Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 121. Pertemuan Kaisar dan Jhon.


__ADS_3

Waktu Yang di nantikan Kaisar pun tiba.


Soal Jodoh untuk Jhon, biarkan dia sendiri yang mencarinya.


Hari ini ia dan Lisa pergi berbulan madu ke tempat yang sudah Kaisar persiapkan.


Tapi di sini ada 2 versi bulan madu, versi Lisa dan versi Kaisar.


Seperti apa ke 2 Versi itu? kita lihat saja nanti.


Mereka berangkat hanya berdua saja seperti saran yang di berikan oleh Luna.


Tentu ada sedikit perdebatan antara Lisa dan Kaisar, Lisa ingin Arga tetep ikut bersama mereka.


Tapi, seolah mengerti isi kepala papahnya, Arga dengan lantang dan yakin, mengatakan! Arga di rumah saja bersama nenek dan Tante Luna, kan ada mamih Sintia juga yang akan menjaga Arga, jadi mamah tidak usah khawatir. Pergilah bersama papah.


Dan akhirnya Lisa pun ikut pergi bersama Kaisar tanpa Arga.


Begitupun dengan Jhon ia sebenarnya sangat khawatir membiarkan tuanya pergi ke tempat yang jauh tanpa dirinya, tapi ia yakin jika tuannya akan baik-baik saja jika bersama Nona Lisa.


"Jhon, kau sudah seperti kekasihnya saja yang selalu menemani kemanapun dia pergi, dia akan baik-baik saja, dia juga sudah mempunyai istri jadi kau tidak perlu terus bersamanya!" Ketus Farel.


"Farel!"ucap Larasati.


"Iya mah."


"Jangan bicara seperti itu."


"Aku harus bercanda mah,"Sahutnya, Sambil melirik Jhon.


🍁🍁


Selepas kepergian Kaisar dan Lisa.


Jhon di bebas tugaskan oleh Yuda.


"Nikmati waktu mu Jhon, Karna selama ini kau selalu sibuk menjaga dan menemani Kaisar selama bertahun-tahun, dan om sangat berterimakasih pada mu,"ucap Yuda, dengan menepuk pundak Jhon.


"Terimakasih tuan,"balas Jhon, sambil menundukkan kepalanya.


"Dan satu lagi Jhon, berhenti memanggilku dengan sebutan Tuan, panggil saja Om atau sama seperti Kaisar."


"Terimakasih tuan, sapi saya cukup nyaman dengan panggilan ini."


"Tapi saya yang tidak nyaman Jhon, kalau begitu, kau boleh memanggil saya tuan hanya di Area kantor atau kita sedang bekerja saja, tapi jika di rumah panggil saya Om."


"Baik tuan."


🍁🍁🍁🍁


Sedikit cerita tentang Jhon.


Ia memiliki Nama panjang Jhonatan.


Jhon sudah mandiri sejak kecil, bisa di katakan dia dewasa sebelum waktunya.


Waktunya di habiskan hanya untuk bekerja dan bekerja, itu semua ia lakukan sejak ayahnya di penjara karna sebuah kasus korupsi di perusahaan tempat ayahnya bekerja.


Keluarganya bangkrut, dan terasingkan


Ia dan ibunya harus bekerja keras untuk menyambung hidup, di bawah tekanan orang-orang yang selalu mengintimidasinya Karena kelakuan ayahnya.


Karena tidak tahan hidup susah, ibunya menikah lagi dengan seorang pria yang katanya kaya raya, dan pergi keluar kota untuk Ikut bersama suami barunya, sebenarnya ia mengajak serta Jhon untuk tinggal bersamanya, tapi Jhon menolak.


Jhon lebih memilih tinggi bersama bibinya, tapi bibinya meninggal ketika Jhon berusia 17 tahun. Sejak 17 tahun inilah Jhon hidup sendiri. Dan di usia ini juga Jhon mulai bekerja pada keluarga Airlangga Wijaya.


🍁


\>Pertemuan Jhon dan Kaisar<


Saat itu Jhon bertemu dengan Kaisar secara tidak sengaja. Ketika ia hendak pulang dari sekolah.


Rumah bibi Jhon tidak jauh dari sekolah Kaisar.


saat itu usia mereka sekitar 10 tahunan.


Jhon berjalan kaki melewati gang sempit. Menuju rumah bibinya.


Tak sengaja Jhon melihat beberapa anak, di gang sempit yang hendak ia lewati.


3 dari 4 anak itu tengah merundung seorang anak laki-laki.


Saat itu Jhon tidak ingin perduli.


karna anak-anak itu berasal dari keluarga yang terpandang, terlihat dari seragam sekolah mereka, bahwa mereka menuntut ilmu di sekolah elit yang ada di kota itu. Dan Jhon tidak ingin berurusan dengan orang-orang itu. Ia memutuskan untuk mencari jalan lain.


Tapi langkah kaki Jhon terhenti.


Ia mulai tertarik dengan Aksi yang ada di gang sempit itu.


Entah bagaimana caranya anak-anak itu biasa sampai di sini padahal sekolah mereka sangat ketat penjagaannya.


Jhon semakin menajamkan penglihatannya.


Anak yang tadi dirundung tiba-tiba bangkit, dan menghajar ke 3 temannya itu.

__ADS_1


Bukan hanya menghajar, tapi anak itu meraih sebuh pecahan beling yang berada di gang itu, dan menyatakan di wajah ke 3 anak itu. Secara bergantian.


Jhon takjub dengan aksi yang di lakukan anak itu.


Karena jeritan dan tangis ke 3 anak itu, membuat warga yang tidak jauh dari gang berdatangan.


Mereka semua Mengejar anak laki-laki yang melukai ke 3 temannya itu, Karna di anggap sebagai tersangka.


Dan Jhon, ia segera bersembunyi di balik tembok.


Anak itu lari sekencang-kencangnya dari kejaran para warga.


Melihat anak itu kesulitan dan ia tidak mungkin bisa menghindari kejaran beberapa orang dewasa dengan tubuh besar dan gagah.


Ketika anak itu melintas di hadapannya.


Jhon segera menarik tangannya, dan bersembunyi di balik tembok antara rumah warga.


"Di mana anak itu?" Tanya salah seorang yang tadi mengejar.


"Sepertinya ia lari ke arah sana?"


"Ya sudah ayo kita kejar."


Dan akhirnya warga pergi menjauh meninggalkan tempat persembunyian mereka.


Kedua anak ini keluar dari persembunyiannya.


"Sudah aman." Ucap Jhon.


"Apa kau melihatnya tadi?"


Jhon mengangguk.


"Iya, saya melihatnya!"


"Lalu kenapa kau tidak lari?"


"Kenapa saya harus lari?"


"Kau tidak takut padaku?"


Jhon menggeleng dengan mantap.


"Tidak! kenapa saya harus takut."


Anak itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Perkenalkan, namaku Kaisar, siapa nama mu?"


Dengan ragu-ragu Jhon juga mengulurkan tangannya.


"Terimakasih sudah membantu ku, dan mulai sekarang, kau akan menjadi teman ku,"ucap Kaisar sambil menepuk pundak Jhon.


"Teman!"


"Iya teman!"


"Maaf, saya tidak punya waktu untuk berteman, apa lagi bermain,"ucap Jhon, kemudian berlalu meninggalkan Kaisar.


"Hay! Tunggu!" Kaisar mengikuti Jhon.


"Kenapa anda mengikuti saya?" Kesal Jhon.


"Karena kita sekarang berteman." Balas Kaisar, dengan senyum yang ia tunjukkan pada teman barunya itu.


"Tapi saya tidak mau berteman."


"Kenapa? Apa kau juga sebelumya tidak mempunyai seorang teman? Kalau begitu kita sama, aku juga tidak mempunyai satu teman pun, mereka semua menjauhi ku karena takut padaku, bukankah mereka pengecut, dan sekarang aku punya satu teman yang tidak takut padaku, yaitu kau Jhon."


Jhon mendelikan matanya.


"saya tidak mempunyai teman karna waktu saya habis untuk bekerja, jadi tidak punya waktu untuk bermain, dan saya juga tidak mau berteman dengan siapapun."


"Aku tidak perlu persetujuan dari mu, yang jelas sekarang kau ini teman ku."


Semenjak saat itu, Kaisar selalu mendatangi rumah bibinya Jhon.


Kaisar merasa memiliki teman yang mengeri dirinya, dan satu frekuensi dengannya.


Meskipun saat itu Jhon selalu bersikap cuek, tapi Kaisar tetep mendekatinya, bahkan Kaisar sampai iku Jhon untuk bekerja, di sebuah tempat cuci motor dan mobil.


Berhari-hari dan berminggu-minggu, Kaisar mengikuti Jhon, akhirnya Jhon luluh.


Ia mulai menerima Kaisar sebagai temannya.


Jhon sudah mengetahui sifat asli Kaisar yang memiliki tingkat emosional tidak seperti anak-anak lainnya.


Dan di memahami itu.


Mereka sangat akrab dan Kaisar sangat nyaman bermain bersama Jhon, ia sudah tidak mengharapkan teman lain lagi karena sudah mempunyai Jhon.


Dengan bangga Kaisar memperkenalkan Jhon, pada Melissa, sebagai temannya.


Melissa sangat bahagia dan berterimakasih pada Jhon yang bersedia berteman dengan Kaisar di saat anak-anak yang lain menjauhi dan mengolok-olok nya.

__ADS_1


Jhon di terima sangat baik oleh keluarga Kaisar, Marwan ingin Jhon sekolah di tempat yang sama dengan Kaisar, dan semua biaya Marwan yang menanggungnya.


Tapi Jhon menolak tawaran baik Marwan.


Ia akan berjuang sendiri untuk pendidikannya, dia ingin berdiri di atas kakinya sendiri, pdahal saat itu usianya masih sangat muda.


Marwan sangat bangga dengan anak itu.


Hingga di usianya yang menginjak 17 tahun, bibi Jhon meninggal dunia.


Jhon mulai hidup seorang diri tanpa sebuah keluarga yang mendampinginya. Tapi Jhon masih berteman dan sering bertemu dengan Kaisar.


Ketika lulus sekolah, Jhon mulai melamar sebuah pekerjaan untuk biaya melanjutkan kuliahnya.


Entah kebetulan atau bukan, Jhon melamar pekerjaan di perusahaan milik Airlangga.


Saat itu Kaisar sudah belajar di dunia bisnis dan sering datang ke kantor Marwan.


Jhon di terima bekerja, dan Marwan menunjuknya sebagai sekretaris pribadi Kaisar.


Dan sampai saat ini ia setia pada Kaisar.


Jhon bukan hanya sekedar Sekertaris, tapi ia sahabat sekaligus keluarga bagi Kaisar.


Jhon yang mampu mengendalikan Kaisar, ketika penyakitnya sedang kambuh, dan ia selalu mengikuti kemanapun Kaisar pergi.


🍁🍁🍁


Dan hari ini.


Untuk pertama kalinya Jhon di tinggal Kaisar, untuk jangka waktu yang cukup lama, sampai 2 Minggu kedepan.


Karena Kaisar akan kembali dari bulan madunya setelah 2 Minggu.


Jhon di bebaskan tugaskan dari semua pekerjaan kantornya.


🍁


Di hari kedua tanpa Kaisar.


Jhon mulai merasa bosan, karena tidak melakukan kegiatan apapun.


Di pagi yang cerah itu.


Jhon memutuskan untuk keluar dari Apartemennya.


Selama ini Jhon tinggal di Apartemen pribadinya.


Ia berjalan kaki menuju pasar swalayan yang lokasinya tidak jauh dari Apartemen.


Mungkin ia ingin membeli kebutuhan sehari-harinya.


Ketika sampai di pasar swalayan.


Jhon langsung menuju Rak, yang berisi bahan makanan dan minuman.


Jhon mengambil sayuran yang sudah di kemas dalam sebuah kotak transparan.


Jhon terkejut karena ada tangan lain yang juga mengambil kotak berisi sayuran itu.


Hingga tangan mereka berada di satu kotak yang sama.


"Maaf tuan, saya yang lebih dulu melihat dan mengambil sayuran ini,"ucap Seorang wanita yang berusaha menarik kotak itu dari tangan Jhon.


Jhon Menatap sejenak wanita itu.


Tapi ia tidak melepaskan dan tetep mempertahankan kotak itu.


"Maaf nona, saya rasa anda salah, sayalah yang terlebih dahulu mengambil kotak sayur ini,"balas Jhon.


"Anda bisa mengganti dengan jenis sayuran yang lain tuan, biarkan ini menjadi milik saya."


"Tidak bisa seperti itu nona, jika segala sesuatu bisa dengan mudah di gantikan, tentu tidak akan ada orang yang mau berusaha dan berjuang."


*Astaga! bicara apa lelaki ini, kenapa ia berbicara seperti orang yang sedang main drama.


Tapi tunggu! aku seperti melihatnya? tapi dimana ya*.


Jhon menatap wajah wanita yang tengah terdiam di hadapannya itu.


Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat.


Melihat Jhon yang juga tengah terbengong.


Wanita itu segera menarik kotak sayuran, dan meletakkan di keranjang belanjanya.


"Maaf tuan, saya sangat membutuhkan sayuran jenis ini, karena ini menyangkut usaha saya." Wanita itu mengangguk lalu pergi begitu saja dari hadapan Jhon.


Jhon menatap punggung yang mulai menjauh itu, ia masih mengingat-ingat siapa wanita itu.


Lalu ia tersadar dari lamunannya.


"Aah... sial! dia berhasil mengambilnya." Gumam Jhon.


🍁🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏


❤️❤️❤️ Love banyak-banyak untuk semuanya..


__ADS_2