Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 40. Bertemu Arga.


__ADS_3

"Jaga ucapan mu." Tunjuk Kaisar tepat di wajah Firman.


Firman tersenyum miring.


‌"Lalu, saya harus menyebut anda apa? Suami yang sangat baik dan bertanggung jawab, Begitu?




‌Kaisar mengepalkan tangannya. Jika tidak ada Lisa di hadapannya, sudah bisa di pastikan apa yang akan terjadi.






‌"Mas." Lisa mulai bersuara. Yang membuat keduanya beralih menatap Lisa.




‌"Yuna, aku sangat mengkhawatirkan mu, kau pergi dari pagi, tapi sudah sore seperti ini kau belum juga kembali ke klinik. Ternyata ada seorang yang menggangu mu"



‌ Ucapan Firman semakin membuat dada Kaisar memanas.




"Aku baik-baik saja dok."


Kaisar tidak melepaskan pegangannya tangannya pada Lisa. Ia kembali mengajak Lisa masuk kedalam mobilnya. Tapi Firman ikut mencekal lengan Lisa, menghentikan Kaisar membawa Lisa.


Kaisar menatap lengan Lisa yang tengah di genggaman oleh Firman.


Rahangnya mengeras.


"Lepaskan tangan mu brengsek."




‌"Yuna, pulanglah bersama ku." Firman tak mengindahkan bentakan Kaisar, ia malah mengajak Lisa pulang bersamanya.


"Tidak! Aku akan pulang sendiri saja, aku bawa motor." Lisa menepis kedua tangan lelaki yang sedang menahannya.


"Lisa, mas ingin bertemu Arga?" Pinta Kaisar.


"Sudah kubilang, tidak untuk saat ini mas."


"Apa karena si berengsek ini?" Ucap Kaisar, seraya menunjuk wajah Firman.


Firman dengan segera menepis tangan Kaisar yang ada di hadapan wajahnya.


"Anda yang berengsek!"


"Cukup! Aku harus pulang."


"Yuna, jalanan sudah mulai gelap, akan sangat berbahaya untukmu jika mengendarai motor. Lewat hutan sana. Biar aku yang mengantar mu pulang."


Lisa menatap Kaisar, terlihat jelas sekali di wajah suaminya itu, kalau dia sedang menahan amarahnya.


"Tidak! Terimakasih Firman, aku pulang sendiri saja."


Lisa sudah cukup lelah untuk hari ini, tanpa ia duga, ia bertemu kembali dengan Kaisar, yang mampu mengacaukan hatinya. Entah apa yang harus ia lakukan kedepannya, apa lagi Kaisar sudah mengetahui soal Arga.


Lisa mengeluarkan kunci motor dari dalam tasnya. Dengan cepat Kaisar merampas kunci itu dari tangan Lisa.

__ADS_1


"Mas! Kembalikan!"


"Tidak!"


"Mas, aku harus segera pulang mas, Arga pasti mencari ku."


"Kau ingin cepat pulang bukan? Masuklah." Titah Kaisar, sambil membuka pintu mobilnya.


Tidak ada pilihan lain, jika perdebatan ini di teruskan sudah bisa di pastikan dia akan pulang tengah malam.


Tanpa menjawab Lisa masuk ke mobil Kaisar.


"Yuna?" Panggil Firman.


"Kau tidak perlu Takut dengannya, jika di bertindak semena-mena pada mu aku akan melindungi mu."


"Kau." Geram Kaisar.


"Aku tidak pernah Takuk pada siapapun, jadi jangan khawatir." Ucap Lisa. Sambil tersenyum pada Firman.


Kaisar pun segera masuk kedalam mobilnya. Jangan sampai istrinya ber lama-lama menatap lelaki lain, itu pikirannya.


Di mobil.


"Lisa?" Panggil Kaisar. Yang memecahkan keheningan, karena dari tadi Lisa hanya diam membisu.


"Eeemm."


Jawaban macap apa itu


"Mas, minta maaf."


"Untuk apa?"


"Untuk semuanya."


"Tak apa mas, lupakan saja Lagi pula itu hanya masa lalu."


"Tapi, mas tidak bisa melupakannya seumur hidup mas. Mas mohon pulanglah."


Lisa menghembuskan nafasnya.


"Mas akan melakukan apapun, agar Arga betah tinggal di mansion kita. Dan ....!"


"MAAAS ... Awas mas."


CKIIIIIIIITTT.........


Teriak Lisa, yang langsung di sambut pengereman mendadak oleh Kaisar.


"Astaga!" Lisa panik, dan segera turun dari mobil, di susul Kaisar yang juga ikut turun dari mobilnya.


"Ibu tidak apa-apa?" Tanya Lisa pada seorang wanita paruh baya, yang hampir tertabrak mobil Kaisar.


