Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 126. Sikap Aneh Kaisar, Setelah Pulang Bulan Madu.


__ADS_3

Mereka kini sudah berada di dalam mobil.


Luna masih kesal dengan Jhon, tapi Luna juga sangat malu pada Jhon.


Ia terus saja menatap kaca mobil dengan posisi menyamping, tidak berani melihat apa lagi menatap Jhon yang ada di sebelahnya.


Sedangkan Jhon yang berada di belakang kemudi.


Bersikap biasa saja, seperti seorang anak kecil yang tidak tau dosa setelah melakukan kesalahan.


"Kak Jhon!" Akhirnya Luna membuka suaranya.


Jhon melirik.


"Apa ada yang Anda butuhkan nona?"


"Apa Kak Jhon tidak merasa aneh?" Tanya Luna.


"Aneh, kenapa saya harus merasa aneh Nona?" Bingung Jhon.


Ah .. Dia Benar-benar tidak peka, bahkan dia bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.


"Tidak, apa-apa."


Baiklah, lupakan saja Luna.


Luna mencoba bersikap bisa saja, sama seperti yang Jhon lakukan.


"Ka, aku minta, tolong tetep rahasiakan semua ini pada papah."


"Kenapa?"


"Hanya butuh waktu satu bulan lagi aku bisa Lolos seleksi di Restoran itu, dan aku minta ka Jhon jangan memberikan bantuan apapun pada ku, aku harus berjuang sendiri." Pinta Luna.


"Baiklah." Sahut Jhon.


"Terimakasih ka."


Jhon berkata baiklah, tapi tentu ia tidak diam saja jika Luna kembali di perlakukan buruk.


Bahkan Jhon, sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk memberi pelajaran pada wanita yang membuli Luna, bahkan pada semua koki yang menertawakan Luna, beserta managernya.


🍁🍁🍁🍁


Satu Minggu paska kejadian itu.


Luna benar-benar menghindari Jhon.


Ia tidak pernah bertemu lagi dengan Jhon selama satu Minggu ini.


Anggap saja satu Minggu yang lalu mereka tengah bermain Drama yang ada adegan Kiss nya, setelah drama itu selesai kedekatan merekapun usai.


Sikap Jhon yang cuek dan dingin memang susah untuk di tebak isi hatinya.


Apa maksud dia mencium Luna, apakah benar hanya ingin meyakinkan orang pada waktu itu?


Atau Jhon mempunyai maksud lain!


Tapi lelaki itu tidak pernah mengutarakannya.


Dia membiarkan kejadian tempo hari begitu saja, tanpa bicara apapun pada Luna, padahal Luna pernah memancingnya.


Apa mungkin Jhon bener-benar melupakan gadis Culun, yang selalu mengangu tidurnya?


Dan saat ini pun Luna tengah dekat dengan seorang pria, teman kuliahnya dulu.


🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain.


"Mas, apa tidak sebaiknya kita pulang saja, sudah tiga hari ini kau sakit dan muntah-muntah,"ucap Lisa, pada Kaisar yang tengah duduk Lesu karna sejak pagi tadi ia muntah, dan tak mau makan.


"Tapi kita baru satu Mingguan di sini, dan besok kita akan ketempat ke dua." Sahut Kaisar.


"Kita bisa pergi lain kali mas."


Lisa masih terus membujuk Kaisar agar mau pulang.


Dan akhirnya Kaisar pun mengikuti saran Lisa untuk pulang lebih cepat, dan beristirahat di rumah, karna iapun merasa lelah.


Kaisar terlebih dahulu menghubungi Jhon, dan menyampaikan jika dia pulang lebih cepat.


Dan Jhon pun segera mempersiapkan kepulangan tuan dan nonanya.


🍁🍁🍁🍁


"Arga, hari ini mamah dan papah mu pulang!" Seru Sintia.


Sudah hampir satu Minggu Arga tinggal bersama Sintia dan Farel.


"Benarkah! Apa ini sudah dua Minggu mih?" Tanya Arga.


"Belum sayang, tapi mamah dan papah Arga pulang lebih cepat!"


"Apa papah sudah berhasil mendapatkan adik bayi?"


"Adik bayi?" Tanya Sintia


"Iya Mih, papah bilang pulang nanti akan bawa adik bayi untuk Arga."

__ADS_1


Mereka benar-benar keterlaluan, menjanjikan hal seperti itu pada Arga.


"Kalau begitu nanti Arga tanya langsung pada papah dan mamah saja ya."


"Aku pulang!"


Suara Farel memasuki apartemen.


"Horee! Papih sudah pulang." Seru Arga, dan langsung berlari kedepan menyambut kedatangan Farel.


Arga langsung memeluk Farel, yang baru saja masuk, ini lah yang biasa Arga lakukan ketika Farel pulang.


"Kenapa Arga terlihat sangat senang, apa ada sesuatu?" Tanya Farel yang kini sudah menggendong Arga.


"Mamah dan papah hari ini pulang! Papih cepat antarkan Arga ke Mansion papah ya." Pinta Arga.


"Pulang! Secepat itu, aku bahkan belum menyusulnya, apa dia sudah tidak kuat lagi untuk berbulan madu." Celetuk Farel.


"Mas Farel, hati-hati kalau bicara di depan anak kecil." Ucap Sintia.


"Aku hanya sedang bergumam."


"Jika hanya bergumam tidak sekeras itu suaranya."


"Iya, maaf! Lain kali jika aku bergumam, telinga Arga akan aku tutup supaya tidak mendengar,"ucap Farel.


Farel menurunkan Arga, dan masuk kedalam kamarnya.


"Papih mandi dulu ya, setelah itu kita kerumah papah,"ucap Farel.


"Baik pih."


"Yang cepat sedikit mas, supaya tidak kemalaman."


"Iya!"


🍁🍁🍁🍁


Jhon tengah menjemput Kaisar dan Lisa di bandara.


Terlihat sekali wajah pucat Kaisar dan nampak sangat lesu.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" Tanya Jhon khawatir.


"Mas Kaisar, sak....!"


"Jhon!" Seru Kaisar yang langsung memeluk Jhon, dengan tiba-tiba.


Membuat Lisa dan Jhon terkejut dan bingung.


"Aku sangat merindukan mu Jhon!" Ucap Kaisar.


Yang tidak pernah ia lakukan sebelumya.


Kaisar memasang wajah sedihnya dan melepaskan pelukannya, kini berpindah bergelayutan pada Lisa.


"Sayang! Lihatlah, kau bilang semua orang sudah sangat merindukan kita sebab itu kau cepat-cepat mengajak Mas pulang, tapi lihat! Sepertinya Jhon tidak merindukan Mas,"ucap Kaisar dan langsung memeluk Lisa.


Jhon menatap Kaisar bingung.


Ada apa dengan tuannya?


Kenapa tiba-tiba menjadi aneh seperti ini,


Apa tuan Kaisar berbulan madu di tempat keramat dan para penghuni di tempat keramat itu merasuki tubuh tuan Kaisar, hingga ia menjadi aneh seperti ini.


Pertanyaan-pertanyaan tidak masuk akal muncul di kepala Jhon.


Jhon mencari semua pertanyaan itu, lewat tatapannya pada Lisa.


Seakan mengerti, Lisa pun menjawab, sebelum Jhon bertanya.


"Mas Kaisar sudah beberapa hari ini sakit, dia terus saja muntah-dan tidak mau makan."


Jhon panik!


"Apa! Tuan Kaisar sakit, kalau begitu kita harus segera ke rumah sakit nona, apa perlu saya siapkan penerbangan ke luar negeri, agar tuan melakukan pengobatan di sana?"


Dia sangat berlebihan sekali.


"Tidak perlu, kita langsung ke Mansion saja, aku sangat merindukan Arga!" Sahut Kaisar.


"Anda yakin tuan? Kesehatan anda sangatlah penting bagi saya."


"Sayang! Lihatlah Jhon kembali berulah, tadi dia menolak pelukan dari Mas, sekarang dia malah mengkhawatirkan mas, dia seperti sedang mempermainkan perasaan Mas." keluh Kaisar dengan manja, pada Lisa.


Ya Tuhan, ada apa dengan tuan Kaisar, Tuan Kaisar sungguh dalam ke adaan tidak baik-baik saja.


"Iya mas, nanti aku akan menegur Jhon." Sahut Lisa.


Jhon bertindak cepat, jangan sampai kerumunan manusia yang ada di bandara tau dengan kelakuan baru tuanya.


Ia segera membuka pintu mobil untuk Kaisar.


"Mas, ingin cepat pulang kan? Sekarang mas masuk kedalam mobil ya."Ajak Lisa.


Setelah Kaisar masuk terlebih dahulu, Jhon menahan Lisa.


"Nona, tolong jelaskan apa terjadi sesuatu pada tuan Kaisar?"

__ADS_1


"Kan aku sudah bilang, kalau mas Kaisar sakit."


