
Jhon mengajak Luna makan malam di Restoran, yang menurut informasi yang Jhon dapat. Restoran itu sangat cocok untuk pasangan yang sedang berkencan karena suasananya yang Romantis!
Tapi tetep saja, seromantis apapun suasana tempatnya, jika sang Empunya seperti Jhon. Apa bisa Romantis?
Mobil menepi di halaman parkir.
"Kita makan malam di sini ka?" Tanya Luna, yang menatap sekeliling area restoran yang sepi, tanpa ada satu wujud pun yang berseliweran di restoran itu.
Kenapa tidak di Restoran ku saja, setidaknya Resto ku tidak sepi dan sunyi seperti ini.
Batin Luna, yang tidak tau jika Jhon dengan sengaja menyewa seluruh Restoran ini, lalu mengosongkannya.
Hanya boleh ada dirinya dan Luna.
"Iya!" Jhon turun terlebih dahulu, dan membuka pintu untuk Luna.
Otak Jhon langsung bekerja, mengingat trik yang ia hafalkan beberapa jam yang lalu.
Jhon mengulurkan tangannya.
Mungkin maksudnya, ingin menuntun Luna agar menggandeng Lengannya.
Luna tersipu.
Ia menyambut uluran tangan Jhon, dan menggandeng lengan Kokoh Jhon.
Jhon membawa Luna di meja yang berada paling pojok, dan hanya ada 2 kursi saja di sana.
Sudah sepi, masih duduk di kursi paling pojok pula!
Baru saja mereka merebahkan bobot di kursi yang beralaskan kain putih dan ada pita di belakangnya.
Beberapa orang dengan seragam yang kompak, masuk dengan formasi yang rapih dan serentak, sudah seperti pasukan baris berbaris.
Luna sampai terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya.
"Selamat malam tuan Nona, hidangan siap untuk di sajikan!" ucap salah seorang dari mereka, dengan nada yang sama seperti pasukan baris berbaris.
"Sajikan!" satu kata keluar dari bibir Jhon.
D orang-orang berseragam itu, kembali memutar arah untuk mengambil beberapa hidangan.
Yang segera mereka sajikan di meja bundar dengan satu lilin di tengah-tengahnya.
Apa semua ini memang fasilitas dari Restoran, apa Kak Jhon yang memintanya.
Jika memang benar kak Jhon yang memintanya, sungguh lelaki itu aneh.
🍁
"Maaf mbak, apa saya harus menunggu di sini?" Tanya sopir taksi yang tadi mengantarkan Seorang wanita, yang tengah menguntit Jhon dan Luna.
"Tidak perlu pak, kita putar balik saja." Ucapannya, tapi mata wanita itu terus saja menatap Luna yang tengah duduk berdua bersama Jhon.
🍁
Kembali ke Jhon dan Luna.
Mereka menghabiskan makanan yang tersaji di meja, dalam diam.
Setelah semuanya selesai, Jhon baru mengeluarkan suaranya.
"Apa kau mau langsung pulang?"
Luna mengerutkan keningnya.
Tentu saja tidak! Tapi Luna kau jangan sampai terlihat seantusias itu.
"Terserah ka Jhon saja." Sahut Luna sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Membuat Jhon semakin grogi.
Lalu Jhon mengingat, daftar Trik berikutnya.
Malam ini ia harus berhasil, membuat Luna terlena dengannya, agar gadis itu bersedia naik ke atas ranjang dan tidur bersama.
Padahal sudah jauh-jauh hari, Luna sudah siap dan bersedia, hanya Jhon nya saja yang kaku dan tidak mau bertindak.
Sepertinya Jhon masih gugup untuk memulai sesuatu yang baru dan untuk pertama kali dalam hidupnya.
Sungguh Jhon anak yang baik!
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu sebentar?" Ajak Jhon.
"Kemana?"
Jhon berfikir sejenak.
Benar juga, aku mau mengajak Luna jalan-jalan ke mana di malam hari seperti ini! dasar Trik yang satu itu sungguh tidak berguna.
"Kau benar, mau jalan-jalan di mana malam-malam begini, Kalau begitu kita pulang saja." Akhirnya Jhon memutuskan untuk mengajak Luna pulang,
Padahal gadis itu sudah sangat senang sekali, dengan ajakan Jhon.
Luna, bertanya mau kemana itu hanya untuk berbasa-basi saja, tapi sepertinya Jhon tidak bisa di ajak basa-basi.
Dia benar-benar sudah basi!
🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain.
"Bagaimana ini ka, jika terus-terusan begini usaha Catering kita yang tadinya maju dan banyak pelanggan bisa anjlok dan sepi, saat ini saja sudah lebih dari 30 persen pelanggan kita beralih pada Restoran baru itu." Kelu seorang wanita, pada atasannya yang ia panggil kakak.
"Aku tau, biarkan aku berfikir sejenak untuk memutuskan apa yang akan aku lakukan."
"Jangan terlalu lama ka, itu juga jika kau, tidak ingin usaha Catering mu ini bangkrut."
🍁🍁🍁🍁
Setelah pulang dari makan malam yang menurut Jhon sangat Romantis, tapi tidak untuk Luna.
Luna segera masuk kedalam kamarnya.
"Aku istirahat dulu ya ka, selamat malam." Ucap Luna, dan segera menutup pintu kamarnya.
Tapi sebelum Luna berhasil menutup pintu dengan sempurna, tangan Jhon sudah terlebih dulu menahan pintu itu.
"Kenapa?" Tanya Luna bingung?
"Saya juga ingin tidur di dalam." Jhon langsung nyelonong masuk ke dalam kamar yang hanya ada satu-satunya di apartemen itu.
"Tidur di dalam, apa maksudnya?" Luna cepat mengekor di belakang Jhon, "ka, kenapa tidur di sini? Lalu aku tidur di mana?"
Jhon tidak menjawab, ia hanya menunjuk tempat dengan ekor matanya.
"Ranjang?" Kejut Luna.
"Di mana lagi,"ucap Jhon, dan segera berlalu menuju kamar mandi, "saya mandi dulu, untuk bersiap-siap."
Luna segera berlari menuju kaca yang berukuran besar yang ada di kamar itu.
Ia menangkupkan kedua tangannya di pipi.
"Apa malam ini aku akan tidur bersama dengannya? Tapi apakah hanya sekedar tidur bersama, tidak ada lebihnya, lalu apa maksud dari ucapan bersiap-siap!" Tanya Luna, pada bayangan dirinya sendiri, "aku sangat, gugup!"
Setelah Jhon keluar kamar mandi, giliran Luna yang masuk ke bilik itu.
Mungkin ia juga ingin bersiap-siap.
__ADS_1
Segala macam Luna lakukan di kamar mandi itu, ia membersihkan badan 2 kali lebih bersih dari biasanya.
30 menit sudah gadis itu berada di dalam kamar mandi, dan ia pun keluar dengan jiwa yang sudah sangat siap.
"Kemana dia?" Luna mengedarkan pandangannya.
Tidak terlihat batang hidung suaminya di sana.
"Apa aku terlalu lama di kamar mandi, hingga membuat Kak Jhon, bosan menunggu dan pergi." Gumam Luna, "baiklah jika begitu, lebih baik aku tidur saja, karena besok ada banyak pekerjaan yang menunggu ku di Restoran."
Luna membuka lemari dan mengambil satu set pakai tidurnya.
Ia menarik selimut dan segera menutup mata.
🍁
Jhon yang tidak ada di kamar, ternya tengah menerima panggilan telepon dari salah satu anak buahnya yang di tugaskan untuk mengawasi Luna, di saat istrinya itu sedang tidak bersamanya.
"Apa kau yakin?"
["Saya sangat yakin tuan, wanita itu sudah beberapa hari ini menguntit nona Luna."]
"Cari siapa wanita itu, dan jangan beritahu siapapun, setelah kau mendapatkan identitas tentang wanita itu, segera hubungi saya."
["Baik tuan, tugas akan segera di laksanakan."]
Jhon mulai khawatir dengan keselamatan Luna.
Ada orang yang tengah menguntit Luna selama beberapa hari ini, tapi siapa? Apa kah dia seseorang yang tidak menyukai Luna, dan ingin melakukan tindakan buruk.
Atau dia hanya seorang Fans Luna.
Tidak mungkin, Luna bukanlah Aktris. Batin Jhon.
Jhon sudah menyiapkan penjagaan yang lebih ketat lagi untuk Luna, dan Jhon juga sudah memerintahkan anak buahnya, untuk menjaga Luna secara Fuul ketika berada di Restoran.
🍁
Jhon, kembali memasuki kamar yang selama ini di tempati Luna.
"Apa dia sudah tidur?" Jhon melihat Luna yang sudah terbaring dan tertutup dia atas ranjangnya.
Jhon mendekat, dan menyingkap selimut Luna.
Luna memang mempunyai kebiasaan menutup seluruh wajahnya ketika tidur.
Terlihat Luna sudah memejamkan matanya, dan nafasnya sudah teratur, bertanda gadis itu memang sudah benar-benar tidak dengan sangat pulas.
Sudah tidak mau membuang waktu dan kesempatan lagi.
Semu yang ia pelajari akan di praktekkan malam ini juga.
Secara perlahan Jhon menaiki ranjang kokoh itu, dan mungkin sebentar lagi ranjang yang terlihat kokoh itu akan menjadi ranjang bergoyang.
Jhon merebahkan diri di bantal yang sama dengan Luna.
Saling berhadapan dan sangat dekat!
Itulah posisi mereka saat ini.
Jhon puas-puas memandangi wajah gadis yang cantik dan manis itu.
"Kenapa dia bisa tumbuh besar menjadi secantik dan se manis ini, padahal dulu ia hanya seorang gadis kecil, yang bawel cengeng, dan selalu merepotkan ku dan tua Kaisar." Gumam Jhon, yang tangannya tengah bermain-main di wajah dan bibir Luna.
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏
semoga para sahabat novel ini, tetep suka dengan musim ke 2 ini.🤗🤗.
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️