"Kamu sih mas, kalau berkendara itu yang fokus. Hampir saja kita menabrak ibu ini"


"Kenapa malah menyalahkan mas? Ibu itu yang tiba-tiba menyebrang tanpa melihat-lihat terlebih dahulu."


Ibu-ibu yang tadi hampir tertabrak itu. Memperhatikan Lisa dan Kaisar yang tengah berdebat, dengan intens, dan tatap penuh arti.


"Ibu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka? Mari saya antar ke klinik." Lisa kembali pada ibu itu, ia sangat merasa bersalah dan khawatir.


"Saya tidak apa-apa."


"Syukurlah." Ucap Lisa dengan lega.


"Kau, perawat di klinik itu kan?" Tanya ibu itu.


"Iya benar, apa ibu mengenal saya?"


"Saya hanya memastikannya saja, karna saya sudah beberapa kali melihat anda di kelinik bersama dokter Firman."


"Kalau begitu saya permisi." Ucapa ibu itu dengan tergesa-gesa. Seperti ada sesuatu yang tengah menunggunya.


" Biar kami antar?" Tawar Lisa.

__ADS_1


"Tidak perlu, terimakasih."


Dan ibu itupun berlalu begitu saja di balik hutan yang rimbun.


"Kenapa dia malah pergi ke hutan." Gumam Kaisar.


"Sudahlah mas, ini sudah gelap."


Kaisar mengikuti langkah Lisa yang kembali ke mobilnya.


*******


Setelah sekian lama menempuh perjalanan, di iringi perdebatan antara Lisa dan Kaisar soal Kaisar tidak boleh mengatakan pada siapapun bahwa ia adalah ayah kandung Arga. Akhirnya Lisa menyerah. Membiarkan Kaisar mengatakannya.


Akhirnya mereka sampai di halaman rumah bude Darmi, rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal Lisa dan Arga.


Kaisar turun terlebih dahulu, membuka pintu untuk Lisa.


Mereka berjalan beriringan menuju pintu rumah bude Darmi.


Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah mengawasi mereka dari kejauhan. Setelah memastikan Lisa dan Kaisar masuk kedalam rumah. Orang itu beranjak pergi dari pengintainya.


Lisa membuka pintu dengan mudah, karna memang bude Darmi tidak pernah mengunci pintu sebelum Lisa dan Sintia pulang.


"Arga ... Ini mamah mu pulang." Seru Bude Darmi yang melihat Lisa masuk kedalam rumah.


"Mamah....!" Teriak Arga dan langsung menghambur ke pelukan Lisa padahal ia tengah bermain-main dengan Sintia.


"Mamah kenapa lama sekali pulangnya?"Tanya Arga yang masih memeluk Lisa.


"Maafkan mamah sayang. Tadi di klinik banyak pekerjaan jadi mamah pulang terlambat."


"Tapi, mami Sintia tidak pulang tellambat." Protesnya.


Sementara itu Kaisar mematung tanpa berbuat atau mengucapkan sepatah katapun. Ia tengah memperhatikan anak yang tengah berada di pelukan Lisa, seorang bocah kecil yang sangat mirip dengannya, tanpa Kaisar sadari ia meneteskan air mata di sudut matanya. Ia begitu terharu melihat mahkluk kecil itu, yang ternya putranya dan Lisa.


Bude Darmi dan Sintia, memperhatikan Kaisar dengan lekat, dan beralih pada Lisa, seolah bertanya siapa lelaki itu.


"Mamah, om itu siapa?" Tanya Arga ketika melihat Kaisar.


Lisa bingun untuk menjelaskannya.


"Sayang, om ....!"


"Saya papah mu Arga ." Kaisar memotong jawaban Lisa. Yang sontak membuat bude Darmi dan Sintia terkejut.


"Papah?"


"Iya."


"Apa, papah sepelti om Filman? Om Filman juga bilang akan jadi papah Alga."


Sekali lagi nama si brengsek itu, di sebut Lisa atau putraku, akan ku buat dia menyesal


"Saya papah mu yang asli Arga!"


"Mah! Papah yang asli itu seplti apa?"


Lisa melirik ke arah Sintia, dan di balas dengan mengedikan bahunya.


"Sayang. Arga selalu menanyakan papah kan ? Dan sekarang papah Arga sudah pulang."


"Mamah bilang papah sudah ada di sulga, apa papah sudah pulang ya mah dari sulganya?"


Jawaban Arga membuat Lisa menjadi salah tingkah. Sementara Sintia dan bude Darmi menahan tawanya dalam hati.


Berbeda dengan Kaisar.


Lisa! Geramnya dalam hati.


Arga menatap Kaisar, begitu juga dengan Kaisar yang menatap lekat wajah bocah laki-laki itu. Ia perlahan mendekat dan langsung memeluknya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Terimakasih 🙏 🤗🤗

__ADS_1


Sudah mau membaca cerita saya.


minta dukungannya ya 🙏


__ADS_2