"Yang saya tanyakan sikap aneh tuan Kaisar, apa terjadi sesuatu padanya?" Jhon kembali memastikan.


"Aku juga tidak tau Jhon, tiba-tiba sikap mas Kaisar berubah menjadi aneh, bahkan dia seperti anak kecil yang selalu saja merengek, mungkin karna dia sedang sakit jadi berpengaruh pada sikapnya." Lisa menjelaskan, apa yang jadi perkiraannya.


"Kita harus segera membawa tuan Kaisar ke rumah sakit yang ada di Luar negeri nona!"


"Itu nanati kita pikirkan lagi, sekarang tolong cepat antarkan kami pulang, kau tidak mau kan kalau mas Kaisar ngambek dan bicara yang tidak-tidak!" Sahut Lisa.


Benar saja.


Yang jadi topik pembicaraan sudah berteriak dari dalam mobil.


"Sayang! Ayo cepat masuk, kenapa kau malah mengobrol dengan Jhon, dan kau Jhon, berani-beraninya kau berbicara selama ini dengan Isti ku." Kaisar kembali ke mode normalnya, Karna ia berbicara dengan nada tinggi seperti biasanya.


Syukurlah, tuan Kaisar kembali normal.


"Baik tuan."


Jhon dan Lisa segera memasuki mobilnya.


🍁🍁


Dugaan Jhon salah.


Selama di perjalanan, Kaisar bertingkat layaknya anak kecil yang sangat manja pada ibunya.


Wajahnya semakin pucat, karena ia masih saja muntah-muntah.


"Jhon, parfum apa yang kau gunakan, kenapa aromanya membuat perut ku mual?" Maki Kaisar.


"Saya menggunakan parfum yang dulu pernah anda rekomendasikan kepada saya tuan,"sahut Jhon.


"Parfum yang dulu kau bilang sangat mahal! Dan kau tidak mau membelinya, tapi kenapa sekarang kau malah menggunakannya?"


"Saya menggunakan parfum ini, spesial untuk menyambut kepulangan anda tuan." Sahut Jhon dengan bangga.


Berharap tuanya akan suka, dan bahagia.


Alih-alih menyukainya.


Kaisar Justru semakin marah dan kesal, karna bau parfum yang Jhon gunakan membuatnya semakin mual.


"Jika kau kembali menggunakan parfum itu, aku akan mengirim mu ke hutan Amazon!" Kesal Kaisar.


Apa tuan Kaisar tidak menyukainya.


"Baik tuan, saya tidak akan menggunakannya lagi."


"Bukan cuma tidak di gunakan, tapi kau juga harus membuangnya dari Apartemen mu."


"Baik tuan,"balas Jhon dengan pasrah.


Padahal Jhon membeli parfum itu dengan harga yang sangat mahal.


"Sudah mas, jangan marah-marah seperti itu, kau kan sedang sakit," Ucap Lisa.


"Sayang, kenapa kau malah memarahi Mas, yang salah itu Jhon dia yang mencari gara-gara."


"Iya Mas, Jhon yang salah, aku akan akan memarahinya." Lisa menatap punggung Jhon." Jhon! Jangan pernah menggangu tuan mu lagi, dia sedang sakit, mengalah sedikit padanya." Ucap Lisa, yang di buat seolah-olah tengah marah besar pada Jhon.


"Baik nona, maafkan ke lancangan saya."


Padahal selama ini saya selalu mengalah pada tuan.


Kini Jhon tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia takut salah bicara lagi.


Ia hanya mendengarkan suara-suara mesra yang ada di belakangnya.


🍁🍁🍁


Perjalanan penuh drama akhirnya berakhir.


Karena mobil itu kini menepi di depan Mansion Kaisar.


Sudah ada Sintia, Arga dan bi Lilis di depan pintu menyambut kedatangan mereka.


Jhon turun terlebih dahulu, dan membuka pintu untuk Kaisar.


Raut bahagia terlihat jelas di wajah Arga. begitupun Lisa dan Kaisar.


Mereka sangat merindukan putranya itu.


Arga segera memeluk kedua orangtuanya.


Tapi mata Arga tidak hanya fokus pada papah dan Mamahnya.


Ia mengedarkan pandangannya, di kiri dan kanan, seperti tengah mencari sesuatu.


"Sayang kau cari siapa?" Tanya Lisa.


"Mana adik bayi, yang papah janjikan pada Arga?"


🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya pembaca Lisa dan Kaisar.😘😘😘


__ADS_2