Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 160. Luna Ingin Bekerja di Kantor!


__ADS_3

Luna semakin merasakan pusing dan lelah.


"Bu Luna, anda baik-baik saja?" Tanya Karyawan Luna yang khawatir melihat Luna yang keluar ruangan dengan sempoyongan.


"Aku tidak apa-apa, mungkin hanya kelelahan saja."


"Sebaiknya anda beristirahat saja Bu."


"Kau benar, seperti saya butuh istirahat."


Di bantu dengan Karyawannya. Luna pun kembali ke ruangannya dan membaringkan tubuh di sofa panjang yang ada di ruangan itu.


Sambil menunggu Jhon menjemputnya.


🍁🍁🍁


Meeting dadakan dari Yuda pun selesai.


Dan Yuda pun segera kembali pulang ke rumahnya karena sudah malam.


"Selamat malam tuan!"


"Selamat malam Jhon, Segera pulang dan beristirahatlah."


Jhon menganggukan kepalanya.


Setelah kepergian Yuda Jhon merapihkan semua barang-barangnya dan ia berniat segera menjemput Luna.


"Tuan, apa anda ingin langsung pulang?" Tanya Tania.


"Kau pikir?" Sahut Jhon dengan malas.


"Di depan jalan sana ada restoran yang terkenal dengan makanannya yang super enak, apa anda tidak ingin mampir dulu untuk makam malam?"


"Tidak!"


Dia selalu menjawab singkat, pertanyaan ku yang panjang.


"Tuan, anda belum makan malam kan?" Tania tidak menyerah, ia akan tetap merayu Jhon sampai lelaki itu mau pergi makan malam bersamanya.


"Iya!"


Tania tersenyum.


"Kalau begitu, mari saya temani anda untuk makan malam, di sana makanannya sangat enak tuan!"


Jhon tersenyum miring.


"Tidak perlu, dan kau tau! Tidak ada makan yang terenak di dunia ini selain makanan yang di masak oleh istri saya."


"Aaah... Seperti itu ya, ternyata istri anda pandai memasak juga ya."sahut Tania, dengan canggung dan menahan kesal di dadanya.


"Minggir!" Usir Jhon, yang melihat Tania menghalangi langkah kakinya.


Tania menepi, dan merelakan lelaki itu lepas untuk hari ini.


Tapi tidak untuk esok dan seterusnya, ia akan lebih berusaha lagi untuk membuat Jhon melirik padanya.


Tidak perduli dengan status lelaki yang sudah beristri itu, yang penting ia mendapatkan hati Jhon terlebih dahulu.


Setelah telah Jhon tergila-gila padanya, tentu lelaki itu dengan sendirinya akan meninggalkan istrinya untuk memilih hidup bersama dengannya.

__ADS_1


Bukankah seperti itu, cerita di sinetron, para suami akan rela mencampakkan dan meninggalkan istrinya demi wanita lain.


Dan Tania berpikir akan semudah itu.


Apakah benar akan semudah itu?


🍁🍁🍁


Jhon sudah menjemput Luna.


Dan kini mereka sudah berada di Apartemen.


"Kau sakit? Apa perlu aku panggilkan dokter?" Tanya Jhon yang khawatir, Karna sejak di restoran tadi Luna terlihat lesu dan sedikit pucat.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya butuh istirahat saja, tidak perlu memanggil dokter." Tolak Luna.


"Baiklah,"Jhon membantu Luna untuk berbaring di atas ranjangnya, dan menyelimuti istrinya itu.


"Kak, aku boleh bertanya sesuatu?"


"Katakan!"


Namun Luna malah terdiam, ia ragu untuk mengatakan tentang Tania pada Jhon, Luna takut jika nanti Jhon akan merasakan tidak nyaman jika di tanya-tanya seperti itu.


"Tidak jadi, besok saja, sekarang lebih baik kita beristirahat."


Jhon mengangguk.


Dan malam itu pun mereka beristirahat dengan tidur di atas ranjang dengan satu selimut yang sama .


🍁🍁🍁🍁


Sudah beberapa hari berlalu.


Mau protes pada Jhon, dan meminta lelaki itu untuk tidak ke kantor Yuda, dan menjauhi Tania pun Luna tidak berani mengatakannya.


Sedangkan Jhon sama sekali tidak peka, ya karena Jhon memang seperti itu, lelaki itu selalu bersikap cuek dingin kaku dan datar!


Dan Luna takut jika Jhon merasa terganggu dan tidak nyaman dengan Luna jika banyak peraturan dan melarangnya.


Padahal jika Luna mengatakan apa yang ada di hati dan keinginannya, tentu dengan senang hati Jhon akan melakukan apa yang di minta Luna.


