
Nur benar-benar tidak di temukan keberadaannya.
Entah menghilang kemana wanita itu dan secara tiba-tiba, apa benar Nur melarikan diri karena Jhon sudah mengetahiu siapa dirinya, atau ada orang lain yang senaja menyembunyikan Nur.
Jhon masih belum bisa membuktikan jika Luna tidak bersalah dan saat ini Luna harus tetep bertahan di penjara.
🍁🍁🍁🍁
"Tuan, kami tidak bisa melacak keberadaan Toni, karna nomor ponsel itu sudah tidak aktif, tapi kami berhasil mengetahui di mana posisi Toni terakhir kali."
"Katakan di mana dia?"
"Di sini tuan." Pria yang merupakan anak buah Kaisar itu menyerahkan selembar kertas beserta alamat lengkapnya.
Kaisar meraih kertas itu, dan melihat alamat yang ternyata adalah rumah Yuda.
"Dia ada di sana?" Gumam Kaisar.
"Kalian semua boleh pergi."Titah Kaisar.
Kaisar menghubungi Yuda, tapi ternyata Yuda tidak ada di rumahnya, ia dan Larasati tengah berada di kantor polisi untuk membesuk Luna, sejak Luna tertimpa kasus ini, Yuda benar-benar hanya Fokus pada Luna bukan cuma Yuda tapi Farel dan Kaisar juga.
Kali ini Kaisar meminta bantuan Farel, untuk mencari Toni di kediaman Yuda, dan Kaisar pun menceritakan semuanya pada Farel.
Tanpa pikir panjang, Farel segera menuju kediaman papahnya.
🍁
Tak butuh waktu lama, Farel sudah sampai di kediaman Yuda, ia sangat terkejut dengan apa yang ia dapati di rumah besar itu.
Semua penjaga dan pelayan yang ada di rumah itu, sudah terkapar tidak sadarkan diri.
Kondisi Rumah sudah porak-poranda, sepertinya ada perampok yang baru saja masuk menyatroni rumah itu.
Farel menghubungi Yuda dan menyampaikn apa yang terjadi di rumah itu.
Dengan cepat! Yuda, kembali ke Rumahnya, dan ternyata! bukan hanya kondisi Rumah yang hancur dan para penjaga dan pelayan yang tumbang, tapi beberapa aset berharga keluarga itupun Ludes ,tidak ada di brangkas tempat penyimpanaan surat-surat berharga, mereka telah membobolnya.
Bukan cuma itu saja, ternyata, data-data prusahaan Yuda pun telah bocor dan dalam waktu singkat, prusahaan Yuda sudah berganti nama kepemilikannya.
Yuda Shock parah dengan semua musibah yang tiba-tiba terjadi itu, ia sampai jatuh pingsan dan harus di larikan ke rumah sakit, karena terkena serangan jantung.
Membuat situasi semakin kacau.
🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain.
Ternyata Nur tengah bersembunyi di sebuah Hotel yang sangat jauh dari pusat kota, Nur melarikan diri dari orang-orang yang tengah memburunya.
Tapi orang-orang itu bukanlah anak buahnya Jhon atau Kaisar.
Nur tengah di landa kebingungan dan kecemasan, ia tidak tau harus berbuat apa dan memulainya dari mana.
"Lisa! aku harus menghubungi Lisa."
Dengan yakin Nur menghubungi Lisa, dan meminta Lisa dan anak-anaknya untuk segera pergi meninggalkan Mansion.
{"Ada apa Nur? Kenapa kau terdengar sangat panik, apa terjadi sesuatu dan kenapa kau menyuruhku untuk meninggalkan Mansion?"}
"Maaf Lisa, aku salah, semua ini salah ku tapi aku tidak punya banyak waktu untuk menceritakan semuanya padamu, aku mohon Lisa, cepat kau tinggalkan Mansion itu sekarang juga, karena mereka tengah menuju Mansion mu."
TUT....
TUT....
Setelah mengatakan itu tiba-tiba panggilan terputus.
Lisa yang berada di Mansion menjadi cemas dan khawatir, ia mencoba menghubungi kembali Nur, tapi nomor itu sudah tidak bisa di hubungi.
Dan Lisa teringat dengan Kaisar yang tiba-tiba menanyakan soal Nur.
"Apa Nur mempunyai masalah dengan Mas Kaisar? Tapi apa?"
Lisa keluar dari kamarnya ia harus menanyakan ini pada Kaisar.
