
"hai, Lisa kita bertemu lagi." Sapa wanita itu.
Lisa mendongakkan kepalanya.
"Anggel!"
Ya, dia adalah Anggel.
Anggel tersenyum puas menatap Lisa.
"Sudah ku bilang kan, aku akan membalas mu ?"
"Apa yang kau inginkan Anggel?"
"Tentu saja nyawa mu, memangnya apa lagi."
"Jadi, kau yang ada di balik semua ini?"
Anggel tertawa terbahak-bahak.
"Apa dengan cara seperti ini kau mengambil nyawa ku?" Ucap Lisa.
"Tentu saja tidak, karena aku sudah menyiapkan cara yang manis untuk mu." Sahut Anggel.
"Kau lihat penampilan ku! Aku sudah sempurna bukan, ini untuk menyambut kematian mu."
Lisa melengos tidak meladeni perkataan Anggel.
"Kau tau, 4 tahun yang lalu Kaisar pernah memperlakukan ku dengan sangat kejam, pertama-pertama ia memperlakukan ku persis seperti ini." Tunjuk Anggel pada Lisa.
"Aku di dudukan di sebuah kursi, dengan kedua kaki dan tangan ku di ikat."Anggel mulai bercerita. " Dia menyekap ku selama berhari-hari di ruangan yang sangat gelap, ancaman, bentakan, dan kekerasan selalu ia lakukan pada ku, kau tau? Saat itu aku sungguh ketakutan setengah mati, tapi dia tidak perduli." Kenang Anggel.
"Apa maksud mu Anggel?"
"Suuuutt! Aku tidak menyuruh mu bicara, aku hanya menyuruh mu untuk mendengarkan cerita ku, atas semua perlakuan suamimu itu."
Anggel melanjutkan ceritanya.
"Di saat aku ketakutan setengah mati, Kaisar malah menyodorkan aku beberapa senjata, ia menyuruh ku untuk memilih senjata mana yang ingin di gunakan untuk melukai kulit ku, dia menodongkan pisau, gunting bahkan pistol ke arah ku."
Lisa masih terdiam, mendengarkan cerita dari Anggel. Apakah benar Kaisar sekejam itu, atau ini hanya karangan dari Anggel saja.
"Kau tau kenapa Kaisar melakukan itu?"
Lisa, bereaksi dengan menggeleng.
"Ini semua karena mu Lisa!" Ucap Anggel dengan kesal."
"Aku!"
"Iya, itu semua karna ulah mu yang menghilang begitu saja, hingga membuat Kaisar murka pada ku, dan aku akan membalas semua perlakuan Kaisar." Ucap Anggel ber api-api.
Lisa menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? Kau tidak mempercayainya jika suami mu sekejam itu? Jangan-jangan kau juga tidak mengetahui jika Kaisar, memiliki riwayat penyakit mental yang sangat buruk."
"Apa maksud mu?"
"Maksud ku! Kaisar itu GILA!" Ucap Anggel dengan menegaskan kata gila. "Bahkan, dengan sangat mudah dan kejam Kaisar, bisa membunuh orang tanpa ampun dan belas kasih, dia itu seperti monster." Sambung Anggel.
Lisa masih mencerna setiap perkataan yang keluar dari bibir Anggel.
"Apa karna itu, dulu kau meninggalkan Kaisar?" Tanya Lisa.
"Tentu saja, memangnya siapa yang mau menikah dengan pria tempramental seperti Kaisar."
"Lalu, untuk apa kau kembali dan berusaha merebut cinta Kaisar?"
"Dengar Lisa, aku sama sekali tidak menginginkan cinta dari pria gila seperti Kaisar, ini semua hanya kesepakatan ku dengan Tante Julia."
"Julia!"
Anggel terkejut dengan ucapannya sendiri, dia keceplosan menyebut nama Julia, ini di luar kesepakatan mereka
Aahhh persetan dengan kesepakatan itu, toh Lisa juga akan segera mati, jadi tidak ada kesempatan untuknya mengatakan semua pada Kaisar.
"Apa maksud mu tante Julia?"
__ADS_1
"Iya, ini semua kesepakatan ku dengan tante Julia, wanita yang selalu Kaisar sebut Nenek itu, bahkan rencana pembunuhan mu pun atas kesepakatannya."
Lisa sungguh terkejut dengan penuturan Anggel.
"Kenapa? Kau terkejut? Kau akan jauh lebih terkejut lagi jika mendengar semua tentang tante Julia."
"Ceritakan!"
"Apa! Kau berani menyuruh ku?" Bentak Anggel.
"Anggap saja ini permintaan terakhir ku."
Anggel terdiam sejenak.
"Baiklah, karna ini hari terakhir mu di bumi ini, aku akan menceritakan semuanya."
Dan tanpa sadar Anggel menceritakan semua, kebusukan dan kejahatan yang Julia lakukan secara diam-diam pada keluarga Kaisar, dan Julia lah yang ada di balik peristiwa di desa itu, ia juga bersekongkol dengan Firman.
Bagai di terjang tsunami hebat, seluruh tubuh Lisa menjadi melemas.
Julia wanita yang sangat Kaisar sayangi, ternyata menghancurkan hidupnya secara perlahan.
Kenapa Julia begitu tega pada mas Kaisar, bagaimana perasaan mas Kaisar jika mengetahui fakta sebenarnya tentang Julia, tapi mas Kai, harus mengetahui kebenaran ini .
"Apa sekarang kau sudah puas, dengan hadiah yang aku berikan di hari terakhir mu?"ucap Anggel seraya membungkuk, mensejajarkan wajahnya dengan Lisa.
"Sekarang, waktunya pembalasan!" Ucap Anggel, di iringi senyum jahat di bibirnya.
Lisa menatap wanita yang kini tengah berdiri di hadapannya itu.
"Anggel, apa selama ini kau mengalami depresi, atas perbuatan Kaisar pada mu?"
Anggel melirik Lisa.
"Itu dulu, tapi sekarang tidak! Aku jauh lebih bahagia, apa lagi hari ini aku bisa membalas Kaisar melalui dirimu." Jawab Anggel.
"Aku sangat bahagia menyambut kematian mu Lisa, karena kematian mu akan menjadi kematian juga untuk Kaisar, laki-laki itu pasti akan depresi dan kembali gila karena istri tersayangnya telah mati, dan itulah kebahagiaan ku,"ucap Anggel, sambil memutar-mutar kan tubuhnya, layaknya seorang penari.
Ada apa dengan nya.
"Hahaha... Hahaha.. Aku bahagia sekali, karna angan-angan ku selama 4 tahun ini akan segera terwujud!"
"Kita mulai sekarang." Wajah Anggel seketika berubah, mengerikan.
Mencontoh, apa yang Kaisar lakukan.
Anggel menepuk tangannya, dan masuklah seorang pria bertubuh besar dan berwajah seram, ke ruangan itu dengan membawa sebuah kotak besar di tangannya.
Dan kotak itu berisi beberapa jenis senjata.
Rupanya Anggel bermaksud untuk membalas semua perlakuan Kaisar melalui Lisa.
Lisa menatap kotak yang berisi senjata itu, ia berfikir Anggel benar-benar sudah gila.
"Kau tau Lisa, seperti ini lah senjata yang Kaisar, berikan pada ku untuk memilihnya lalu ia gunakan melukai diri ku sendiri, dan aku ingin kau pun melakukan hal yang sama seperti ku dulu,"ucap Anggel, seraya menyodorkan kontrak yang berisi beberapa senjata pada Lisa.
"Anggel! Apa kau sadar, yang kau lakukan ini tidak benar, tenang kan diri mu."
"Lalu bagaimana dengan perlakuan suamimu dulu pada ku?"
Sungguh aku tidak menyangka, jika mas Kaisar, tega melakukan itu semua pada Anggel, hingga membuat wanita ini depresi dan menuntut balas atas perbuatan mas Kaisar.
"Anggel, aku minta maaf atas perlakuan Kaisar pada mu, jika kau puas dengan membunuh ku, lakukan lah. Tapi tolong hilangkan dendam di hati mu karna itu hanya akan membuat hidup mu semakin tertekan dan menderita."
"Jangan menasehati ku!" Bentak Anggel.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Kaisar masih mengendarai mobilnya entah kemana, ia melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi, ia menerobos semua jalanan dan berputar-putar mencari Lisa, wajahnya memerah dan rahang yang sudah mengeras sejak tadi.
Ia berfikir kalau Firman lah yang menculik Lisa, namun kata-kata Jhon, membuatnya menepis semua pikirannya mengenai Firman.
Ting .....
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Kaisar.
Ia segera menepikan mobil itu, untuk sejenak membuka pesan yang masuk.
__ADS_1
Kontak tanpa nama.
(Di gudang tua, bekas penyimpanan material PT xxxxx yang berada di pinggiran kota, jalan xxx.)
Kaisar menautkan kedua alisnya, seraya hatinya yang membaca pesan itu.
Siapa pengirim pesan itu, mungkin kah orang yang menculik Lisa? Atau ada orang lain yang menginginkan Kaisar datang ke tempat itu? Entah lah hanya tuhan yang tau.
Tapi! tanpa pikir panjang, Kaisar segera menuju lokasi itu, ia yakin jika pesan itu ada hubungannya dengan Lisa.
🍁🍁🍁🍁
Jhon! Saat ini pria itu tengah berada di mansion, untuk memerintahkan semua penjaga melakukan keamanan yang ekstra ketat di mansion.
Ia sudah memerintahkan semua anggota nya. Untuk mencari Lisa, tapi bukan hanya Lisa saja yang Jhon cari , Kaisar juga menjadi daftar cari Jhon, pria itu pergi dalam keadaan emosi, Jhon takut jika tuanya itu akan melakukan sesuatu yang di luar kendalinya.
Penjagaan super ketat yang tiba-tiba Jhon terapkan, membuat seisi mansion menjadi panik.
Larasati dia lah yang paling panik di antara yang lainnya, Sintia pun tidak jauh berbeda, pikiran buruknya tiba-tiba menandai sahabat baiknya.
Berulang kali ia bertanya, ada apa? Pada Jhon. Tapi pria dingin itu tidak mau menjawab sepatah kata pun.
Mereka sangat yakin jika terjadi sesuatu, sehingga membuat Jhon dan Kaisar memperketat penjagaan mansion.
Farel membuntuti setiap langkah kaki Jhon, hingga pria itu sampai di Taras mansion yang cukup jauh dari Sintia dan yang lainnya.
"Jhon ada apa?" Pertanyaan Farel, menghentikan gerakan Jhon.
"Nona Lisa, di culik dan sepertinya ini perbuatan musuh besar tuan Kaisar." Akhirnya, Jhon bersedia membuka suaranya pada Farel.
"Di culik!" Kejut Farel.
"Tuan, tolong pelankan suara anda, jangan sampai membuat kepanikan di mansion."
Farel mengangguk.
"Lalu dimana Kaisar, sekarang?" Tanya Farel. Dengan raut wajah yang mulai terlihat cemas.
"Tuan Kaisar, sedang mencari nona Lisa entah kemana, tapi saya sangat menghawatirkan keselamatan tuan Kaisar, karena beliau pergi dalam suasana hati yang sangat buruk."
"Selalu saja seperti ini." Gumam Farel.
"Sepertinya tuan Kaisar, tengah mencari keberadaan Firman untuk menemukan nona Lisa."
"Firman?"
"Iya, tuan Kai, mengira ini adalah perbuatan Firman."
"Tentu saja benar kan? ini semua pasti ulah dokter palsu itu dia adalah musuh Kaisar."
Jhon menggeleng, menepis semua dugaan Farel.
"Bukan Firman yang ada di balik semua ini!"
Farel bingung dengan perkataan Jhon.
"Kenapa kau bisa berkata seperti itu Jhon? apa alasannya."
"Firman, musuh tuan Kaisar, tapi bukan nona Lisa, jadi jika dia ingin membalas dendam tentu langsung menghadap tuan Kaisar."
Farel masih belum bisa mencerna semua yang Jhon sampaikan.
"Firman menyukai nona Lisa, bahkan lebih dari itu, dia menjaga nona Lisa dengan sangat baik di desa meskipun dengan cara yang salah, melihat dari mobil yang di tumpangi nona Lisa, mengalami kerusakan cukup parah dan sudah bisa di pastikan nona Lisa, mengalami luka di tubuhnya, sama seperti tuan Kaisar, Firman juga tidak akan mungkin tega membuat nona Lisa terluka." Jelas Jhon.
Farel mulai memahami maksud Jhon.
"Kau benar Jhon, lalu menurut mu siapa yang melakukan ini?"
"Musuh terberat tuan Kaisar, bahkan saya tidak yakin jika tuan Kaisar bisa melawannya."
"Julia?"
Jhon mengangguk.
Tentu saja Farel bisa menebak itu, karna sudah sangat lama Farel mengetahui kebenaran itu.
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁
__ADS_1
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏🤗