
"Kau akan tau jika sudah melihatnya."
Kaisar menuntun Arga mendekati rumah itu, dan Lisa pun mengikuti di belakangnya.
Tok..
Tok...
Tok...
Kaisar mengetuk pintu rumah kecil itu.
"Sebentar!" Sahutan dari dalam terdengar begitu nyaring.
Tak berapa lama.
CKLEEEK....
"Cari siapa...., Anda?" Mona sangat terkejut dan gugup melihat Kaisar yang berdiri di depan pintu rumahnya.
Ternyata Kaisar membawa Lisa dn Arga ke rumah Yusuf dan Mona.
Mata Mona beralih pada wanita yang ada di samping Kaisar.
"Li... Lisa...!"
"Mamah Mona."
Kenapa mas Kaisar malah membawa ku kesini.
Lisa segera membalikkan badan, ia hendak kembali ke mobil.
"Tunggu!"Kaisar menahan tangannya.
"Mas, kenapa kau membawa ku ke tempat ini, kita pulang saja mas, aku tidak seharusnya ada di sini."
Sebenarnya hati Lisa bertanya-tanya kenapa Mona bisa tinggal di rumah ini, bukankah mereka sudah mempunyai rumah mewah setelah menukarnya dengan uang pada Kakek Marwan.
Tapi Lisa sudah tidak perduli dengan itu, yang terpenting dia harus menjauhi keluarganya.
"Sayang, tunggu sebentar saja, kau harus menemui Ayahmu dulu, jika setelah menemui ayahmu dan kau tetep ingin menjauhi Keluarga mu, mas akan benar-benar menjauhkan kalian,"ucap Kaisar, yang masih menahan tangan Lisa.
Lisa terdiam, mungkin ia bingung harus bagaimana, karena perkataan Kaisar tidak akan pernah main-main.
"Siapa yang datang mah, kenapa mamah lama sekali membuka pintunya."
Sella pun ikut keluar dari rumah itu.
"Lisa!" Kejutnya.
Dia benar-benar Lisa, ternyata memang benar dia masih hidup, tapi untuk apa dia kesini, apa dia ingin menertawakan dan menghinaku!
"Ada apa kalian datang kesini?" Tanya Sella.
"Saya tidak ada urusan dengan mu, kami hanya ingin bertemu Yusuf." Sahut Kaisar.
"Kau mau apalagi, kau sudah membuat usaha ayah ku bangkrut hingga kami jatuh miskin seperti ini, dan kalian masih berani menampakkan wajah di hadapan kami, dasar tidak tau malu!" Maki Sella.
Kaisar memicingkan matanya.
"Jaga ucapan mu jika tidak ingin mulutmu itu saya robek!"
Bangkrut, jadi perusahaan ayah bangkrut, pantas saja mereka tinggal di sini.
"Kau hanya bisa mengancam saja Kaisar."
"Sudah, tidak usah banyak omong, sekarang menyingkir lah dari situ." Ketus Kaisar.
"Tidak! Kalian tidak boleh menemui ayahku, terutama kau Lisa, kau sudah membuat ayah jadi sering sakit-sakitan karena selalu memikirkan mu, tapi kau sama sekali tidak perduli, bahkan hanya sekedar menanyakan kabar ayah pun tidak pernah kau lakukan, kau hanya sibuk dengan keluarga suami mu ini."
Apa, Sella menyalahkan ku.
Lisa maju beberapa langkah agar berhadapan langsung dengan Sella.
"Dengar Sella, kau...!" Dengan mengatur ritme nafasnya, Lisa tidak melanjutkan perkataannya, karena ia melihat Arga yang memperhatikannya, ia tidak ingin putranya melihat mamahnya memaki seseorang dengan kata-kata kasar, karena itulah yang ingin Lisa lontarkan pada Sella.
Ia malah beralih pada Kaisar.
"Mas, ayok kita pulang! Dan untuk apa kau mengajak ku ke sini mas." Kesal Lisa pada Kaisar, dan beralih meraih tangan Arga untuk menjauh dari tempat itu.
"Tunggu!" Cegah Mona.
Lisa menghentikan langkahnya.
"Mamah, kenapa mencegahnya, biarkan saja dia pergi dia yang sudah membuat papah jadi sakit." Sahut Sella.
Mona tidak memperdulikan protes yang Sella layangkan.
Ia berjalan menghampiri Lisa, dan memeluk anak sambungnya itu.
"Maafkan mamah nak, tolong maafkan mamah, Lisa, mamah tau kau sangat marah dan kecewa pada kami, tapi ini semua bukan salah ayah mu, ini semua salah mamah, jika kau ingin membenci, benci saja mamah tapi jangan membenci ayahmu, ayah mu melakukan ketidakadilan ini karna mamah." Isak Mona.