Lisa masuk keruang kerja Kaisar, tapi lelaki itu tidak ada di sana.
__ADS_1
Ternyata Kaisar, tengah memerintahkan anak buahnya yang biasa berjaga di Mansion untuk menuju ke kediaman Yuda.
Hingga, hanya tersisa beberapa orang penjaga saja di Mansion itu.
Sedangkan anak buahnya yang berada di Markas ia kerahkan untuk memburu Toni dan Nur.
Semua ini ia lakukan untuk membebaskan Luna dari penjara, hanya dengan Nur tertangkap Luna akan bebas dari penjara, karena Nur lah saksi kunci, atau mungkin tersangka sesungguhnya di kasus Luna.
Dan Toni ia sudah berani, merampok dan menyabotase perusahaan Yuda, tentu Kaisar tidak akan diam saja, di tambah lagi Toni mulai cari gara-gara dengannya.
*
*
Di waktu Kaisar mendapatkan informasi tentang Toni yang terlibat dengan Nur, untuk menghancurkan Luna, anak buahnya juga menyampaikan jika Toni sudah beberapa bulan ini mengawasi keluarganya. Itulah sebabnya Kaisar harus segera menangkap pamannya itu, meskipun ia tidak tau ada hubungan apa Toni dan Nur, yang jelas mereka berdua sekarang adalah buruan Kaisar.
"Mas!" Lisa memanggil Kaisar, yang baru saja selesai memberi perintah pada anak buahnya.
"Iya, ada apa sayang? Kenapa kau keluar?"
"Mas punya masalah apa dengan Nur?" Lisa langsung menanyakan apa yang harus ia ketahui sekarang juga.
Kaisar sedikit terkejut! kenapa Lisa bisa mengatakan itu.
Karna Kaisar memang tidak mengatakan apapun pada Lisa tentang ini, Lisa hanya tau jika Luna di ganggu dengan wanita yang bernama Sarah, tapi Lisa belum tau jika Sarah itu adalah Nur.
"Mas, jangan diam saja, ada masalah apa dengan Nur?"
Dan Kaisar pun terpaksa menceritakan semuanya pada Lisa, termasuk dengan Luna yang sekarang di penjara dan kondisi Yuda saat ini.
Lisa sangat terkejut dengan penjelasan Kaisar, dia tidak menyangka jika semua ini ulah Nur, tapi Lisa sangat yakin jika Nur bukanlah orang yang jahat dia pasti punya alasan tersendiri atau mungkin ada orang lain di balik ini, orang itu pasti Toni.
Lisa sangat yakin dengan pemikirannya sendiri.
Dan Lisa tidak mengatakan pada Kaisar jika baru saja Nur menghubunginya, jika ia mengatakannya, sudah pasti akan terjadi hal yang buruk pada Nur, karna ia sudah sangat tau seperti apa Kaisar.
Tapi Lisa harus menyampaikan jika ada seseorang yang memintanya untuk meninggalkan Mansion, tanpa menyebut nama Nur.
"Mas, tadi....!"
Ponsel Kaisar berbunyi.
"Sebentar ya sayang, ini Farel."
Setelah beberapa menit Kaisar melakukan panggilan dengan Farel, ia kembali mendekat pada Lisa.
"Sayang, kondisi papah kritis di Rumah sakit." Ucapannya dengan sedih.
"Apa kau mau ke Rumah sakit Mas?"
Kaisar mengangguk.
"Pergilah Mas, mamah dan papah pasti sangat membutuhkan mu."
"Bagaimana dengan mu di sini?"
"Aku tidak apa-apa di sini."
Meskipun Lisa merasa tidak tenang dan takut jika tidak ada Kaisar di Mansion tapi ia harus mengatakan itu, karna keluarga Kaisar jauh lebih membutuhkan lelaki itu saat ini.
Semua pasti akan baik-baik saja.
"Baiklah, Mas pergi dulu sebentar, Mas janji akan segera kembali."Kaisar Memeluk Lisa.
"Iya Mas, berhati-hatilah."
Setelah menitipkan Lisa dan anak-anaknya dengan para penjaga yang hanya tinggal beberapa orang saja, Kaisar segera pergi menuju Rumah sakit.
Setelah kepergian Kaisar, Lisa kembali masuk kedalam Mansion.
"Nona Lisa,"bi Lilis menghampiri Lisa yang terlihat cemas,"ada apa Non, apa sesuatu terjadi?"
"Tidak bi, aku hanya menghawatirkan keadaan Luna dan papah Yuda."
"Non Lisa jangan terlalu cemas, bibi yakin semua akan baik-baik saja."
"Iya bi, Terimakasih."
__ADS_1
Lisa kembali masuk kedalam kamar dan mengunci rapat-rapat pintu kamar itu.
Entah kenapa, telpon dari Nur tadi membuat Lisa menjadi kepikiran dan gelisah.
"Tenang Lisa, semuanya akan baik-baik saja, tidak akan terjadi apapun di sini." Lisa mencoba bersikap biasa saja, ia mendekati bayinya yang sudah tertidur di senja hari seperti ini, dan Arga pun tengah memejamkan matanya.
Lisa memeluk erat kedua anaknya yang tengah tertidur berdampingan.
🍁🍁🍁🍁
Semua semakin kacau, perhatian semua orang benar-benar teralihkan pada masalah Luna dan kondisi Yuda yang kritis di Rumah sakit.
"Pak, tolong pak, lepaskan aku sebentar saja, aku ingin melihat papah ku?" Pinta Luna, pada seorang polisi wanita yang sedang bertugas saat itu.
"Maaf Nona tidak bisa, lebih baik anda tenang dan berdoa untuk kesembuhan papah anda."
Seperti apapun Luna meminta dan memohon Polisi itu tentu tidak akan mengindahkannya.
Luna hanya bisa menangis di balik jeruji besi itu.
Ini semua gara-gara wanita yang bernama Nur atau Sarah itu, lihat saja jika sampai terjadi sesuatu pada papah, aku tidak akan memaafkannya. Karena gara-gara dia aku di penjara seperti ini, dan akupun tidak bisa melakukan apapun di sini, karena terlalu banyak orang, yang akan mengetahui siapa aku, jika aku sampai tidak bisa mengendalikan diri.
🍁
Sedangkan Jhon, ia tengah memburu Nur, yang menurut informasi gadis itu berada di Hotel pinggir Kota.
Lelaki itu benar-benar, tengah berjuang untuk membebaskan istrinya. Ia melakukan cara apapun agar Luna bisa kembali bebas dari semua tuduhan itu.
🍁🍁🍁
Di tempat lain.
Toni tengah tertawa puas, atas kemenangannya yang berhasil merebut semua milik Yuda.
"Ternyata gampang sekali membuat keluarga itu lengah."
Dan benar saja, ternyata Toni memang senaja menciptakan ini semua.
Ia menciptakan masalah untuk Luna melalui Nur untuk mengalihkan perhatian keluarga Airlangga, tapi beberapa kali gagal karena Luna ternyata memiliki kepribadian lain yang membuatnya selalu lolos, jika harus di hadapi dengan kekerasan.
Jadi! Toni Memilih jalan lain, dengan mengatur skenario atas kematian karyawan Luna.
Dan itu semua berhasil!
Toni tau, jika sampai Luna di penjara tentu semua tidak akan diam saja dan mereka hanya akan memperhatikan dan melakukan segala cara agar Luna bisa bebas, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada yang lainnya.
Dan karena itulah,Toni berhasil! Dalam waktu beberapa hari ia bisa membobol perusahaan Yuda dan mengambil semua asetnya.
Dan sekarang tujuannya adalah Kaisar.
Kaisar tidak menyadari ia telah mengerahkan semua anak buah dan penjaganya untuk memburu Toni dan Nur.
Hingga membuat keadaan di Mansion menjadi lengan dengan hanya ada beberapa penjaga saja, bahkan saat ini Kaisar pun tidak ada di sana.
Di tengah kesenangan Toni, seseorang datang menghampirinya.
"Tuan Toni, gadis yang bernama Nur tidak di temukan, dia melarikan diri tuan."
Mendengar kabar itu, Toni tetap mengembangkan senyumnya.
"Baiklah, untuk sementara waktu kita lupakan dulu soal Nur, saya yakin anak itu tidak akan berani macam-macam dengan kita, karna kelemahan dia ada di tangan saya, sekarang ada yang jauh lebih penting, yang harus kita lakukan." Ucap Toni, dengan senyum jahat di ujung bibirnya.
"Apa itu Tuan?"
"Sekarang juga kita menuju Mansion Kaisar, karna si anak Yuda yang bodoh itu tengah meninggalkan aset berharganya di sana."
Beberapa anak buah Toni tersenyum, mengikuti Tuannya.
"Baik tuan, saya akan menyiapkan semuanya."
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗
Mohon dukungannya ya 🙏
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1