
Lisa bergegas untuk pulang kerumahnya. Dan ia di temani oleh Sintia, dengan menggunakan motornya.
🍁🍁
Benar saja setelah sampai di rumah, tidak ada Kaisar di sana, hanya ada Rizal yang tengah mengotak-atik ponsel sepertinya ia sedang mengirim pesan pada seseorang.
"Rizal!" Panggil Lisa.
"Nona! akhirnya anda pulang juga." Rizal cukup terkejut tapi ia juga tenang karena nona nya sudah pulang.
"Di mana mas Kaisar?"
Rizal menundukkan kepalanya.
"Tuan Kaisar dan tuan Farel sedang di kantor polisi nona, polisi membawa tuan Kai dan Farel atas tuduhan pembunuhan pada sepasang suami istri yang mayatnya ditemukan di dalam hutan." Rizal menjelaskan dengan hati-hati.
"Tapi tuan Kai berpesan untuk anda, anda tidak perlu khawatir karena tuan Kaisar akan segera kembali pulang, tuan Jhon tengah mengurus semuanya." Sambung Rizal.
Lisa mengangguk. Wajahnya terlihat lesu dan pucat.
"lalu di mana Arga?"
"Tuan kecil sedang tidur nona."
Tanpa bertanya atau mengatakan apapun lagi, Lisa melangkah menunju kamarnya.
Pikirannya berkecamuk tentang kejadian hari ini.
Kenapa kartu pengenal keluarga Airlangga bisa berada di kedua korban pembunuhan itu. Bukankah sangat tidak mungkin jika mereka saling mengenal atau kedua korban itu memiliki hubungan dengan keluarga Airlangga.
Apakah benar yang di katakan Firman, tapi apa tujuannya? sedangkan kedua korban itu tentu bukan saingan bisnis keluarga Airlangga.
Apa mungkin karena pembangunan pabrik .
Beberapa pertanyaan berputar-putar di kepala Lisa.
yang membuatnya harus berfikir.
"Yuna!" Sintia membuyarkan pikiran yang berkeliaran di kepala Lisa.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Sintia.
"Tidak mungkin kalau mas Kaisar yang melakukan ini semua!" Ucap Lisa.
"Kau yakin?"
"Aku yakin. Mas Kaisar bukan orang yang sekejam itu."
"Lalu bagaimana dengan adiknya itu, Farel?"
Lisa pun kembali menggelengkan kepalanya.
"Farel pun tidak mungkin tega melakukan itu. Dia sangat menyayangi ibu dan adik perempuannya, jadi tidak akan mungkin untuk seseorang yang sangat menyayangi ibunya seperti Farel tega melakukan itu pada seseorang wanita." Jelas Lisa.
Sintia hanya terdiam, mungkin yang di katakan Lisa benar, lagi pula hanya dengan bukti sebuah kartu pengenal, mana bisa memfonis orang itu bersalah.
"Sinta, aku titip Arga!"
"Apa! Memangnya kau mau kemana?"
"Aku harus ke kantor polisi, aku tidak bisa berdiam diri di sini sedang mas Kaisar sedang dalam masalah besar di sana."
Kau bilang sudah tidak perduli lagi dengannya, tapi ini , kau sangat terlihat khawatir dengan suamimu itu. sepertinya kau masih mencintainya Yuna.
Sintia hanya mengatakan ini dalam hatinya.
__ADS_1
"Tapi kantor polisinya sangat jauh."
"Tidak apa-apa, aku tetep harus pergi ke sana."
"Baiklah, tapi aku yang mengantarkan mu. Biar Arga kita titipkan pada bude Darmi, dan untuk menambah ke amanan, biarkan sekertaris Farel tetep di sini untuk menjaga bude Darmi dan Arga. Aku takut jika berita ini sampai ke telinga para warga, mereka akan menyerang rumah ini."
Lisa menganguk.
🍁🍁
Di kantor polisi.
"Sial! Belum ada satu bulan aku tinggal bersama mu, hidup ku sudah tertimpa sial seperti ini." Grutu Farel, yang ia tunjukkan untuk Kaisar.
"Kau yang selalu membuat masalah, jadi lebih baik tutup mulut mu dari pada kau bicara yang hanya akan membuat ku menghajarmu." Sahut Kaisar.
Tentu Farel tidak akan sudi untuk menutup mulutnya. Ia akan semakin menggila jika Kaisar melarangnya.
"Kai, bukan kah kau selalu menyombongkan ke hebatan mu itu? Kenapa masalah seperti ini saja kau tidak bisa mengatasinya hingga membuat ku harus terseret dan berada di tempat seperti ini."
"Sepertinya kau mempunyai nyawa lebih dari satu Farel." Gertak Kaisar, yang mulai geram dengan ocehan Farel
"Aku hanya ingin tau kehebatan mu!" Sahut Farel tanpa punya rasa takut.
"Kau lihat saja, kurang dari 30 menit Jhon akan membereskan semuanya."
Benar saja setelah beberapa menit Jhon keluar dari ruangan lain.
"Kenapa kau lama sekali Jhon!" Ucap Kaisar, yang sudah merasa gerah dan sesak karena harus berada di ruangan yang sama dengan Farel.
"Maafkan saya tuan, bukti-bukti yang mengarah pada anda cukup kuat hingga membutuhkan penjelasan yang cukup panjang."
"Lalu?"
"Anda tidak perlu khawatir tuan. Saat ini juga anda dan tuan Farel bisa segera pulang ke rumah. Saya sudah menghubungi pengacara keluarga, dan ia tengah dalam perjalanan menunju kesini. Dia yang akan mengurus semuanya untuk anda."
"Baik tuan."
"Sudah, cepatlah Jhon antarka aku pulang." Ucap Farel, dan langsung berlalu keluar dari ruangan itu.
🍁🍁
Lisa yang tengah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju kantor polisi, menghentikan niatnya karena pesan yang di kirim oleh Jhon, Ia membaca pesan itu dan membuat hatinya lega dan bisa bernafas dengan tenang.
"Mas Kaisar dan Farel akan segera pulang." Ucapnya pada Sintia dengan wajah yang terlihat bahagia.
🍁🍁🍁
Di mobil.
Kaisar, Jhon, bersama Farel, bergegas kembali ke rumah. Kini mereka berada di dalam satu mobil yang sama.
"Apa kau sudah menemukan identitas pria yang kau temui di hutan itu?" Tanya Kaisar memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Sudah tuan, dan anggota kita tengah menyelidikinya."
"Lalu, bagaimana dengan kedua orang yang kau tugaskan untuk membuntuti ke dua orang yang kini malah di temukan tidak bernyawa itu."
"Maaf tuan, mereka menghilang. Tapi anda jangan khawatir kami tengah berusaha mencarinya."
"Sial!" Umpan Kaisar.
"Tuan, sepertinya orang yang melakukan ini semua adalah orang yang sangat mengenal keluarga Airlangga Wijaya dengan baik. Karna kartu yang di temukan di tubuh korban adalah kartu pengenal yang hanya bisa di berikan oleh kantor pusat milik kakek Marwan." Ucap Jhon.
.
__ADS_1
"Kau benar, berarti semua ini ada hubungannya dengan orang-orang yang ada di kantor pusat." Sahut Kaisar.
"Dan mereka pun mengirim seseorang di desa ini." Sambung nya.
"Tapi, tidak ada orang yang baru datang di desa ini setelah anda tuan."
"Mereka sudah mengirimnya jauh sebelum aku datang ke sini Jhon, dan mereka sudah menyiapkan ini semua. Dan kedatangan ku di sini adalah bagian dari rencana mereka." Ucap Kaisar.
"Dan biar aku sendiri yang akan menemukan orang itu, dan akan memberikan hadiah dengan tangan ku sendiri." Sambungnya dengan senyum licik yang terukir di bibirnya.
"Kau bodoh sekali Kai!"
Farel yang sejak tadi diam, tiba-tiba mengeluarkan suara yang bisa saja membuat Kaisar menjadi murka.
"Tutup mulut mu, jika kau tidak mau aku lempar keluar dari mobil ini."
Dan ancaman pun Kaisar lontarkan untuk adiknya itu.
"Haa .... Haaa...!"
Dan Farel malah menanggapinya dengan tawa renyah di bibirnya.
"Kau hanya bisa mengancam ku Kai, tapi kau tidak pernah melakukannya." Ucap Farel di akhir tawanya.
Memang benar selama ini Kaisar hanya bisa mengancam dan memaki adiknya saja, ia tidak pernah menunaikan ancamannya yang terdengar sangat mengerikan.
Kaisar hanya akan menghajar adiknya itu sampai babak belur. Tidak pernah melakukan lebih dari itu.
"Orang yang paling dekat dengan mu yang melakukan ini semua Kai!" Ucap Farel.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Apa kau yakin akan pergi ke desa itu?"
"Aku yakin tante."
Julia dan Anggel tengah bertemu di sebuah cafe.
Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah Anggel menghilang entah kemana.
Pasca penyekapan yang di lakukan Kaisar dan ancaman yang di lontarkan Jhon 4 tahun lalu, Anggel benar-benar menghilang tanpa jejak ia tidak pernah menampakkan dirinya lagi pada Kaisar, bahkan pada sekutunya Julia.
Tapi kini ia kembali.
Apa tujuannya?
Apakah ia ingin kembali meluluhkan hati Kaisar?
Atau justru ia kembali untuk menuntut balas pada Kaisar, karna telah memperlakukannya dengan sangat kejam.
"Kau temui dia. Dia yang akan membantu mu di sana."
Julia menyodorkan selembar foto pada Anggel.
Anggel menatap foto yang kini sudah berada di tangannya.
"Dia siapa?" Selidik Anggel.
"Kau tidak perlu tau, lakukan saja tugas mu bersama dia." Ucap Julia.
"Saat ini Kaisar tengah dalam masalah, ini adalah kesempatan bagus untuk mu kembali menarik simpati Kaisar, buat dia kembali jatuh cinta padamu. Karena kebodohan mu yang tiba-tiba menghilang kita jadi memulainya dari awal lagi." Sambung Julia.
Tante benar aku memulainya kembali dari awal, tapi kali ini rencana ku berbeda Tante, selam 4 tahun aku mempersiapkannya dengan matang dan mulai hari ini rencana ku di mulai.
Julia tidak pernah tau apa yang terjadi pada Anggel, pasca kabar Anggel di culik 4 tahun yang lalu, dan Julia pun tidak pernah tau bahwa yang menculik Anggel adalah Kaisar.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏 minta dukungannya ya 🤗🤗