Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 130. kehamilan Lisa


__ADS_3

Lisa kembali menenangkan Kaisar yang tadi marah-marah pada Dokter yang memeriksanya.


"Sudah Mas bilang, tidak usah panggil dokter!"


"Iya mas, aku minta maaf."


"Kau tidak salah, tapi dokter itu yang salah."


Kaisar terus ngedumel perkara dokter lelaki yang tadi memeriksa dirinya, tapi malah tersenyum pada istrinya.


Membuat kesal Kaisar saja.


🍁🍁


Ke esoknya Lisa dan Kaisar akhirnya pergi ke rumah sakit, untuk memeriksakan diri.


Mengikuti saran dari dokter semalam.


Kaisar dan Lisa di sambut dengan dokter yang biasa memeriksa kesehatan keluarga Airlangga.


Tapi bukan dokter yang semalam, setelah kejadian semalam, mungkin dokter itu trauma untuk menerima pasien seperti Kaisar.


"Selamat pagi Nona dan tuan Airlangga!" Seorang dokter wanita, menyapa mereka.


"Selamat pagi Dok!" Balas Lisa.


"Silahkan! semua sudah kami siapkan."


"Terimakasih dok!"


Kini Lisa dan Kaisar, melakukan pemeriksaan.


Tidak ada yang salah di tubuh Kaisar, semuanya nampak normal dan baik-baik saja.


Tapi kenapa dia selalu muntah-muntah lesu dan pucat! bahkan tidak mau makan, dan selalu marah-marah.


"Itu karena Tuan Kaisar, mengalami yang namanya. Morning Sicknees!"


Kaisar sedikit terkejut, dengan istilah yang Dokter sampaikan.


"Apa itu Morning Sicknees Dok?" Tanya Kaisar.


Sedangkan Lisa hanya menduga-duga.


Karna ia sendiri sudah mengetahui istilah Morning Sicknees!


Dokter itu menjelaskan.


Jika Morning Sicknees adalah gejala yang umum di alami ibu yang tengah hamil muda, seperti mual dan muntah di pagi hari.


Dan Morning Sicknees juga bisa di alami suami.


Jika suami yang mengalaminya itu di sebut Sindrom kehamilan simpatik.


Kaisar Fokus memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari dokter.


Tapi Fokus Kaisar, bukan pada penjelasan tentang Morning Sicknees.


Dia tidak perduli dengan istilah-istilah yang dokter jelaskan padanya.


Yang menjadi Fokus utama Kaisar adalah kata-kata Hamil yang Dokter ucapkan.


Ya, kata Hamil langsung masuk ke benak Kaisar.


"Maksud dokter istri saya hamil?" Tanya kaisar, untuk memastikan apa yang ada di pikirannya.


Dengan tersenyum dan bahagia Dokter itu menjawab.


"Benar, istri tuan Kaisar tengah hamil muda, dan usia kehamilannya sudah 7 Minggu."


Wajah Kaisar berbinar, yang tadinya pucat pasi, kini menjadi segar bugar mendengar kabar bahagia yang selama ini ia nantikan.


"Aku berhasil, sekarang kau hamil sayang!"


Kaisar memeluk, istrinya itu dan menciumi seluruh wajahnya.


Si dokter ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan Kaisar.


Begitupun dengan Lisa dia juga sangat bahagia dengan kabar kehamilan ke duanya.


Setelah mendapatkan beberapa resep dan vitamin dari dokter.


Kaisar dan Lisa pun segera kembali ke Mansion.


Kaisar sudah tidak sabar ingin menyampaikan kabar bahagia ini, pada keluarganya terutama pada Arga.


Papah berhasil Arga, kau benar-benar akan mempunyai seorang adik. Batin Kaisar.


Ialah yang paling antusias dengan kehamilan Lisa.


Tidak apa jika ia yang harus mengalami Morning Sicknees, sungguh ia sangat rela.


Ia bahkan tidak akan tega jika Lisa yang mengalaminya.


"Sayang, apa, waktu kau hamil Arga mengalami mual dan muntah?"


Lisa mengangguk.


"Iya mas!"


Kaisar kembali memeluk istrinya.


"Maafkan Mas sayang, saat itu mas tidak berada di sisi mu dan menemani masa sulit mu,"ucapanya lirih.


"Tidak apa-apa Mas, sudah jangan di ingat-ingat lagi, yang terpenting sekarang mas, selalu menemani ku kan?"


"Tentu saja, mas pasti akan selalu menemani mu sampai kapanpun."


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Sampai di Mansion.


Kaisar menyampaikan kabar bahagia ini pada Bi Lilis dan terutama Arga.


Dan ia juga akan menyampaikan kabar bahagia ini secara langsung pada orangtuanya.


"Sebentar lagi Arga akan punya adik bayi!" Seru Kaisar.


"Benarkah! Lalu di mana adik bayinya?"


Kaisar mendudukkan Lisa di sofa, lalu ia menuntun Arga untuk mendekat pada Mamahnya.


Kaisar mengangkat tangan Arga dan meletakkannya pada perut Lisa.


"Di sini! Adik bayi Arga masih ada di sini."


Arga bingung dengan ucapan Kaisar.


Mungkin anak itu tengah berpikir.


Bagaimana bisa adik bayi masuk kedalam perut Mamah.


"Papah, tapi tidak ada adik bayi di sini."


"Ada di dalam Arga."


"Tapi kenapa harus di dalam, bagaimana cara adik bayi masuk kedalam, dan bagaimana nanti adik bayi bisa keluar?"


Kaisar diam, apa yang harus ia jawab.


"Sayang, adik bayinya masih sangat kecil dan harus beristirahat dulu di dalam perut mamah, hingga di waktu yang tepat, adik bayi akan lahir di dunia ini dan Arga bisa memeluknya." Akhirnya Lisa yang coba menjelaskan pada Arga.


Dan Arga pun mengangguk.


Entah bocah itu mengerti atau tidak.


Kebahagiaan kembali menyelimuti keluarga kecil Kaisar.


Iya yang paling bahagia atas kehamilan Lisa.


Dan kira-kira apa saja kelakuan Kaisar ketika istrinya tengah hamil.


🍁🍁🍁🍁


Kita ke pasangan pengantin baru yang belum melakukan malam pertamanya.


Luna tengah bersiap-siap untuk pergi ke Restorannya.


Iya ingin kembali melanjutkan perjalanan cita-citanya sebagai koki yang di akui.


Luna masih tetap menyamar sebagai Mimi karna ia tidak mau, jika pemilik Restoran tau jika dia putri dari Yuda.


Jika mereka tau Luna putri Yuda yang sekarang menjadi istri dari sekretaris Tuan Kaisar.


Sudah pasti Luna akan mendapatkan kemudahan dan perlakuan istimewa.


Dan Luna tidak mau itu.


Dan Luna pun sudah mendapatkan ijin dari Jhon, jika ia kembali melanjutkan cita-citanya.


Jhon mendukung sepenuhnya apa yang menjadi impian Luna selama ini.


Tapi! Tentu Jhon tidak membiarkan begitu saja.


Jhon sudah mempersiapkan semua, dan Jhon juga sudah memberi pelajaran pada senior yang sok keras di galeri itu.


Dan Jhon, sudah menyiapkan penjagaan super ketat pada Luna ketika ia sedang bekerja.


Semuanya sudah siap!


"Saya akan mengantarkan nona." Ucap Jhon, yang sejak tadi memperhatikan Luna yang tengah bersiap-siap.!


"Aduh kak, kenapa memanggil nona lagi, aku tidak suka, jika kak Jhon masih memanggil ku dengan sebutan Nona, aku tidak akan mau di antar kak Jhon." Kesal Luna.


"Baiklah, Luna."


"Nah seperti itu donk!"


Luna kembali meraih tasnya, dan ingin keluar dari kamar, hari ini hari terakhir persentase nya di galeri.


Luna sangat bersemangat!


"Luna tunggu!" Cegah Jhon.


"Ada apa ka?"


"Mulai hari ini, kita tinggal di Apartemen dan sore nanti kau pulang ke Apartemen."


"Apartemen siapa?" Tanya Luna bingung.


"Ya Apartemennya saya, memangnya siapa lagi."


Luna kaget!


Kenapa harus di Apartemennya.


Kenapa tidak tinggal di sini saja.


Dan di Apartemen nanti aku akan tinggal Hanya berdua saja dengan-nya.


Membuat ku semakin gemetar aja.


Tapi baiklah, aku akan mengikuti nasihat mamah dan Kakak ipar, bahwa aku harus patuh pada suamiku.


"Baiklah, aku akan tinggal di Apartemen kak Jhon."


"Saya akan mempersiapkan semuanya." Sahut Jhon.


🍁

__ADS_1


Seperti janjinya.


Jhon akan mengijinkan Luna melanjutkan Mimpinya di galeri itu, tapi dengan syarat, Jhon yang akan mengantar dan menjemput nya ketika pulang.


Sore ini Jhon sudah berdiri menunggu Luna di depan Restoran ternama itu.


Tapi tentu Jhon dalam penampilan Cosplay.


Karna Luna pun tidak mau jika orang-orang mengenali Jhon.


Sekertaris tuan Kaisar, mengantar jemput seorang wanita yang berkerja di Restoran. Bukankah dia sudah menikah dengan putri tuan Yuda.


Bukankah itu nanti akan menjadi berita besar!


Cukup lama Jhon menunggu.


Akhirnya Luna keluar dari Restoran itu.


Ia tersenyum bahagia, dan berlari ke arah Jhon.


"Lihatlah ini kak,"ucap Luna seraya menunjukan sebuah amplop putih yang berukuran besar.


Seperti bias Jhon akan selalu berpura-pura cuek.


"Ayo masuk, kita harus segera pulang."


"Eeh tunggu dulu ka,"cegah Luna. "Kak Jhon harus lihat ini dulu."


Jhon menghentikan langkahnya.


Luna membuka amplop itu, dan menunjukkannya pada Jhon.


Selembar kertas yang menyatakan. Bahwa Luna lulus! Dan sekarang ia benar-benar menjadi seorang koki.


Senyum Luna seketika memudar, karna Jhon melihat kertas itu tanpa ekspresi apapun, datar saja!


"Apa kak Jhon tidak bahagia?" Tanya Luna sedikit sedih.


Jhon tersenyum!


"Sangat bahagia, dan karna kebahagiaan ini saya punya hadiah untuk mu!" Ucapannya.


"Hadiah!"


Mata Luna seketika berbinar kembali mendengar kata Hadiah.


Dan dengan cepat Luna masuk kedalam mobil Jhon.


Karena Jhon mengatakan jika hadiahnya ada di Apartemen.


Luna sudah tidak sabar untuk sampai ke Apartemen!


🍁🍁🍁


Mobil memasuki Area Apartemen Jhon.


Dan Jhon segera mengajak Luna untuk masuk ke dalam.


Luna melangkahkan dengan gugup, karena di Apartemen nanti ia hanya berdua saja dengan Jhon.


"Kau gugup?" Tanya Jhon, yang melihat Luna gelisah.


"Tidak kak."


"Baguslah, ayo sekarang cepat masuk." Titah Jhon.


Jhon sudah masuk terlebih dahulu.


Dan beberapa detik kemudian Luna menyusul.


"Kak, kenapa gelap sekali, apa sedang mati Listrik?"


"Tidak!" Sahut Jhon yang berada di tengah kegelapan.


"Lalu, kenapa segelap ini, apa Kak Jhon tidak menyalakan lampunya?"


"Tidak! bukankah lebih nyaman seperti ini, jika kita melakukannya untuk pertama kali."


Deg!


Luna semakin di buat cemas dengan kata-kata pertama kali dari Jhon.


*Apa maksudnya, yang mengatakan! melakukan untuk pertama kali.


Ya Tuhan! apa kak Jhon, akan meminta haknya saat ini juga, aku belum siap sepenuhnya.


Bahkan aku belum mandi, apa mungkin aku berdekatan dengannya dalam keadaan seperti ini, ah aku bau keringat. Pasti akan memalukan*.


Pikiran Luna bertraveling, karna melihat kondisi Apartemen Jhon yang gelap, dan kata-kata yang seperti mempunyai maksud tertentu yang Jhon ucapkan.


"Luna, kenapa kau masih di situ, ayo cepat masuk lebih dalam lagi."


Jhon kembali bersuara di balik kegelapan.


Dan Luna masih berdiri di ambang pintu.


*Astaga kak Jhon, kenapa dia bersikap seperti itu.


Aku kan jadi tergoda, aaah aku belum siap karena aku belum mandi.


Apa aku lari saja ya*.


"Luna!" Jhon kembali memanggil Luna, yang tak kunjung masuk kedalam juga.


Padahal Jhon sudah menunggu cukup lama di dalam sana, dan tangannya cukup pegal karena memegang sesuatu yang spesial untuk ia berikan, Khusus pada Luna seorang.


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya


❤️❤️❤️❤️


__ADS_2