Mona menguraikan pelukannya.
Dan nenangkup tangan Lisa.
"Mamah mohon, tolong temui ayah mu, dia sangat merindukan mu, dia sakit seperti ini karna merasa bersalah dan menahan rindu pada putrinya, tolong temui ayahmu."
Lisa masih diam dalam pikirannya, tanpa ia sadari di ujung matanya mengalir butiran bening.
Kaisar menarik tangan Mona yang tengah menggenggam erat tangan Lisa.
"Berani-beraninya kau membuat istriku menangis."Sentaknya.
"Hei tuan Kaisar, kau jangan kasar pada Mamah ku!" Bentak Sella yang tak terima.
"Memangnya kenapa, kau mau melawan saya?" Tantang Kaisar.
"Sudah Mas." Cegah Lisa.
"Adik tirimu ini benar-benar kurang ajar."
__ADS_1
"Kau yang kurang ajar!"
"Cukup Sella,"ucap Mona yang meraih lengan Sella.
"Kenapa mamah sekarang jadi membela Lisa?"
"Sella, ingat, ayah mu sedang sakit jangan buat keributan!"
"Jadi bagaimana, apa kau ingin menemui ayahmu atau tidak? Jika tidak, kita akan segera kembali ke Mansion dan Mas tidak akan pernah mengijinkan mu untuk bertemu ayahmu lagi, sekalipun kau memohonnya,"ucap Kaisar dengan lembut.
"Aku akan menemui ayah mas."
Kaisar tersenyum puas.
"Baiklah, ayok masuk!"
Sudah mas duga, sebenarnya kau sangat ingin menemui ayahmu .
"Trimakasih nak,"ucap Mona.
🍁
Mona mencuri-curi pandang pada Arga, ia ingin sekali bertanya tentang anak itu siapa, tapi Mona tidak mempunyai keberanian untuk bertanya pada Lisa apa lagi Kaisar, bisa di semprot dia.
Tapi tanpa bertanya pun sepertinya ia sudah mengetahui itu pasti anak Lisa dan Kaisar, karena wajahnya sangat mirip dengan Kaisar.
Lisa berdiri mematung, menatap Yusuf dengan kondisi yang sangat lemah.
Yusuf tengah terbaring di atas ranjang kecil dengan selimut yang menutupi sebagian badannya.
Wajahnya pucat dan badannya sangat kurus.
Lisa tak sanggup menatap ayahnya dengan kondisi seperti itu, ia kembali menangis dalam hati.
Ayah, kenapa, kenapa kau seperti ini? dan kenapa aku bisa jadi sekejam ini yang tidak memperdulikan ayah ku sendiri, bahkan aku tidak pernah tau jika selama ini ayah sakit, aku selalu berfikir kau hidup damai dan bahagia setelah kepergian ku.
Tap.
Tap..
Tap..
Perlahan Lisa menghampiri Yusuf.
Yusuf yang tadi tengah memejamkan mata kini secara perlahan membukanya, ia mendengar langkah kaki yang menghampirinya.
*Kenapa suara langkah kaki ini mengingatkan ku pada putri kecilku dulu.
Dia akan selalu membangunkan ku untuk bermain jika aku sedang berbaring seperti ini, tapi itu semua sudah tidak pernah terulang lagi, sekarang putri ku sudah dewasa dan ia bahagia bersama keluarganya, aku sangat menyesal telah menyia-nyiakan waktu yang ku miliki bersama putri ku.
Maafkan aku Rani, aku telah menyia-nyiakan putri semata wayangnya kita*.
"Ayah." Lirih Lisa.
Hati Yusuf bergetar mendengar suara yang memanggilnya ayah..
Ia membuka matanya lebar-lebar.
Dan tepat di hadapannya, Lisa tengah tersenyum, tapi ia meneteskan air mata.
Lisa meraih uluran tangan itu, dan bersimpuh.
"Ayah, maafkan aku, selama ini aku menelantarkan mu aku tidak memperdulikan."
Yusuf mengusap rambut Lisa.
"Tidak nak, ayahlah yang bersalah padamu dan ayahlah yang selama ini menyia-nyiakan mu. Maafkan ayah nak."
Setelah momen saling memaafkan terjadi di keluarga Kaisar, kini momen haru itu melanda keluarga Lisa.
Yusuf memeluk putrinya, dengan berulang mengucapkan kata Maaf.
Begitupun dengan Mona, sudah puluhan kali ia mengucapkan maaf pada Lisa dengan penuh penyesalan.
pada dasarnya Lisa sangat menyayangi mereka, tentu Lisa akan memaafkan dan menerima mereka.
🍁
Lisa dan Kaisar, membawa Yusuf ke rumah sakit, Yusuf mengalami stroke yang membuatnya tidak bisa berjalan.
"Apa dia putra mu?"tanya Yusuf yang menatap lekat wajah Arga.
"Iya, dia putra ku, namanya Arga, Arga beri salam pada Kakek."
Dengan cepat anak itu meraih tangan Yusuf.
🍁🍁
Kebahagiaan sudah kembali Lisa dapatkan dari keluarganya.
Begitulah yang namanya keluarga, sesalah apapun kita dan sebenci apapun kita, tapi yang namanya keluarga akan tetep saling memaafkan.
Apa salahnya, jika sedikit saja kita membuka hati kita untuk memaafkan seseorang yang telah melukai hati kita, memang berat bahkan sangat sulit, tapi percayalah dengan memaafkan, hati kita akan menjadi lebih tenang dan bahagia.
🍁🍁🍁🍁🍁
Lisa keluar dari kamar tempat Yusuf di rawat, karena sejak tadi Sintia menghubunginya.
"Halo Sintia, apa ada sesuatu, kau menghubungi ku sudah puluhan kali?" Tanya Lisa khawatir.
{"Lisa, kau harus menolong ku, ini darurat Lisa!"}
"Menolong mu? Apa yang terjadi? kau baik-baik saja?"
{"Tentu aku tidak baik-baik saja."}
Dan Sintia pun menceritakan semua masalah yang tengah ia hadapi saat ini.
"Baiklah kau tenang saja, aku akan membantu mu."
{"Terimakasih Lisa, kau memang sahabat terbaik ku."}
__ADS_1
Lisa kembali ke kamar Yusuf.
"Yah, aku pulang dulu ya, besok aku akan kembali lagi."
"Iya sayang, pulanglah kasihan Arga jika harus berlama-lama di rumah sakit, tidak baik untuk kesehatannya, jangan khawatirkan ayah, mamah Mona akan menjaga ayah."
"Benar Lisa, mamah yang akan menjaga Ayah." sahut Mona, saat ini tengah menggendong Arga.
🍁🍁🍁
Lisa dan Kaisar kembali ke Mansion.
Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil.
"Mas, apa benar kau yang membuat usaha ayah ku bangkrut?"
"Mas hanya sedikit memberi pelajaran pada ayah dan ibu tirimu itu, tapi jika kau mau, Mas bisa memulihkan semuanya."
Lisa diam saja tak menyahuti Kaisar.
"Kau marah?"
"Tidak, ayah sudah tua, sepertinya beliau memang harus beristirahat tidak perlu bekerja lagi, tapi aku minta tolong kembalikan semua yang pernah di miliki mamah Mona dan Sella."
Kau masih saja memikirkan saudara tirimu itu.
"Baiklah, jika itu yang kau inginkan Mas akan melakukannya."
"Terimakasih mas,"ucap Lisa.
"Ini semua tidak gratis, kau harus membayarnya!" Sahut Kaisar.
"Membayarnya? kau masih mengharap bayaran dari istri mu ini?"
Kaisar mengangguk.
"Tentu, tapi Mas tidak mau di bayar pakai uang atau sebuah barang."
"Lalu apa?"
"Mas ingi.....!"
DREEEET.....
Permintaan Kaisar terpotong oleh suara ponsel Lisa.
"Aku angkat sebentar ya mas, ini dari Sintia."
Kaisar mendengus kesal.
Setelah 5 menit ia melakukan panggilan, Lisa meminta Kaisar untuk mengantarkannya ke apartemen Sintia.
"Baiklah, mas akan menuruti semua permintaan mu sayang,"ucap Kaisar manis, padahal ia sedang menahan kesal, karena keinginannya pasti akan tertunda lagi.
🍁
Setelah ini kita masuk ke cerita para pendukung dulu ya, kan tidak adil jika mereka tidak mendapatkan kebahagian.
🍁 VISUAL 🍁
KAISAR
LISA
RAFI/FIRMAN
FAREL
SINTIA
JHON
Almarhumah ANGGEL
Untuk visual para tokoh pendukung, seperti para orangtua dan Julia, Mak Ntor Belum dapat.
Ada yang bisa kasih saran, untuk Visual Arga, hehe..
🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Maaf ya jika cerita ini tidak sesuai ekspektasi para pembaca.
Dan terimakasih sudah setia membaca kisah Lisa dan Kaisar 🙏❤️❤️❤️❤️❤️❤️