Sehingga Luna memutuskan untuk Protes pada Yuda.


"Sayang! Apa alasan mu menginginkan Jhon untuk kembali ke kantor Kakak mu?" Tanya Yuda.


"Karna...! Karena kak Kaisar juga sangat membutuhkan kak Jhon, papah tau kan akhir-akhir ini kak Kaisar jarang ke kantor karna lebih fokus pada keluarganya, pasti di kantor kak Kaisar sangat membutuhkan kak Jhon, sebagai tangan kanan kak Kaisar."


Bahkan pada Yuda pun Luna tidak mau jujur dengan alasannya, yang keberatan Jhon berkerja di kantor Yuda.


Tapi Larasati sebagai seorang ibu tentu tau apa yang terjadi dengan putrinya, tapi ia masih diam tidak membuka suaranya.


"Itu bukan alasan yang tepat Luna, kakak mu sudah menempatkan orang yang cukup hebat di kantornya, dan keadaan perusahaan kakak mu dalam kondisi stabil tidak Seperti perusahaan papah yang sedang mengalami penurunan, jadi kantor sangat membutuhkan Jhon, karena Farel tengah sakit sayang!" Yuda mencoba memberikan pengertian pada Luna.


Luna terdiam.


Ia berfikir apa yang di katakan Yuda benar, dan ia juga tidak boleh egois dengan mementingkan perasaannya sendiri hingga harus mengorbankan perusahaan papahnya yang sudah susah payah di bangun sejak kakek Marwan masih hidup.


Hingga akhirnya Luna memutuskan sesuatu yang membuat Yuda dan Larasati tercengang dan tidak percaya jika Luna mengatakannya.


"Baiklah, jika papah tidak bisa mengeluarkan kak Jhon, biarkan aku juga ikut masuk di perusahaan papah!"

__ADS_1


"Apa maksudmu nak?"


"Aku ingin bekerja di kantor papah!"


Yuda tidak percaya dengan ucapan Luna.


Karena dari dulu Yuda membujuk untuk masuk ke perusahaan, Luna tidak pernah mau, tapi sekarang dia malah memintanya.


Tapi Luna kembali meyakinkan papah.


"Bagaimana dengan Resto mu?"


"Sudah ada orang-orang terbaik di sana, yang bisa menghentikan aku untuk sementara."


Yuda berfikir sejenak.


Dan.


Larasati membisikan sesuatu pada Yuda.


Jika Luna tengah cemburu pada Asisten Jhon. Dan Larasati meminta Yuda untuk memberi Luna kesempatan, tujuannya agar Luna dan Jhon semakin dekat.


Dan Yuda pun mengangguk, setuju.


"Baik, tapi kamu tidak boleh memilih posisi mu di sana, dan rahasiakan pada siapapun yang bekerja di kantor, jika kau dan Jhon adalah pasangan suami-istri, karna perusahaan papah memiliki aturan suami-isteri tidak boleh bekerja di kantor yang sama."


"Baik, tapi pah, Asisten kak Farel sudah mengetahuinya."


"Hanya Tania, mungkin tidak masalah papah akan bicara padanya untuk merahasiakan semua ini."


Luna senang dan memancarkan senyum sejuta WAT di bibirnya.


"Lalu aku di tempatkan di posisi apa pah? Sekertaris atau Asisten kak Jhon?"


"Tidak dua-duanya Luna, sudah ada Tania yang mengisi kedua posisi itu sekaligus."


"Apa papah tidak bisa memindahkannya?"


"Tidak bisa, perusahaan sudah mengontrak Tania selama satu tahun, dan kita harus profesional, dengan tidak memutasi apalagi me mecat pekerjaan tanpa alasan yang jelas."


"Baiklah, aku mengerti, lalu aku di tempatkan di posisi apa?"


"Sebagai karyawan biasa?"


"Apa karyawan biasa?"


"Iya, kenapa? Semua harus melewati itu Luna, dulu papah dan kakak mu Farel, juga memulai dengan menjadi orang asing dan karyawan biasa di perusahaan itu, jadi kau pun harus sama dengan kakak-kakak mu."


"Baiklah, tidak masalah!"


Akhirnya Luna setuju.


Karena tujuannya masuk di kantor Yuda, hanya untuk mengawasi Tania, selama Jhon bekerja di sana.


Jadi! tidak terlalu penting soal jabatan bagi Luna, karena ia pun tidak tertarik dengan semua posisi itu.


Luna senang karena berhasil membujuk Yuda, dan besok ia sudah mulai bekerja di kantor itu.


Tunggu aku Tania!


🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘


__ADS_2