisar, karna ini semua permintaan dari putra anda."
Deg ...
Rafi! jadi Lisa mengetahui semua ini dari Rafi!
"Rafi, menginginkan anda yang mengatakan semua kenyataan ini pada mas Kaisar, keinginan sederhana bukan dari seorang anak yang selama bertahun-tahun anda telantarkan dan anda manfaatkan, demi kepuasan anda sendiri."
Julia masih terdiam, menyimak semua kata-kata yang Lisa ucapkan.
"Nyonya, anda sangat beruntung ada dua orang anak, yang sangat menyayangi dan mencintai Anda dengan setulus hati, bahkan mereka rela mengorbankan apapun demi anda. Tapi! apa anda sadar, jika anda telah menyakiti hati mereka!"
"Bahkan, mamah Larasati yang ibu sesungguhnya, dengan ketulusan hati yang luar biasa, tidak pernah merasakan kasih sayang dari putranya, jangankan kasih sayang dan cinta dari seorang anak, perlakuan yang baikpun tidak pernah mamah Larasati dapatkan dari putranya."
Julia mantap Lisa, bukannya ia menyadari kesalahannya ia malah semakin membenci Lisa.
"Kau tidak tau apa-apa Lisa, jadi jangan berani-berani ikut campur!"
"Aku mengetahui semuanya, bahkan ayah kandung Rafi pun aku tau, dan aku akan tetap ikut campur karena ini sudah menyangkut keluarga ku." Ucap Lisa dengan lantang.
"Dan aku juga tau, jika selama bertahun-tahun anda mencuci otak mas Kaisar, agar membenci keluarganya."
Ini benar-benar Kejutan yang luar biasa untuk Julia, Lisa sudah mengetahui semuanya.
Apa dia juga mengetahui, apa yang sudah aku lakukan pada Melissa dan Yunita! Batin Julia.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁🤗
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗😘